Melarikan diri

Di tengah kepanikan itu, ada satu benda tiba-tiba jatuh dari saku Sara. Itu adalah sebuah kunci yang Hedrick berikan sebelumnya. Entah apa yang ada dipikiran Viona. Ia memungut kunci tersebut dan seketika memasukannya ke lubang kunci yang ada di pintu balkon. Ia mengutak-atik kuncinya terus menerus sampai akhirnya.

Ceklek!

Pintu tersebut berhasil terbuka. Untuk sesaat Sara dan Viona dibuat terdiam. Mereka tidak menyangka kalau pintu balkon itu merupakan pintu yang mereka cari selama ini. Sebuah jalan keluar yang membawa mereka pada kebebasan. Persekian detik kemudian mereka tersadar karna suara benda jatuh dan teriakan Veeno dan Hedrick. Tampa pikir panjang lagi Sara dan Viona bergegas keluar menuju balkon. Walau agak takut karna tinggi balkon tersebut kurang lebih dari tiga setengah meter namun mereka tetap memutuskan untuk melompat.

Pendaratan mereka berdua tidaklah mulus. Mereka teperosok masuk ke dalam semak-semak. Beruntungnya mereka tidak mengalami cedera yang begitu berarti. Tapi hal yang tidak terduga iyalah Max ternyata berjaga di halaman tersebut. Seperti tahu kalau dua gadis dihadapannya saat ini sedang melarikan diri, Max menggonggong dengan ganasnya pada mereka lalu melompat dan menyerang. Viona tidak sempat menghindar. Max berhasil menggigit betis Viona dengan taringnya yang tajam. Tidak tinggal diam, Sara memukul anjing tersebut menggunakan balok kayu bekas renovasi sampai Max melepaskan gigitannya. Sara segera membantu temannya berdiri dan membimbingnya berjalan memasuki hutan.

"Sial! Mereka ada diluar," kata Hedrick begitu mendengar suara gonggongan Max.

"Apa?! Bagaimana bisa?"

Hedrick dan Veeno seketika turun ke bawah dan pergi menuju tempat dimana Max berada. Namun Max sudah tidak ada lagi disana. Ia telah berlari masuk ke hutan mengejar Sara dan Viona. Mereka mengikuti suara gonggongan Max yang masih keras terdengar.

Tidak mempedulikan rasa sakit di sekujur tubuh mereka, Sara dan Viona terus berlari memasuki hutan. Anehnya entah mengapa suara ngonggongan Max yang mengejar mereka tidak terdengar lagi. Tapi, apa peduli mereka tentang itu? Bukankah itu bagus? Yang menjadi masalah, kemana mereka harus mengarah? Hutan itu terlalu luas bagi mereka. Karna telah kehabisan tenaga, Viona kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh tersungkur ke tanah. Ia tidak sanggup lagi berdiri, apa lagi harus berjalan atau berlari. Rasa sakit di kakinya sudah teramat menyiksanya.

"Ayok bangun Viona," pinta Sara sambil menarik tangan Viona.

"Aku tidak sanggup berdiri lagi, Sara. Seluruh tubuhku terasa sakit," kata Viona dengan nafas terengah-engah.

"Tapi kita harus teeus berlari, kalau tidak mereka akan menemukan kita," Sara terus menarik Viona untuk berdiri.

"Kau saja yang pergi. Tinggalkan lah aku. Selamatkan dirimu!" Viona menepis tangan Sara sampai cengkeramannya terlepas.

"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan temanku mau apapun yang terjadi!" kata Sara bersikeras.

"Jangan khawatir. Kami tidak akan membawa Viona sendirian. Kau juga akan ikut bersama kami," kata Hedrick yang muncul di hadapan mereka.

"Kalian telah terkepung. Tidak ada jalan untuk melarikan diri lagi," sambung Veeno dari arah berlawanan.

Guk! Guk!

Max ikut menggongong sambil memamerkan taringnya yang basa. Sara dan Viona benar-benar terkepung. Mereka tidak dapat melarikan diri lagi untuk sekarang. Veeno mengeluarkan tali yang dibawanya lalu mengikat tangan dan kaki kedua gadis tersebut.

"Lepaskan kami!" teriak Sara sambil meronta-ronta melepaskan diri namun percuma saja. Tubuh mereka terlalu lemah.

"Kami sudah memberi kalian banyak kesempatan."

