Permainan kecil

"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu masam begitu?" tanya Hedrick.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kemana saja kau?"

"He, bukankah yang lebih tepat marah itu aku. Kau yang duluan asik bersenang-senang bersama Hazel dan Lily sampai melupakan temanmu ini."

"Hahaha.... Maaf, maaf. Aku cuman bercanda. Tapi..." Veeno mendekatkan wajahnya meneliti wajah Hedrick. "Ada apa dengan wajahmu? Apa kau baru saja bermain?"

"Hah... Ingat pria yang kita temui di kolam berenang siang tadi?"

"Iya."

"Dia tiba-tiba datang bersama dua bawahannya untuk menyerang ku."

"Apa?! Kenapa kau tidak mengajakku. Aku pasti menghajar mereka. Berani sekali mencari masalah dengan temanku."

"Mereka bukan orang-orang yang hebat. Sangat membosankan."

"Lalu apa yang kau lakukan pada mereka?"

"Untuk kedua bawahan Ricardo, mereka telah berenang bersama ikan."

"Ricardo? Jadi nama pria itu adalah Ricardo?"

"Iya. Tuan muda dari grub C. Aku juga tidak terlalu tahu tentang grub itu."

"Apa dia juga ikut berenang bersama ikan?"

"Tidak. Aku masih memberi pengampunan untuknya. Tapi mungkin besok akan ada pertunjukan menarik."

"Ooh, apa itu?" tanya Veeno penasaran.

"Lihat saja besok pagi. Sudah dulu. Aku mau mandi."

Hedrick pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari keringat yang menempel. Habis berkelahi tadi sedikit membuat pakaian serta tubuhnya kotor. Selesai mandi Hedrick mendapati kalau Veeno sudah tidur duluan dengan semua lampu telah dimatikan kecuali lampu di atas meja didekat tempat tidurnya. Ia tidak memperdulikan hal itu. Ia melangkah ke tempat tidurnya lalu membaringkan tubuhnya disana. Hedrick tidak segera memejamkan mata. Ia lebih memilih meraih hpnya lalu menghubungi salah satu pelayan di vila. Ia ingin menanyakan kabar tentang Felicia. Apa dia baik-baik saja? Bagaimana kondisinya? Atau menanyakan, apa Felicia membuat ulah lagi yang menyulitkan mereka berdua? Pelayan itu menjawab kalau Felicia baik-baik saja. Felicia tidak membuat ulah. Ia bahkan menghabiskan makanan yang mereka bawakan setiap jam makan tiba. Mendengar jawaban itu membuat Hedrick jadi tenang. Ia mematikan telponnya lalu mulai tertidur.

Pagi yang dingin Hedrick dan Veeno terbangun karna suara bising dari luar. Mereka bergegas memeriksa apa yang terjadi sebenarnya. Di lorong mereka berdua bertemu beberapa orang yang sepertinya juga ikut mencari tahu asal kebisingan tersebut. Sampai di luar ternyata telah banyak orang berkerumun di satu tempat. Mereka nampak tertawa sambil berbisik-bisik dengan lucunya antara satu sama lain. Rupa-rupanya kebisingan tersebut terjadi karna mereka melihat sesuatu pertunjukan yang lucu.

Seorang pria yang cuman mengenakan celana pendek terikat secara terbalik di haluan kapal. Dan tentunya pria tersebut adalah Ricardo. Hedrick mengikatnya di tempat yang memungkinkan dapat dilihat orang banyak. Ia sengaja ingin membuat Ricardo malu. Terdengar suara teriakan Ricardo sambil menggelian mencoba melepaskan diri disela-sela jepretan dari para penonton. Tentu saka mereka tidak akan melewatkan kesempatan langkah ini yang memang harus diabadikan. Pengalaman seperti ini pasti tidak akan dilupakan oleh Ricardo.

"Jadi ini yang kau maksud semalam?" tanya Veeno yang melihat pertunjukan tersebut dari jauh.

"Aku cuman ingin dia merasakan angin segar lautan."

"Kenapa kau tidak langsung membunuhnya seperti kedua nak buahnya? Ini tidak mirip seperti kebiasaan mu melepaskan mangsa yang datang sendiri."

