Bukankah Kita Impas?

Keluar dari ruangan Carlton, keduanya menjadi pusat perhatian karyawan yang berpapasan dengan Selena yang merangkul tangan Carlton dengan mesra.

“Hei, bukankah tuan Carlton tidak jadi menikah dengan Selena?” Bisik salah satu karyawan pada temannya.

“Iya benar, meskipun aku tidak tahu istrinya siapa. Tapi yang jelas, tuan Carlton tidak menikah dengan Selena.” Balas temannya, dengan berbisik juga.

“Ehem...” Felix berdehem untuk menegur karyawan yang tengah bergosip itu.

“Tuan Felix.” Kedua orang itu terkejut setelah menyadari Felix berada di hadapan mereka.

“Kembalilah bekerja, atau...” Meskipun Felix tidak melanjutkan kalimatnya, kedua karyawan itu terburu-buru pergi.

“Maafkan kami tuan.” Keduanya membungkuk hormat pada Felix.

Raut kesenangan tergambar jelas di wajah Selena, karena Carlton tidak menolak saat dirinya mengajak laki-laki yang berstatus suami orang itu pergi makan siang. Tapi anehnya, selama perjalanan menuju restoran, Carlton hanya menanggapi obrolan Selena dengan datar.

Sesampainya di sebuah restoran, Carlton melihat Elliana tengah makan sambil tertawa cekikikan bersama seorang pria yang hanya terlihat punggungnya. Carlton dengan sengaja duduk tak jauh dari meja tempat Elliana makan.

“Carlton...?” Desis Elliana, tapi Emmanuel masih bisa mendengar dengan jelas, lantas laki-laki itu menoleh ke belakangnya.

“El...? Bukannya itu Carlton? Suami kamu? Siapa perempuan itu?”

Deg.

Pertanyaan beruntun dari Emmanuel membuyarkan pikiran Elliana yang saat ini terfokus pada suaminya. Jantungnya saat ini berdetak dengan cepat.

“Mu-mungkin itu kilennya kak.”

“Apa matamu sudah rabun, El?” Emmanuel dapat melihat dengan mata kepala sendiri, mana mungkin seorang kilen bertingkah seperti apa yang di lihatnya saat ibi.

“Tu-tunggu, kak!” Elliana yang gugup, menahan lengan Emmanuel agar laki-laki itu tidak menghampiri Carlton dan juga Selena.

Laki-laki itu sama sekali tidak mengindahkan kalimat yang keluar dari mulut Elliana. Dia tetap berjalan dengan santainya ke arah Carlton.

“Astaga, kebetulan sekali kita bertemu di sini, tuan Carlton.” Emmanuel tersenyum sinis ke arah Carlton.

“Selamat siang, tuan Nuel.” Sapa Carlton pada Emmanuel, meskipun matanya menatap tajam pada Elliana.

“Selamat siang tuan Nuel.” Selena mencoba ramah pada Emmanuel.

Laki-laki itu tidak menggubris sapaan dari Selena.

“Saya kira anda sedang makan siang bersama klien, tapi sepertinya bukan.” Sindir Emmanuel.

“Perkenalkan, saya Selena. Calon istrinya Carlton.” Selena mengulurkan tangannya.

Tega kamu, Carl. Sampai hati, kamu memperkenalkan Selena sebagai calon istrimu di hadapan orang lain. Hati Elliana berdenyut nyeri mendengar ucapan Selena.

Uluran tangan Selena di biarkan menggantung, tanpa ada niatan Emmanuel menyambut uluran tangan tersebut.

“Oh ya? Saya rasa, saya belum pikun. Karena saya pernah hadir di pernikahan Carlton dan juga Elliana. Apa kalian sudah bercerai?” Emmanuel menatap Elliana.

Di-dia tahu siapa istrinya Carlton? Selena salah tingkah mendengar ucapan laki-laki yang berada di hadapannya.

“Maafkan teman saya, tuan Nuel. Dia suka bercanda.” Tukas Carlton.

“Begitu ya? Baiklah silakan lanjutkan acara kalian.” Emmanuel kembali ke tempat duduknya.

Siapa yang tahu, saat ini Carlton tengah menahan kesal karena melihat interaksi Elliana dan juga Emmanuel. Tangannya terkepal di bawah meja tempatnya duduk bersama dengan Selena.

“Carlton!!!” Pekik Selena.

“Hah... Apa?”

“Astaga, apa yang kamu lihat sampai kamu tidak mendengarku yang memanggilmu?” Kesal Selena.

“Tidak ada.”

Selena mendengus kesal, lantaran dia tahu apa yang tengah di lihat oleh Carlton.

