Ngomong-ngomong soal Veeno, dimana dia sekarang? Sampai saat ini Hedrick tidak mendapat kabar tentang dirinya. Menelpon tidak, mengirim pesan tidak, memberitahu mau pergi kemana juga tidak. Tapi terkadang Veeno memang sering menghilang entah kemana sampai berhari-hari. Sebab itu Hedrick tidak terlalu memperdulikan soal itu. Siapa yang mau berurusan dengan pria gila seperti Veeno? Malah Hedrick lebih khawatir pada orang-orang yang sok berani mengganggunya.
Kriiiing.....
Hp Hedrick berbunyi saat ia baru keluar dari supermarket. Ia baru selesai berbelanja kebutuhan mingguannya dan sekalian mbelikan makanan untuk Max. Hedrick mengeluarkan hpnya dari saku celananya dan melihat siapa yang menelpon. Ternyata panggilan tersebut berasal dari Veeno. Orang yang dibahas akhirnya menelpon juga. Hedrick segera mengangkat telponnya sambil melangkah menuju mobil.
"Iya, ada apa? Baru sekarang kau ingat padaku?"
"Maaf, maaf. Aku mendapat tugas ke luar kota beberapa hari ini. Aku tidak sempat memberitahumu."
"Paling juga kau sibuk bersama wanita. Seperti kelakuan biasamu."
"Haha... Aku tidak bisa bohong kalau soal itu."
"Lalu, apa alasan kau menelponku? Apa kau sudah menemukan target baru?"
"Sayangnya aku belum menemukan target yang cocok. Tapi aku menelpon karna kemarin Mr. R menelponku. Ia bertanya, apa kita bisa mencarikan organ jantung?"
"Organ jantung?"
"Iya. Ada seseorang yang mau membelinya dan membutuhkan organ tersebut secepat mungkin."
"Golongan?"
"Bebas."
"Eh? Untuk apa orang tersebut organ jantung secepat mungkin tapi golongannya sembarangan?"
"Mana aku tahu."
Disela percakapan Hedrick dan Veeno, tidak jauh dari tempat ia berdiri, Hedrick melihat seorang wanita sedang marah-marah pada laki-laki. Hedrick mengabaikan ocehan Veeno di telpon. Ia lebih memilih mendengarkan arah percakapan dua orang di depannya.
"Sudah aku bilang berkali-kali. Aku tidak mencintaimu. Sudah cukup! Sekarang berhentilah menggaguku!" bentak wanita tersebut sambil hendak masuk ke dalam mobilnya namun tangannya cepat ditahan pria itu.
"Tapi aku mencintaimu, Dassy! Aku sudah memberikan semuanya padamu tapi kenapa kau mencampakan aku seperti ini?"
"Lepaskan aku!" wanita bernama Dassy itu menipis tangan si pria sampai cengkramannya terlepas. "Asal kau tahu saja ya. Aku itu cuman memanfaatkan dirimu. Sekarang kau sudah tidak berguna lagi untukku. Aku telah memiliki pacar baru yang jauh lebih kaya darimu. Selamat tinggal," sambil melambaikan tangan, ia lalu masuk ke mobilnya.
"Keterlaluan kau! Dasar cewek matrek!!!" teriak pria tersebut namun diabaikan.
Dassy menancap gas pergi meninggalkan pria tersebut seperti tidak merasa bersalah. Hedrick yang melihat hal itu dibuat tersenyum-senyum. Ia sudah mengunci targetnya.
"Woi! Hedrick. Kau mendengarkan aku tidak?!" bentak Veeno membuat Hedrick tersadar.
"Ah, iya. Bilang saja pada Mr. R untuk segera menyiapkan uangnya," ujar Hedrick sambil mesuk ke mobilnya dan segera menyusul targetnya.
"Ooh... Apa kau sudah menemukannya?"
"Iya. Baru saja. Aku akan kirimkan fotonya padamu."
"Hei, jangan bersenang-senang sendirian. Tunggu aku kembali."
"Makanya cepatlah kembali. Aku tidak sudih menunggumu."
"Jangan begitu. Jika tidak ada halangan, besok aku akan pulang."
"Iya, iya, baiklah. Sudah dulu ya. Aku harus cepat menyusulnya. Aku tidak mau kehilangan jejaknya."
Hedrick mematikan telponya lalu menambah laju kendaraannya memotong kendaraan lain di depan. Ia berhasil menyusul mobil Dassy. Agar tidak ketahuan dibuntuti, Hedrick sedikit menjaga jarak dari mobil tersebuf. Hampir 30 menit kemudian, mobil Dassy terlihat memasuki kawasan gedung apertemen. Hedrick terus mengikutinya sampai di depan pintu apertemen Dassy.
