Tahanan

"Apa kabar sayangku?" sapa Hedrick begitu melangkah masuk.

"Untuk apa kau bertanya? Aku tidak akan mungkin baik-baik saja selama aku masih bersama denganmu," jawab Felicia dengan tatapan benci.

"Tapi aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan dirimu, sayang," Hedrick berjongkok dihadapan Felicia lalu membelai wajahnya dengan lembut.

Felicia dengan cepat menepis tangan Hedrick. "Cintai? Mana ada menyekap seseorang dikatakan cinta? Ini namanya penculikan dan penyiksaan."

"Aku menculikmu karna kau menolak cintaku dan mempermalukan aku di depan umum. Tapi aku sama sekali tidak menyiksamu disini."

"Bagian mana yang kau bilang tidak menyiksa? Sudah lebih dari enam tahun kau mengurungku disini dengan rantai yang mengikatku."

"Aku terpaksa melakukannya karna kau selalu ingin melukai dirimu sendiri. Jika kau menuruti semua kemauanku, aku bisa jamin kau akan hidup layaknya ratu disini."

"Tidak ada satupun burung dalam sangkar yang akan bahagia biarpun sangkarnya terbuat dari emas sekalipun. Seharusnya kau tahu itu."

"Tapi burung itu masih mau berkicau dengan merdu untuk tuannya."

"Itu bukan kicauan tapi tangisan! Setiap harinya ia menangis karna merindukan alam terbuka serta kebebasan."

Hedrick mendorong Felicia sampai mereka terguling di atas kasur. Dengan tangan kanan mengunci kedua tangan Felicia dan tangannya yang lain membelai wajah cantiknya, Hedrick menjatuhkan seluruh berat badannya di atas tubuh Felicia.

"Argh!" rintih Felicia begitu tubuh Hedrick menekan perutnya. Ia sama sekali tidak bisa bergerak.

"Sekali lagi aku mendengar kau membahas tentang kebebasan, maka aku akan menghukummu. Kau bukanlah seekor burung yang dapat terbang bebas lagi. Sayapmu telah patah dan mau tidak mau kau harus tetap dalam sangkarmu. Jika kau terus memaksakan diri melompat, kau akan terjatuh," bisik Hedirck. Ia lalu sedikit menjauhkan tubuhnya dan menatap wajah Felicia yang telah menangis.

"Hiks... Hiks..."

"Kurang lebih lima minggu lagi kau akan melahirkan. Sebaiknya kau bersiap untuk itu dari pada terus memikirkan tentang kebebasan."

Hedrick berbalik mengelus perut Felicia yang buncit. Saat ini Felicia memang sedang mengandung bayi ke limanya. Entah mengapa kali ini kandungan Felicia tampak lebih besar dari kehamilannya yang lain. Tidak ada yang tahu karna Hedrick tidak perna meminta dokter untuk memeriksa kehamilan Felicia. Bahkan proses persalinan pun Hedrick sendiri yang membantunya.

"Tidak ada gunanya juga memikirkannya. Semua bayi yang aku lahirkan paling nanti kau renggut lalu kau jual. Aku hanyalah alat untuk memuaskan nafsumu dan penghasil uangmu!" bentak Felicia dengan nada tinggi.

"Aku tidak pandai mengurus bayi. Dari pada mereka terlantar lebih baik aku jual mereka. Kau jangan khawatir, anak-anak kita semuanya telah hidup bahagia bersama orang tua baru mereka."

"Lalu, apa kau juga akan menjual bayi yang aku kandung ini?"

"Itu tergantung saat ia lahir nanti."

Hedrick sedikit menekan perut Felicia menggunakan tangannya. Hal itu memicu tendangan dari janin yang ada di dalam kandungan Felicia. Hedrick cukup terkejut akibat tendangan yang ia rasakan di bawah telapak tangannya. Ia malah mengulanginya lagi dan kali ini sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Seperti yang diharapkan. Tendangan kembali Hedrick rasakan.

"AAH! Apa yang kau lakukan?" rintih Felicia merasa ngilu akibat tekanan disertai tendangan tersebut.

"Ups! Sepertinya aku membagunkannya. Tenaganya lumayan kuat," sontak Hedrick menjauhkan tangannya.

"Butuh waktu lama aku menidurkannya, sekaran dia bangun lagi."

"Kenapa? Apa dia sangat aktif di dalam sana?"

"Bukan aktif tapi agresif. Dia selalu menendangku tampa henti. Aku sungguh lelah dibuatnya. AH... Aku tidak kuat lagi! Aku ingin cepat-cepat ia keluar dari tubuhku!"

