Pilihan

Tasya sudah dua minggu tidak kembali ke rumahnya dan bahkan dia juga sempat mengambil cuti kerja beberapa hari dengan alasan sakit, tapi karena Tasya tidak ingin terlalu lama berdiam diri saja di rumah dan terus merepotkan Rara untuk menggantikan kerjaannya. Akhirnya Tasya memutuskan untuk pergi bekerja hari ini, walaupun Rara sudah melarangnya berkali-kali.

Alasan Rara melarang Tasya kerja karena sehari setelah Tasya menginap di rumahnya, papa dan mama tirinya datang ke restoran tempat Tasya bekerja untuk memaksanya pulangnya pulang dan segera menikahkan Tasya dengan laki-laki itu.

"Sya, kalau menurut gue nih ya. Lu sebaiknya tunggu beberapa hari lagi dulu deh! Soalnya gue takut kalau nanti papa lu bakalan balik lagi dan maksa lu buat pulang" Rara duduk di pinggir kasur sembari menunggu Tasya selesai bersiap untuk berangkat bekerja bareng.

"Engga apa-apa Ra, gue udah siap kok buat hadapi mereka. Lagian gue engga enak juga sama lu, karena lu terus-terusan gantiin gue jadinya cape lu double deh" Tasya menghampiri Rara dan duduk di sampingnya.

"Lu kayak sama siapa aja sih Sya, lagian kerjaan lu engga begitu berat kok buat gue dan juga gue inikan sahabat lu. Jadi lu santai aja dan nikmati ketenangan lu itu sebelum mereka tau tempat tinggal gue" Rara tertawa sembari mengambil tasnya dan bersiap untuk berangkat, sedangkan Tasya hanya menggelengkan kepalanya pelan sembari tersenyum.

Hari ini mereka berdua pergi ke restoran menggunakan bus, karena Tasya sedang tidak ingin membawa mobilnya takut kalau nanti dirinya bertemu papa, mama atau kakak tirinya di jalan.

Pertama kalinya untuk Tasya pergi menggunakan bus dan dirinya lumayan menyukai suasana di perjalanannya kali ini, tapi saat dirinya sedang melihat ke sekeliling dalam bus itu Rara menepuk bahunya sembari berteriak heboh.

"Ada apa sih Ra?" Tasya langsung menatap Rara dengan wajah bingung.

"Sya... Lihat deh itu kan mobil pelanggan VIP di restoran kita" Rara menunjuk mobil hitam yang berjalan melewati bus yang mereka tumpangi.

"Lu tau dari mana itu mobil dia?" Tasya yang langsung mencondongkan badannya dan ikut melihat ke arah mobil itu dari jendela dekat Rara.

"Waktu itu gue diminta sama manager buat anter tamu itu sampai mobilnya, karena asisten dia lagi engga ada dan sebenarnya dia minta lu sih yang anter. Tapi karena lu lagi cuti jadi gue deh" Rara masih terus mengoceh untuk menjelaskan tentang orang yang ada di mobil itu.

"Oh gitu, gue udah tau kok" Tasya langsung membenarkan posisi duduknya lagi.

"Ah! Lu mah gitu, harusnya pura pura engga tau dulu kek biar gue jadi berasa lagi cerita" Rara memutar bola matanya sembari memanyunkan bibirnya.

Tasya hanya tertawa mendengar perkataan Rara, karena terlalu asyik bercanda sampai tidak terasa mereka berdua sudah sampai di tempat tujuan dan memulai pekerjaan mereka masing masing.

...****************...

Saat semua orang sedang fokus dengan pekerjaan mereka, tiba-tiba manager mereka datang ke dapur dan memanggil Tasya karena mama tiri Tasya datang dan menemui managernya langsung.

Rara yang mendengar perkataan managernya itu langsung menghampiri Tasya dan melarangnya untuk pergi menemui mama tirinya, tapi Tasya tetap saja pergi menemui ibu tirinya itu di dalam kantor managernya.

"Ada apa cari saya?" Tasya berdiri di dekat pintu dengan tatapan dingin.

"Tasya, lama tidak bertemu" Miranti menghampiri Tasya dan langsung memegang bahu Tasya, tapi langsung di tepis olehnya.

Tasya sebenarnya sudah sangat malas bertemu keluarganya itu, tapi karena itu permintaan managernya Tasya tidak bisa menolaknya lagi dan terpaksa menemuinya.