"Oh... Ternyata disini rumahmu, sayang," batin Hedrick.
Hedrick mengambil foto Dassy yang melangkah masuk ke apertemenya. Setelah itu ia mengirim foto tersebut ke Veeno. Baru hendak melangkah pergi, hal yang tidak terduga terjadi. Dassy ternyata kembali keluar. Ia pulang hanya untuk berganti pakaiannya saja. Tidak mau melewatkannya, Hedrick mengambil kesempatan ini untuk membuntuti Dassy lagi. Mungkin hari ini juga Hedrick dapat menjerat Dassy. Dengan begitu ia bisa mendapatkan organ jantung tersebut sesegera mungkin. Ikan penghasil uang yang manis jangan sampai terlepas.
"Kau mau kemana gerangan manis? Dengan pakaian yang begitu mengoda seperti itu, apa kau ingin merayu pria kaya?" gumang Hedrick begitu melihat penampilan Dassy yang seksi.
Dassy turun dari apartemen yang ada di lantai empat lalu melangkah keluar dari gedung tersebut. Ia terlihat sedang menunggu seseorang. Tanpa basa basi lagi, Hedrick yang telah kembali ke mobilnya malah berhentikan di depan Dassy. Ia menurunkan kaca mobilnya. Dassy tahu betul kalau bukan mobil itu yang ia tunggu. Dengan raut wajah bingung, Dassy melirik ke si pengemudi.
"Butuh tumpangan manis?" sapa Hedrick.
"Maaf, aku sedang menunggu seseorang," jawab Dassy dengan sinis.
"Siapa? Pacarmu, 'kah?" tanya Hedrick mulai menggoda.
"Iya. Dan dia itu sangat kaya. Jadi jangan sok akrab denganku. Kau tidak sebanding dengannya."
"Benarkah? Seberapa kaya dia kalau boleh tahu?"
"Yang jelas lebih kaya darimu. Dia adalah seorang direktur dari perusahaan besar."
"Oh... Aku juga seorang direktur," bohong Hedrick.
"Kau seorang direktur? Aku tidak percaya. Mana ada direktur naik mobil kecil seperti ini. Sudah, sudah, jangan membual. Lebih baik kau pergi dari sini."
"Tidak percaya ya sudah. Kebetulan saja aku tertarik melihatmmu. Tapi kalau boleh aku katakan, sungguh sangat kasihan wajah cantikmu itu mau saja dibelai seorang pria tua. Tadinya jika kau mau aku ingin mengajakmu ke mall. Aku ada pesta malam ini dan aku tidak memiliki pasangan. Sangat disayangkan," ujar Hedrick sambil memperlihatkan kartu platinum diantara kedua jarinya.
Kartu platinum biasanya digunakan sebagai tanda bukti derajat tinggi seseorang. Minimal saldo rekening yang dimiliki mencapai 1 juta dolar untuk mendapatkan kartu kredit platinum tersebut. Dari hasil penjualan organ dalam tubuh manusia yang bisa mencapai ratusan dolar, memiliki kartu tersebut bukan peekara sulit bagi Hedrick.
"Kartu platinum?! Kartu seperti itu hanya dimiliki oleh seorang miliyader. Itu berarti dia sungguh seorang direktur muda. Kalau begitu aku sangat beruntung sekali dia tertarik denganku. Aku sudah lelah menghadapi si pria tua bangka mesum itu. Saatnya mencari yang baru," batin Dassy. "Tunggu."
Dengan cepat Dassy mencegat mobil Hedrick sebelum pergi. Hedrich tersenyum melihat rencananya berjalan lebih dari apa yang dipikirkannya. Ini terlalu mudah.
"Iya."
"Aku sadar kalau sikapku tadi kurang sopan. Aku minta maaf. Sejujurnya aku baru putus dengan pacarku. Sebab itu aku sedikit terbawa emosi," nada bicara Dassy seketika berubah 180°.
"Oh... Aku mengerti perasaanmu. Bagaimana kalau kita ke kafe, ngobrol sebentar sambil mengenal antara satu sama lain?" ajak Hedrick.
"Aku mau sekali."
"Tapi, bagaimana dengan teman kencanmu?"
"Alah, dia bukan siapa-siapa. Tidak perlu pedulikan dia."
"Baguslah kalau begitu. Ayok masuk."
.
.
.
.
.
.
ξκύαε
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
mangsa baru
2024-01-21
1
siapa aku
🤣🤣 gk di dunia nyata, gk di dunia novel, sama aja, klo denger yg namanya uang🤣🤣🤦♀️
2023-12-19
2