Hari yang di tunggu-tunggu Revan tiba, dimana hari ini ia akan di umumkan secara resmi bahwa dirinya bagian dari keluarga Alexander.
Bahagia? Jelas! Jangan di tanya lagi.
Ia sedang berada di butik langganan keluarga Alexander bersama dengan Angel, baju yang akan di pakai pasti harganya tidak main-main.
"Bun, Jason bajunya gimana?"
"Kamu ngapain mikiran anak itu sayang? Udah lah lagi pula dia kan tidak di undang. Dia bukan bagian dari keluarga Alexander. "
Revan ngangguk tanpa merasa ada yang aneh dengan ucapan bundanya.
Setelah selesai dari butik, Revan dan Angel langsung pulang ke rumah untuk beristirahat karena dia tahu nanti pesta itu akan menguras energi.
Sementara itu, Jason sedang melihat-lihat hotel yang akan menjadi tempat acara pesta itu berlangsung. Para staff masih sibuk menata.
Jason melihat di panggung utama terdapat layar lebar, sudah ada laptop yang terhubung dengan infokus juga sepertinya mereka akan menampilkan pertumbuhan Revan.
Namun itu tidak akan terjadi karena Jason punya sesuatu untuk mereka nantinya.
Satu jam berlalu di sana Jason memutuskan untuk pulang sebab ia mendengar tadi Robert akan ke sini.
Dalam perjalanan pulang tidak henti-hentinya Jason tersenyum tidak sabar dengan nanti malam.
"Jason asli bagian dakhi keluakhga Agkhyos, gimana cekhitanya Jason bisa bekhada di keluakhga Alexandekh. "
Kemarin setelah Jason membaca surat-surat itu ternyata surat tes DNA dan juga silsilah keluarga Agryos, ia antara percaya dan tidak sih tapi dengan bukti DNA itu ada sedikit rasa percaya.
Namun orang kaya bisa melakukan segalanya bisa jadi surat tes itu palsu kan?
"Ngapain gue mikikhin itu? " Jason tidak terlalu antusias dengan fakta itu namun akan berbeda jika Jason asli masih hidup pasti ia akan bahagia.
Tapi sangat di sayangkan fakta itu terungkap saat Jason sudah tiada, pantas saja Damon selalu muncul di hadapan Jason mungkin ia sudah tahu.
Akan tetapi kenapa ia tidak langsung mengungkapkan saja?
Tidak terasa mobil yang di kendarai Jason sampai di pekarangan rumah, ia langsung memasukan mobil itu ke dalam garasi. Dilihatnya jam menunjukkan pukul dua belas siang, masih lama dan masih banyak waktu untuk mempersiapkan segalanya.
Ia langsung pergi ke kamar dan Jason di kejutkan oleh sosok halus yang kasat mata di kamarnya.
"Ngapain lo disini?"
Jason menatap jijik Revan yang tersenyum, "Gue cuma mau mengucapkan selamat tinggal karena setelah pesta itu lo bakalan di usir dari rumah ini. "
Refleks Jason tertawa, "Yakin lo?"
"Kenapa enggak? Tapi gue khawatir nanti lo tidur dimana?"
"Sehakhusnya khawatikhin dulu dikhi lo sendikhi!" Jason menarik lengan Revan untuk keluar dari kamarnya. Namun Revan menyentak tangan Jason dan mencekik leher Jason membuatnya syok.
Tenaga Revan kali ini benar-benar berbeda dari biasanya, punggung Jason menyentuh tembok dan cekikan itu semakin kuat.
"Gue udah gak tahan pengen bunuh lo!!!" Bisik Revan, tapi Jason tidak kehabisan akal ia meludahi Revan tepat di wajahnya membuat kedua lengannya yang berada di leher Jason terlepas.
Dengan kesempatan itu Jason menendang perut Revan membuatnya tersungkur dan membentur pintu kamar.
"Lo masih kalah jauh di banding gue dalam segi apapun!!"
Revan tanpa berucap apapun lagi langsung pergi dari kamar Jason.
Jason langsung saja mengunci pintu kamarnya dan ia lemparkan tubuhnya ke atas ranjang, menatap langit-langit kamar dengan pikiran berantakan.
"Jadi itu sebabnya keluakhga Alexandekh tidak pekhnah menyayangi Jason? "
Mungkin keluarga Alexander punya dendam terhadap keluarga Agryos? Tapi bagaimana caranya Robert bisa membawa Jason tanpa sepengetahuan mereka? Secara keluarga Agryos keluarga terpandang di dunia memenuhi segala kriteria orang paling kaya di dunia, tapi kenapa menjaga satu orang saja tidak bisa!!
