Temani Aku Makan Siang

Selama bekerja, Elliana kurang fokus dalam pekerjaannya. Surat perceraian yang di berikan Carlton padanya, jelas terekam kuat dalam ingatannya. Apa jadinya kalau Carlton memaksanya untuk segera menandatanganinya, kalau saja dalam waktu tiga bulan itu tidak cukup untuk membuat Carlton kembali mengingatnya.

“Elliana...?” Panggil Nadila, tepat di samping telinganya.

“Astaga, Nad. Kamu mau aku kena serangan jantung apa?” Elliana menepuk-nepuk dadanya untuk meminimalisir rasa terkejutnya.

“Habisnya, di panggil dari tadi nggak nyahut. Malah asyik melamun. Mikirin apa sih?” Kesal Nadila.

“Nggak kok, aku nggak mikirin apa-apa.” Kilahnya.

“El, kita itu kenal dari SMP lho. Aku tahu kamu lagi banyak pikiran, cerita dong.” Bujuk Nadila.

“Enak ya, jadi kesayangannya tuan Nuel. Nggak masuk kerja lama pun, nggak jadi masalah.” Sindir Rinda.

Sebelum Elliana membuka mulutnya untuk menceritakan kegundahannya, Rinda lebih dulu menyela pembicaraan mereka.

Mendengar sindiran yang di layangkan oleh Rinda, justru Nadila yang mendengus kesal. Sedangkan Elliana hanya menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Karena tidak ingin sampai tersulut emosi.

“Rinda, jaga mulutmu itu!” Kesal Nadila.

“Udah, Nad. Abaikan dia.” Elliana mencoba menenangkan sahabatnya.

“Loh, kenapa. Emang bener kan? Bilangnya sih udah nikah, tapi kita nggak tahu siapa suaminya. Atau jangan-jangan, kamu selingkuhannya tuan Nuel.” Ucapan Rinda semakin keterlaluan.

Memang semua karyawan NTTV tahu kalau Elliana sudah menikah, tapi hanya segelintir orang yang tahu siapa suaminya. Pernikahannya di adakan hanya di hadiri oleh keluarga inti saja. Karena selama ini, Elliana tinggal di salah satu panti asuhan yang mana pemiliknya adalah Gayatri Sinclair, istri dari almarhum Anthony Sinclair pemilik NTTV.

NTTV merupakan stasiun televisi yang memiliki rating paling tinggi di bandingkan dengan stasiun televisi yang lainnya. Elliana sendiri sudah bekerja di NTTV sebelum menikah dengan Carlton. Performa kerjanya cukup baik, sehingga mampu meningkatkan rating penonton melalui acara yang di pegang olehnya.

“Ini tempat kerja, bukan tempat untuk bergosip.” Tukas Elliana pergi mengabaikan Rinda, diikuti oleh Nadila di belakangnya.

Hari ini Elliana harus menjaga moodnya, agar shooting programnya berjalan dengan baik. Baginya tidak ada waktu untuk meladeni Rinda yang memang selalu saja ingin berdebat dengannya.

Setiap karyawan yang jabatannya di bawah Elliana, mereka menyapa dengan hormat. Hanya mereka yang satu tim dengan Rinda, yang selalu ketus padanya. Biasalah, persaingan antar program acara televisi. Padahal mereka sama-sama bekerja untuk NTTV.

“El...” Teriak seseorang dari arah belakangnya.

“Ah tuan Nuel, selamat pagi tuan.” Sapanya.

“Selamat pagi tuan Nuel.” Nadila ikut menyapa atasannya.

“Pagi juga. Ellie kamu udah mau mulai shootingnya?”

“Iya tuan. Kenapa, tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Elliana.

“Tidak ada. Kalian lanjutkanlah pekerjaan kalian.” Ucap Nuel sambil tersenyum.

Andai saja, laki-lali yang baru saja tersenyum itu belum menikah, mungkin Nadila akan tergila-gila dan bahkan akan mengejarnya sampai dapat. Sayang sekali, CEO nya itu sudah menikah dan telah di karuniai anak yang sangat tampan sepertinya.

“Nadilaaaa...” Teriakan Elliana membuyarkan lamunan Nadila.

“Sorry, hehe...” Perempuan itu hanya nyengir kuda.

“Sebelum masuk, tolong lap dulu ilermu itu, Nad.” Ledek Elliana.

“Enak aja, aku nggak ileran kali El.” Gerutu Nadila berlari kecil mengejar atasan sekaligus sahabatnya.

Sungguh, mungkin saat ini dunia sedang bercanda dengannya. Elliana memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing. Bagaimana tidak, shooting yang harusnya selesai tepat waktu, harus berjalan dengan alot. Karena bintang tamu yang datang untuk mengisi acara berulang kali melakukan kesalahan.

