"hiks.. hiks.. hiks.. sshh.. " tangisan itu keluar dari mulut Jason, sekujur tubuhnya begitu sakit bahkan luka di perutnya pun ikut sakit padahal sudah sembuh.
"Hiks.. hiks.. "
Jason dengan perlahan menyeka air matanya sendiri dan menatap dirinya di pantulan cermin toilet sekolah. Pikirannya melayang ke waktu kejadian tadi.
"Lo gak akan bisa menang lawan gue. Lo juga gak akan lolos seleksi olimpiade. " Bisik Revan tiba-tiba.
Jason yang sedang makan pun kaget dengan kehadiran Revan di belakangnya. Perasaan Jason sudah tidak enak, mana dirinya sendiri lagi tidak ada Zio ataupun teman kelas lainnya.
"Gue lagi gak mood debat sama lo. Pekhgi sana!" Usir Jason. Namun bukannya pergi Revan justru duduk di sebelah Jason.
Mungkin niat awalnya Revan ingin membuat Jason marah kepada dirinya dan langsung membully dirinya, tapi nyatanya tidak! Karena Jason sudah tahu niat awal Revan apa.
Hingga beberapa menit kemudian netra Jason membola saat melihat Revan menyiram dirinya sendiri dengan jus milik Jason yang bahkan belum tersentuh oleh Jason.
Dan Jason berusaha mengambil jus itu dari genggaman Revan, namun sayangnya kakak kembar dan yang lainnya datang ke kantin di waktu yang tidak tepat.
Alhasil mereka melihat kejadian itu seolah-olah Jason benar-benar menyiram Revan.
"Sa-kit ba-nget.. hiks.. " Ares juga punya sisi manjanya hanya saja tertutupi oleh sikap yang bar-bar itu.
Hingga tepukan di pundaknya membuat Jason berhenti menangis dan berbalik arah untuk melihat siapa pelakunya.
"Doktekh?"
"Ikut dokter yu?"
"Kemana? Jason masih sekolah dok. " Ingin rasanya Jason pergi dari sana, ia malu bagaimana pandangan dokter Damon melihat dirinya menangis sedangkan ia kan laki.
Ya dokter Damon melihat Jason pergi ke toilet melalui cctv, lantas ia menghampiri anak itu benar saja sedang menangis.
Damos Agryos salah satu putra dari tuan Agryos dimana keluarga itu merupakan keluarga terpandang dalam segi apapun, apalagi dalam bisnis yang bergerak di hampir semua bidang namun paling utama dalam perkebunan dan alat-alat berat. Seperti perkebunan karet dan mobil Beko.
Dan jangan lupakan keluarga Agryos juga terjun ke dalam dunia hitam, bahkan paling di takuti di dunia ini. Jika ingin menakuti orang-orang di dunia hitam cukup menyebutkan saja kata Agryos maka mereka langsung bunuh diri.
Sekejam kejamnya orang-orang yang berada di dunia hitam itu lebih kejam lagi keluarga Agryos, bahkan keluarga Alexander dan Wilson pun tunduk.
Dan Damon mengunjungi sekolah ini untuk melihat keadaan di sini, sebab kakaknya menyuruh dirinya untuk memantau sekolah ini.
Sekolah cakrawala juga milik keluarga Agryos, yang sekarang di pegang oleh Castor Agryos anak pertama dari tuan besar Agryos.
"Kamu sudah lama tidak ke rumah sakit, dokter hanya ingin melihat keadaan luka kamu itu. "
Dengan cepat Jason menggeleng dan berusaha pergi dari sana, namun Damon menghalangi jalan. Jason berusaha mendorong tubuh tegap itu namun begitu susah karena tenaganya kalah kuat.
"Jason gak mau dok!!" Bentak Jason.
Namun Damon tidak kehabisan akal, ia memeluk Jason dan mengeluarkan suntikan dalam jasnya lantas menyuntikkan jarum itu ke pundak Jason.
"Sshh.. "
Damon menggendong Jason dan membawanya masuk ke dalam mobil, tujuannya kali ini ke rumah sakit. Ia khawatir dengan luka di perutnya sebab di kantin tadi Damon melihat bagaimana orang-orang memperlakukan Jason bukan kayaknya manusia.
_________
"Jemput aku di bandara cepat!!" Teriak seseorang di dalam telepon. Orang yang mengangkat telepon itu mendengus sebal.
