Kasus ketiga

Ding dong.

Bell rumah berbunyi. Seorang pria berkacamata keluar dari pintu rumah tersebut.

"Iya."

"Dengan Mr. Paul?"

"Iya. Saya sendiri."

"Ini ada kiriman untuk anda," kata kurir pos itu sambil menyerakan sebuah kotak besar berwarna coklat.

"Em... Dari siapa?" tanya Mr. Paul begitu menerima kotak tersebut.

"Tidak tahu. Tidak ada nama pemilik di kotak itu. Mohon tanda tangan disini."

Tanpa menaru curiga, Mr. Paul menandatangani kertas tanda terima barang tersebut. Kurir pos itu lalu berlalu pergi. Mr. Paul masuk kembali ke apartemennya. Ia meletakan kotak itu di atas meja lalu membukannya. Betapa terkejutnya ia begitu mendapati isi dari kotak tersebut adalah sebuah kepala manusia. Sangking terkejutnya, ia sampai terduduk di lantai dan kotak tersebut jatuh dengan isinya terkeluar. Mr. Paul mencoba mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya yang shock.

"Si-siapa yang membuat lelucon ini? Sungguh tidak lucu!"

Setelah agak tenang, Mr. Paul memberanikan dirinya melihat kepala siapakah itu. Secara sekilas ia merasa mengenalnya. Lagi-lagi ia kembali dibuat kaget. Ternyata kepala tersebut adalah kepala dari mantan pacarnya yang ia temui kemarin. Ada selembar kertas tergeletak di samping kepala Dassy. Dengan tangan gemetar Mr. Paul meraih kertas tersebut lalu membaca pesan yang tertulis disana.

..."Kami telah membantu membalaskan dendam pada mantan pacarmu. Tidak perlu berterima kasih."...

...Catatan : Bagian tubuhnya yang lain ada di dalam sebuah koper yang telah kami hanyutkan di sungai....

Setelah membaca pesan tersebut, Mr. Paul segera mengghubungi polisi. Akibat masih shock, ia menceritakan semuanya dengan bibir gemetar dan keringat bercucur deras di pelipisnya. Ia tidak berani mendekati kotak serta kepala mantan kekasihnya itu, apa lagi menyetuhnya. Walau dalam benaknya ia sangat membenci Dassy karna telah memanfaatkan dirinya namun tetap saja Dassy perna menjadi wanita yang ia cintai. Mr. Paul merasa tidak tega melihat raut wajah cantik yang perna ia belai dengan mesra kini berubah mengerikan. Selang beberapa menit kemudian polisi sampai di apartemennya. Begitu masuk, dua polisi itu mendapati Mr. Paul tengah duduk di atas sofa sambil memeluk lututnya. Pandangannya kosong dan tubuhnya masih terlihat gemetar ketakutan. Ia tampak shock berat atas kejadian ini.

"Mr. Paul," panggil salah satu polisi itu. "Anda baik-baik saja?"

"Iya. Terima kasih telah datang secepatnya," Mr. Paul beranjak dari sofa. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

"Bisa ceritakan apa yang terjadi secara mendetail?" kata polisi itu sambil mengeluarkan buku catatan kecil.

Mr. Paul menceritakan semua kejadian sampai yang kecil sekalipun. Termasuk pertengkarannya dengan Dassy kemarin. Polisi itu juga menanyakan beberapa pertanyaan yang dijawab jujur oleh Mr. Paul. Sedangkan polisi yang lain memeriksa kotak berserta kepala korban untuk mencari petunjuk dari kasus ini. Ia juga memeriksa isi surat yang ditinggalkan si pelaku. Mengetahui pesan soal keberadaan bagian tubuh korban ada di dalam koper yang dihannyukan ke sungai, polisi itu segera melaporkan hal ini pada atasannya. Mendapat kabar tersebut kepala polisi itu langsung bertindak. Ia memerintahkan sebagian besar bawahannya untuk menyelusuri aliran sugai untuk mencari koper yang di maksud.

Hampir menjelang sore akhirnya koper di temukan. Koper tersebut tersangkut di ranting pohon tumbang akibat tanah dipinggiran sungai yang ambas. Begitu koper dibuka untuk memastikan bahwa itu merupakan koper yang benar, mereka di kejutkan dengan potongan tubuh manusia yang telah membusuk di dalam koper berukuran cukup kecil tersebut. Tapi bukan itu saja yang membuat mereka tersentak kaget. Mereka juga menemukan selembar kertas terselip di koper itu dengan sebuah kode di atasnya. Mereka seketikan menyimpulkan kalau kasus ini di lakukan oleh orang yang sama dengan dua kasus pembunuhan tempo hari yang sampai sekarang belum terpecahkan. Koper berisi potongan tubuh itu segera diamankan untuk pengedetifikasian lebih lanjut dan pencocokan apa benar potongan tubuh tersebut milik dari Dassy yang kepalannya dikirimkan pada mantan kekasinya.