"Aku punya cara untuk menenangkanya tapi ini mungkin aku menyiksamu atau malah membuatmu senang," Hedrick kembali menjatuhkan tubuhnya sambil memberi rangsangan pada Felicia.

"Ah..." suara yang merdu keluar dari mulut Felicia. Sebagai wanita hamil ia cepat terangsang. "Tidak, jangan lakukan itu. Lebih baik aku merasakan tendanganya setiap hari dari pada harus..."

"Sutt... Jangan menolak," potong Hedrick sambil meletakan telunjuknya di bibir Felicia. "Aku tahu sebenarnya kau juga mau."

Hedrick kemudian mengecup bibir merah delima Felicia dengan tekanan panas. Felicia tidak bisa menolak dan perlahan-lahan tubuhnya malah tidak dapat dikontrol lagi. Sambil terus berciuman, tangan Hedrick mulai menyelinap dibalik dress Felicia dan bermain. Setiap sentuhan yang Hedrick berikan semakin membuatnya tidak berdaya. Hedrick melepaskan ciuman mereka lalu beralih memberi kecupan disekitar leher Felicia.

Beberapa saat setelah membuat Felicia tersiksa, Hedrick menjauhkan tubuhnya dan menatap tubuh Felicia yang kini dress-nya telah terangkat. Dengan perut yang bulat dan buah dada penuh, naik turun mengikuti setiap hembusan nafas Felicia yang sedikit tidak teratur. Ditatap oleh Hedrick dalam keadaan seperti itu tidak membuat Felicia malu lagi. Mereka sudah sering melakukannya dan telah membuat Felicia terbiasa.

"Kau siap?" tanya Hedrick sambil melepaskan pakaiannya tanpa berpaling menatap Felicia.

"Pelan-pelan," jawab Felicia seketika memalingkan wajahnya yang merah.

"Aku mengerti."

Hedrick melebarkan kedua paha Felicia lalu mulai mengarahkan miliknya. Felicia mencengkram kuat batal disaat sesuatu perlahan memasuki dirinya.

"Ah!" pekik Felicia begitu milik Hedrick masuk seutuhnya.

"Aku mulai," Hedrick perlahan mengerakan tubuhnya.

"Ah... Oohooo..... Hmmmph! Percepatlah, Ah... Kumohon," pinta Felicia dalam kenikmatan.

"Kau bila pelan-pelan."

"Tidak. Kumohon.... Ah! Kau menyiksaku. Lakukanlah."

"Kau yang memintanya. Jangan salahkan aku."

Sesuai yang Felicia mau, Hedrick mempercepat gerakannya. Tubuh Felicia yang terbilang mungil bergetar hebat dalam permainan Hedrick. Felicia sesekali menahan perutnya yang bergejolak.

"Ah.... Iya. Terus... Ohooo.... Lebih kuat lagi."

"Sesuai permintaanmu, sayang."

Malam itu mereka bermain sepuasnya. Saling menikmati antara satu sama lain. Sebenarnya karna alasan ini lah Felicia tidak mau berhubungan dengan Hedrick. Ia terlalu malu mengakui kalau sebenarnya ia sangat menikmati setiap permainan yang Hedrick lakukan. Setiap kali berhubungan, Felicia selalu sampai pada puncak kenikmatan yang ia inginkan. Walaupun terkadang permainan Hedrick bisa dikatakan cukup kasar. Perna beberapa kali Felicia dibuat kesulitan bangun dari tempat tidur karna rasa sakit dipunggung dan sekujur tubuhnya.

...⚛⚛⚛⚛...

Lima hari berlalu. Kehidupan Hedrick dijalaninya seperti biasa. Kehebohan dari pertunjukan seni mereka yang menggemparkan masih terdengar dan menghantui setiap masyarakat kota. Apalagi ditambah dengan tersebarnya berita kalau pelaku pembunuhan tersebut dilakukan oleh orang yang sama yang telah memutilasi seorang wanita dan membuang manyatnya di semak-semak. Sementara itu para polisi masih dipusingkan dengan kasus ini. Kode yang ditemukan pada mayat korban belum kunjung terpecahkan. Persis yang Veeno harapkan. Ia ingin membuat seluruh kota dilanda ketakutan dengan teror dari dua pembunuh berdarah dingin dan kejam. Ini baru awal. Selagi mereka berdua masih hidup, mereka akan terus menyebarkan malapetaka ini pada semua orang, terutama bagi kaum wanita yang menjadi target utama mereka.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

apa mereka punya dendam tersendiri terhadap wanita?

2024-01-21

1

Clara Safitri

Clara Safitri

entah knapa dlm cerita rata2 yg jdi pscyopak laki2. sekali kali perempuan knapa thor

2023-11-18

17

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!