Rencana liburan

"Mau kita habiskan untuk apa uang ini?" tanya Veeno kembali mengumpulkan uang yang ia hambur-hamburkan.

"Bagaimana kalau kita habiskan di casino mewah. Sudah lama sejak terakhir kita bersenang-senang disana," kata Hedrick memberi saran.

"Ide bagus. Hari ini juga kita berangkat ke luar kota..."

"Nanti," potong Hedrick.

"Apa?"

"Casino yang aku maksud bukannya berada di luar kota."

"Lalu ada dimana? Kalau casino di kota ini sama sekali tidak menyenangkan. Atau jangan-jangan kau menyarankan casino yang ada di luar negeri?"

"Tidak keduanya. Aku berpikir lebih baik kita memilih casino yang mengapung di atas air."

"Casino di atas air? Oh... Maksudmu casino yang ada di kapal pesiar?"

"Tepat sekali. Bukankah itu jauh lebih menyenangkan? Berlayar di atas obak..."

"Haha.... Aku sangat suka dengan idemu itu kawanku," Veeno seketika merangkul leher Hedrick itu sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. "Mulai besok kita bersiap-siap liburan di kapal persiar. Jika beruntung kita mungkin mendapat target baru disana."

"Tidak bisa," Hedrick melepaskan rangkulan Veeno. "Keterampilan seni hanya untuk kota kita dan syaratnya juga harus wanita yang tinggal disini agar kesan terornya lebih mencekam. Bukankah kau sendiri yang bilang soal itu?"

"Tidak, ini hanya untuk bersenang-senang. Jika memang dapat, kita bisa melakukannya secara tertutup, tidak perlu membuat seni. Buang saja mayatnya ke laut, beres 'kan? Kalau ditemukan juga paling sudah berhari-hari dari kita membunuhnya atau mayatnya malah dimakan ikan."

"Terserah kau saja. Yang pasti aku mau bersantai selama pelayaran nanti," ujar Hedrick sambil membaringkan tubuhnya.

"Bagaimana dengan kekasihmu itu? Kalau tidak salah dia sudah mendekati waktu melahirkan. Tinggal waktu beberapa minggu lagi, 'kan?" tanya Veeno mengalihkan topik pembicaraan.

"Iya. Tapi aku yakin dia akan baik-baik saja."

"Lalu, si Sara itu? Mau sampai kau menyimpannya?"

"Entahlah. Aku juga sudah lama tidak menemuinya. Ayok kita periksa," Hedrick seketika bangun dan turun dari tempat tidur.

"Kalimat itulah yang aku tunggu."

Veeno bergegas menyusul Hedrick yang telah melangkah keluar. Mereka berdua pergi menuju kamar dimana Sara disekap. Sampai di depan pintu kamar Sara dan baru hendak membuka kuncinya, tidak jauh dari mereka datang seorang pelayan wanita sambil membawa nampan berisi makan malam.

"Mr. Hedrick, Mr. Veeno. Ada yang bisa saya dibantu?" tanya pelayan tersebut.

"Apa makanan itu untuk Sara?" tanya Hedrick saat melihat nampan yang dibawa pelayan tersebut.

"Iya. Ini untuk Miss. Sara..."

"Miss. Sara? Sejak kapan wanita itu menjadi nona di vila ini?" tanya Hedrick.

"Oh, maafkan saya Mr. Hedrick. Saya pikir Miss. Sara sama dengan Miss Felicia," pelayan tersebut membungkukkan badannya minta maaf dengan anggun.

"Jangan coba-coba samakan mereka berdua. Sara hanyalah tawanan biasa di vila ini. Mengerti?"

"Saya mengerti Mr. Hedrick. Jadi... Itu berarti kami tidak perlu memperlakukan dia dengan baik?" tanya pelayan itu hati-hati.

Dari raut wajahnya, Hedrick sangat mengerti apa yang ada di pikiran pelayan kecilnya ini. "Jangan sampai membuat dia mati. Sekarang pergilah. Biar kami yang membawakan makanan itu untuknya."

"Baiklah. Maaf merepotkan Mr. Hedrick dan Mr. Veeno," pelayan itu menyerakan nampan yang dibawanya.

"Oh, iya. Untuk beberapa hari kedepan maaf merepotkan kalian berempat. Aku dan Veeno akan liburan di kapal pesiar. Tolong titip mereka, ya."

"Mr. Hedrick tidak perlu khawatir. Kami pasti menjaga mereka berdua dengan sangat baik. Selamat menikmati liburan kalian," kata pelayan itu dengan senyuman lalu berbalik pergi.

"Aku pikir kau memperlakukannya secara istimewa tapi ternyata tidak," kata Veeno begitu bayangan dari pelayan itu tidak terlihat lagi.

