Bab 3: Perubahan Mendadak

Mendengar celetukan yang terdengar jelas, semua keponakan Ervin menoleh secara serentak ke arah Ervin yang berdiri di depan pintu kamar mandi.

Namun, begitu mereka semua melihat Ervin dalam kondisi ini, wajah mereka berubah menjadi kekaguman yang tak tertahankan.

Semua keponakan laki-laki berlarian mendekati Ervin dengan sorot mata yang ingin tahu.

Tangan-tangan kecil mereka mencoba untuk menyentuh pakaian atas Ervin, tidak tahu apa maksud dari gerakan mereka.

"Wow!! Sangat keren!"

"Otot superhero!!"

"Mirip dengan Supermemen favoritku!"

"..."

Ternyata mereka mencoba untuk mengekspos otot-otot Ervin yang baru saja didapatkan.

Melihat keponakannya meraba-raba otot perutnya, Ervin segera menutup tubuhnya karena merasa geli disentuh mereka.

Akan tetapi, keponakannya melarang dan memaksa dia untuk membuka pakaian.

Saking kagumnya, keponakan Ervin sampai lupa bahwa mereka sebelumnya tidak yakin dengan sosok Ervin saat ini.

"Jangan ditutup, Paman! Aku ingin lihat!"

"Pukul perutnya! Paman sekarang kuat!"

"Sangat keras! Tanganku sedikit sakit!"

"Rasakan ini, Roti Sobek Basi!!"

"..."

Pada beberapa detik berikutnya, mereka tidak lagi mengelus dan meraba otot perut Ervin, mereka menjadi buas hingga memukul tubuh Ervin dengan segenap kekuatan mereka.

Meskipun pukulan mereka tidak begitu sakit, lambat laun makin terasa rasa sakitnya karena mereka memukul makin intens.

Dengan begitu, Ervin langsung melarikan diri dari kamar.

"Semuanya, kejar paman! Jangan sampai dia kabur!" Salah satu keponakan Ervin meraung keras layaknya seorang komandan perang.

Berikutnya, semua keponakan laki-laki Ervin bergerak mengejar Ervin yang kabur untuk mereka tangkap.

"Ayo tangkap paman!"

"Paman, jangan lari!"

"..."

Sementara itu, keponakan Ervin yang perempuan masih di atas kasur dan memandang keponakan laki-laki mereka dengan bingung.

"Kak, apakah orang tadi benar-benar paman?"

Mendengar pertanyaan adiknya untuk kedua kalinya, keponakan perempuan paling besar menjawab lagi sembari tersenyum, "Kakak rasa orang itu paman, suaranya sangat mirip dan juga sikapnya yang serupa. Paman takut dengan Roni dan yang lain."

"Mengapa paman sangat berubah? Aku ingat paman pendek dan biasa saja."

Kedua bahu keponakan paling besar terangkat dan menggelengkan kepalanya. "Kakak juga tidak tahu. Bukankah bagus paman sekarang telah berubah menjadi tampan dan ... kuat?"

"Iya, aku suka paman yang sekarang! Dia terlihat berotot!" celetuk keponakan perempuan yang lain. Keponakan yang berbicara itu memiliki wajah merah.

Pada saat yang bersamaan, Ervin berhasil ditangkap di ruang keluarga tepat di hadapan semua keluarga yang sedang berkumpul.

Mereka semua menatap Ervin dengan pandangan mata yang terpana, melihat sosok Ervin sikap yang aneh.

"Sayang, siapa orang yang kamu kejar?" tanya salah satu wanita cantik yang berkumpul di dalam ruang keluarga.

Salah satu keponakan Ervin yang memegang celana Ervin dengan erat langsung menjawab, "Ma, Paman lari dari kita semua karena tidak mau disentuh perutnya! Dia nakal!"

Dalam sekejap, mereka semua terperangah menatap Ervin dengan kejutan yang luar biasa.

Ibu Ervin dan Ayah Ervin berdiri dari sofa favorit mereka dan berdiri di depan Ervin untuk melihat secara dekat anaknya sendiri.

"Kamu adalah Ervin?" tanya Ibu Ervin yang cantik.

Ervin yang malu dan canggung dengan situasi ini mencoba untuk tersenyum dan menjawab, "Iya, Ma. Ini aku, Ervin Karl, anaknya Mama."

Setelah jawaban Ervin jatuh, ruangan menjadi hening untuk beberapa saat, kemudian semua kakak dan Abang Ervin mengerumuni Ervin dengan perasaan yang sangat kaget.

