Tidak segan-segan lagi

"He-Hedrick?!" kata Sara dan Viona bersamaan. Mereka melangkah mundur perlahan dengan tubuh gemetar.

"Hm. Jadi kalian telah mendengar percakapan kami, itu berarti kalian tidak boleh dibiarkan keluar dari tempat ini."

"Kenapa kau mau membunuh kami? Apa salah kami?" tanya Viona dengan nada tinggi.

"Karna untuk membungkam kalian."

"Kami janji tidak akan memberitahu orang lain. Mohon lepaskan kami."

"Hanya orang yang telah meninggal yang bisa dipercaya janjinya," dengan tatapan tajam Hedrick berjalan mendekati kedua gadis itu.

"Kau mau membunuh kami? Bermimpilah!"

Sara melemparkan vas bunga yang berhasil digapainya berkat pengalihan perhatian Viona. Hedrick menangkis vas bunga tersebut dengan mengunakan tangannya, namun pecahan vas bunga itu malah melukai tangannya sendiri. Sara dan Viona mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri.

"Kalian akan membayarnya."

Hedrick mengejar mereka berdua yang hendak turun ke bawah. Namun diperjalanan menuju tangga, Sara dan Viona tampa sengaja menabrak Veeno dari arah berlawanan. Hal itu menyebabkan mereka berdua terduduk.

"Aduh... Punggungku sakit sekali," rintih Viona.

"Dasar kau Hedrick! Kau menipuku! Ternyata benar mereka bersembunyi di kamar itu," bentak Veeno sambil cemberut.

"Jangan salahkan aku. Ini adalah sebuah permainan, bukan? Memangnya aku mau membiarkanmu menang?"

"Chk! Kalian pikir kami ini cuman mainan kalian, apa?!!" bentak Sara tidak terima.

"Tentu saja. Memangnya apa lagi?" Veeno membungkukkan badan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sara dan Viona. "Kalian cuman sekedar mainan yang terpilih untuk memuaskan nafsu kami."

"Hei, gunakan kata yang berbeda agar mereka tidak salah paham," ujar Hedrick.

"Oh, ya. Nafsu yang ku maksud disini iyalah kesenangan kami terhadap permainan berdarah. Aku harap kalian mengerti..."

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di wajah Veeno sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. Veeno hanya melirik tanpa ekspresi wajah gadis yang baru saja menamparnya ini.

"Kami bukan mainanmu! Kami bukan boneka yang bisa diperlakukan sesuka hatimu!"

"Kau sungguh berani menamparku? Tenagamu lumayan juga. Aku merasakan sakit. Tapi aku menyukainya," Veeno malah tersenyum sambil berjongkok di depan Viona. "Lakukanlah lagi manis."

Bugk!

Bukannya tamparan tapi kali ini sebuah tonjokan menghantam wajah Veeno. Tidak mengira itu akan datang, Veeno dibuat tersungkur dengan sudut bibi terluka. Ia menyekat darah di bibirnya menggunakan lidahnya sendiri.

"Rasakan itu dasar pria gila!!" bentak Sara dengan garangnya. Ia mengambil kesempatan ini menarik Viona pergi.

"Bagaimana rasanya? Salah kau juga sih selalu memancing amarah mereka," kata Hedrick berjalan melalui temannya itu.

"Hm! Ini salah gadismu itu. Beraninya dia ikut campur," Veeno berdiri dan bergegas menyusul Hedrick. "Kau harus menghukumnya lebih berat!"

"Kau hukum saja sendiri. Aku juga sedikit ingin berlama-lama dengannya dulu."

"Oh, apa ada yang spesial dari dirinya sampai kau ingin menyimpannya lebih lama?"

"Iya. Dia satu-satunya dari teman bermainku yang masih perawan. Kau percaya itu?"

"Tidak mungkin. Gadis pemalu itu saja sudah hilang segelnya."

"Tidak percaya, ya sudah. Ayok mulai serius."

"Aku sudah serius dari tadi."

Baru menginjakan kaki di lantai dasar, Hedrick dan Veeno tiba-tiba mendengar suara kaca pecah. Mereka mempercepat langkah mereka menuju sumber suara yang berasal dari ruang bersantai. Sampai disana mereka berdua mendapati Sara dan Viona sedang berusaha memecahkan kaca jendela dengan kursi kayu. Namun terlihat usaha mereka belum membuahkan hasil. Kaca jendela itu tidak retak sama sekali. Suara yang mereka dengar tadi rupanya berasal dari botol wine yang tidak sengaja tersengol dan jatuh ke lantai.

