Bab 20: Keras Kepala

Sebuah suara wanita yang terdengar lembut memasuki telinga Ervin.

Menoleh untuk melihat ke arah sapaan muncul, Ervin menemukan ada seorang wanita cantik yang berdiri di sebelah kirinya.

Wanita ini sedikit membungkuk dan mencondongkan tubuh ke Ervin yang duduk di atas pasir.

Sedikit belahan buah surga dunia itu terlihat di mata Ervin. Namun, bukan itu yang membuat Ervin terkejut, melainkan wajah dari wanita ini yang tampak familier.

"Kamu!" Ervin tersentak dan tanpa sadar menjauh ke belakang dua langkah dengan menyeret tubuhnya di pasir.

Wanita yang datang kepadanya adalah dia, wanita yang baru saja berteman dengannya dan langsung mengecewakan hatinya tanpa harus menunggu waktu yang lama.

Butuh beberapa saat saja untuk mengecewakan hati kecil Ervin yang masih perjaka.

Dengan kekecewaan yang masih tersimpan di hati Ervin, dia menundukkan kepalanya dan malas memandang wajah cantik wanita ini lagi.

Tingkah Ervin yang absurd, dari terkejut dan tiba-tiba diam seolah kerasukan hantu introver, membuat wanita ini heran dan ingin tahu dengan apa yang terjadi.

Namun, setelah dipikir-pikir lagi, pria ini tampaknya memiliki masalah dengannya yang belum diungkapkan.

Jadi, wanita ini berpikir untuk segera menanyakan kesalahannya kepada pria di depannya.

"Anu, apakah aku punya salah padamu?" tanya wanita tersebut dengan wajah yang sedikit bersalah.

Ervin tidak menoleh, dia mengambil ranting pohon kecil dan menggambar sesuatu di atas pasir, kemudian menjawab, "Kamu tidak punya salah."

Jelas, jawaban Ervin terdengar sangat tidak meyakinkan karena tingkahnya yang berlawanan dengan ucapannya.

Tanpa ingin menyerah, wanita tersebut melontarkan beberapa pertanyaan kepada Ervin dan selalu dijawab oleh Ervin.

"Apakah aku punya salah kepadamu di media sosial?"

"Tidak ada sama sekali."

"Kamu serius dengan jawabanmu sendiri?"

"Tentu, aku serius."

"Namun ... kamu tidak terlihat baik-baik saja denganku. Aku punya salah, kan?"

"Tidak, kamu tak punya kesalahan padaku."

"Kelihatannya iya. Bisa beri tahu aku apa yang telah aku perbuat kepadamu sehingga membuatmu tampak malas berbicara padaku?"

"..."

Tak disangka wanita ini memiliki sifat yang keras kepala dan pantang menyerah.

Semua pertanyaan yang dia lontarkan sudah Ervin jawab, bahkan jawabannya tak pernah berubah sampai wanita itu menyerah.

Benar, wanita itu menyerah dan hanya bisa duduk di sebelah Ervin sambil memeluk kedua kakinya sendiri.

Keheningan menyelimuti keduanya setelah pertanyaan dan jawaban dari mereka berdua saling bertabrakan.

Keduanya tidak ada yang berniat untuk mengalah karena mereka punya keyakinan masing-masing tentang jawaban dan pertanyaan mereka.

Ervin tidak merasa wanita ini bersalah, tetapi dia yang salah, sedangkan wanita itu merasa dirinya bersalah dan Ervin tak punya kesalahan.

Pada saat ini, di dalam pikiran Ervin sedang terjadi tentang yang harus ia lakukan ketika wanita tersebut duduk di sebelahnya.

Jelas-jelas dirinya menampilkan ketidaknyamanan terhadap kehadiran wanita tersebut, tetapi wanita ini bersikeras untuk duduk di dekatnya.

Merasa canggung dan juga bosan, Ervin memutuskan untuk mulai obrolan, "Kamu—"

"Paman!"

Suara Roni menyela ucapan Ervin di awal, membuat Ervin terkejut sekaligus marah.

Dengan wajah yang sedikit tidak senang, Ervin menoleh untuk melihat Roni yang berlari tergesa-gesa tampak tidak benar.

Roni dan Luna berdiri di depan Ervin dan wanita tersebut dengan wajah yang panik.

Di sela napas yang tersengal-sengal, Roni berkata, "Paman, tolong bantu Ayah Deo!"

Mendengar perkataan Roni, wajah Ervin menjadi terinfeksi ketegangan dari kedua keponakannya.

"Paman, Ayah Deo dan Vino terbawa ombak!" Luna memberi tahu tentang masalahnya.

