Teka-teki kode

Pagi-pagi Hedrick telah berangkat ke kantornya dengan santai nya. Ia tidak terlalu mempedulikan berita yang telah beredar pagi ini. Dengan langkah biasa ia berjalan menuju ruang kerjanya. Desas desus dari kalangan wanita yang bergosis ia dengarkan sekali lewat saja. Tidak ada percakapan lain selain kengerian mereka mendengar berita tentang penemuan mayat perempuan itu. Mereka mulai ketakutan dan cukup bertanya-tanya siapa gerangan dalang dari balik semua ini. Dalam hati Hedrick hanya tersenyum lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

"Drick, apa kau sudah mendengar tentang berita penemuan mayat wanita itu?" tanya rekan kerja Hedrick yang duduk di sebelahnya.

"Sepanjang jalan tadi semua wanita yang aku temui membicarakannya," jawab Hedrick tanpa menoleh sedikitpun.

"Kira-kira siapa ya pelakunya?"

"Apa peduli kita tentang pelakunya? Kenal dengan wanita itu saja tidak."

"Kau benar. Tapi sungguh kasihan juga, wanita secantik itu dibunuh dengan sangat keji. Aku melihat fotonya yang beredar di media sosial kalau dibagian tubuhnya banyak bekas jahitan."

"Aku akui kalau orang yang membunuh nya itu tidak memiliki perasaan. Tapi kita tidak tahu motif dari pembunuhan tersebut. Bisa jadi si wanita itu sendiri yang salah dan akhirnya dibunuh."

"Mungkin saja. Terkadang memang banyak wanita yang memiliki perangai buruk. Cuman mengandalkan kecantikan mereka hanya untuk merayu pria agar dapat menguras harta bendanya."

"Wanita-wanita seperti itu memang tidak patut dikasihani."

...⚛⚛⚛⚛...

Di kantor polisi yang menyelidiki kasus penemuan mayat tersebut.

"Bagaimana hasil otopsi dan penyelidikan dari rumah sakit?" tanya kepala polisi yang menangani kasus tersebut pada bawahannya.

"Hasil dari otopsi telah keluar. Menurut hasil pemeriksaan, selain 14 luka jahitan di sekujur tubuh, diperkirakan semua orgar tubuh korban dikeluarkan terlebih dahulu sebelum akhirnya di masukan kembali dan dijahit. Ini ditandai dengan susunan semua organ yang tidak sesuai. Satu mata dan satu jari manis sebelah kiri korban hilang. Terdapat juga kekerasan seksual pada korban sebelum akhirnya dibunuh. Tidak ditemukan jejak pelaku di tubuh korban selain secarik kertas berisi kode. Kode tersebut sama persis dengan kode yang ditemukan di dekat korban mutilasi minggu lalu, pak," jelas bawahannya.

"Apa?! Itu berarti kejahatan ini dilakukan oleh pelaku yang sama?" kepala polisi tersebut cukup terkejut mendengarnya.

"Benar sekali, pak."

"Apa kalian sudah tahu identitas dari korban?"

"Karna berita ini cepat menyebar, apa lagi dari media sosial. Ada sepasang suami istri yang mengaku sebagai orang tua dari korban setelah melihat foto mayat tersebut di media sosial."

"Lalu, bagaimana penyelidikannya?"

"Mereka sungguh orang tuanya. Korban bernama Viona, umur 23 tahun. Seorang mahasiswi di bidang studi hukum. Dua hari lalu ia berencana liburan bersama teman-temannya. Pihak keluarga tidak mengetahui dimana lokasi liburan mereka."

"Bagaimana kabar dari teman-temannya yang lain?"

"Hanya ada satu orang yang kami ketahui. Dia bernama Sara, umur 23 tahun. Seorang mahasiswi di bidang studi sastra, satu kampus dengan korban. Sampai saat ini keberadaannya masih dalam pencarian. Kemungkinan besar dia juga menjadi korban dari kasus ini."

"Baiklah..."

"Pak, kami telah mendapatkan hasil rekaman cctv di jalan tersebut," kata bawahannya yang lain sambil berjalan mendekat.

"Bagaimana hasilnya?"

"Sekitar pukul 02.05 dini hari, terlihat sebuah mobil van berwarna hitam berhenti di dekat TKP. Ada dua orang tertangkap cctv sedang menurunkan kotak tersebut. Kemungkinan besar mereka lah pelakunya."

