Seni dalam koper

"Hiks... Hiks... Hedrick, aku mohon hentikan ini. Sakit...." tangis Dassy sambil memohon.

"Kenapa harus berhenti? Kita baru mulai. Masih banyak peralatan yang belum dicoba," Hedrick kembali mendekati lemari sebelumnya lalu mengambil suatu tabung kaca berisi cairan. "Apa kau mau mencoba yang ini?" tanya nya sambil menunjukan tabung kaca itu pada Dassy.

"Apa itu?"

"Ini adalah H₂SO₄ atau biasa dikenal sebagai Asam Sulfat."

"Asam Sulfat?!"

Tanpa mempedulikan raut wajah Dassy yang terkejut, Hedrick membuka penyumbat tabung kaca tersebut lalu meneteskan cairan Asam Sulfat ke kaki Dassy menggunakan Pipet. Tak ayal Dassy kembali menjerit sambil menggeliat kesakitan seperti cacing kepanasan. Kulitnya terasa terbakar hebat. Tidak puas menggunakan Pipet, Hedrick malah menuangkan semua isi tabung kaca tersebut ke tubuh Dassy dari betis sampai pahanya dan terakhir pada wajah Dessy. Namun ia masih cukup berhati-hati agar bahan kimia itu tidak sampai mengenai mata Dassy. Hedrick ingin memastikan Dassy tetap bisa menyaksikan semua siksaan tersebut. Kini wajah Dassy yang mulus telah rusak sudah.

"AAAA!!! Sakit sekali. Hiks.... Hiks.... Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa salahku?!! Kita saja baru bertemu."

"Salahmu? Itu karna kau cewek matrek. Matrek merupakan salah satu perilaku buruk wanita. Dan lagi, kau juga seorang wanita pemalas."

"Apa?! Jawaban macam apa itu? Aku mau jadi orang pemalas, matrek, itu kehendak aku. Tidak ada hubungannya juga denganmu!!"

"Memang benar tapi aku paling benci melihat wanita yang berkepribadian seperti dirimu ini. Wanita seperti kalian tidak pantas untuk hidup!"

Hedrick mengambil sebuah linggis dan hendak memukul Dassy disaat seorang pria tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut. Dassy yang telah pasra perlahan membuka matanya dan melirik siapa yang datang itu. Ada segelitir harapan dalam benak Dassy kalau ia mungkin bisa selamat. Tapi nyatanya tidak. Kedatangan pria itu malah memperburuk keadaannya.

"Nanti dulu!" cegat Veeno. "Fiuuh... Untung masih sempat."

"Hei, siapapun kau. Aku mohon selamatkan aku dari pria gila ini. Dia mencoba membunuhku," pinta Dassy.

"Iiii..... Siapa kau? Untuk apa aku menyelamatkan wanita jelek seperti dirimu?" ujar Veeno yang merasa jijik melihat wajah Dassy.

"Akhirnya kau sampai juga. Aku tadi sudah berpikir ingin mengakhirinya," kata Hedrick sambil meletakan linggis tersebut.

"Jangan begitu dong. Aku sudah susah payah datang keseni."

"Bercanda. Aku juga baru mulai."

"Apa, apa maksudnya ini? Kalian rupanya saling mengenal," Dassy tampak kaget mengetahui hal itu.

"Kau ini benar-benar bodoh. Tentu saja kami saling mengenal karna dia adalah temanku," jelas Hedrick.

"Siapa wanita jelek ini?" tanya Veeno pada Hedrick.

"Dia wanita yang aku beritahu kemarin. Bukankah aku sudah mengirimkan fotonya padamu?"

"Iya. Aku sudah melihatnya. Tapi kenapa berbeda? Di foto tersebut ia terlihat cantik, sedangkan yang ini..."

"Ah, maafkan aku. Tanganku tadi licin dan tidak sengaja menumpahkan Asam Sulfat ke wajahnya."

"Dasar pembohong! Kau sengaja menuangkan Asam Sulfat itu ke wajahku!!" bentak Dassy dengan marahnya.

Tiba-tiba sebila pisau lipat menancap di perut bawah Dassy atau lebih tepatnya di arah rahimnya.

"AAAH!!!"

"Berani sekali kau membentak temanku seperti itu. Apa kau ingin mati lebih cepat?!!" bentak Veeno lebih garang lagi.

"Iya. Kenapa kalian tidak langsung membunuhku saja dari pada menyiksaku seperti ini?!! Memangnya apa untungnya bagi kalian?" dengan air mata yang memakin membasahi, Dassy sudah tidak sanggup lagi menerima rasa sakit ini.

