Tradisi Keluarga

Menjelang makan malam, seorang pelayan mendatangi kamar dimana Elliana dan juga Carlton berada. Mereka di minta turun oleh nyonya besar untuk makan malam.

Rasa gugup dan juga penasaran, mendera pikiran Carlton. Apakah teka teki yang selama ini selalu menjadi pertanyaan dalam pikirannya benar ataukah hanya dugaannya saja.

Tiba di ruang makan, anak kecil bernama Darren yang sempat di temuinya tadi sudah duduk manis bersama dengan perempuan yang tak lain adalah Naina.

“Kemana kakak?” Tanya Elliana.

“Biasalah. Dia bilang masih di jalan.” Naina mengerlingkan matanya.

Bukankah dia istrinya tuan Nuel? Calrton menajamkan penglihatannya.

“Astaga. Apa aku nggak salah lihat El?” Imbuhnya saat melihat Carlton berjalan bersama Elliana.

“Oma yang nyuruh Carlton dateng ke sini, kak.”

“Selamat malam, nona Naina.” Sapa Carlton.

“Untuk apa oma menyuruhnya datang kesini?” Ketus Emmanuel yang baru saja datang.

Tak lama, seorang perempuan tua menghampiri mereka dengan bantuan pelayan. Karena dia berjalan dengan menggunakan tongkat.

“Duduklah. Kita makan dulu.” Titah perempuan yang di panggil oma oleh Elliana dan juga Emmanuel.

Carlton hanya terpaku di tempat duduknya. Mengapa demikian? Karena perempuan tua yang baru saja datang, yang sedari tadi di panggil oma oleh Elliana dan juga Emmanuel adalah Gayatri Sinclair.

Gayatri Sinclair adalah istri dari Anthony Sinclair, orang yang paling berpengaruh besar di bidang bisnis. Meskipun suaminya sudah meninggal, tapi Gayatri Sinclair mampu mempertahankan posisinya. Karena sejak awal, baik perusahaan maupun kekayaan yang di milikinya merupakan harta warisan turun temurun dari keluarga Gayatri.

Berbeda dari orang kaya lainnya, keluarga Gayatri menganut tradisi anak perempuan yang mendapatkan harta warisan paling banyak atau bahkan keseluruhan harta yang di miliki.

“Duduklah, Carl. Oma menyuruh kita makan.” Bisik Elliana.

Carlton pun duduk tanpa membantah.

Makan malam berlalu tanpa ada yang bicara satupun, termasuk si kecil Darren. Rupanya anak itu terbiasa dengan kebiasaan di keluarga tersebut. Dilarang mengobrol saat makan.

Kini semuanya berkumpul di ruang keluarga, kecuali Darren yang sudah di suruh untuk tidur.

Sedangkan Carlton selalu merasa asing berada di tengah-tengah keluarga tersebut.

“Bagaimana perkembangan perusahaan saat ini, Carlton?” Gayatri bertanya setelah menyeruput tehnya.

“Perkembangannya sangat baik nyonya, saat ini harga saham meningkat lima belas persen dari bulan sebelumnya.”

“Kalau di rumah panggil aku oma saja.” Gayatri terkekeh saat Carlton memanggilnya nyonya.

Carlton tersenyum kikuk.

“Oma mengumpulkan kalian disini karena ingin menyampaikan hal yang sangat penting.”

“Kamu tahu, Carlton... Saat ini Emmanuel hanyalah CEO sementara NTTV?”

“Tidak oma.” Carlton menggelengkan kepalanya pelan.

“Apa kamu tahu tradisi keluarga oma seperti apa?”

“Iya oma.”

“Benarkah?”

“Banyak yang sering membicarakan keluarga oma, baik itu media ataupun rekan bisnis yang sering saya temui.”

“Kalau begitu, apa kamu tahu bahwa Elliana itu cucu kandung oma?”

Apa yang di ucapkan Gayatri berhasil membuat Carlton menatap Elliana. Benarkah perempuan yang berstatus istrinya itu adalah cucu perempuan yang dulu dan sampai sekarang tidak di ketahui keberadaannya.

“Elliana adalah cucu perempuan oma, adik kandungnya Emmanuel tetapi berbeda ayah.”

Karena dia kakakku, Carl.

Ucapan Elliana tempo hari terngiang di kepala Carlton, saat dirinya menuduh Elliana selingkuh dengan Emmanuel, laki-laki yang sudah memiliki istri.

Anthony dan Gayatri memiliki dua orang anak. Anak pertamanya adalah Ashana Sinclair, ibu kandung dari Emmanuel dan juga Elliana. Anak keduanya adalah Aswin Sinclair yang saat ini di tidak di ketahui keberadaannya.