"Langsung saja katakan apa yang anda inginkan, karena saya tidak punya banyak waktu"

"Jangan terburu-buru seperti itu! Kita bisa mengobrol dulu untuk menghilangkan rindu mama padamu"

"Tidak perlu berbasa-basi lagi, kalau tidak ada yang ingin anda bicarakan lagi saya permisi dulu" Tasya membungkukkan sedikit badannya dan langsung menuju pintu.

Baru saja Tasya memegang knop pintu itu, tapi dirinya langsung berhenti dan kembali menutup pintu itu lagi yang sudah terbuka sedikit karena Miranti mengatakan sesuatu padanya.

"Anda bilang apa barusan? Coba ulangi lagi, karena saya tidak mendengarnya" Tasya masih berdiri membelakangi Miranti.

"Mama bilang kalau papa mu itu, sejak kemarin sore sampai sekarang berada di dalam penjara. Karena dia sudah telat untuk membayar hutangnya itu, dan semuanya gara-gara kamu Tasya" Miranti kembali memegang kedua bahu Tasya sembari tersenyum miring di belakangnya.

Sebenarnya walaupun Tasya kecewa dengan papanya, tapi tidak bisa di pungkiri dirinya sangat menyayangi papanya itu. Bahkan saat mendengar beliau sudah berada di dalam penjara, hati Tasya langsung sesak dan bahkan air matanya tanpa terasa mengalir di pipinya.

Miranti yang melihat Tasya menangis langsung menghasutnya dan memintanya untuk segera menikah dengan laki-laki itu lagi, agar papanya bisa secepatnya di keluarkan olehnya. Hati Tasya memang masih menolak pernikahan itu, tapi dirinya juga tidak ada pilihan lain lagi karena kalau untuk membayar hutangnya Tasya tidak memiliki uang sebanyak itu.

"Aku akan menemui papa di penjara nanti sore, terima kasih atas informasinya" Tasya menghapus air matanya dan langsung pergi dari sana untuk kembali ke dapur.

"Aku Yakin sekali, anak itu pasti akan langsung mau menikah kalau melihat kondisi papanya yang sangat menyedihkan di dalam penjara" Miranti tersenyum penuh kemenangan.

Rara yang melihat Tasya yang sudah kembali ke dapur lagi dengan wajah muramnya langsung menghampiri Tasya dan menanyakan keadaannya, tapi Tasya hanya diam saja dan itu membuat Rara kesal.

Saat Rara baru akan menghampiri mama tirinya Tasya untuk memarahinya, Tasya sudah lebih dulu menahan tangannya dan membuka suaranya untuk menceritakan semua yang dikatakan mama tirinya itu.

Di sela ceritanya Tasya terus menghela nafas kasarnya, Rara yang sudah mendengar semua cerita Tasya lagi-lagi membuat terkejut dan masih tidak menyangka kalau akan secepat itu papanya di penjarakan.

"Jadi Sya, apa yang akan lu lakuin sekarang?"

"Hah, Entahlah Ra... Gue juga masih bingung, mungkin sekarang gue harus menerima pernikahan itu kali" Tasya menundukkan kepalanya sembari menghela nafasnya lagi.

"Lu gila ya! Masa iya lu mau nerima sih pernikahan konyol ini, ingat Sya lu tuh engga kenal sama sekali orang itu! Gimana kalau nanti dia nyakitin lu?" Rara menggebrak meja di depannya.

"Gue juga engga ada pilihan lain lagi Ra, papa gue ada di penjara dan gue engga bisa lihat papa gue terus berada di sana" Tasya tidak bisa menahan tangisnya lagi.

Rara yang melihat sahabatnya sangat tertekan dengan masalahnya langsung memeluk Tasya dan membiarkannya menangis di pelukannya, sembari Rara mencoba menenangkan dan menyemangatinya lagi.

"Apapun yang akan menjadi keputusan lu nantinya, gue akan selalu mendukung lu Sya. Jangan sedih lagi ya, gue selalu ada di belakang lu dan kalau lu butuh bantu bilang sama gue ya" Rara mengusap punggung Tasya.

"Iya Ra, makasih ya" Rara hanya menganggukkan kepalanya dan Tasya langsung mengeratkan pelukannya lagi sembari masih menangis di bahu Rara.

"Lu perempuan yang kuat Sya, jadi gue yakin lu pasti bisa melewati masalah ini" ucap Rara dalam hatinya.

Rara memang tidak memiliki hubungan darah apapun pada Tasya, tapi hatinya langsung sakit kalau melihat Tasya menangis dan tersiksa seperti itu.

