"Kenapa kalian melakukan ini pada kami?" tanya Viona.
"Kenapa kau tanya? Bukankah sudah semingguan ini kami memanjakan kalian, menuruti semua kemauan kalian ini dan itu, sudah seharusnya kami mendapat balasan, 'bukan? Tidak ada yang gratis di dunia ini."
"Kalau itu yang kalian mau, aku bisa mengembalikannya dengan utuh! Sekarang lepaskan kami!" bentak Sara.
"Tidak semudah itu," ujar Veeno.
"Lalu apa yang kalian inginkan supaya kalian mau membebaskan kami?"
"Kami tidak ak..."
"Bagaimana kalau kita melakukan permainan?" potong Hedrick.
"Permainan?" kata mereka serempak.
"Iya. Ini sangat mudah. Aku akan memberi kalian satu kunci yang membawa kalian pada kebebasan. Tugas kalian cukup mencari pintu atau jendela mana yang cocok dengan kunci ini," Hedrick menunjukan satu kunci pada Sara dan Viona. "Jika dalam 15 menit kalian berhasil menemukannya maka kalian akan bebas."
"Apa yang terjadi jika kami tidak kunjung menemukan pintu atau jendela yang cocok dengan kunci itu dalam waktu 15 menit?" tanya Sara.
"Kami akan menangkap kalian dan dapat dipastikan kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi dari tempat ini," jelas Hedrick dengan tatapan dingin dan aura yang menakutkan.
"Wow... Aku suka permainan ini. Pasti sangat seru," dengan riang Veeno menyetujuinya.
Hedrick melemparkan kunci yang ada di tangannya dan ditangkap mulus oleh Sara. Setelah itu Hedrick mengeluarkan hpnya lalu menyetel ke sistem stopwatch.
"Waktu kalian dimulai dari... Sekarang!"
Dengan raut wajah kesal Sara menarik Viona pergi. Hedrick dan Veeno malah menyukai melihat raut wajah tersebut. Untuk dapat terbebas dari perangkap maut ini, Sara dan Viona diharuskan mencari pintu atau jendela yang cocok dengan kunci di tangan mereka. Hal ini tidaklah mudah karna mengingat vila tersebut memiliki banyak jendela dan pintu yang menuju keluar. Dalam waktu 15 menit sepertinya terlalu sulit bagi mereka berdua namun tidak ada pilihan lain. Waktu terus berjalan setiap detiknya dan Hedrick mematikan stopwatch setelah mencapai waktu yang ditentukan.
"Ayok bergerak Veeno. Saatnya menangkap mangsa," ajak Hedrick sambil menyimpan kembali hpnya.
"Aku juga sudah tidak sabar. Ayok berpencar."
"Baiklah. Siapa yang menemukan mereka lebih dulu, dia lah pemenangnya."
Hedrick dan Veeno mulai bergerak. Mereka berpencar mencari keberadaan Sara dan Viona. Veeno menyelusuri sisi sebelah kiri vila di lantai dasar, sedangkan Hedrick memutuskan mencari di lantai dua. Dengan santai Hendrick memeriksa setiap ruangan yang ada. Kamar demi kamar dibukanya namun ia belum kunjung menemukan dua gadis tersebut. Begitu juga dengan Veeno. Ia sudah memeriksa setiap ruangan yang ada, ruang utama, garasi, dapur dan dimanapun ia tidak kunjung mendapati tanda-tanda keberadaan Sara dan Viona. Apa mereka berdua telah berhasil keluar? Hedrick dan Veeno pikir tidak. Mereka memutuskan untuk mencari kedua gadis itu di lantai tiga. Sementara itu, Viona sudah ingin menyerah. Tubuhnya tidak sanggup lagi berlari. Dengan nafas terengah-engah ia menghentikan langkahnya.
"Bisa kita berhenti sebentar? Aku lelah sekali," pinta Viona.
"Kuatkan dirimu, Viona. Kita harus cepat-cepat mencari jalan keluar kalau tidak mereka akan menangkap kita."
"Apa kau yakin kunci yang diberikan Hedrick itu memang bisa membawa kita keluar? Pintu dan jendela di vila ini begitu banyak. Walaupun kita menemukan pintu yang benar, itu membutuhkan waktu seharian. Kita tidak akan berhasil," Sara sudah tampak putus asa.
"Tapi tidak ada cara lain. Kita harus berusaha. Aku tidak mau terjebak disini selamanya bersama mereka."
