Alis kiri Ervin tersentak mendengar pemberitahuan dari Sistem, mulutnya melengkung ke atas, menampilkan senyuman yang senang.
Keterangan Memasak level master yang setingkat dengan keahlian para koki profesional dalam bidang masak-memasak yang bekerja di restoran mewah bintang 5 Michelin, tim yang memberikan ulasan makanan terenak.
Bisa disandingkan dengan koki terbaik di dunia yang memiliki 17 bintang Michelin.
Pengetahuan baru terus-menerus muncul di otak Ervin seiring dirinya berjalan sambil menggendong kedua keponakan perempuannya.
Mereka semua sedang pergi menuju tempat selanjutnya yang ingin sekali mereka kunjungi, yakni bioskop.
Tepat di dalam bioskop, kepala Ervin tidak lagi menerima pengetahuan tentang masak-memasak, semuanya sudah selesai dan Ervin bisa mengingat dengan jelas ilmu tentang memasak ini.
Brian, suami Narissa yang pergi untuk membeli tiket.
Mereka semua sepakat untuk menonton film yang bulan Juni dirilis, hari ini 26 Desember, sudah beberapa bulan yang lalu dirilis, tetapi masih ada di bioskop ini.
Film tersebut adalah film makhluk berwarna kuning yang memiliki sifat lucu dengan tingkah konyolnya
Di lobi bioskop, Ervin yang sedang berdiri bersama 9 keponakannya menjadi pusat perhatian banyak orang yang datang ke bioskop juga.
Sosok Ervin yang tampan dikelilingi oleh banyak anak kecil yang lucu dan imut, membuat pemandangan mereka tampak begitu menarik.
Orang-orang yang baru datang ke bioskop langsung memandang Ervin yang berdiri bersama bersama keponakannya.
"Paman, aku ingin gendong!" Zara dengan sikap yang manja meminta digendong oleh Ervin.
Ervin tidak bisa menolak, salah besar jika dia menolak permintaan Zara. Tangan Ervin mengangkat tubuh Zara dan dia menggendongnya dengan lembut.
"Aku juga ingin digendong!"
"Paman, gendong aku atau aku musnahkan manusia di dunia ini?!"
"Aku juga mau! Tolong gendong aku, Paman."
Keponakan Ervin yang lain satu per satu meminta digendong oleh Ervin. Mereka semua menjadi rewel seketika.
Wajah Ervin menjadi bingung dan panik, kemudian dia mencoba untuk menenangkan mereka.
"Tangan paman hanya ada dua, jika kalian ingin digendong, berarti harus bergantian," kata Ervin kepada mereka semua. "Um, masing-masing hanya sepuluh detik."
Mendengar ucapan Ervin, semua keponakannya terdiam dan merenung beberapa saat, mereka memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Ervin.
Roni yang punya pemikiran cerdas dan berani, membalas ucapan Ervin untuk yang pertama, "Oke, aku setuju!"
"Aku juga setuju, Paman!"
"Terdengar adil."
"..."
Semuanya keponakan Ervin setuju dengan ajuan Ervin. Mereka berpikir itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Dengan begitu, Ervin menggendong dua dari mereka selama 10 detik lamanya, kemudian menggendong dua keponakan yang lain.
Keponakan yang terakhir Ervin gendong adalah Luna, dia paling besar dan berat.
Kakak Narissa melirik mereka semua sambil menggelengkan kepalanya. Setelah perubahan adiknya yang menjadi tampan dan sedikit tinggi, anaknya dan anak-anak saudara yang lain makin akrab dengan pamannya.
Kejahilan mereka terasa lebih baik daripada sebelumnya yang benar-benar nakal, murni nakal.
Pemandangan Ervin yang menggendong keponakannya satu demi satu ini difoto orang-orang yang merasa terkesan.
Tak lama setelah Ervin menggendong semua keponakannya, Brian datang dengan 12 tiket bioskop.
Tanpa menunggu lagi, semuanya pergi ke auditorium bioskop yang tercantum di tiket.
Semua orang segera bertanya ke kasur dengan tiket apa yang dibeli oleh Ervin dan keponakannya, mereka ingin menonton film yang sama demi melihat Ervin yang tampan.
Fitur wajah Ervin berbeda dengan wajah tampan yang ada di Indonesia. Ketampanannya memang tidak terikat dengan ciri tampan orang Indonesia, bahkan tidak merepresentasikan ketampanan dari negara mana pun.
Pada intinya, wajah Ervin adalah wajah dengan ketampanan yang paling murni, tidak terikat selera ketampanan semua negara di dunia ini.
Semua keponakan Ervin duduk di kursi bioskopnya masing-masing.
