Mabuk

Hedrick yang ada di lantai tiga bergegas pergi ke sumber suara teriakan begitu mendengarnya. Sampai disana, ia mendapati Viona sudah berjongkok di depan pintu sambil menutupi wajahnya.

"Viona?! Apa yang kau lakukan disini?"

"A-apa semua itu?" tanya Viona dengan tubuh masih gemetar. Ia tidak berani mengangkat wajahnya.

"Ooh... Kau jangan takut. Semua ini cuman property pesta Helloween tahun kemarin. Semuanya palsu," jelas Hedrick sebelum terjadi kesalahan pahaman.

"A-apa kau yakin? Semuanya tampak sungguhan," Viona perlahan mengangkat wajahnya.

"Jika kau tidak percaya, kau bisa menyentuhnya sendiri. Ini cuman karet."

Hedrick mengambil salah satu potong telapak tangan manusia yang tergelatak di rak tersebut. Ia menarik-narik jari-jari telapak tangan itu yang tampa melar. Itu menandakan kalau telapak tangan tersebut cuman mainan semata, bukan sungguhan. Viona menarik nafas lega begitu tahu kalau semua itu palsu.

"Hah... Aku pikir semuanya asli. Bikin kaget saja," Viona berdiri dan berjalan mendekati Hedrick.

"Kau pasti sangat ketakutan," Hedrick meletakan kembali potongan tangan tersebut.

"Pastinya. Semua barang disini tampak sungguhan," dari raut wajahnya, Viona masih begidik ngeri melihat semua itu.

"Ia sewaktu pesta Helloween tahun lalu semua orang juga berpikiran begitu. Kami mengambil tema laboratorium. Itu sukses membuat mereka ketakutan."

"Menyeramkan. Ayok keluar dari sini, bisa-bisa aku tidak dapat tidur nanti malam," ajak Viona.

"Baiklah."

Hedrick mengajak Viona keluar. Tidak lupa ia mengunci pintu ruangan tersebut agar Viona atau Sara tidak salah masuk ruangan lagi. Hampir saja Viona berpikir yang bukan-bukan. Tapi mana mungkin juga Hedrick dan Veeno memiliki hobi mengoleksi organ tubuh manusia. Lagi pula sudah terbukti kalau semuanya palsu, itu cuman sekedar hiasan Helloween. Viona terlalu kaget sampai berpikir yang aneh-aneh. Namun nyatanya tidak. Semua organ dan potongan tubuh manusia yang tersimpan dalam toples kaca merupakan koleksi kecil dari kenangan teman-teman bermain Hedrick dan Veeno. Mereka memang suka mengawetkan sedikit bagian tubuh korban-korban mereka yang menurut mereka menarik.

"Oh, iya. Apa yang kau lakukan disana tadi?" tanya Hedrick pada Viona.

"Aku mencari kalian. Kran air di kamar kami tidak mau menyala."

"Oh, pipanya pasti tersumbat. Aku akan membetulkannya."

"Terima kasih. Mohon bantuannya."

"Sudah seharusnya. Kalian 'kan tamu kami."

...⚛⚛⚛⚛...

Malam harinya mereka berencana membuat pesta BBQ di halaman belakang vila. Veeno bertugas menyiapkan tungku pembakarannya serta Hedrick menyiapkan daging sapi untuk dipanggang dan bahan-bahan lainnya. Sementara itu, Sara dan Viona mengisi kesunyian malam dengan suara nyanyian merdu mereka.

"Em... Aroma dagingnya membuatku semakin lapar," kata Viona begitu bau lezat daging panggang mulai menyebar di udara.

"Iya. Kalian berdua benar-benar hebat."

"Ini cuman segelintir dari keahlianku, sayang. Masih banyak yang bisa aku lakukan," ujar Veeno dengan nada sedikit sombong.

"Iya. Contohnya makan," ejek Hedrick kemudian.

"Hahaha..." tawa Sara dan Viona dengan lucunya.

"Hei, hutan ini tidak ada hewan buasnya, 'kan? Akan gawat jika mereka datang karna mencium aroma daging panggang," tanya Sara sedikit ketakutan.

"Jangan takut. Tidak ada hewan buas disini."

"Tapi pengurus vila perna sekali melihat seekor beruang saat musim panas," ujar Hedrick sambil membalik daging sapinya.

"Apa?! Beruang?" kata Sara dan Viona bersamaan. Mereka tampak kaget mendengarnya.