"Dua orang, ya. Bagaimana hasil dari rekaman cctv dari jalan yang lain? Kemana perginya mobil van tersebut?"

"Mobil tersebut terlihat meninggalkan pusat kota, pergi ke arah tenggara."

"Lakukan pencarian di sekitar tenggara di luar pusat kota," perintah kepala polisi itu.

"Baik, pak," polisi tersebut segera menjalankan tugas dari atasannya.

"Berikan padaku foto kedua kode yang ditinggalkan pelaku."

"Baik, pak. Ini foto kode dari kasus pertama," polisi itu menyerahkan selembar foto pada atasannya. .

"Dan ini foto kode dari kasus kedua."

"Aku pastikan akan memecahkan kasus ini sebelum terjadi korban lagi. Aku akan menangkap mereka"

...⚛⚛⚛⚛...

Sehabis pulang kerja, Hedrick langsung kembali ke vila sendirian. Tidak untuk menemui Sara tapi dia datang khusus untuk memeriksa keadaan dari tawanannya yang lain. Seorang wanita berambut pirang, bermata biru, berhidung mungil dengan bibir merah delimanya sungguh menawan. Tidak heran ia dapat menjadi cinta pertama Hedrick. Awal pertemuan mereka adalah semasa kuliah semester pertama. Hedrick langsung jatuh hati saat melihat kecantikan Felicia untuk pertama kalinya. Sama seperti mendekati korbannya, Hedrick menggunakan rayuan untuk menarik perhatian Felicia namun secara serius. Tapi sayangnya Felicia hanya menganggap Hedrick sebagai teman biasa, tidak lebih.

Pantang menyerah dan tidak mau kehilangan sang pujaan hati, Hedrick memutuskan untuk melamar Felicia dihadapan seluruh mahasiswa dan mahasiswi kampus. Karna tidak ada perasaan cinta sama sekali Felicia menolak lamaran tersebut dengan alasan ingin fokus belajar. Hedrick yang sudah tahu kalau Felicia tidak memiliki perasaan cinta padanya tidak menerima alasan terebut. Merasa dipermalukan karna di tolak dihadapan semua orang, satu bulan setelahnya Hedrick melancarkan aksi penculikan terhadap Felicia. Selama lebih dari enam tahun ini Felicia disekap di salah satu ruangan di vila tersebut. Tidak hanya disekap saja, Felicia juga mendapat pelecehan seksual sampai menyebabkan dia hamil dan melahirkan.

Terhitung sudah empat bayi yang dilahirkan Felicia dari hubungannya dengan Hedrick. Bukannya membiarkan bayi-bayi tersebut dirawat ibunya, Hedrick malah menjual mereka di situs ilegal perdagangan manusia. Dari hasil penjualan tersebutlah ia dapat merenovasi vila, membeli mobil dan memenuhi kebutuhan sehari-hari Felicia sendiri serta tambahan untuk mengaji dua pembantu yang merawatnya.

Sampai di vila seorang penjaga menyambutnya. Total ada dua penjaga kepercayaan Hedrick dan Veeno yang diperkerjakan di vila ini. Selain untuk menjaga vila, mereka juga biasa diminta untuk membereskan semua barang bukti yang ada dari aksi tindak kejahatan bos mereka. Hedrick segera menuju kamar dimana Felicia disekap. Ruangan yang tidak terlalu luas. Hanya ada satu kasur, selimut dan beberapa bantal namun tanpa ranjang, kamar mandi dan satu lemari pakaian. Sebagai hiburan disediakan tv layar lebar yang hampir memenuhi sebagian besar dari dinding kamar tersebut.

Awalnya Hedrick membiarkan Felicia mengakses seluruh ruangan di vila ini dengan bebas dan semua kemauannya dituruti. Namun selama setahun disekap, ada-ada saja akal Felicia untuk melarikan diri. Sudah tak terhitung berapa kali ia mencoba kabur dari tempat itu dan terakhir Felicia kedapatan mengiris pergelangan tangannya sendiri untuk mengakhiri hidupnya. Tidak mau Felicia melakukan hal nekat lagi, Hedrick terpaksa mengurungnya dengan rantai yang mengikat di kedua tangannya.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

wah.. wah..lengkap kejahatannya

2024-01-21

1

Isnaaja

Isnaaja

wah si hedrick sintingnya gak ketulungan.

2024-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!