"Kamu kenapa menjadi tampan sekarang?!"

"Apa yang kamu lakukan pada wajahmu sehingga bisa tampan seperti ini, Dik?!"

"Lihat ototnya, aku sama sekali tidak bisa seperti itu."

"Latihan berapa kali dalam sehari untuk bisa mendapatkan tubuh seperti ini, Ervin?"

"..."

Semuanya menjadi sangat ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Ervin, dan bagaimana cara Ervin mendapatkan wajah serta tubuh yang mengagumkan.

Ervin yang tengah dibombardir pertanyaan dari sepuluh kakak dan abangnya, hanya terdiam dan menunggu mereka semua puas menyentuh seluruh tubuhnya.

"Anu, aku sebenarnya jarang keluar dari kamar karena sedang memperbaiki penampilanku. Dengan cara tidak berdiri lama-lama di bawah sinar matahari, melakukan olahraga kalistenik di kamar, dan ... ya, seperti itu," beber Ervin sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Tanggapan semua keluarga Ervin terhadap jawabannya adalah percaya. Mungkin saja itu benar, lagi pula mereka juga tidak tahu apa yang terjadi pada Ervin selama ini.

Ayah dan Ibu Ervin yang hidup bersama Ervin saja tidak bisa membiarkan jawaban yang sebenarnya. Mereka berdua bingung.

"Ervin, aku sarankan kamu pergi mencari wanita sekarang, sosokmu sudah sangat bagus," kata kakak perempuan Ervin yang pertama.

"Ya ... aku akan lakukan nanti, Kak Narissa."

Ervin sama sekali belum kepikiran untuk mencari wanita karena dia masih fokus mencari uang. Mengingat adanya Sistem sekarang, Ervin ingin mencoba apa yang bisa dilakukan Sistem, dan sampai mana batasnya.

"Nak." Tiba-tiba ayah Ervin menepuk bahu Ervin, menatap mata Ervin dengan sorot mata yang serius. "Jangan terlalu lama sendiri. Papa dan Mama ingin melihat kamu menikah dengan istrimu."

"Iya, Pa. Akan aku usahakan."

Setelah keluarganya menerima perubahan baik Ervin, mereka semua mulai membiasakan diri melihat penampilan Ervin yang baru. Walaupun ada kesan aneh karena masih asing, mereka tetap meyakini ucapan Ervin bahwa perubahannya sekarang karena hasil kerja keras dia.

Ibu Ervin mulai melupakan keganjalan pada Ervin. Tadi malam dia melihat dengan jelas bahwa anaknya tidak seperti sekarang. Ibunya menganggap kejadian semalam hanya ketidaksadarannya terhadap penampilan Ervin, mungkin dia salah lihat saja.

Di dalam kamar, Ervin sedang dibawa oleh semua keponakan laki-lakinya bagai seorang tahanan.

Mereka semua menarik Ervin dengan tangan yang diikat menggunakan mainan borgolnya.

"Kalian bisa lepaskan aku sekarang? Paman ingin mengganti pakaian," mohon Ervin dengan wajah yang pura-pura sedih.

"Tidak!" Roni, keponakan laki-laki terbesar di antara yang lain, menggelengkan kepalanya dan menolak permintaan Ervin.

Dengan tangannya yang menunjuk ke sosok Ervin, Roni meraung, "Pukul paman jahat! Dia sekarang sudah sangat kuat!"

Segera, ketiga keponakan laki-laki Ervin menyerbu dan mulai memukul Ervin dengan wajah yang jahat.

"Rasakan ini, Penjahat Besar!"

Buk!

Pukulan demi pukulan mendarat di tubuh Ervin.

Melihat perilaku nakal semua keponakannya, Ervin hanya bisa diam dan membiarkan mereka memukul tubuhnya sampai puas. Nanti mereka akan kelelahan dan kehabisan tenaga.

Di atas kasur, keponakan perempuan Ervin hanya memandangi mereka semua yang menyerang pamannya, sembari mengumpulkan mainan yang diacak-acak oleh keponakan laki-laki.

Benar saja tebakannya, tidak lama berselang, satu per satu keponakannya tumbang karena kelelahan, dan mereka terbaring lemah di atas lantai dengan kondisi lelah.

"Serang paman ... jangan sampai mereka mengalahkan kita semua," kata Roni sambil berbaring lemah di lantai.

Sebuah senyuman muncul di wajah Ervin, ia menggelengkan kepalanya, kemudian memindahkan semua keponakannya ke atas kasur.

