Semenjak Tasya menikah dan tinggal bersama Andika tidak ada yang tau tempat tinggal mereka berdua, bahkan Ferdian yang papa kandung Tasya dan sahabat baiknya juga tidak tau keberadaan tempat tinggal Tasya sekarang. Mereka yang ingin bertemu dengan Tasya hanya bisa bertemu saat dia berada di restoran saja atau saat ada yang menelpon dan mengajaknya bertemu.
Walaupun semuanya tidak ada yang mengetahui tempat tinggal Tasya, tapi hal itu tidak berlaku untuk mama dan kakak tirinya.
Miranti dan Raisa saat ini sudah berada di depan pintu apartemen Andika, bahkan sedari tadi Miranti sudah mengetuk pintunya. Tapi tidak ada yang membukakan pintu untuk mereka berdua.
Raisa yang sudah mulai bosan menunggu dan hanya berdiri di depan pintu saja, akhirnya mengajak mamanya untuk pulang ke rumah dulu. Tapi sayangnya Miranti menolaknya dan masih ingin terus menunggu Tasya sampai keluar, karena Miranti berpikir itu kesempatan bagus untuk dia bisa melihat wajah Andika yang sebenarnya.
"Udahlah mah! Mungkin Tasya lagi engga ada di rumah, jadi kita datang besok lagi saja" Raisa memegang lengan tangan Miranti dan menggoyang tangan mamanya itu.
"Kita sudah sampai di sini sayang... Kalau pulang sekarang akan sia-sia nanti, jadi kita tunggu sebentar lagi ya sayang" Miranti menepuk pelan tangan Raisa yang ada di lengan tangannya.
"Tapi mah... Aku sudah pegal berdiri terus dari tadi mah, besok lagi saja kita temui mereka berdua. Ayolah mah! Sekarang kita pulang dulu saja" Raisa menarik tangan Miranti seperti anak kecil.
"Baiklah... Baiklah... Kita akan pulang sekarang ya, tapi lepaskan dulu tangan mama" Raisa langsung melepaskan tangan mamanya.
Saat Miranti dan Raisa baru akan melangkahkan kakinya untuk pergi dari depan unit apartemen Andika, tapi tiba-tiba pintu yang sejak tadi Miranti dan Raisa tunggu akhirnya terbuka juga dan yang membuka pintu itu adalah Tasya yang menggunakan apron di badannya.
"Mama! Kak Raisa! Kalian berdua kenapa ada di sini?" Tasya melihat ke arah Miranti dan Raisa secara bergantian.
"Minggir! Memangnya kenapa kalau kami ada di sini?" Raisa langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Tasya dan di ikuti oleh Miranti, walaupun Tasya belum mengizinkan mereka masuk ke dalam.
"Kalian berdua ini apa-apaan sih! Masuk ke dalam rumah orang begitu saja, engga sopan banget" Tasya berdiri sembari melipat tangannya di depan dadanya dan memasang wajah kesalnya.
"Sshhuutt... Berisik deh, lebih baik sekarang kamu buatin kami minuman! Karena kaki aku sudah pegal nunggu kamu yang lama buka pintunya dan lagi kami itu tamu di sini, jadi layani kami dengan baik dong" mata Raisa terus mengitari dalam ruangan apartemen Andika.
"Aku engga mau buatkan kalian berdua minuman, lagian kalian berdua bukan tamu atau siapa-siapa untuk ku. Jadi mendingan kalian pulang sekarang! Sebelum aku panggil satpam untuk usir kalian berdua dari sini.
Andika yang baru selesai menelpon Mario mendengar keributan dari ruang tamu dan membuatnya langsung keluar untuk melihat keadaan Tasya, sebelum keluar dari kamar dan menemui Tasya. Andika sudah meminta Mario untuk datang ke apartemennya bersama dengan satpam, karena Andika ingin berjaga-jaga kalau sampai terjadi apa-apa nantinya.
