Mendengar ucapan ibu itu, Ervin menatap putri yang masih diam dan tidak berani melihat ke atas.
"Jika memang itu mau kalian, biar aku saja yang dikotori," kata Ervin yang memutuskan untuk berkorban.
Namun, Kakak Narissa menarik menarik tangan Ervin sambil menggelengkan kepalanya.
Brian tiba-tiba maju ke depan keluarga itu dan berkata, "Siram bajuku, anggap itu impas dan masalah ini selesai."
"Tidak perlu, aku saja." Ervin menuntun tangan anak kecil tersebut dan melemparkan sisa air minum anak kecil ke baju yang Ervin kenakan.
Semua orang yang mengerumuni mereka Ervin dan lainnya menatap Ervin dengan wajah yang bodoh.
"Impas? Adil, kan?" kata Ervin menatap kedua orang tua yang bermasalah dengannya. "Putri, kamu sudah meminta maaf?"
Ervin menatap Putri yang masih tertunduk.
Kepala kecil Putri mengangguk pelan sebagai tanggapannya.
"Sudah, dia sudah meminta maaf," kata Kakak Narissa mengonfirmasi ucapan Putri.
Di awal, mereka sudah meminta maaf kepada kedua orang tua dari anak yang dibasahi oleh Putri.
Sebenarnya, Putri tidak sengaja menyenggol air minum anak itu, kemudian gelas minumannya yang dipegang tersentak, air di dalamnya menyembur keluar ke pakaiannya.
"Oke, masalah ini selesai."
Ervin mengambil tangan ayah dari anak korban ketidaksengajaan, berjabat tangan dalam bentuk kesepakatan masalah antara mereka berdua selesai.
Sebelum keluarga kecil itu bereaksi, keluarga Ervin meninggalkan auditorium bioskop, juga meninggalkan orang-orang dan keluarga kecil tersebut di dalam.
Wajah keluarga kecil dan anaknya tersebut tertegun dengan wajah stagnan terkejut.
Sosok Ervin yang menggendong Putri dan Luna dilirik oleh semua orang hingga akhirnya menghilang dari ruangan bioskop.
Orang-orang yang melihat peristiwa Ervin langsung tersenyum dengan hati yang lega.
Pengunjung bioskop yang sempat melihat peristiwa Putri menyenggol anak dari keluarga kecil tersebut tidak bisa menahan untuk tidak cemberut pada keluarga kecil itu.
Banyak sekali diskusi dan obrolan terdengar di dalam auditorium.
"Jelas, aku melihat anak kecil itu menyenggol anak perempuan keponakan pria tampan. Ibunya terlalu berlebihan."
"Untungnya, pria tampan itu sabar dan memilih mengikuti keinginan ibu dari anak nakal tersebut. Pihak pria tampan sangat sabar."
"Aku merasa kasihan dengan anak perempuan kecil barusan. Anak sekecil itu sudah bertemu keluarga wibu."
"Ajaran yang baik, bersikap adil dan memberikan suatu pelajaran kepada anak kecil tentang mengakui kesalahan sekecil apa pun, juga meminta maaf. Pria tampan tadi, maksudku, jodohku tadi memiliki nilai sosial yang bagus."
"Pria tampan dan abangnya punya rasa tanggung jawab yang tinggi. Aku ingin punya pria seperti mereka berdua, sifatnya mereka yang aku maksud."
"I have no enemies."
"..."
[Memberi contoh baik kepada keponakan dan dapatkan 1 kartu cashback 5.000% untuk sekali pembelian apa pun!]
Suara pemberitahuan Sistem memasuki telinga Ervin, ujung bibirnya langsung terangkat dengan hati yang bahagia.
Uang yang Ervin pakai untuk makan dan menonton menyisakan uang 45 juta rupiah.
Makanan sebelumnya mereka makan menghabiskan uang 4 juta rupiah karena semua makanan yang dipesan merupakan makanan enak atau yang laris manis.
[Kartu Cashback 5.000%: Mengembalikan uang yang Anda pakai untuk membelanjakan banyak barang dalam satu toko menjadi 50 kali lipat. Satu kali pakai.]
Mendengarkan penjelasan singkat dan kasar dari Sistem, Ervin mengerti dari kegunaan hadiah yang diberikan kali ini.
Uang 45 juta rupiah yang tersisa bisa Ervin gandakan 50 kali lipat dengan menggunakan tersebut.
Jika dihitung memakai kalkulator ponsel akan menghasilkan nominal 2 miliar rupiah.
Dengan uang sebanyak 2 miliar Ervin bisa menggunakannya untuk membelikan banyak hal.
Membayangkan uang sebesar itu, Ervin tidak bisa menahan senyumannya.
Senyuman ini terlihat aneh di mata Luna dan Putri sehingga Luna meminta Ervin menurunkan mereka berdua.