Meski sulit untuk merapikan dan mendisiplinkan mereka, Ervin berhasil membuat mereka duduk dengan tenang. Caranya adalah memberikan iming-iming yang menyenangkan.
Dengan begitu, mereka akan menuruti ucapannya.
"Paman sudah berjanji, jangan ingkar, wanita tidak suka dengan pria yang ingkar janji!" Roni berkata pada Ervin yang sedang berjalan untuk duduk ke kursinya.
Ucapan yang keluar dari mulut Roni membuat Ervin berhenti, kemudian menganggukkan kepalanya.
'Sial, bocah-bocah ini punya mulut yang berbahaya,' kata Ervin dalam hati.
Inilah yang Ervin takutkan jika hidup terlalu lama bersama keponakannya.
Semua orang yang bisa mendengar kata-kata Roni menanggapi dengan senyuman di wajah mereka, Roni sudah dicap oleh mereka semua sebagai bocah kecil yang pintar.
Wanita-wanita yang ada di dalam bioskop menjadi suka dan merasa sedikit kasihan dengan paman yang punya banyak keponakan ini.
Omong-omong, di ruangan bioskop ini lebih banyak anak kecil dan orang tua.
Mereka tahu bahwa memiliki keponakan bukan hal yang begitu menyenangkan, di rumah pasti akan berantakan karena banyak barang-barang yang mereka pegang dan bongkar pasang.
Meskipun mereka suka dengan Ervin, mereka masih belum bisa dan tahan untuk mengurus sepuluh keponakan ini
Pasalnya, bukan hanya memperlakukan semua keponakan dengan baik, mereka harus membutuhkan uang untuk membelikan anak-anak kecil ini jajanan atau mainan yang mereka senangi.
Maka dari itu, butuh pemikiran berkali-kali untuk menjadi pasangan Ervin.
Mental yang kuat saja belum cukup. Apalagi melihat anak-anak kecil yang agak sulit diarahkan.
Di dalam bioskop, mereka semua sangat menikmati film yang mereka tonton.
Beberapa keponakan Ervin tertawa bahagia lantaran merasa geli dengan tingkah laku acak para makhluk berwarna kuning ini.
Ada yang tidak tertawa, yaitu Putri. Keponakan perempuan Ervin ini cuma diam sambil menyaksikan adegan film dengan wajah tanpa ekspresi.
Setelah film selesai dan layar lebar menjadi gelap, Ervin mengajak semua keponakannya keluar dari auditorium bioskop.
Namun, sebuah peristiwa yang tidak mengenakan terjadi.
"Anak siapa ini?!"
Sebuah suara terdengar di telinga Ervin, kemudian dia melihat ke belakang dan menemukan Putri yang tertinggal bersama Kak Narissa juga Zara tengah berdiri di hadapan sepasang suami istri dan anaknya.
Mereka seperti sedang berbicara dengan wajah yang sedang berseteru.
Ervin yang mendengar ucapan sebelumnya, merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Memanggil Abang Brian dengan keponakan yang lain yang sudah jalan lebih dahulu untuk kembali ke dalam bioskop.
"Ada apa ini?" tanya Ervin melihat kedua wanita dan pria yang berdiri dengan wajah gusar.
"Apakah ini kakakmu?!" Wanita yang berdiri di sebelah suaminya menunjuk ke Kakak Narissa dengan eskpresi tidak enak dilihat.
"Ya, ada apa sebenarnya?"
"Ajarkan kakakmu sopan santun dan cara meminta maaf! Lihat anakku! Bajunya basah karena disenggol oleh keponakanmu!"
Wanita yang memiliki riasan tebal menunjuk ke arah Putri yang diam dengan wajah yang menunduk.
Mata Ervin fokus pada gaya tubuh wanita ini, kemudian dia berkata, "Tolong singkirkan jarimu, Anda tidak sopan menunjuk orang secara langsung. Ya sudah, kami semua meminta maaf jika Putri sudah membuat anak Anda menjadi kotor karena minumannya sendiri."
"Hei, Bu! Aku sudah meminta maaf dengan baik, mengapa kamu meminta adikku untuk mengajarkan aku meminta maaf?! Apa maksudnya seperti itu?!"
Kakak Narissa terbawa emosi, dengan lekas ditenangkan oleh Brian.
"Apa yang membuat Anda rugi? Aku akan membayarnya." Brian berdiri di depan istri dan anak-anaknya bersama Ervin di sampingnya.
"Aku tidak butuh uang kalian! Aku hanya ingin anak ini dikotori juga oleh anakku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Stephen (Phoenix dalam celana)
ini ponakan apa mao sih, serem amat.
2023-11-10
7
the Amay one
👍🏿👍🏿👍🏿
2023-08-15
3
the Amay one
Simson
2023-08-15
4