"Bagaimana hasil penyelidikannya?" tanya kepala polisi itu pada anak buahnya yang ditugaskan. Dari raut wajahnya ia tampak kesal. Sekali lagi ia kecolongan.

"Menurut keterangan dari Mr. Paul, korban bernama Dassy, umur 25 tahun. Dia adalah mantan kekasi Mr. Paul. Sempat terjadi perselisian antara Mr. Paul dengan korban di depan sebuah supermarket. Saat ini salah satu petugas sedang memeriksa rekaman cctv di supermaket tersebut."

"Dia bisa saja memjadi tersangka karna memiliki motif untuk melakukan tindak pembunuhan. Tapi yang menjadi masalah disini adalah secarik kertas berisi kode tersebut."

Dengan geram kepala polisi itu memukul meja untuk melampiaskan kekesalannya. Selembar foto dari kode kasus ketiga jatuh ke lantai.

Bawahannya itu memungutnya lalu meletakan kembali foto tersebut di atas meja.

"Kami sempat mempertanyakan tentang kedua kasus sebelumnya pada Mr. Paul, namun dia sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan kedua korban maupun salah satu wanita yang hilang itu. Dan juga tidak ada motif yang kuat baginya untuk melakukan pembunuh pada mereka."

"Pak, hasil otopsi dari rumah sakit telah dikirimkan," kata salah seorang polisi lainnya sambil menyerahkan data dari rumah sakit.

"Terima kasih," kepala polisi itu menerima data tersebut lalu membacanya. "Menurut hasil pemeriksaan, terdapat tiga tusukan benda rucing seperti paku di tubuh korban dan satu luka akibat pisau yang menembus rahimnya. Dari keseluruhan potongan tubuh yang ada dalam koper tersebut hanya gumpalan lemak di dada dan jantung korban yang hilang. Selain di wajah, ditemukan juga bekas luka akibar Asam Sulfat di betis sampai pahanya."

"Hmm... Setiap korbannya dari tidak kejahatan mereka pasti ada saja organ atau bagian dari tubuh korban mereka yang hilang. Apa mungkin motif dari pembunuhan ini adalah penjualan organ tubuh manusia?" ujar polisi tersebut menebak-nebak.

"Mungkin saja. Korban pertama kehilangan satu ginjalnya, korban kedua kehilangan satu mata dan satu jari manisnya dan korban ketiga ini kehilangan jantungnya. Penjualan organ tubuh ilegal memang sedang marak terjadi di kota ini. Tapi sepertinya mereka cuman memenuhi pesanan yang mereka terima. Ini terbukti dari organ yang mereka ambil berbeda-beda dari setiap korban. Lakukan penyelidikan tentang penjualan organ tubuh manusia, terutama yang dilakukan di media sosial," perintah kepala polisi itu.

"Baik, pak," bawahannya itu berlalu pergi menjalankan perintah.

Disatu sisi saat para polisi sedang dibuat pusing dengan kasus pembunuhan itu, Hedrick dan Veeno malah tertawa riang diantara tumpukan uang yang mereka peroleh dari hasil penjualan organ jantung milik Dassy. Uang tersebut senilai 75.000,00 dolar yang dikirim langsung ke rekening platinum Hedrick. Dan Veeno baru saja melakukan penarikkan tunai sebesar 20.000,00 dolar dengan pecahan ratusan. Masing-masing dari mereka saat ini memegang 10.000,00 dolar untuk dihabiskan bersenang-senang.

.

.

.

.

.

.

ξκύαε

Episodes
1 Kasus pertama
2 Target baru
3 Bujuk rayu
4 Mabuk
5 Awal permainan
6 Sebuah permainan
7 Tidak segan-segan lagi
8 Melarikan diri
9 Seni tercantik
10 Teka-teki kode
11 Tahanan
12 Bisnis
13 Ditipu dengan mudah
14 Seni dalam koper
15 Kasus ketiga
16 Rencana liburan
17 Kapal pesiar
18 Wanita yang baik
19 Berkelahi
20 Permainan kecil
21 Dua pelayan
22 Santai saja
23 Rencana
24 Riang penyimpanan jetski
25 Ajakan
26 Casino
27 Permainan blackjack
28 Mencari masalah
29 Mengakhiri liburan
30 Berita itu tidak hilang
31 Mampir sebentar
32 Kebohongan
33 bermain dengan putri bos
34 Lanjut bermain
35 Jeda sesaat
36 Pertunjukan
37 Persalinan Felicia
38 Marguerite Daisy musim semi
39 Pertemuan dengan klien
40 Kenangan Veeno
41 Perkelahian dua sahabat.
42 Pemantauan target
43 Pertengkaran sepasang kekasih
44 Lanjut bermain
45 Ciri khas
46 Pesta perjamuan
47 Si pengancam misterius
48 Nyawa sebagai taruhan
49 Permintaan kecil
50 Jalan-jalan di mall
51 Belanja
52 Ada yang berubah
53 Bermain dengan Elly
54 Seni baru
55 Kabar gembira atau malapetaka?
56 Rahasia
57 Korban lagi
58 Kunci untuk memecahkan kode
59 Kode terpecahkan
60 Penyusup
61 Remaja kemping
62 Satu persatu tewas
63 Tawa dalam goa
64 Maksud kode yang ditinggalkan
65 Eksekusi Sara
66 Mereka sadis seperti biasa
67 Kulit Sara
68 Klub malam
69 Berurusan dengan orang yang salah
70 Bebas dari tuduhan
71 Untung tidak ketahuan
72 Badai
73 Perhatian
74 Study tour mahasiswa
75 Tak peduli
76 Akhir pekan yang sibuk
77 Lokasi pertama
78 Terlambat lagi
79 Kesempatan terakhir
80 Pengalihan perhatian
81 Sandi terakhir
82 Project penelitian
83 Melakukan uji coba
84 Tertangkap
85 Interogasi
86 Tipu daya jebakan
87 Kunjungan
88 Hal yang tak ingin dipercaya
89 Jadi ini alasannya?
90 Keluarga Andretti
91 Kebebasan dibayar penderitaan
92 Bawa aku pulang
93 Depresi berat
94 Seni terakhir
95 Alasan yang sebenarnya
96 Masa lalu
97 Kematian Tiffany
98 Identitas asli Veeno
99 Kehilangan orang yang disayangi
100 Persidang Hedrick
101 Kesaksian Felicia
102 Penyebab trauma Felicia
103 Sidang berikutnya
104 Penyataan perasaan
105 Janji suci
106 Sidang keputusan
107 Maaf
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Kasus pertama
2
Target baru
3
Bujuk rayu
4
Mabuk
5
Awal permainan
6
Sebuah permainan
7
Tidak segan-segan lagi
8
Melarikan diri
9
Seni tercantik
10
Teka-teki kode
11
Tahanan
12
Bisnis
13
Ditipu dengan mudah
14
Seni dalam koper
15
Kasus ketiga
16
Rencana liburan
17
Kapal pesiar
18
Wanita yang baik
19
Berkelahi
20
Permainan kecil
21
Dua pelayan
22
Santai saja
23
Rencana
24
Riang penyimpanan jetski
25
Ajakan
26
Casino
27
Permainan blackjack
28
Mencari masalah
29
Mengakhiri liburan
30
Berita itu tidak hilang
31
Mampir sebentar
32
Kebohongan
33
bermain dengan putri bos
34
Lanjut bermain
35
Jeda sesaat
36
Pertunjukan
37
Persalinan Felicia
38
Marguerite Daisy musim semi
39
Pertemuan dengan klien
40
Kenangan Veeno
41
Perkelahian dua sahabat.
42
Pemantauan target
43
Pertengkaran sepasang kekasih
44
Lanjut bermain
45
Ciri khas
46
Pesta perjamuan
47
Si pengancam misterius
48
Nyawa sebagai taruhan
49
Permintaan kecil
50
Jalan-jalan di mall
51
Belanja
52
Ada yang berubah
53
Bermain dengan Elly
54
Seni baru
55
Kabar gembira atau malapetaka?
56
Rahasia
57
Korban lagi
58
Kunci untuk memecahkan kode
59
Kode terpecahkan
60
Penyusup
61
Remaja kemping
62
Satu persatu tewas
63
Tawa dalam goa
64
Maksud kode yang ditinggalkan
65
Eksekusi Sara
66
Mereka sadis seperti biasa
67
Kulit Sara
68
Klub malam
69
Berurusan dengan orang yang salah
70
Bebas dari tuduhan
71
Untung tidak ketahuan
72
Badai
73
Perhatian
74
Study tour mahasiswa
75
Tak peduli
76
Akhir pekan yang sibuk
77
Lokasi pertama
78
Terlambat lagi
79
Kesempatan terakhir
80
Pengalihan perhatian
81
Sandi terakhir
82
Project penelitian
83
Melakukan uji coba
84
Tertangkap
85
Interogasi
86
Tipu daya jebakan
87
Kunjungan
88
Hal yang tak ingin dipercaya
89
Jadi ini alasannya?
90
Keluarga Andretti
91
Kebebasan dibayar penderitaan
92
Bawa aku pulang
93
Depresi berat
94
Seni terakhir
95
Alasan yang sebenarnya
96
Masa lalu
97
Kematian Tiffany
98
Identitas asli Veeno
99
Kehilangan orang yang disayangi
100
Persidang Hedrick
101
Kesaksian Felicia
102
Penyebab trauma Felicia
103
Sidang berikutnya
104
Penyataan perasaan
105
Janji suci
106
Sidang keputusan
107
Maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!