"Senyum paman terlihat mengerikan, seperti predator anak," kata Luna dengan tubuh yang menggigil.
Mendengar ucapan Luna, Kakak Narissa dan Brian melirik Ervin dengan tatapan yang tidak ramah.
Sorot mata mereka yang tajam dan menusuk membuat Ervin menjadi takut. "Tidak, aku tersenyum karena memiliki rencana untuk membelikan kalian baju mahal. Kebetulan aku mendapatkan bonus dari pekerjaanku."
Ervin melambaikan kedua tangannya dengan senyuman kaku.
"Baju baru?!"
Keponakan laki-laki yang mendengar kalimat Ervin menjadi semangat, berkumpul di dekat Ervin untuk menanyakan kepastian ucapannya.
"Paman tidak berbohong, kan?"
"Kita benaran akan berbelanja baju, Paman? Bolehkah aku membeli baju anti-nuklir?"
"Aku mau beli sepuluh baju!"
"Baju?"
"..."
Semua keponakan Ervin menjadi heboh, suasana di sekitar mereka menjadi tidak kondusif.
Orang-orang yang kebetulan lewat di depan mereka menjadi tertarik dengan kehebohan keluarga Ervin.
Ervin tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dan menjawab, "Benar, Paman akan membelikan kalian pakaian baru. Ayo kita ke toko LV!"
"Ayo!!"
Tidak tahu apa tokonya, keponakan-keponakan Ervin berlari menuju ke suatu arah.
"Hei! Jalannya salah!"
Di dalam toko LV, Luwak Veton, mereka membeli banyak sekali pakaian dengan harga paling murah ratusan ribu dan paling mahal jutaan.
Kacamata, baju, celana, jaket, tas wanita, sepatu, dan aksesoris lainnya, semua mereka beli dalam jumlah yang cukup banyak.
Ervin melihat harga dari barang-barang yang mereka ambil, dadanya terasa sulit bernapas, terasa seperti ada meteor jatuh di dadanya.
'Sial! Harganya terlalu mahal! Uangku sepertinya tidak cukup,' gumam Ervin dalam hati dengan telapak tangannya yang berkeringat.
Mata suram Ervin berubah setelah mengingat hadiah Sistem. Pancaran sinar berkilau di pupil matanya, sebuah ide muncul di alam benaknya.
"Total barang belanjaannya adalah tiga ratus lima puluh juta rupiah, Pak." Seorang pegawai kasir yang cantik dengan tubuh cukup seksi tersenyum kepada Ervin.
Ervin mengangguk dengan hati dan wajah yang tenang, kemudian siap untuk menggesekkan kartu debitnya ke mesin EDC.
Menarik baju Ervin, wajah Kakak Narissa tampak panik mendengar jumlah dari belanja mereka, ini sudah ratusan juta rupiah. Belanja keluarga mereka per bulan saja tidak menyentuh 2 juta.
"Aku punya uang, biar aku yang membayar," ucap Ervin dengan suara yang lembut kepada kakaknya.
Menoleh ke pegawai kasir, Ervin bertanya, "Pembayaran dua kali tidak apa-apa?"
"Untuk cash tidak apa-apa. Silakan digesek di sini," jawab wanita pegawai kasir sembari menunjuk sopan ke mesin pembayaran yang sudah disediakan.
"Oke."
Kartu Ervin digesek di bawah pantauan petugas kasir, pembayaran berhasil dilakukan senilai 45 juta rupiah.
Sebelum Ervin menggesekkan kartunya untuk kedua kali, Ervin berkata di dalam hatinya, 'Gunakan Kartu Cashback!'
[Ding! Kartu Cashback berhasil digunakan! Anda menerima 2,25 miliar rupiah!]
[Saldo telah dikirim!]
Mendengar suara kaku Sistem, Ervin menggesek dengan tegas sisa pembayarannya yang ada sekitar 305 juta rupiah.
Ting!
Suara pembayaran berhasil dilakukan terdengar, hati Ervin dan yang lainnya menjadi lega.
"Terima kasih sudah berbelanja di sini, kami menunggu kedatangan Anda lagi!"
Ervin dan keluarganya keluar dari toko mewah dengan rasa bangga di wajahnya.
Kakak Narissa dan suaminya masih belum sadar dengan peristiwa keberhasilan Ervin membayar semua belanjaan yang mereka bawa sekarang.
Menarik telinga Ervin, Kakak Narissa bertanya, "Katakan dengan jujur, dari mana kamu mendapatkan uang ratusan juta itu?! Jangan bilang kamu menjadi simpanan wanita kaya?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Kang Comen
nih 1 bocil yg pikiran nya terlalu extrieam
2023-11-04
4
★OYEN DRAGON�☑️
tadi mau musnahkan manusia, sekarang baju anti nuklir. ada ada saja 👋
2023-08-29
5
Vinnie Alder
Agak beda nih anak
2023-08-22
5