Tidur di atas lantai tidak baik bagi kesehatan anak kecil lantaran ubin lantai memiliki suhu yang dingin.

[Menjaga kesehatan keponakan dengan memindahkan mereka ke tempat tidur dan dapatkan Tubuh Anti-penyakit!]

Terpopuler

Comments

miyamura kun~

miyamura kun~

pedofil 🗿

2024-04-05

0

WITABU08

WITABU08

om jangan om!!!

2024-01-04

0

Choco

Choco

basi anjr/Facepalm/

2023-10-03

8

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Berita Mendadak
2 Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3 Bab 3: Perubahan Mendadak
4 Bab 4: Mobil Pertama
5 Bab 5: Masuk ke Mall
6 Bab 6: Bocah Lugu
7 Bab 7: Menonton Film
8 Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9 Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10 Bab 10: Impian Papa
11 Bab 11: Pergi Mendadak
12 Bab 12: Sejarah Monas
13 Bab 13: Roni Pengacau
14 Bab 14: Pertolongan Cepat
15 Bab 15: Roni Menangis
16 Bab 16: Burung Kecil
17 Bab 17: Pergi ke Pantai
18 Bab 18: Berteman
19 Bab 19: Sakit Hati
20 Bab 20: Keras Kepala
21 Bab 21: Bang Adam Selamat
22 Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23 Bab 23: Orang Bodoh
24 Bab 24: Wanita Ervin?
25 Bab 25: Undangan Nindya
26 Bab 26: Orang Tak Dikenal
27 Bab 27: Teman Lama
28 Bab 28: Pergi Reuni
29 Bab 29: Masuk ke Restoran
30 Bab 30: Fitri yang Aneh
31 Bab 31: Masalah Joni
32 Bab 32: Penipu Payah
33 Bab 33: Berbahagia Bersama
34 Bab 34: Ide Bisnis
35 Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36 Bab 36: Menceritakan Nindya
37 Bab 37: Ketegasan Niat
38 Bab 38: Kedatangan Nindya
39 Bab 39: Pria Culun
40 Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41 Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42 Bab 42: Kemajuan
43 Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44 Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45 Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46 Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47 Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48 Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49 Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50 Bab 50: Pergantian Tahun
51 Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52 Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53 Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54 Bab 54: Ditinggal Sendiri
55 Bab 55: Nasihat Roni
56 Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57 Bab 57: Nindya Selingkuh
58 Bab 58: Ajakan Antusias
59 Bab 59: Keponakan yang Rewel
60 Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61 Bab 61: Pindah ke Rumah Baru
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1: Berita Mendadak
2
Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3
Bab 3: Perubahan Mendadak
4
Bab 4: Mobil Pertama
5
Bab 5: Masuk ke Mall
6
Bab 6: Bocah Lugu
7
Bab 7: Menonton Film
8
Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9
Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10
Bab 10: Impian Papa
11
Bab 11: Pergi Mendadak
12
Bab 12: Sejarah Monas
13
Bab 13: Roni Pengacau
14
Bab 14: Pertolongan Cepat
15
Bab 15: Roni Menangis
16
Bab 16: Burung Kecil
17
Bab 17: Pergi ke Pantai
18
Bab 18: Berteman
19
Bab 19: Sakit Hati
20
Bab 20: Keras Kepala
21
Bab 21: Bang Adam Selamat
22
Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23
Bab 23: Orang Bodoh
24
Bab 24: Wanita Ervin?
25
Bab 25: Undangan Nindya
26
Bab 26: Orang Tak Dikenal
27
Bab 27: Teman Lama
28
Bab 28: Pergi Reuni
29
Bab 29: Masuk ke Restoran
30
Bab 30: Fitri yang Aneh
31
Bab 31: Masalah Joni
32
Bab 32: Penipu Payah
33
Bab 33: Berbahagia Bersama
34
Bab 34: Ide Bisnis
35
Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36
Bab 36: Menceritakan Nindya
37
Bab 37: Ketegasan Niat
38
Bab 38: Kedatangan Nindya
39
Bab 39: Pria Culun
40
Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41
Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42
Bab 42: Kemajuan
43
Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44
Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45
Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46
Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47
Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48
Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49
Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50
Bab 50: Pergantian Tahun
51
Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52
Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53
Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54
Bab 54: Ditinggal Sendiri
55
Bab 55: Nasihat Roni
56
Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57
Bab 57: Nindya Selingkuh
58
Bab 58: Ajakan Antusias
59
Bab 59: Keponakan yang Rewel
60
Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61
Bab 61: Pindah ke Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!