"Siapa bilang aku melepaskannya? Tentu saja tidak. Orang-orang bodoh yang berani berurusan denganku harus menemui ajalnya. Kita baru dua hari disini. Tidak perlu terburu-buru, dia juga tidak bisa kemana-mana. Aku mau dia begitu membenciku terlebih dahulu agar ia bisa meluapkan semua emosinya. Sampai saat itu tiba mungkin dapat membuatku bersemangat."

"Sepertinya seru. Tapi kali ini jangan tinggalkan aku lagi. Aku juga ingin bersenang-senang."

"Kau bisa bermain dengan para pengawalnya. Aku yakin dia membawa lebih dari dua pengawal."

"Tidak masalah. Tapi... Kau 'kan telah membunuh dua pengawalnya, dia pasti akan melaporkanmu atas tidak pembunuhan."

"Coba saja. Ia melapor juga tidak ada bukti bahwa aku pelakunya. Malahan aku yang akan membalikkan laporan karna mereka yang menyerang ku duluan. Jika ia lumayan pintar tentunya ia tidak gegabah."

"Baguslah kalau begitu."

Hedrick dan Veeno kembali ke kamar mereka. Pertunjukan yang menarik berlalu begitu cepat. Sekelompok kruh kapal tampak telah membantu Ricardo turun dan juga telah membubarkan kerumunan. Namun semuanya tidak kecewa. Mereka telah menyaksikan pertunjukan yang sangat jarang sekali terjadi dan mengabadikannya. Mukin video atau foto Ricardo hari ini telah menyebar di internet.

...⚛⚛⚛⚛...

Sementara itu di tempat lain atau lebih tepatnya di vila. Sara saat ini sedang memikirkan cara agar dapat kabur dari tempat yang baginya merupakan penjara. Ia memanfaatkan kepergian Hedrick dan Veeno tapi yang menjadi masalah adalah dua pelayan dan dua penjaga. Mereka berempat senantiasa mengawasinya. Akan sangat sulit untuk kabur dari tempat itu jika ia tidak memiliki persiapan yang matang.

"Bagaimana caranya aku melewati mereka, ya? Kedua pelayan wanita itu sepertinya bukan masalah tapi tidak mungkin Hedrick hanya menempatkan mereka. Pasti ada penjaga lain yang berjaga di luar. Aku tidak boleh gegabah. Bisa-bisa rencanaku akan gagal."

Sepanjang pagi ini Sara terus berpikir meyusun rencana semarang mungkin. Ia memperkirakan beberapa hal yang mungkin akan terjadi sekecil apapun. Tidak hanya itu, ia juga memikirkan cara untuk mengatasinya. Hampir dua jam lebih ia mondar-mandir, duduk dan bangkit lagi sampai akhirnya ia menjentikan jarinya.

"Rencana yang sempurna. Aku harus keluar hari ini apapun yang terjadi. Tapi... Kenapa dua pelayan itu tidak kunjung datang untuk mengantarkan sarapan, ya? Biarpun tidak ada jam disini tapi biasanya mereka tepat waktu. Berkat mereka setidaknya aku dapat menebak siang dan malam," Sara mengosok perutnya yang keroncongan. "Aduuh... Aku lapar sekali. Bagaimana aku bisa melarikan diri dengan perut kosong seperti ini? Hah... Sepertinya hanya bisa menunggu mereka dan mengisi perut dulu, baru berencana kabur."

Sambil menunggu pelayan datang membawakan makanan Sara cuman bisa minum air putih saja. Teko air minum yang ada di atas meja tidak pernah kosong dan selalu diisi bila hampir habis. Sementara itu Tina, salah satu pelayan yang berkerja di vila tersebut malah asik menonton tv sambil makan keripik kentang.

"Tina, apa kau sudah mengantarkan sarapan pada Miss. Sara?" tanya Amy, pelayan yang satunya.

"Belum," jawab Tina tanpa melirik sedikitpun pada Amy.

"Apa?! Bagaimana bisa kau seceroboh ini? Ini sudah lebih dari jam 9 dan kau belum mengantarkan sarapan pada Miss. Sara. Tapi kau malah masih bisa duduk dengan santai nya sambil menonton tv. Tuan muda akan membunuh kita jika terjadi sesuatu pada Miss. Sara. Kita tahu sendiri seberapa kejam kedua tuan muda kita itu," raut wajah Amy seketika berubah ketakutan.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

hiburan tambahan 😅

2024-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!