"Iya tunggu!" Padahal baru saja dirinya merebahkan tubuh ini di ranjang, namun dengan tak berperasaannya kembaran sialan itu meminta menjemputnya di bandara.
Padahal ada bodyguard!
Dengan langkah gontai ia menuruni tangga, "Aku izin jemput Evan di bandara. "
"Hm, hati-hati. "
Setelah berpamitan kepada sang Papa, ia segera pergi mengendarai mobil. Jarak dari rumah menuju bandara itu memakan waktu setengah jam, sekarang pukul lima sore ia berdecak pasti bakalan macet sebab orang-orang pada pulang melakukan rutinitasnya.
Dan benar saja, satu jam berlalu ia sampai di bandara langsung mendapat tatapan sinis dari kembarannya.
"Lama!!"
"Ck, nyusahin!!" Ia melempar kunci mobilnya kepada kembarannya itu.
Di dalam mobil keheningan melanda, tetapi tidak berlangsung lama sebab Evan mengawali pembicaraan.
"Aku akan bersekolah di sana, Senin besok. "
"Terserah!"
Evan memutar bola matanya malas, kakak kembarnya ini begitu dingin berbeda dengan dirinya yang mempunyai sisi hangat.
Mobil yang di kendarai Evan memasuki pekarangan rumah, di sambut oleh para bodyguard. Bersama kembarannya Evan melangkah masuk di ruang tengah terlihat Papanya sedang bersantai.
"Apa kabar Pa?" Evan memeluk hangat Papanya itu.
"Baik. "
"Acara pesta yang di adakan keluarga Alexander kapan?"
"Setelah olimpiade selesai. " Jawab Papanya, ia menatap kedua putranya itu tak lama senyum smirk terukir di wajah tampan mereka.
________
Jason nyaman berada dalam dekapan Damon, begitu hangat dan terasa menenangkan. Seperti ini kah rasanya di peluk oleh sosok ayah?
Ares ataupun Jason tidak pernah merasakan dekapan seorang ayah, dan rasa nyaman ini perasaan keduanya.
Pelukan itu begitu erat dan Damon senang hati menerima pelukan itu, tangan besarnya mengelus punggung Jason.
Keduanya sekarang berada di apartemen milik Damon, awalnya Jason memberontak dan ingin pulang namun entah kenapa tiba-tiba saja dia takut akan aura yang Damon keluarkan dan itu baru pertama kalinya Jason melihat.
"Kenapa perut kamu bisa luka lagi?"
Pertanyaan itu membuat Jason melepaskan pelukannya, dan mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mengurangi rasa gugup dan takut.
"Jason mau pulang "
"Kamu belum menjawab pertanyaan dokter! Jason!!"
"Ja-son.. lapekh " lirihnya.
Damon menggenggam tangan Jason dan membawanya ke dapur, disana sudah banyak makanan yang sengaja Damon pesan tadi kepada bodyguardnya.
Damon sebenarnya tahu penyebab luka perut Jason itu hanya saja ia ingin mendengar Jason berucap jujur dan terbuka.
"Malam ini tidur di sini. "
"Enggak!!"
"Kenapa?"
"Jason mau pulang, "
"Ini udah malam, besok aja. Kan besok hari Minggu. "
"Iya. "Pasrah Jason, lagi pula orang rumah tidak akan ada yang mengkhawatirkan dirinya.
Setelah acara makan malam Damon mengantar Jason pergi ke kamar miliknya untuk beristirahat.
Sedangkan Damon sendiri berada di balkon untuk menelpon seseorang, "Aku sudah tidak tahan melihat keadaan Jason!"
"Sabar lah, aku yakin Jason-ah Ares maksudnya tidak selemah itu. Dia juga suka ikut balapan. "
"Ah, ternyata nakal juga anak itu. " Damon terkekeh, lantas ia mematikan telepon sepihak.
"Selamat malam tuan. " Tangan kanan Damon menunduk hormat.
"Cabut kembali saham yang telah kita tanam di perusahaan Atmajaya dan Wijaya. "
"Baik tuan. Saya permisi. "
Atmajaya dan Wijaya adalah keluarga dari Fano dan Geri, ia ingin membuat mereka yang melukai Jason sengsara dengan perlahan.
Hah
Damon punya ketakutan besar, jika nantinya setelah Jason tahu siapa dirinya dan keluarga ia takut Jason tidak akan menerimanya.
__________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments