Wanita yang baik

Keesokannya Hedrick memutuskan untuk berjemur di dekat kolam berenang. Setelah istirahat semalaman dan terbangun jam delapan pagi, Hedrick sudah merasa mendingan. Rasa pusing serta mualnya telah hilang sepenuhnya. Hanya Sanja Hedrick masih terbayang-bayang wajah wanita semalam. Seorang wanita yang telah berbaik hati menolongnya. Namun lamunan Hedrick buyar seketika saat Veeno memercikan air kolam ke muka begitu ia keluar dari kolam berenang.

"Hei, apa yang kau lamunkan sobat?"

"Kau ini mengganggu ku saja."

"Dari pada kau. Kenapa kau meninggalkan aku sendirian semalam?"

"Kepalaku pusing. Makanya aku cepat-cepat kembali ke kamar."

"Apa?! Kau mabuk laut? Yang benar saja. Ini juga bukan pertama kalinya kita naik kapal. Ada apa denganmu?"

"Entahlah. Mungkin karna tubuhku belum menyesuaikan diri dengan guncangan kapal. Kau tahu sendiri 'kan kalau sudah cukup lama kita tidak berlayar seperti ini. Lagi pula sebelum kita pergi ke acara minum-minum itu sebenarnya badanku memang sudah tidak enak badan."

"Kenapa kau tidak bilang dari awal."

"Aku tidak mau kau kecewa. Kulihat kau sangat antusias ingin menghadiri acara tersebut."

"Kau lumayan perhatian. Tidak salah aku memilihmu menjadi sahabatku."

Tampa peringatan Veeno tiba-tiba menegangkan bagian sandaran dari kursi bersantai yang Hedrick gunakan. Hal itu menyebabkan Hedrick seketika tercebur ke dalam kolam berenang.

"Veeno!!" bentak Hedrick dengan kesal.

Veeno hanya tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... Saatnya lompat!"

Veeno mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya melompat terjun ke dalam kolam. Cipratan air menyebar kemana-mana sampai membasahi salah satu baju seorang wanita yang kebetulan lewat.

"Yaah... Bajuku basa," keluh wanita tersebut.

Hedrick menoleh begitu mendengar suara yang cukup familiar. Dan ternyata benar saja, suara itu berasal dari wanita yang menolongnya semalam. Akibat kepalanya di landa rasa pusing waktu itu, Hedrick tidak terlalu memperhatikan betul raut wajah wanita tersebut. Setelah bertemu lagi dengannya siang ini rupa-rupanya ia lumayan cantik. Rambut hitamnya teruntai panjang menutupi punggungnya. Bertubuh tinggi dengan kulit kecoklatan dibalik dress berwarna pink. Wajah manis ditambah lesung pipit ketika ia tersenyum.

"Hei, maafkan teman saya karna telah membuat bajumu basa," sapa Hedrick sambil berenang mendekati tepi kolam.

Wanita itu mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang baru saja minta maaf padanya. "Ah, rupanya kau. Bagaimana kondisimu? Sudah mendingan?"

"Sangat baik. Setelah minum obat dan istirahat aku sudah merasa sehat. Terima kasih ya."

"Bukan masalah."

"Oh... Apa yang telah aku lewatkan?" Veeno tiba-tiba merangkul bahu Hedrick lalu berbisik. "Siapa wanita cantik ini? Bagaimana bisa kau mengenalnya?"

Dengan ekspresi dingin Hedrick melepaskan rangkulan Veeno lalu membenamkan kepala temannya itu kedalam air untuk beberapa saat. Veeno terbatuk-batuk akibat tertelan air kolam.

"Uhuk! Uhuk! Aku cuman tanya. Kenapa kau marah begitu?"

"Kau pantas mendapatkannya. Lagi pula aku belum membalas perbuatanmu tadi," Hedrick melirik tajam pada Veeno.

"Hihihi.... Kalian berdua seperti anak kecil. Ngomong-ngomong aku belum tahu siapa nama kalian?"

"Namaku Hedrick."

"Kau bisa memanggilku Veeno."

"Oh, kalau namaku Monica. Salam kenal."

Hedrick keluar dari kolam dan duduk di tepiannya. "Apa kau sedang liburan?"

"Iya. Liburan perusahaan. Perusahaan kami memang setiap tahunnya mengadakan liburan seperti ini."

"Kalau boleh tahu, kau berkerja sebagai apa?"