"Iya. Beruang nya sangat besar sekali berbulu hitam dengan kuku cakarnya yang tajam. Dia bisa menerkammu dalam sekali gigitan," bukannya menenangkan, Veeno malah menakut-nakuti mereka.

"AAAH....!! Veeno! Jangan menakut-nakuti kami. Bagaimana kalau beruang itu benar-benar datang?" bentak Viona.

"Cuman beruang. Mereka tidak terlalu berbahaya selama kita tidak menggagunya. Dari pada ketakutan dengan kedatangan binatang itu, kalian mungkin cukup beruntung dapat melihat rusa disini," ujar Hedrick.

"Ada rusa disini?"

"Tentu saja. Mereka biasa datang untuk camilan kecil."

Tak lama akhirnya hidangan mereka siap di sajikan. Hedrick meletakan daging panggang yang telah di baluri bumbu BBQ itu di atas meja piknik. Tak lupa ia juga memberikan satu potong daging tersebut pada anjing kesayangannya. Sementara itu Veeno menuangkan wine ke masing-masing gelas mereka. Gelas diangkat lalu mereka bersulang. Di bawah langit malam bertabur bintang, mereka menikmati pesta kecil-kecilan tersebut. Tidak sampai disitu. Selesai makan malam mereka melanjutkan pesta dengan menari sambil diiringin musik. Viona dan Sara terbuai oleh kesenangan sesaat itu. Mereka berdua sampai mabuk karna Veeno terus menuangkan wine ke gelas mereka.

"Uh... Panas sekali," ujar Viona yang telah dalam keadaan mabuk. Ia mengibas-ngibaskan telapak tangannya untuk menghalau hawa panas yang menyelimuti tubuhnya dengan tangan yang lain melepaskan dua kancing bajunya sampai terlihatlah gumpalan lemak yang begitu menggoda.

"Aku juga. Malam ini benar-benar panas sekali," Sara juga merasakan hal yang sama.

"Kalau begitu sebaiknya kita masuk. Kalian bisa membesarkan temperatur AC-nya jika kalian merasa kepanasan," saran Veeno. Ia bertingkah seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Padahal dia lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sara dan Viona. Veeno telah meletakan sesuatu pada minuman dua wanita tersebut.

"Ide bagus. Tapi..." dengan raut manja dan pipi merona, Viona merentangkan kedua tangannya pada Veeno.

"Ada apa?" tanya Veeno walau ia sudah mengerti apa yang diinginkan Viona.

"Gendong. Kepalaku terlalu pusing untuk berjalan," pinta Viona dalam keadaan mabuk.

"Hah... Baiklah," Veeno mengangkat tubuh Viona lalu membopongnya masuk ke dalam.

"Apa kau juga mau di gendong?" tanya Hedrick pada Sara.

"Em..." Sara menundukkan kepalanya dengan ekspresi malu-malu.

Tanpa menunggu jawaban Hedrick seketika mengangkat tubuh Sara dan membawanya masuk menyusul Veeno dan Viona. Max berlari mendahului tuannya dan pergi entah kemana. Dia adalah anjing yang cuek namun setia dan menuruti semua perintah Hedrick. Harap maklum lah, Max sudah dipelihara sejak kecil. Hedrick begitu memanjakannya dan tidak pernah marah jika Max melakukan kesalahan sebesar apapun. Max bebas bertindak sesuka hatinya. Veeno dan Hedrick membawa Viona dan Sara ke lantai dua menuju kamar mereka. Dua wanita dalam pelukan mereka sudah tampak tersiksa dengan obat tersebut.

"Obatnya cepat berkerja," kata Hedrick yang berhasil menyusul Veeno.

"Tentu. Ini obat terbaik dan paling kuat. Yang spesialnya lagi, kondisi mereka masih dalam keadaan sadar tapi mereka tidak bisa mengontrol keinginan dari tubuh mereka sendiri."

"Sepertinya menarik."

"Selamat bersenang-senang, kawan."

"Selamat bersenang-senang juga untukmu."

Hedrick dan Veeno membuka pintu kamar dan melangkah masuk secara bersamaan ke dalam kamar yang berbeda. Di dalam, Hedrick membaringkan tubuh Sara di atas tempat tidur. Ia berbalik mendekati pintu lalu menguncinya.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

serem nih nampak nya kelanjutan nya

2024-01-20

1

simta dila

simta dila

kok serem ya

2023-10-13

4

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!