"Sungguh usaha yang sia-sia. Kalian tidak akan bisa memecahkan kaca jendela di vila ini. Ketebalan kaca tersebut mencapai satu setengah senti meter dan tahan banting," ujar Veeno sambil melemparkan pisau dapur yang sendari tadi dibawanya.

Pisau itu melesat cepat ke arah Viona. Sara berusaha menarik Viona agar terhindar dari pisau tersebut, namun biarpun begitu Sara masih terlambat. Pisau tersebut berhasil menggores lengan kanan Viona.

"AAAH!!" pekik Viona sambil mencengkram tangannya yang terluka.

"Viona!" kata Sara histeris melihat temannya terluka. "Keterlaluan kalian!"

"Wine yang bagus kenapa kalian pecahkan?"

Hedrick memungut bagian paling besar dari botol wine yang pecah itu di lantai lalu tampa peringatan ia melemparkannya ke arah Sara dan Viona. Hal hasil botol tersebut pecah menjadi serpihan kecil-kecil begitu menghantam tembok. Hedrick sama sekali tidak menargetkan tubuh kedua gadis itu namun pecahan botol kaca tersebut berhamburan menghujani Sara dan Viona. Bagian-bagian yang tajam seketika menggores kulit mereka yang putih. Darah segar perlahan mengalir dari luka yang terbuka dengan rasa perih menyelimutinya.

"Berlarilah sayang. Ayok bangkit dan berlarilah," ujar Hedrick dengan tatapan dingin membunuh.

Dengan air mata telah membasahi pipi, Sara segera membantu Viona bangkit lalu mereka berdua berlari keluar dari ruangan tersebut. Mereka tidak punya pilihan lain sekarang. Hedrick dan Veeno mulai serius dan kini tidak segan-segan lagi melukai mereka atau mungkin membunuh. Tapi kemanapun mereka bersembunyi di dalam vila itu, tetap saja Hedrick atau Veeno akan bisa menemukan mereka. Hedrick dan Veeno jauh lebih mengenal setiap sudut vila tersebut dibandingkan Sara dan Viona. Setiap ruangan yang terhubung antara satu sama lain didesain seperti labirin. Karna ini lah membuat Sara dan Viona kesulitan mencari jalan keluar.

Disaat Sara dan Viona dilanda ketakutan, Hedrick dan Veeno malah kegirangan. Dengan cambuk di tangannya, Hedrick tidak segan-segan menggunakanya untuk mencabuk kedua gadis itu begitu bertemu. Jika Hedrick menggunakan cambuk sebagai senjata, Veeno tetap setia meleparkan pisau dapur. Tidak tanggung-tanggung, ia menenteng semua jenis pisau dapur mulai dari yang terkecil sampai pisau untuk memotong daging. Hedrick dan Veeno memang belum menangkap Sara dan Viona, mereka masih ingin melihat raut wajah penuh ketakutan yang berlari terbirit-birit dengan susah payahnya. Bercak darah dari luka-luka Sara dan Viona yang tinggalkan di lantai semakin memudahkan Hedrick dan Veeno menemukan mereka.

Sara dan Viona sudah ingin menyerah. Tubuh mereka kini penuhi lebam dan luka akibat cambukan dan goresan pisau. Dengan nafas terengah-engah mereka beristirahat sebentar di salah satu kamar di lantai dua. Pintu kamar tersebut mereka ganjal dengan tumpukan semua barang-barang yang ada sampai menjulang tinggi.

"Sayang, buka pintunya!" teriak Veeno sambil menggedur pintu berkali-kali.

"Mereka datang. Bagaimana ini?" kata Viona kembali panik.

"Kita coba keluar dari balkon."

Sara dan Viona mencoba mendobrak pintu kaca yang mengarah ke balkon. Namun percuma pintu tersebut tidak bergerak sama sekali. Disisi lain Hedrick dan Veeno juga sedang berusaha membuka paksa pintu kamar tersebut. Beberapa barang yang mereka susun untuk menggajal pintu mulai berjatuhan.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

seru ih

2024-01-21

1

Al Fatih

Al Fatih

menegangkan.....

2023-12-09

2

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!