Lelah menyerang tubuhnya, Jason akan istirahat terlebih dahulu.
"Aku udah gak bekhhakhap sama yang namanya keluakhga. "
"Gue juga sama kayak Lo kok. Dulu memang gue pengen banget ngerasain di sayang di manjain kayak gimana rasanya namun seiring berjalannya waktu keinginan itu memudar dan berganti dengan rasa benci!!"
"Kalau aku gak benci mekheka tapi udah hilang khasa hokhmat aja. "
"Kalau sama keluarga kandung lo gimana?"
Jason menarik napas panjang dan membuangnya kasar, "Aku kecewa sama mekheka. Padahal Doktekh Damon selalu muncul di hadapan aku tapi kenapa gak ngasih tau? Aku selama ini mendekhita selalu bekhhakhap keluakhga Alexandekh bekhubah namun kenyataannya sekakhang.. "
"Pantas saja mekheka tidak pekhnah menyayangi aku. " Ares melihat lekat Jason tidak ada kesedihan dimatanya, apakah anak itu sudah hilang rasa?
"Aku menyekhahkan semuanya kepada kamu, semua keputusan kamu aku tekhima. "
"Yakin? "
Jason mengangguk, "Kamu mau memaafkan keluakhga Agkhyos ataupun tidak itu menjadi ukhusan mu. "
"Baiklah gue bakalan membekhi mekheka semua pelajakhan!!"
Jason memeluk Akhes, "Makasih.. "
"Seharusnya gue yang bilang kayak gitu. Lo baik banget makasih ya. "
"Heem. "
__________
Pukul delapan malam, ia berdiri di balkon kamar melihat keluarga bahagia itu memasuki mobil satu persatu.
Biarkan saja dulu mereka berbahagia. Jason akan menyusul setelah mereka pergi.
Setelah melihat mobil mereka pergi barulah Jason juga pergi dengan pakaian santainya. Ia mengendari mobil miliknya sendiri dengan kecepatan sedang.
Tidak lama mobil itu sampai di depan hotel tempat acara berlangsung, di depan hotel ada sebuah cafe Jason memarkirkan mobilnya di parkiran cafe.
Lantas masuk ke dalam hotel dengan mudah, ia duduk paling belakang bersama dengan orang-orang kalangan bawah dari rekan bisnis Robert.
Jason melihat seseorang pergi dari sana, ia mengikuti langkah orang itu dan ternyata masuk ke toilet.
"Papa!!"
"Kangen.. "
"Papa juga kangen sayang, setelah sekian lama bisa bertemu kembali. Kamu sehat kan?"
"Sehat dong Pa. "
"Kamu udah siapkan?"
"Pastinya, tapi Papa tetap di hati aku superhero-nya aku. "
"Iya sayang. "
"Cih, menjijikan. " Jason segera pergi dari sana sebelum ketahuan.
Semua para tamu undangan sudah hadir maca acara segera di mulai.
MC yang akan membawakan acara ini menaiki panggung yang tersedia.
"Selamat malam semuanya.. baiklah sebelum acara inti di mulai mari kita perkenalkan terlebih dahulu siapa saja para tamu undangan yang hadir malam ini.. "
Suara tepukan menggema, itu tandanya mereka semua menunggu acara ini di mulai.
"Pertama kami merasa terhormat atas kedatangan keluarga Agryos, terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara pesta ini. " Semua orang bertepuk tangan heboh saat nama Agryos di sebutkan.
"Dan tentunya ada keluarga Alexander yang mengadakan pesta ini, terima kasih juga kepada keluarga Wilson dan rekan-rekan bisinis keluarga Alexander. "
"Baiklah tanpa berlama-lama lagi kita panggilkan orang yang akan membuka acara ini, Tuan Robert!!! "
Suara tepuk tangan kembali riuh.
Robert yang di panggil dengan senyum mengembang berjalan menaiki panggung, ia mengambil alih mic yang ada di MC.
"Tujuan diadakannya pesta ini, yaitu untuk menyambut anggota keluarga Alexander yang dimana hari ini dia resmi bagian dari keluarga Alexander. "
"Kita langsung panggilkan saja.. "
"REVAN VIER ALEXANDER"
Semua orang berdiri dan bertepuk tangan tak lupa mereka tersenyum melihat itu, entah lah mereka begitu bahagia melihat Revan karena jika di lihat anak itu begitu polos dan baik.
Revan langsung menaiki panggung dan memeluk Ayahnya, Robert lantas memberikan mic untuk Revan berbicara.