“Terus kenapa tadi, kamu bilang kalau aku hanya bercanda soal aku adalah calon istri kamu? Apa tuan Nuel tahu kalau istri kamu itu Elliana?” Tanya Selena penuh selidik.

“Ya. Dia tahu kalau Elliana istriku, aku tidak mau membuat namaku jelek dimatanya. Karena dia adalah cucu, nyonya Gayatri. Pemegang saham paling besar di perusahaanku, setelah aku.”

Perempuan itu menutup mulutnya, karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan cucu dari seorang Gayatri Sinclair. Selama ini tidak ada satu media pun yang mempublikasikan wajah dari CEO NTTV, termasuk NTTV sendiri.

Bahkan Selena pun pernah mendengar kabar angin tentang cucu perempuannya, yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya.

Raganya bersama Selena, tapi hati ekor matanya terus tertuju pada Elliana. Laki-laki itu melihat seorang perempuan baru saja datang, lalu duduk di sana bersama dengan Emmanuel dan juga Elliana. Perempuan itu tak lain adalah Naina, istri dari Emmanuel.

Dari aku sadar bahkan sampai tadi pagi pun, dia selalu bilang kalau aku adalah suaminya. Tapi di belakang dia terus-terusan menempel dengan laki-laki lain, yang mana laki-laki itu sudah punya istri juga. Gerutu Carlton dalam hatinya.

...****...

Sepulang dari makan siang, sampai saat ini dia pulang ke rumah. Carlton terus uring-uringan tak jelas, bahkan beberapa kali Felix dan juga karyawan lainnya terkena imbasnya. Padahal mereka hanya melakukan kesalahan kecil.

Biasanya dia selalu bekerja di ruang kerjanya kalau sudah sampai rumah, tapi hari ini laki-laki itu duduk di ruang tengah, sibuk dengan tab dan juga beberapa berkas pekerjaannya.

Berulang kali, dia melirik ke arah jam dinding besar yang berada di ruang tengah.

Cih... Kenapa aku seperti sedang menunggu dia pulang? Carlton berdecih saat dia sadar berulang kali menatap jam dan juga pintu rumahnya.

Malam semakin larut, Elliana belum juga kelihatan batang hidungnya. Karena penasaran, Carlton mencoba menghubungi Elliana. Namun ponsel istrinya itu tidak aktif, membuat duduknya semakin gusar.

Tangannya menyambar mantel dan juga kunci mobilnya di kamar, lalu keluar menuruni satu per satu anak tangga. Langkahnya terhenti saat Elliana baru saja masuk ke dalam rumah.

“Carl... Mau kemana?” Tanyanya tanpa tahu kalau suaminya berniat untuk menemuinya.

“Bukan urusanmu.” Carlton menjawab dengan cueknya.

“Jangan pulang terlalu malam.”

“Kamu sendiri jam segini baru pulang, dari mana saja kamu?”

Elliana menatap suaminya dengan seksama, dia melihat Carlton memicingkan matanya demi mendapatkan jawaban dari Elliana.

“Oh aku tahu, kamu baru pulang bersenang-senang dengan suami orang kan?” Tuduhnya.

“Suami orang? Apa maksud kamu Carl. Pulang kerja aku langsung pulang, tidak pergi dengan siapapun.”

“Tentu saja kamu tidak pergi kemana-mana, karna dia bekerja di perusahaan yang sama dengan tempatmu bekerja.”

“Kamu nuduh aku selingkuh, Carl?”

“Aku bukan menuduh, tapi aku bicara fakta Elliana.”

“Lalu sebutan apa yang pantas untuk kamu yang pergi makan siang dengan Selena, bahkan perempuan itu mengaku kalau dia calon istri kamu di hadapan orang lain.” Elliana yang tersulut emosinya sampai menunjuk-nunjuk dada Carlton.

“Bukankah kita impas? Kamu sendiri selingkuh dengan atasan kamu itu.” Carlton terkekeh sambil menepis tangan Elliana.

“Aku tidak pernah mengkhianati pernikahan kita, Carl.” Tegasnya

“Kamu pikir aku akan percaya? Setelah apa yang aku lihat tadi siang. Apalagi kamu berani bercanda, tertawa riang bersamanya, padahal di sana ada istrinya.”

“Aku tegaskan sekali lagi, Carl. Aku tidak pernah mengkhianati pernikahan kita, apalagi berselingkuh dengan tuan Nuel. Karena dia...”

“Karena apa?” Bentak Carlton saat Elliana tidak melanjutkan ucapannya.

“Karena dia kakakku, Carl.” Elliana yang tersentak karena bentakan Carlton, refleks menyebutkan kenyataan yang selama ini dia sembunyikan.

“Kamu bilang apa?” Carlton kembali bertanya, untuk memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!