Setelah mendengar ucapan Luna, perhatiannya teralihkan ke pantai, dan dia melihat di bibir pantai ramai oleh orang-orang.

Selain itu, ombak yang ada di laut juga cukup keras dan lebih besar dari sebelumnya.

Tanpa banyak berpikir lagi, Ervin berlari menuju ke arah bibir pantai yang dipenuhi oleh orang-orang, meninggalkan wanita yang sempat berkenalan dan juga kedua keponakannya.

"Minggir! Air panas!"

Ervin membelah kerumunan dengan paksa, menerobos masuk di antara banyak orang yang ingin tahu pemandangan yang sedang terjadi di laut.

Semua orang terkejut dengan kedatangan Ervin yang menerobos mereka sedang berdiri.

Ketika melihat tinggi dan tubuh Ervin mengalahkan mereka semua, orang-orang di kerumunan hanya bisa membiarkan Ervin terus masuk ke dalam kerumunan.

Tak lama kemudian, Ervin berada di depan kerumunan dan melihat Bang Adam dan Vino di pelukannya meminta pertolongan.

"Sial! Di mana penjaga keamanan pantai?!" tanya Ervin ke orang-orang di sekitar.

Semua orang merespons dengan menghentakkan kedua bahunya dan menjawab tidak tahu.

Laut di kejauhan sangat kosong, orang-orang tak ada yang berenang begitu jauh, bahkan tidak ada yang bermain selancar air, jet ski, dan speed boat.

Melihat tidak ada yang berniat untuk menolong abangnya, Ervin memutuskan untuk bertaruh nyawa demi keluarganya.

Byar!

Dengan cepat Ervin masuk ke dalam laut menggunakan kemampuan barunya, yaitu Kemampuan Berenang Profesional.

Kemampuan berenang yang sudah ahli lalu ditambah dengan fisik yang kuat, Ervin mudah untuk melaju cepat di dalam air.

Kecepatannya berenang sangat tinggi, dalam jarak 50 meter bisa ditempuh selama 10 detik saja.

Stamina dan fisik Ervin sangat besar sehingga renang di laut yang cukup besar ombaknya bisa dia lawan.

Dalam waktu kurang dari 1 menit, Ervin tiba di mana Bang Adam mempertahankan dirinya sambil menggendong Vino yang terus-menerus ditarik oleh ombak.

Tangan Ervin menyentuh tubuh Bang Adam, mencoba untuk mendorongnya pergi dari arus ombak yang menjauhkan sosok mereka bertiga.

"Tenang, Bang Adam, kita akan selamat, aku jamin itu, kamu terus peluk Vino, jangan sampai terlalu banyak menelan banyak air."

Bang Adam mendengar dengan jelas ucapan Ervin, dan dia memegang Vino di tubuhnya.

Tubuhnya sekarang terasa digerakkan oleh Ervin ke arah timur. Bang Adam ikut menggerakkan kaki, membantu dorongan Ervin.

Mereka bertiga berenang miring untuk menghindari arus ombak ke belakang.

Akan tetapi, sebuah perasaan aneh terjadi di kedua kaki Ervin, dia merasakan ketegangan pada kakinya.

Mengetahui apa arti rasa sakit itu, Ervin memohon di dalam hatinya, "Tidak! Kumohon jangan keram di saat ini! Aku tidak ingin mati! Aku tidak ingin keluargaku pergi! Kumohon Dewa Zeus Gacor!!"

[Memperlihatkan sebuah perjuangan kekeluargaan di depan keponakan dan dapatkan Kemampuan Paru-paru Super, dengan bonus fisik +1!]

Aliran energi hangat meletus di dalam tubuh Ervin, tubuhnya terasa menjadi kuat dan napasnya makin lama untuk bertahan.

Dengan suara yang terdengar di dalam benak Ervin menghilang, rasa keram pun hilang.

Hanya ada perasaan hangat di dalam air yang dingin.

Pada saat ini, Bang Adam yang mencoba tenang dan mengambang di air dengan stabil, merasa tubuhnya bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Ervin membawanya ke tempat arus ombak yang lebih tenang dan tidak terlalu besar.

Tak lama berselang, penjaga pantai datang dengan membawa jet ski, Bang Adam meletakkan Vino yang masih tersadar di atas Jet Ski, meminta penjaga pantai membawa anaknya terlebih dahulu.

Sementara itu, Ervin membantu Bang Adam pergi ke bibir pantai dengan kemampuannya dalam berenang.

Semuanya yang melihat ketegangan penyelamatan ini menjadi lega seketika dengan helaan napas yang panjang.