"Terima kasih kepada keluarga Alexander yang sudah mau menerima Revan, terima kasih juga kepada semuanya yang sudah menyematkan waktunya untuk datang. " Revan kembali menyerahkan mic itu kepada ayahnya.
"Sekali lagi Revan sekarang bagian dari keluarga Alexander, selamat sayang.. kami semua menyayangi mu. "
Berbeda dengan Jason yang begitu santai duduk dengan kaki yang bertumpu.
"Bacot banget dahh.. "
"Sebelum di lanjutkan ke acara selanjutnya, mari kita lihat terlebih dahulu foto-foto dan video Revan dari kecil sampai besar. "
Para tamu kembali duduk, Robert memberikan kode kepada orang yang mengoperasikan layar lebar itu untuk segera menayangkan apa yang telah iya ucapkan dan di balas anggukan.
Setelah itu Revan dan Robert kembali duduk, semua hening dan fokus pada layar lebar itu.
Di menit-menit awal masih aman, dengan perkenalan nama Revan. Hingga dua puluh menit kemudian..
"Hah?"
"Apa itu? "
"Ini nyata? "
Semua orang menjadi ribut memperdebatkan kebenaran yang ada di dalam layar lebar itu. Sementara keluarga Alexander syok bukan main tubuh mereka langsung kaku.
Begitu pula dengan keluarga Wilson, mereka tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat ini!!
Berbeda dengan Jason yang tersenyum puas, ia melihat sekeliling orang-orang begitu heboh dan mempertanyakan kebenaran video itu kepada keluarga Alexander dan Wilson.
"Jika ini benar, sungguh memalukan!! Aku tidak akan lagi berinvestasi di perusahaan mereka!!"
"Aku pun begitu, aku tidak menyangka bukannya keluarga Wilson menjunjung tinggi arti pernikahan? Lantas kenapa putranya melakukan perselingkuhan?"
"MENJIJIKAN SEKALI!! TOLONG BERHENTI MENAYANGKAN ITU!!"
"BERHENTI!!"
Suara ******* terdengar begitu jelas ke penjuru ruangan itu, banyak dari mereka yang menutup telinga agar suara itu tidak terdengar sungguh sangat menjijikan.
Bahkan keluarga Agryos pun tak kalah kaget melihat itu maka Castor dengan cepat bertindak mencabut semua saham yang ia investasikan di perusahaan Alexander dan Wilson.
"Menjijikan, kita pulang!" Ucap Damian.
Video itu masih berlanjut bahkan suara ******* semakin menjadi-jadi, hingga Jason menyuruh seseorang untuk mempercepat video itu dan di menit-menit terakhir menampilkan dua orang yang berjenis kelamin berbeda sedang menggendong bayi.
"Kita akan menamai bayi ini REVAN. "
"Ternyata dia anak haram!!! Anak dari hasil perselingkuhan!!" Teriak salah satu rekan bisnis Alexander.
"Bagaimana tanggapan anda tuan Robert!!"
"Segeralah melakukan klarifikasi!! Kalau tidak akan rusak reputasi perusahaan yang telah didirikan oleh Tuan Alexander!!"
Semua orang mencaci maki Revan, membuat anak itu ketakutan ia ingin memeluk Angel ataupun Robert namun keduanya sama sekali tidak bergeming.
Bahkan Revan melihat Angel sedang ketakutan, dan Revan melihat Robert menahan amarahnya bersama dengan ketiga anaknya.
Dalam video itu memperlihatkan Angel dan juga Toy--Papa kandung Ares sedang melakukan hubungan panas di atas ranjang.
Terlihat jelas bahwa video itu video lama karena dari warna gambarnya pun berbeda.
Satu persatu orang-orang meninggalkan hotel itu dengan mulut yang tak henti-hentinya mengoceh.
Sungguh Robert tidak bisa berkata apa-apa, bahkan napasnya tercekat jantungnya berdetak lebih kencang melihat fakta ini.
"Mas.. "
"Diam kamu!" Robert pergi meninggalkan semuanya.
Sementara itu di tempat duduk keluarga Wilson, Tio sama sekali tidak berkutik lagi bahkan mengelak pun tidak bisa karena video itu menjadi bukti yang kuat.
"Pulang sekarang!" Perintah Tuan Wilson mutlak.
Aras melihat fakta itu perasaannya tidak bisa di utarakan, ia bingung harus bereaksi seperti apa. Ini terlalu mendadak dan mengejutkan.
__________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Anggil Citra
terimakasih author udah niat banget untuk bikin ini cerita, semoga bisa update terus sampai tamat nggak ngilang.....
ok semangat!
2023-08-06
1