Saat Andika sampai di ruang tamu dirinya melihat Tasya yang sedang bertengkar dengan kakak tirinya, sedangkan mama tirinya sedang melihat-lihat sekeliling sembari memegang barang-barang milik Andika yang berada di sana"
"Jangan sentuh barang-barang itu lagi! Karena kalau sampai pecah atau lecet, saya yakin kalian berdua tidak akan sanggup untuk membayar ganti ruginya" Andika meninggikan nada bicaranya saat melihat Miranti akan menyentuh gucci yang berada di atas meja.
Miranti yang mendengar suara Andika langsung menarik tangannya kembali dan membalikkan badannya untuk melihat wajah Andika, sedangkan Tasya langsung berjalan menghampiri Andika.
"Maaf ya mas kalau aku berisik dan ganggu kamu, habisnya mereka tiba-tiba datang dan menerobos masuk ke dalam seenaknya saja" Tasya menundukan badannya untuk berbicara pelan di telinga Andika.
"Iya engga apa-apa, biar mereka aku yang urus ya" Andika tersenyum tipis sembari melihat ke arah Tasya dan mengacak rambutnya.
Miranti yang melihat Andika sangat menyayangi dan memperlakukan Tasya dengan baik langsung ikut berpura-pura menyayangi Tasya juga, agar dia bisa membuat Andika menghormatinya dan menuruti permintaan mama mertuanya.
Tasya yang merasa jijik dengan perlakuan mama tirinya yang berpura-pura baik padanya di depan Andika langsung melepaskan pelukan mamanya itu, bahkan Tasya meminta Andika untuk segera mengusir Miranti dan Raisa dengan menatap mata Andika.
"Ya ampun Andika... Mama engga nyangka, ternyata kamu setampan ini ya" Miranti berdiri di depan Andika sembari tersenyum.
"Panggil saya tuan Andika! Apakah anda sudah lupa dengan apa yang saya katakan waktu itu? Atau hanya berpura-pura lupa saja?" Andika menatap Miranti dengan tatapan tajamnya dan membuat Miranti langsung terdiam.
Bukan hanya Tasya saja yang merasa jijik dengan Miranti, tapi Andika juga merasakan hal yang sama. Karena Andika paling tidak suka dengan orang yang berpura-pura baik di depannya, apalagi mendekatinya hanya karena menginginkan uangnya saja.
"Tujuan kalian datang ke sini dan menerobos masuk ke dalam rumah saya untuk apa?" Andika menatap Miranti dan Raisa secara bergantian, tapi salah satu dari mereka tidak ada yang menjawabnya.
"Jawab! Jangan diam saja!" suara Andika yang terlalu keras sampai membuat Tasya terlonjak kaget.
Di saat Andika masih menunggu jawaban dari Miranti ataupun Raisa sembari mengepalkan tangannya, Mario datang dan membawa dua orang satpam sesuai yang di perintahkan oleh Andika tadi.
"Maaf tuan saya terlambat" Mario membungkukkan badannya di samping Andika.
"Bawa dua orang itu keluar dan jangan biarkan mereka sampai mengijakan kakinya di sini lagi, karena mereka sudah menerobos masuk ke sini dan membentak istri saya"
"Baik tuan"
Mario langsung meminta kedua satpam itu membawa Miranti dan Raisa yang sedari tadi hanya diam saja untuk keluar, Miranti yang tidak terima di tarik keluar oleh satpam itu mencoba untuk memberontak dan melepas dirinya sembari terus berteriak minta di lepaskan.
"Tasya, tega kamu berbuat seperti ini sama mama ya. Walaupun mama hanya mama tiri kamu, tapi mama yang udah besarin kamu" Miranti mengeluarkan air mata buayanya, sedangkan Tasya memalingkan wajahnya ke sisi kirinya.
"Bawa dia sekarang juga pak!" ucap Mario yang melihat tuannya semakin kesal.
"Baik" satpam itu langsung menarik keluar Miranti dari dalam unit apartemen Andika.
"Kalau begitu saya juga permisi dulu ya tuan" Mario kembali membukukan badannya dan segera menyusul kedua satpam itu.
Setelah mereka semua pergi Tasya langsung meminta izin pada Andika untuk melanjutkan masaknya yang sempat tertunda tadi, sedangkan Andika langsung menghubungi Ferdian untuk mengatakan gangguan yang baru saja dia alami akibat Miranti dan Raisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments