Sebuah suara wanita yang terdengar lembut memasuki telinga Ervin.
Menoleh untuk melihat ke arah sapaan muncul, Ervin menemukan ada seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah kirinya.
Wanita ini sedikit membungkuk dan mencondongkan tubuh ke Ervin yang duduk di atas pasir.
Sedikit belahan buah surga dunia itu terlihat di mata Ervin. Namun, bukan itu yang membuat Ervin terkejut, melainkan wajah dari wanita ini yang tampak familier.
"Kamu!" Ervin tersentak dan tanpa sadar menjauh ke belakang dua langkah dengan menyeret tubuhnya di pasir.
Wanita yang datang kepadanya adalah dia, wanita yang baru saja berteman dengannya dan langsung mengecewakan hatinya tanpa harus menunggu waktu yang lama.
Butuh beberapa saat saja untuk mengecewakan hati kecil Ervin yang masih perjaka.
Dengan kekecewaan yang masih tersimpan di hati Ervin, dia menundukkan kepalanya dan malas memandang wajah cantik wanita ini lagi.
Tingkah Ervin yang absurd, dari terkejut dan tiba-tiba diam seolah kerasukan hantu introver, membuat wanita ini heran dan ingin tahu dengan apa yang terjadi.
Namun, setelah dipikir-pikir lagi, pria ini tampaknya memiliki masalah dengannya yang belum diungkapkan.
Jadi, wanita ini berpikir untuk segera menanyakan kesalahannya kepada pria di depannya.
"Anu, apakah aku punya salah padamu?" tanya wanita tersebut dengan wajah yang sedikit bersalah.
Ervin tidak menoleh, dia mengambil ranting pohon kecil dan menggambar sesuatu di atas pasir, kemudian menjawab, "Kamu tidak punya salah."
Jelas, jawaban Ervin terdengar sangat tidak meyakinkan karena tingkahnya yang berlawanan dengan ucapannya.
Tanpa ingin menyerah, wanita tersebut melontarkan beberapa pertanyaan kepada Ervin dan selalu dijawab oleh Ervin.
"Apakah aku punya salah kepadamu di media sosial?"
"Tidak ada sama sekali."
"Kamu serius dengan jawabanmu sendiri?"
"Tentu, aku serius."
"Namun ... kamu tidak terlihat baik-baik saja denganku. Aku punya salah, kan?"
"Tidak, kamu tak punya kesalahan padaku."
"Kelihatannya iya. Bisa beri tahu aku apa yang telah aku perbuat kepadamu sehingga membuatmu tampak malas berbicara padaku?"
"..."
Tak disangka wanita ini memiliki sifat yang keras kepala dan pantang menyerah.
Semua pertanyaan yang dia lontarkan sudah Ervin jawab, bahkan jawabannya tak pernah berubah sampai wanita itu menyerah.
Benar, wanita itu menyerah dan hanya bisa duduk di sebelah Ervin sambil memeluk kedua kakinya sendiri.
Keheningan menyelimuti keduanya setelah pertanyaan dan jawaban dari mereka berdua saling bertabrakan.
Keduanya tidak ada yang berniat untuk mengalah karena mereka punya keyakinan masing-masing tentang jawaban dan pertanyaan mereka.
Ervin tidak merasa wanita ini bersalah, tetapi dia yang salah, sedangkan wanita itu merasa dirinya bersalah dan Ervin tak punya kesalahan.
Pada saat ini, di dalam pikiran Ervin sedang terjadi tentang yang harus ia lakukan ketika wanita tersebut duduk di sebelahnya.
Jelas-jelas dirinya menampilkan ketidaknyamanan terhadap kehadiran wanita tersebut, tetapi wanita ini bersikeras untuk duduk di dekatnya.
Merasa canggung dan juga bosan, Ervin memutuskan untuk mulai obrolan, "Kamu—"
"Paman!"
Suara Roni menyela ucapan Ervin di awal, membuat Ervin terkejut sekaligus marah.
Dengan wajah yang sedikit tidak senang, Ervin menoleh untuk melihat Roni yang berlari tergesa-gesa tampak tidak benar.
Roni dan Luna berdiri di depan Ervin dan wanita tersebut dengan wajah yang panik.
Di sela napas yang tersengal-sengal, Roni berkata, "Paman, tolong bantu Ayah Deo!"
Mendengar perkataan Roni, wajah Ervin menjadi terinfeksi ketegangan dari kedua keponakannya.
"Paman, Ayah Deo dan Vino terbawa ombak!" Luna memberi tahu tentang masalahnya.
Setelah mendengar ucapan Luna, perhatiannya teralihkan ke pantai, dan dia melihat di bibir pantai ramai oleh orang-orang.
Selain itu, ombak yang ada di laut juga cukup keras dan lebih besar dari sebelumnya.
Tanpa banyak berpikir lagi, Ervin berlari menuju ke arah bibir pantai yang dipenuhi oleh orang-orang, meninggalkan wanita yang sempat berkenalan dan juga kedua keponakannya.
"Minggir! Air panas!"
Ervin membelah kerumunan dengan paksa, menerobos masuk di antara banyak orang yang ingin tahu pemandangan yang sedang terjadi di laut.
Semua orang terkejut dengan kedatangan Ervin yang menerobos mereka sedang berdiri.
Ketika melihat tinggi dan tubuh Ervin mengalahkan mereka semua, orang-orang di kerumunan hanya bisa membiarkan Ervin terus masuk ke dalam kerumunan.
Tak lama kemudian, Ervin berada di depan kerumunan dan melihat Bang Adam dan Vino di pelukannya meminta pertolongan.
"Sial! Di mana penjaga keamanan pantai?!" tanya Ervin ke orang-orang di sekitar.
Semua orang merespons dengan menghentakkan kedua bahunya dan menjawab tidak tahu.
Laut di kejauhan sangat kosong, orang-orang tak ada yang berenang begitu jauh, bahkan tidak ada yang bermain selancar air, jet ski, dan speed boat.
Melihat tidak ada yang berniat untuk menolong abangnya, Ervin memutuskan untuk bertaruh nyawa demi keluarganya.
Byar!
Dengan cepat Ervin masuk ke dalam laut menggunakan kemampuan barunya, yaitu Kemampuan Berenang Profesional.
Kemampuan berenang yang sudah ahli lalu ditambah dengan fisik yang kuat, Ervin mudah untuk melaju cepat di dalam air.
Kecepatannya berenang sangat tinggi, dalam jarak 50 meter bisa ditempuh selama 10 detik saja.
Stamina dan fisik Ervin sangat besar sehingga renang di laut yang cukup besar ombaknya bisa dia lawan.
Dalam waktu kurang dari 1 menit, Ervin tiba di mana Bang Adam mempertahankan dirinya sambil menggendong Vino yang terus-menerus ditarik oleh ombak.
Tangan Ervin menyentuh tubuh Bang Adam, mencoba untuk mendorongnya pergi dari arus ombak yang menjauhkan sosok mereka bertiga.
"Tenang, Bang Adam, kita akan selamat, aku jamin itu, kamu terus peluk Vino, jangan sampai terlalu banyak menelan banyak air."
Bang Adam mendengar dengan jelas ucapan Ervin, dan dia memegang Vino di tubuhnya.
Tubuhnya sekarang terasa digerakkan oleh Ervin ke arah timur. Bang Adam ikut menggerakkan kaki, membantu dorongan Ervin.
Mereka bertiga berenang miring untuk menghindari arus ombak ke belakang.
Akan tetapi, sebuah perasaan aneh terjadi di kedua kaki Ervin, dia merasakan ketegangan pada kakinya.
Mengetahui apa arti rasa sakit itu, Ervin memohon di dalam hatinya, "Tidak! Kumohon jangan keram di saat ini! Aku tidak ingin mati! Aku tidak ingin keluargaku pergi! Kumohon Dewa Zeus Gacor!!"
[Memperlihatkan sebuah perjuangan kekeluargaan di depan keponakan dan dapatkan Kemampuan Paru-paru Super, dengan bonus fisik +1!]
Aliran energi hangat meletus di dalam tubuh Ervin, tubuhnya terasa menjadi kuat dan napasnya makin lama untuk bertahan.
Dengan suara yang terdengar di dalam benak Ervin menghilang, rasa keram pun hilang.
Hanya ada perasaan hangat di dalam air yang dingin.
Pada saat ini, Bang Adam yang mencoba tenang dan mengambang di air dengan stabil, merasa tubuhnya bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
Ervin membawanya ke tempat arus ombak yang lebih tenang dan tidak terlalu besar.
Tak lama berselang, penjaga pantai datang dengan membawa jet ski, Bang Adam meletakkan Vino yang masih tersadar di atas Jet Ski, meminta penjaga pantai membawa anaknya terlebih dahulu.
Sementara itu, Ervin membantu Bang Adam pergi ke bibir pantai dengan kemampuannya dalam berenang.
Semuanya yang melihat ketegangan penyelamatan ini menjadi lega seketika dengan helaan napas yang panjang.
Semua keponakan Ervin bersorak bahagia dan melompat-lompat, Kak Flora yang menangis pun berhenti.
"Sangat hebat," gumam wanita yang duduk bersama Ervin sebelumnya dengan tatapan penuh kekaguman.
Wanita itu mengubah wajahnya dan berkata dengan suara tercengang, "Tunggu, jangan bilang pria itu adalah dia yang aku cari?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Choco
zeus gacor 😍🤣
2023-10-03
4
Dragonoid
next tor
2023-08-20
3
NorseMolee
lanjut thorrr
2023-08-20
3