Alasan kenapa identitas dan juga keberadaan Elliana di sembunyikan, karena amanat dari mendiang ibunya. Tak lama setelah kelahiran Elliana, selalu saja ada bahaya yang menimpa Elliana. Bahkan terakhir kali sampai menyebabkan kedua orang tuanya meninggal. Pelakunya yang tak lain adalah pamannya Elliana, adik kandung dari Ashana sendiri.

Aswin selalu melakukan segala cara untuk menyingkirkan Ashana dan juga Elliana. Hal ini karena laki-laki itu tidak ingin harta kedua orang tuanya jatuh ke tangan kakak dan juga keponakan perempuannya.

Sebelum meninggal Ashana berpesan, bahwa dia tidak ingin kedua anaknya memperebutkan harta atau kedudukan seperti pamannya. Maka dari itu, Ashana ingin memberikan keputusan pada kedua anaknya jika sudah dewasa kelak. Karena dia yakin, anak-anaknya mampu mengambil keputusan yang benar.

“Sebenarnya oma tetap ingin mengikuti tradisi keluarga oma, tapi keputusan ada di tangan Elliana. Mengingat sebentar lagi, Elliana genap berusia dua puluh lima tahun.”

Elliana menatap Emmanuel yang sejak tadi hanya diam.

“Astaga, El. Apa kamu berpikir kalau aku akan seperti om Aswin?” Emmanuel menatap tajam ke arah adiknya.

“Bukan begitu kak. Sebenarnya...” Elliana menjeda ucapannya.

“Sejak lama, aku udah mutusin kalau aku nggak akan meneruskan tradisi keluarga kita. Maafin aku oma.” Lirih Elliana.

“Selama ini, aku udah cukup menerima semuanya. Aku juga lihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana kak Nuel berjuang mengelola perusahaan. Aku nggak mau egois, biarkan kak Nuel aja yang melanjutkan bisnis keluarga kita.” Imbuhnya.

Carlton sangat tidak menyangka, bahwa perempuan yang duduk di sampingnya itu mempunyai hati yang lapang dan tidak haus akan harta serta kekuasaan.

Naina berpindah tempat duduknya menjadi di samping Elliana, perempuan itu memeluk adik iparnya dengan erat.

“Baiklah, aku bersedia menanggung semua ini. Lihatlah, bahuku memang di takdirkan untuk memikul tanggung jawab yang besar.” Sombong Emmanuel.

“Tapi jangan lupa, naikkan gajiku dan juga uang sakuku.” Ledek Elliana.

Semuanya terkekeh mendengar ucapan Elliana.

“Oma akan mengumumkan penetapan Nuel sebagai pewaris utama, saat ulang tahun Elliana.”

“Karena identitas Elliana akan ikut terekspos, sebelum Aswin tahu lebih dulu. Maka dari itu, Carlton. Alasan oma ingin bertemu denganmu, oma ingin kamu melindungi Elliana.” Pinta Gayatri.

“Gimana mau lindungin istrinya, oma. Laki-laki ini malah menyuruh orang untuk memata-matai istrinya sendiri.” Sindir Emmanuel.

“Oma...” Elliana dan Carlton ingin menginterupsi.

“Oma tahu.”

“Oma tahu, tapi oma nggak marah?” Protes Emmanuel.

“Jadi gimana, Carlton?”

“Tanpa oma mintapun, saya pasti melindungi Elliana.” Carlton mengucapkan kalimatnya dengan yakin.

“Bagus. Tapi awas aja kalau sampai kamu menyakitinya. Aku pastikan kamu akan menyesal!” Ancam Emmanuel.

“Sayang...” Naina mencoba menenangkan suaminya.

“Sudah... Sudah... Ini sudah malam, lebih baik kita istirahat. El menginaplah disini.”

“Iya oma, selamat istirahat.” Bukan Elliana yang menjawab, tapi Carlton.

Elliana mengajak suaminya untuk kembali ke kamar. Perempuan itu merebahkan dirinya, memosisikan tubuhnya dengan nyaman di tempat tidur yang jarang dia tempati.

Carlton yang baru saja keluar dari kamar mandi, ikut merebahkan tubuhnya di samping Elliana. Mereka tidur dengan posisi Elliana memunggungi Carlton.

“Carl?”

“Kenapa?”

“Apa yang kamu ucapkan tadi sungguh-sungguh?”

“Kamu meragukanku?”

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

perusahaan nya hanya NTTV aja? kupikir bisnis nya menggurita di bidang lainnya..krn di gambarkan keluarga gayatri berpengaruh di dunia bisnis.

2024-01-17

1

ArlettaByanca

ArlettaByanca

lanjuuutt

2023-08-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!