Kalau saja, orang itu bukanlah selebgram yang tengah naik daun saat ini dan juga merupakan kerabat dekatnya Naina, istri dari Emmanuel Sinclair. Bisa saja Elliana menggantinya dengan yang lain.

“Apa mbak Kimmy sama sekali nggak pernah lihat orang masak?” Tanya Fabian, sang sutradara.

“Pernah kok pak. Tapi kan lihat sama masak langsung beda lagi urusannya.” Tukas Kimmy, membuat pria paruh baya itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Maaf pak Fabian, boleh saya minta waktu sebentar sebelum di lanjut?” Tanya Elliana.

“Baiklah, kita break tiga puluh menit.”

“Terima kasih pak.”

Tengah hari, shooting akhirnya selesai juga. Semua ini berkat Elliana, andai saja dia tidak mengarahkan dan mencontohkan apa yang harus di lakukan oleh Kimmy, sudah pasti pekerjaan semua orang jadi tertunda gara-gara satu orang.

Let’s Cook! Adalah program acara yang di pegang oleh Elliana. Program televisi dengan tema memasak itu berbeda dengan program pada umumnya. Orang-orang yang memasak di acara itu bukanlah orang yang pandai memasak sebelumnya, bahkan sama seperti Kimmy yang tidak bisa memasak.

Orang yang ikut dalam acara itu adalah orang-orang terkenal tapi bukan orang yang pandai memasak. Dalam satu episode setiap minggunya, Elliana selalu mendatangkan orang-orang yang susah untuk di undang ke acara televisi. Itu sebabnya program acara yang di pegang oleh Elliana sangat terkenal.

“Selamat siang bu Naina.” Sapa Elliana dengan sedikit membungkukkan tubuhnya saat keluar dari tempatnya shooting.

“Terima kasih banyak, Ellie. Kamu sudah mau membantu sepupuku.” Ucap Naina girang, semua ini dia lakukan untuk mendongkrak karier dari sepupunya itu.

“Sama-sama, bu.” Elliana tersenyum ramah pada Naina.

“Ellie, sudah aku katakan berulang kali. Kalau hanya kita berdua, jangan panggil aku ibu.” Gerutu Naina.

“Kita sedang di kantor, bu Naina.” Ledek Elliana sambil terkekeh.

“Oh iya. Gimana keadaan Carlton?” Tanya Naina dengan merendahkan nada bicaranya.

Mendengar pertanyaan Naina, Elliana hanya menghela napasnya panjang.

“Carlton sudah membaik kak. Tapi dia hanya tidak mengingatku, dokter Anwar bilang dia mengalami amnesia disosiatif. Makanya dia hanya melupakan aku.” Elliana tertunduk lesu.

Naina nampak terkejut, mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Elliana. Dia pikir orang yang mengalami amnesia hanyalah di tv ataupun di novel-novel saja, tapi ternyata dia tengah di hadapkan dengan kasus seperti itu.

“Jangan sedih seperti itu. Gimana kalau kamu temani aku makan siang?” Ajak Naina.

“Kenapa tidak makan siang sama kak Nuel?” Elliana celingukan mencari sosok suami dari Naina.

“Dia sedang banyak pekerjaan, El. Ayo!” Naina menarik tangan Elliana.

“Harusnya kak Nuel memberikan pekerjaan yang banyak untuk bu direktur, jadi aku bisa aman tanpa gangguan dari bu direktur.” Canda Elliana.

Naina hanya terkekeh untuk menanggapi candaan yang di lontarkan oleh Elliana.

...*****...

Carlton masih saja sibuk setelah kepergian Keenan dari ruangannya. Di tengah kesibukannya dalam pekerjaannya, laki-laki itu di kejutkan dengan kedatangan Selena yang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Hai, honey.” Sapa Selena berjalan mendekati Carlton.

Sapaan Selena sama sekali tidak di jawab olehnya, Carlton hanya menghentikan pekerjaannya dengan meletakkan berkas yang tengah di periksanya.

“Maaf tuan, saya sudah berusaha menghentikan nona Selena. Tapi nona Selena memaksa masuk.” Sesal Felix.

Carlton mengibaskan tangannya, Felix pun mengerti, dia undur diri dari ruangan itu.

“Ada apa?” Tanya Carlton dingin.

Apa yang terjadi dengannya? Kenapa tiba-tiba dia jadi dingin seperti ini? Batin Selena penuh tanya.

“Ini sudah waktunya makan siang, honey. Aku mau kamu temani aku makan siang.” Selena bergelayut manja pada lengan kekar milik Carlton.

 

 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!