"Aku mau membuat ia menderita disini, bukannya memanjakan dia."

"Dan kau meminta kedua gadis itu yang melakukannya?"

"Mereka berdua begitu manis saat di depan kita tapi dapat berubah menjadi iblis begitu dibelakang kita. Sebab itulah mereka berdua yang terpilih menjadi pelayan disini."

"Karna alasan ini aku terkadang suka menyekap mangsa kita paling tidak sehari sebelum dieksekusi. Walau mereka kedua pelayan itu hidup dalam kemewahan di vila ini tapi tetap saja mereka bisa merasa bosan."

Venno memutar knop pintu kamar tersebut. Begitu pintu terbuka, mereka tiba-tiba disambut dengan ayunan sebuah kursi kayu. Beruntung Veeno berhasil menangkisnya.

"Apa kau sangat suka mengayunkan semua prabotan kami?" tanya Veeno pada Sara.

"Kalian?!"

Sara tampak terkejut begitu tahu yang masuk ke kamarnya ternyata Hedrick dan Veeno, bukan si pelayan yang ia tunggu-tunggu. Sara seketika mengambil langkah mundur sejauh mungkin dari mereka.

"Apa yang mau kau lakukan tadi? Apa kau mencoba melukai orang-orangku agar dapat kabur dari tempat ini?" tebak Hedrick sambil meletakan nampan yang ia bawa di atas meja.

"Jangan terlalu naif. Kau tidak akan bisa keluar dari sini. Semua orang yang kami perkerjakan bukanlah orang sembarangan. Bahkan seorang pelayan saja dapat membunuhmu," sambung Veeno.

"Mau sampai kapan kalian mengurungku disini? Dimana Viona?" tanya Sara.

"Jangan khawatir. Temanmu itu baik-baik saja," bohong Veeno.

Sara memang tidak mengetahui kalau sebenarnya Viona telah meninggal di hari pertama mereka disekap. Selama seminggu ini Sara dikurung di kamar tersebut tanpa tahu apa yang ada di luar. Bahkan ia tidak tahu jam berapa sekarang serta sudah berapa lama ia disekap oleh Hedrick dan Veeno. Tidak ada jam dan jendela sama sekali di kamar tersebut. Hanya ada satu tempat tidur, lemari pakaian dan kamar mandi.

"Aku ingin bertemu dengannya. Dimana dia sekarang?" pinta Sara.

"Dia tidak ada di vila ini. Viona sudah aku kirim ke tempat lain. Nanti juga kau akan menemuinya," jawab Veeno.

"Lupakanlah Viona untuk sesaat. Lebih baik kau habiskan makan mu ini. Aku sudah susah payah membawakannya untukmu."

Sara hanya terdiam sambil melirik makanan yang dibawakan Hedrick. Ia sebenarnya sangat engan untuk makan makanan tersebut tapi perutnya terasa lapar.

"Kenapa kau berdiam diri disana? Apa kau lupa dengan peraturannya?" kata Hedrick membuat Sara tersentak.

"Aku tidak lupa."

Sara seketika mendekat dan memakan makanan tersebut dengan lahap. Ia sama sekali tidak mau menerima hukuman jika melanggar peraturan yang Hedrick buat.

"Aku jadi penasaran, hukuman apa yang kalian maksud?" tanya Veeno.

"Ada deh."

"Kau selalu saja tidak mau memberitahuku," ujar Veeno sambil cemberut.

"Jadi, apa yang kalian mau dariku?" tanya Sara setelah ia menyelesaikan makannya.

"Tidak ada. Kami cuman ingin melihat keadaanmu. Apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Hedrick balik.

"Iya. Sebenarnya kami mau liburan beberapa hari kedepan. Mungkin kau mau nitip oleh-oleh?"

"Aku tidak mau apapun. Nanti kalian malah minta bayaran lagi," tolak Sara.

"Jangan malu-malu, mumpung kami sedang baik hati hari ini. Kau pasti tidak ingin membuat kami marah karna telah menolak kebaikan kami, bukan?"

Tidak ada kata penolakan. Sara benar-benar dibuat tidak berdaya. "Baiklah, aku mau peralatan kosmetik saja," kata Sara sembarangan. Tidak ada sesuatu yang terlintas dipikirannya.

"Untuk apa kau barang kosmetik? Kau juga tidak akan peegi kemana-mana," ujar Veeno.

"Tidak apa-apa jika itu yang ia mau. Setidaknya ia bisa tampil cantik untuk kita."

"Hahaha..." tawa Hedrick dan Veeno dengan lucunya. Mereka berdua melangkah keluar dari kamar tersebut meninggalkan Sara sendirian yang cemberut masam.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

pelayannya tak kalah mengerikan

2024-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!