Episodes
1 Pembicaraan Keluarga
2 Keputusan
3 Pilihan
4 Pembicaraan Pernikahan
5 Mempersiapkan pernikahan
6 Keanehan Acara Pernikahan
7 Pulang Ke Rumah Andika
8 Penasaran Dengan Wajah Andika
9 Cara Membuat Andika Pulang
10 Kembali atau Tidak?
11 Hari Yang Dinanti
12 Canggung
13 Perasaan Senang
14 Permintaan Ibu Tiri Tasya
15 Keinginan Tasya
16 Kedatangan Miranti dan Raisa
17 Kelakuan Buruk Raisa
18 Memperkenalkan Andika
19 Waktu Bersama Andika
20 Rahasia Terbongkar
21 Seperti Keluarga
22 Kedatangan Ferdian
23 Untuk Pertama Kalinya
24 Berubah Pikiran
25 Ungkapan Perasaan
26 Saat Berdua
27 Berbelanja Berdua
28 Mendapatkan Izin Andika?
29 Kejutan Untuk Tasya
30 Camping
31 Menghilangkan Rasa Canggung
32 Permintaan Maaf
33 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34 Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35 Pulang Ke Rumah
36 Berpamitan
37 Bulan Madu 1
38 Bulan Madu 2
39 Bulan Madu 3
40 Mengerjai Raisa
41 Alasan Mencintai
42 Rahasia
43 Marahnya Tasya
44 Mencoba Berbaikan
45 Merawat Andika
46 Perhatian Tasya
47 Bertemu Lagi
48 Persiapan
49 Keinginan Andika
50 Pemeriksaan
51 Hasil
52 Murung
53 Orang Baru
54 Datang Menemui
55 Menenangkan Pikiran
56 Ujian Pernikahan
57 Bimbang
58 Awal Pembicaraan
59 Rencana
60 Keputusan Andika
61 Memperbaiki Kesalahan
62 Hasil Pemeriksaan
63 Perhatian Andika
64 Kekesalan Tasya
65 Kejutan Untuk Tasya I
66 Kecemasan Tata
67 Kejutan Untuk Tasya II
68 Kepanikan Andika
69 Kebahagiaan Andika
70 Kepulangan
71 Pemilihan Nama
72 Akhir Dari Segalanya
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Pembicaraan Keluarga
2
Keputusan
3
Pilihan
4
Pembicaraan Pernikahan
5
Mempersiapkan pernikahan
6
Keanehan Acara Pernikahan
7
Pulang Ke Rumah Andika
8
Penasaran Dengan Wajah Andika
9
Cara Membuat Andika Pulang
10
Kembali atau Tidak?
11
Hari Yang Dinanti
12
Canggung
13
Perasaan Senang
14
Permintaan Ibu Tiri Tasya
15
Keinginan Tasya
16
Kedatangan Miranti dan Raisa
17
Kelakuan Buruk Raisa
18
Memperkenalkan Andika
19
Waktu Bersama Andika
20
Rahasia Terbongkar
21
Seperti Keluarga
22
Kedatangan Ferdian
23
Untuk Pertama Kalinya
24
Berubah Pikiran
25
Ungkapan Perasaan
26
Saat Berdua
27
Berbelanja Berdua
28
Mendapatkan Izin Andika?
29
Kejutan Untuk Tasya
30
Camping
31
Menghilangkan Rasa Canggung
32
Permintaan Maaf
33
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 1
34
Pembicaraan Tentang Bulan Madu 2
35
Pulang Ke Rumah
36
Berpamitan
37
Bulan Madu 1
38
Bulan Madu 2
39
Bulan Madu 3
40
Mengerjai Raisa
41
Alasan Mencintai
42
Rahasia
43
Marahnya Tasya
44
Mencoba Berbaikan
45
Merawat Andika
46
Perhatian Tasya
47
Bertemu Lagi
48
Persiapan
49
Keinginan Andika
50
Pemeriksaan
51
Hasil
52
Murung
53
Orang Baru
54
Datang Menemui
55
Menenangkan Pikiran
56
Ujian Pernikahan
57
Bimbang
58
Awal Pembicaraan
59
Rencana
60
Keputusan Andika
61
Memperbaiki Kesalahan
62
Hasil Pemeriksaan
63
Perhatian Andika
64
Kekesalan Tasya
65
Kejutan Untuk Tasya I
66
Kecemasan Tata
67
Kejutan Untuk Tasya II
68
Kepanikan Andika
69
Kebahagiaan Andika
70
Kepulangan
71
Pemilihan Nama
72
Akhir Dari Segalanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!