Semua keponakan Ervin bersorak bahagia dan melompat-lompat, Kak Flora yang menangis pun berhenti.

"Sangat hebat," gumam wanita yang duduk bersama Ervin sebelumnya dengan tatapan penuh kekaguman.

Wanita itu mengubah wajahnya dan berkata dengan suara tercengang, "Tunggu, jangan bilang pria itu adalah dia yang aku cari?!"

Terpopuler

Comments

Choco

Choco

zeus gacor 😍🤣

2023-10-03

4

Dragonoid

Dragonoid

next tor

2023-08-20

3

NorseMolee

NorseMolee

lanjut thorrr

2023-08-20

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Berita Mendadak
2 Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3 Bab 3: Perubahan Mendadak
4 Bab 4: Mobil Pertama
5 Bab 5: Masuk ke Mall
6 Bab 6: Bocah Lugu
7 Bab 7: Menonton Film
8 Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9 Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10 Bab 10: Impian Papa
11 Bab 11: Pergi Mendadak
12 Bab 12: Sejarah Monas
13 Bab 13: Roni Pengacau
14 Bab 14: Pertolongan Cepat
15 Bab 15: Roni Menangis
16 Bab 16: Burung Kecil
17 Bab 17: Pergi ke Pantai
18 Bab 18: Berteman
19 Bab 19: Sakit Hati
20 Bab 20: Keras Kepala
21 Bab 21: Bang Adam Selamat
22 Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23 Bab 23: Orang Bodoh
24 Bab 24: Wanita Ervin?
25 Bab 25: Undangan Nindya
26 Bab 26: Orang Tak Dikenal
27 Bab 27: Teman Lama
28 Bab 28: Pergi Reuni
29 Bab 29: Masuk ke Restoran
30 Bab 30: Fitri yang Aneh
31 Bab 31: Masalah Joni
32 Bab 32: Penipu Payah
33 Bab 33: Berbahagia Bersama
34 Bab 34: Ide Bisnis
35 Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36 Bab 36: Menceritakan Nindya
37 Bab 37: Ketegasan Niat
38 Bab 38: Kedatangan Nindya
39 Bab 39: Pria Culun
40 Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41 Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42 Bab 42: Kemajuan
43 Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44 Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45 Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46 Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47 Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48 Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49 Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50 Bab 50: Pergantian Tahun
51 Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52 Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53 Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54 Bab 54: Ditinggal Sendiri
55 Bab 55: Nasihat Roni
56 Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57 Bab 57: Nindya Selingkuh
58 Bab 58: Ajakan Antusias
59 Bab 59: Keponakan yang Rewel
60 Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61 Bab 61: Pindah ke Rumah Baru
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1: Berita Mendadak
2
Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3
Bab 3: Perubahan Mendadak
4
Bab 4: Mobil Pertama
5
Bab 5: Masuk ke Mall
6
Bab 6: Bocah Lugu
7
Bab 7: Menonton Film
8
Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9
Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10
Bab 10: Impian Papa
11
Bab 11: Pergi Mendadak
12
Bab 12: Sejarah Monas
13
Bab 13: Roni Pengacau
14
Bab 14: Pertolongan Cepat
15
Bab 15: Roni Menangis
16
Bab 16: Burung Kecil
17
Bab 17: Pergi ke Pantai
18
Bab 18: Berteman
19
Bab 19: Sakit Hati
20
Bab 20: Keras Kepala
21
Bab 21: Bang Adam Selamat
22
Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23
Bab 23: Orang Bodoh
24
Bab 24: Wanita Ervin?
25
Bab 25: Undangan Nindya
26
Bab 26: Orang Tak Dikenal
27
Bab 27: Teman Lama
28
Bab 28: Pergi Reuni
29
Bab 29: Masuk ke Restoran
30
Bab 30: Fitri yang Aneh
31
Bab 31: Masalah Joni
32
Bab 32: Penipu Payah
33
Bab 33: Berbahagia Bersama
34
Bab 34: Ide Bisnis
35
Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36
Bab 36: Menceritakan Nindya
37
Bab 37: Ketegasan Niat
38
Bab 38: Kedatangan Nindya
39
Bab 39: Pria Culun
40
Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41
Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42
Bab 42: Kemajuan
43
Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44
Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45
Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46
Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47
Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48
Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49
Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50
Bab 50: Pergantian Tahun
51
Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52
Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53
Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54
Bab 54: Ditinggal Sendiri
55
Bab 55: Nasihat Roni
56
Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57
Bab 57: Nindya Selingkuh
58
Bab 58: Ajakan Antusias
59
Bab 59: Keponakan yang Rewel
60
Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61
Bab 61: Pindah ke Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!