"Sangat mudah bagi kami membunuhmu tapi kami masih ingin bersenang-senang, benar 'kan Veeno?"

"Benar sekali."

"Kalian berdua memang sudah gila! Dasar pria gila! Apa kalian tidak memiliki hati nurani lagi?!" caci maki Dassy sangat kesal.

"Hati nurani? Bagaimana dengan dirimu sendiri? Apa kau perna berpikir dengan hati nuranimu itu bagaimana kau dengan mudahnya menguras harta seseorang?"

"Memangnya kenapa? Sudah sewajarnya kalian para pria memanjakan kami para wanita!!"

"Jika kau berpikiran seperti itu, maka kau memang tidak pantas untuk hidup," dengan tatapan membunuh, Hedrick mengoyak baju Dassy sampai menunjukan apa yang ada dibaliknya.

"Wow... Itu lumayan berisi," ujar Veeno sambil tersenyum nakal.

"Kita langsung mulai saja. Aku sudah muak melihatnya."

"Silakan tapi sebelum itu..."

Veeno menarik pisau lipat yang tertancap di perut Dassy lalu beralih menatap gumpalan lemak tersebut. Hedrick mengerti betul apa yang ada dalam pikiran Veeno hanya melihar dari raut wajannya saja.

"Lakukanlah. Tapi berhati-hatilah, jangan sampai melukai jantungnya. Ingat, kita membutuhkan itu untuk mendapatkan uang."

"Kau jangan khawatir. Aku cuman memotong bagian permukaannya saja."

"Jadi itu alasan yang sebenarnya, kalian menculikku hanya untuk mengambil jantungku dan dijual! Kalian berdua ini teryata kriminal penjual organ tubuh ilegal. Dapat dipastikan kalian akan dihukum sangat berat atas tindak kejahatan kalian ini!!"

"Sudah terlambat juga kau mengetahuinya, manis."

"Kau akan menjadi seni kami yang berikutnya," sambung Veeno.

"Seni? Apa maksud kalian? AAAH....!!!"

Belum selesai pertanyaan Dassy terjawab, Veeno telah memetik buah melon yang telah matang itu. Darah seketika mengalir deras membuat tubuh Dassy semakin lemah.

"Kau bisa mulai, Hedrick. Aku sudah menemukan sesuatu yang cocok untuk koleksi kita. Dari semua yang ada, cuman ini yang kelihatanya masih bagus."

"Hanya satu? Tidak mau keduanya?"

"Em... Mungkin dua lebih baik."

Dengan menggunakan pisau yang sama, Veeno kembali memetik buah melon yang satu lagi. Ia meletakan kedua gumpalan lemak yang kenyal itu disebelah pemiliknya. Keadaan Dassy semakin memprihatikan. Matanya kini telah terpejam namun nafasnya masih tampak naik turun walau sangat lemah. Darahnya telah terkuras sangat banyak. Sekarangan giliran Hedrick. Ia mumutar pisau lipat diantara jarinya kemudian ia mulai membedah dada Dassy secara perlahan namun pasti. Dengan hati-hati Hedrick memisahkan jantung Dassy dari tubuhnya. Gumpalan merah tua sekepalan tangan itu terlihat masih berdenyut walau telah dikeluarkan.

Selesai mendapatkan apa yang mereka inginkan, sekarang mereka memulai membuat karya seni berikutnya untuk di pertunjukan. Pertama-tama mereka memotong tubuh Dassy menjadi beberapa bagian. Lalu potongan tubuh tersebut dimasukan ke dalam koper namun tidak untuk kepalanya. Hedrick memiliki rencana lain. Setelah memberekan semuannya, Hedrick dan Veeno beranjak membersikan diri mereka dulu dari semua darah yang memenuhi pakaian serta tubuh mereka. Jam 22.30 barulah mereka menghanyukan koper berisi potongan tubuh Dasy tersebut ke sungai yang langsung mengalir ke kota.

Untuk kepala Dassy, mereka membersikan dan menata rambutnya sedemikian rupa dengan hiasan jepit rambut keperakan. Setelah itu barulah kepala tersebut di letakan dalam kotak kado dan kemudian dikirimkan pada mantan pacar Dassy. Selama Dassy tidak sadarkan diri sebelumnya, Hedrick sudah mencari tahu alamat si pria kemarin. Ia tinggal di sebuah apartemen yang tidak jauh dari gedung apartemen dimana Dassy tinggal. Agar tidak menimbulkan kecurigaan kotak berisi kepala tersebut dikirim melalui kator pos dengan alamat pengirim tidak di cantungkan.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

waaah.. serem euy 😱😱😱

2024-01-21

1

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!