"Ayok kita kembali sayang. Kau akan menjadi mahakaryaku yang paling manis."

Hedrick dan Veeno menyeret Sara dan Viona begitu saja tampa berperikemanusiaan. Mereka dibawa kembali ke vila. Sampai di vila, kedua gadis itu ditempatkan di dalam kamar yang berbeda. Hedrick menghempaskan tubuh Sara dengan sangat keras di atas tempat tidur. Lalu ia mengikat tangan serta kaki Sara ke setiap sudut ranjang secara terlentang. Sara sungguh tidak bisa dibuat bergerak.

"Lepaskan aku, Hedrick!!" bentak Sara sambil masih terus meronta-ronta.

"Melepaskanmu? Tidak akan. Kau adalah tawanan berhargaku."

Hedrick berlalu pergi keluar dari kamar tersebut meninggalkan Sara sendirian. 5 menit kemudian ia kembali dengan sebuah nampan berisi makanan di tangannya. Ia meletakan nampan tersebut di atas meja di samping tempat tidur.

"Aku membawakanmu makan siang. Makanlah," ujar Hedrick hendak menyuapi Sara namun Sara seketika membuang muka.

"Aku tidak mau makan!" tolak Sara.

"Kau harus memakannya, kalau tidak aku lah yang akan memakananmu," acam Hedrick sambil mengelus paha Sara kemudian perlahan-lahan naik.

"Ah..." suara indah itu keluar dari bibi Sara saat kedua jari Hedrick menyentuh area sensitifnya. "Baiklah, baiklah, aku akan memakannya."

"Baguslah jika kau mengerti. Sekarang buka mulutmu."

Dengan sangat terpaksa Sara mengikuti kemauan Hedrick. Ia sama sekali tidak ingin mengalami kejadian seperti semalam. Biarlah kali ini ia mengalah. Mungkin ada masanya ia dapat memikirkan cara agar bisa keluar dari tempat menyeramkan ini.

"Jika kau menuruti semua perkataanku, aku jamin tidak akan berbuat kasar padamu. Istirahatlah."

Hedrick keluar dari kamar tersebut setalah Sara selesai menghabiskan makanannya. Disaat kembali dari mengantar nampan berserta piring kotor, Hedrick cukup penasaran dengan apa yang dilakukan temannya, Veeno. Ia masuk ke kamar dimana Veeno menyekap Viona. Begitu masuk ke kamar tersebut, Hedrick mendapati Viona dalam keadaan cukup memprihatinkan. Dengan tangan serta kaki terikat dalam posisi tergantung dan sekujur tubuh dipenuhi luka. Viona mengankat wajahnya saat melihat Hedrick berjalan mendekat.

"Oh... Kau sudah mulai ya Veeno," ujar Hedrick membuat Veeno menoleh.

"Ah, Hedrick. Apa kau mau ikut bergabung?" tanya Veeno.

"Boleh. Jika kau tidak keberatan."

"Sama sekali tidak."

"Hedrick, dimana Sara?" tanya Viona dengan lemahnya.

"Jangan khawatir. Saat ini temanmu itu sedang tertidur. Dia tidak akan datang untuk menyelamatkanmu."

"Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan padaku tapi aku mohon lepaskan Sara. Aku bersalah padanya karna telah melibatkan ia dalam hal ini. Seharusnya aku tidak perna memperkenalkan dia pada kalian," pinta Viona dengan sangat memohon sambil menangis.

"Sungguh mengharukan. Kau mengorbankan dirimu demi temanmu itu. Andai aku punya hati untuk merasakannya. Bagaimana kalau aku pinjam hatimu itu? Mungkin dengan begitu aku bisa mengerti perasaanmu dan berniat melepaskan temanmu itu," Hedrick berjalan mendekati Viona dengan satu pisau kecil di tangannya.

"Et... Tunggu dulu Hedrick," cengat Veeno. "Bukannya aku melarangmu meminjam hatinya tapi aku masih ingin membiarkan dia hidup, setidaknya mungkin sampai sisa hari ini," bisiknya diakhir kalimat.

"Oh, maafkan aku. Jadi kau ingin bersenang-senang secara perlahan dengannya sebentar."

"Iya."

"Kalau begitu apa boleh aku minta satu matanya?"

"Silakan."

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

ya Alloh ngerinya mereka

2024-01-21

1

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!