"Aku berkerja sebagai perancang interior. Aku tadi menyempatkan diri berkeliling untuk mencari ide."

"Pada hal kau sedang liburan tapi kau masih memikirkan perkerjaaan. Kebanyakan wanita yang lain pasti sudah bersenang-senang. Mereka tidak akan memikirkan membawa pekerjaan mereka saat liburan," ujar Veeno sambil melirik ke sekelompok wanita yang terlihat asik berenang tidak jauh dari mereka.

"Tidak apa-apa juga. Sejak kecil aku hidup dalam serba kekurangan sampai aku harus kerja paru waktu agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Aku sudah terbiasa seperti ini."

"Jika seandainya kau terlahir dari keluarga kaya, apa kau masih mau berkerja keras mencari uang?" tanya Hedrick.

"Kenapa aku harus malas?" kata Monica balik bertanya. "Tidak selamanya aku harus bergantung pada orang tuaku. Aku adalah seorang wanita yang mandiri. Aku lebih suka berbelanja kebutuhan hidupku dengan menggunakan uang sendiri dari pada minta pada orang tua. Dan lagi aku sangat menyukai pekerjaanku."

Hedrick tersenyum lalu bergumang. "Kau pantas hidup."

"Apa katamu tadi?" tanya Monica.

"Kau sungguh manis saat tersenyum."

Monica terdiam begitu mendengar kalimat tersebut. Dengan pipi merona menoleh pada Hedrick yang ternyata telah berdiri dan menghampiri kursinya. Hedrick menyekat sisa air di tubuhnya.

"Hm, baru kenal beberapa menit kau sudah menggodaku. Dasar."

"Itu bukan menggoda tapi kenyataan. Kau memang manis."

"Monica!"

Terdengar suara seorang pria memanggil Monica dari arah belakang mereka. Hedrick dan Monica sontak menoleh. Seorang pria berambut pirang terlihat berjalan cepat menghampiri mereka. Dari ekspresinya pria itu sepertinya tidak senang.

"Apa yang kau lakukan disini? Aku sendari tadi mencarimu kemana-mana," pandangan pria itu tiba-tiba tertuju pada Hedrick. "Siapa dia?"

"Dia temanku. Tadi aku sedang berkeliling sebentar lalu bertemu dengan mereka disini," jelas Monica.

"Teman?"

Pria itu melirik Hedrick dari ujung kaki sampai kepala seperti sedang menilai penampilannya. Walau ia sedikit iri pada Hedrick karna memiliki tubuh yang lebih sixpack dari dirinya. Veeno tahu betul perasaan iri yang muncul dalam benak pria tersebut. Dengan pikiran jahil ia keluar dari kolam lalu berjalan mendekati temannya.

"Pinjam handukmu sebentar, Hedrick."

Veeno seketika menarik handuk putih yang melingkar di leher temannya itu. Seperti yang diharapkan keseluruhan otot, dada yang bidang dan perut kotak-kotak Hedrick terlihat. Itu tambah membuat pria tadi semakin iri. Sedangkan Monica telah memalingkan wajahnya namun sesekali ia mencuri pandang untuk melihat keindahan tersebut. Sepertinya Monica dibuat terpesona dengan Hedrick.

"Hei! Pakai handukmu sendiri," bentak Hedrick tidak terima handuknya direbut begitu saja.

"Jangan pelit begitu. Aku lupa membawa handukku."

"Ayok pergi Monica," pria itu tiba-tiba menarik tangan Monica menjauh dari Hedrick dan Veeno.

"Kenapa kau tiba-tiba menarik ku pergi?"

"Ikut saja denganku."

"Hedrick, Veeno sampai jumpa lagi ya!" teriak Monica sambil melambaikan tangan.

"Ada apa dengan pria itu? Dia terlihat aneh," kata Hedrick yang terus melirik mereka sampai menghilang diantara orang-orang.

"Mungkin dia iri denganmu. Secara kita tahu kalau tubuhnya itu sudah pendek dan kurus lagi. Aku yakin dia pasti membawa pemberat agar tidak terbawa angin laut," ejek Veeno.

"Oh... Sebab itu kau merebut handukku."

Tanpa peringatan Hedrick seketika mendorong Veeno sampai ia kembali kecebur masuk ke kolam. Lalu Hedrick berlalu pergi meninggalkan Veeno begitu saja.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

Monica jangan jadi target loh ya.. dia baik

2024-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!