"Oh, gadis-gadis cantik. Dimana kalian?"
Sara dan Viona tersentak kaget begitu mendengar suara Hedrick yang sedang mencari mereka. Suara itu semakin dekat. Tampa pikir pajang lagi Sara menarik Viona masuk kesembarang ruangan untuk bersembunyi terlebih dahulu. Mereka saat ini berada salah satu kamar lainnya di lantai tiga tersebut. Terdapat lemari kosong disana yang menjadi pilihan tempat mereka bersembunyi. Yang ditakutkan terjadi. Hedrick ternyata masuk ke kamar tersebut. Dengan tubuh gemetar Sara dan Viona mengintip di balik celah pintu lemari.
Hedrick melirik kesana kemari meneliti setiap sudut kamar tersebut. Lalu matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah lemari. Ia berjalan mendekati lemari itu dengan seringai menyeramkan di wajahnya. Sara dan Viona semakin ketakutan. Apa ini akhir dari mereka?
"Sara! Viona! Dimana kalian? Ayok keluarlah. Kami memiliki banyak jenis permainan yang sayang untuk dilewatkan. Kalian pasti sangat menyukainya."
Hedrick sudah berdiri di depan lemari dan hendak membukannya. Sara dan Viona saling berpelukan, dan pasra dengan apa yang terjadi.
"Hedrick?" panggil Veeno membuat Hedrick menoleh. "Ternyata kau ada disini."
"Kau juga belum menemukan mereka?"
Hedrick mengurungkan niatnya membuka lemari tersebut. Hal itu membuat Sara dan Viona menghembuskan nafas lega, untuk sesaat.
"Belum. Ngomong-ngomong, dimana mereka sekarang bersembunyi, ya?"
"Mana aku tahu. Tapi, untuk apa kau menenteng pisau dapur itu?" tunjuk Hedrick pada pisau yang ada di tangan Veeno.
"Oh... Ini. Untuk berjaga-jaga saja."
"Mereka berdua itu cuman wanita lemah. Tidak perlu menggunakan senjata juga untuk menangkap mereka."
"Aku tahu. Tapi bukankah asik membuat mereka berdua tambah ketakutan? Aku ingin mendengar suara teriakan mereka."
"Aku juga. Aku ingin menambah koleksi organ dalam. Memajang hati atau jantung mereka sepertinya bagus."
"Hah?! Mereka ingin membunuh kita, Sara," kata Viona pelan. Ia benar-benar kaget mendengar percakapan Hedrick dan Veeno.
"Mereka ternyata lebih dari pria bajingan. Mereka juga merupakan pembunuh berdarah dingin."
"Ayok cari mereka di tempat lain. Sepertinya mereka tidak ada disini," ajak Hedrick keluar dari kamar tersebut.
Melihat Hedrick dan Veeno telah melangkah pergi, Sara dan Viona keluar dari persembunyian mereka.
"Bagaimana ini? Mereka berdua ingin membunuh kita," tanya Viona dengan sangat ketakutan.
"Kita harus tenang agar dapat keluar dari tempat menyeramkan ini."
"Bagaimana bisa tenang? Kita terjebak dengan dua orang gila berdarah dingin itu. Aku tidak mau mati disini."
"Kita tidak akan mati asalkan kita tidak tertangkap. Meraka pasti sibuk mencari kita di atas sini. Kita ambil kesempatan untuk kembali turun ke bawah lalu pecahkan kaca jendela dan kabur."
"Baiklah. Aku setuju dengan rencanamu."
Viona sepakat dengan rencana Sara melarikan diri dari vila tersebut. Mereka bedua bergegas keluar dari kamar tersebut. Sara membuka pintu lalu melirik kesana kemari untuk memantau situasi di luar. Serasa sudah aman, mereka melangkah keluar dengan cara mengendap-endap. Baru lima langkah keluar dari kamar tersebut mereka tiba-tiba dikagetkan dengan suara dari arah belakang mereka.
"Sudah aku duga kalian bersembunyi di kamar itu. Akhirnya kalian keluar juga," kata Hedrick sambil menyandarkan sebelah tubuhnya di dinding dengan tangan bersilang di dada.
"He-Hedrick?!"
.
.
.
.
.
.
ξκύαε
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
lah ketangkep
2024-01-20
1
simta dila
sereemm tapi seruuu apakah ada drama?
2023-10-13
5