Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh

Mendengar ucapan ibu itu, Ervin menatap putri yang masih diam dan tidak berani melihat ke atas.

"Jika memang itu mau kalian, biar aku saja yang dikotori," kata Ervin yang memutuskan untuk berkorban.

Namun, Kakak Narissa menarik menarik tangan Ervin sambil menggelengkan kepalanya.

Brian tiba-tiba maju ke depan keluarga itu dan berkata, "Siram bajuku, anggap itu impas dan masalah ini selesai."

"Tidak perlu, aku saja." Ervin menuntun tangan anak kecil tersebut dan melemparkan sisa air minum anak kecil ke baju yang Ervin kenakan.

Semua orang yang mengerumuni mereka Ervin dan lainnya menatap Ervin dengan wajah yang bodoh.

"Impas? Adil, kan?" kata Ervin menatap kedua orang tua yang bermasalah dengannya. "Putri, kamu sudah meminta maaf?"

Ervin menatap Putri yang masih tertunduk.

Kepala kecil Putri mengangguk pelan sebagai tanggapannya.

"Sudah, dia sudah meminta maaf," kata Kakak Narissa mengonfirmasi ucapan Putri.

Di awal, mereka sudah meminta maaf kepada kedua orang tua dari anak yang dibasahi oleh Putri.

Sebenarnya, Putri tidak sengaja menyenggol air minum anak itu, kemudian gelas minumannya yang dipegang tersentak, air di dalamnya menyembur keluar ke pakaiannya.

"Oke, masalah ini selesai."

Ervin mengambil tangan ayah dari anak korban ketidaksengajaan, berjabat tangan dalam bentuk kesepakatan masalah antara mereka berdua selesai.

Sebelum keluarga kecil itu bereaksi, keluarga Ervin meninggalkan auditorium bioskop, juga meninggalkan orang-orang dan keluarga kecil tersebut di dalam.

Wajah keluarga kecil dan anaknya tersebut tertegun dengan wajah stagnan terkejut.

Sosok Ervin yang menggendong Putri dan Luna dilirik oleh semua orang hingga akhirnya menghilang dari ruangan bioskop.

Orang-orang yang melihat peristiwa Ervin langsung tersenyum dengan hati yang lega.

Pengunjung bioskop yang sempat melihat peristiwa Putri menyenggol anak dari keluarga kecil tersebut tidak bisa menahan untuk tidak cemberut pada keluarga kecil itu.

Banyak sekali diskusi dan obrolan terdengar di dalam auditorium.

"Jelas, aku melihat anak kecil itu menyenggol anak perempuan keponakan pria tampan. Ibunya terlalu berlebihan."

"Untungnya, pria tampan itu sabar dan memilih mengikuti keinginan ibu dari anak nakal tersebut. Pihak pria tampan sangat sabar."

"Aku merasa kasihan dengan anak perempuan kecil barusan. Anak sekecil itu sudah bertemu keluarga wibu."

"Ajaran yang baik, bersikap adil dan memberikan suatu pelajaran kepada anak kecil tentang mengakui kesalahan sekecil apa pun, juga meminta maaf. Pria tampan tadi, maksudku, jodohku tadi memiliki nilai sosial yang bagus."

"Pria tampan dan abangnya punya rasa tanggung jawab yang tinggi. Aku ingin punya pria seperti mereka berdua, sifatnya mereka yang aku maksud."

"I have no enemies."

"..."

[Memberi contoh baik kepada keponakan dan dapatkan 1 kartu cashback 5.000% untuk sekali pembelian apa pun!]

Suara pemberitahuan Sistem memasuki telinga Ervin, ujung bibirnya langsung terangkat dengan hati yang bahagia.

Uang yang Ervin pakai untuk makan dan menonton menyisakan uang 45 juta rupiah.

Makanan sebelumnya mereka makan menghabiskan uang 4 juta rupiah karena semua makanan yang dipesan merupakan makanan enak atau yang laris manis.

[Kartu Cashback 5.000%: Mengembalikan uang yang Anda pakai untuk membelanjakan banyak barang dalam satu toko menjadi 50 kali lipat. Satu kali pakai.]

Mendengarkan penjelasan singkat dan kasar dari Sistem, Ervin mengerti dari kegunaan hadiah yang diberikan kali ini.

Uang 45 juta rupiah yang tersisa bisa Ervin gandakan 50 kali lipat dengan menggunakan tersebut.

Jika dihitung memakai kalkulator ponsel akan menghasilkan nominal 2 miliar rupiah.

Dengan uang sebanyak 2 miliar Ervin bisa menggunakannya untuk membelikan banyak hal.

Membayangkan uang sebesar itu, Ervin tidak bisa menahan senyumannya.

Senyuman ini terlihat aneh di mata Luna dan Putri sehingga Luna meminta Ervin menurunkan mereka berdua.

"Senyum paman terlihat mengerikan, seperti predator anak," kata Luna dengan tubuh yang menggigil.

Mendengar ucapan Luna, Kakak Narissa dan Brian melirik Ervin dengan tatapan yang tidak ramah.

Sorot mata mereka yang tajam dan menusuk membuat Ervin menjadi takut. "Tidak, aku tersenyum karena memiliki rencana untuk membelikan kalian baju mahal. Kebetulan aku mendapatkan bonus dari pekerjaanku."

Ervin melambaikan kedua tangannya dengan senyuman kaku.

"Baju baru?!"

Keponakan laki-laki yang mendengar kalimat Ervin menjadi semangat, berkumpul di dekat Ervin untuk menanyakan kepastian ucapannya.

"Paman tidak berbohong, kan?"

"Kita benaran akan berbelanja baju, Paman? Bolehkah aku membeli baju anti-nuklir?"

"Aku mau beli sepuluh baju!"

"Baju?"

"..."

Semua keponakan Ervin menjadi heboh, suasana di sekitar mereka menjadi tidak kondusif.

Orang-orang yang kebetulan lewat di depan mereka menjadi tertarik dengan kehebohan keluarga Ervin.

Ervin tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dan menjawab, "Benar, Paman akan membelikan kalian pakaian baru. Ayo kita ke toko LV!"

"Ayo!!"

Tidak tahu apa tokonya, keponakan-keponakan Ervin berlari menuju ke suatu arah.

"Hei! Jalannya salah!"

Di dalam toko LV, Luwak Veton, mereka membeli banyak sekali pakaian dengan harga paling murah ratusan ribu dan paling mahal jutaan.

Kacamata, baju, celana, jaket, tas wanita, sepatu, dan aksesoris lainnya, semua mereka beli dalam jumlah yang cukup banyak.

Ervin melihat harga dari barang-barang yang mereka ambil, dadanya terasa sulit bernapas, terasa seperti ada meteor jatuh di dadanya.

'Sial! Harganya terlalu mahal! Uangku sepertinya tidak cukup,' gumam Ervin dalam hati dengan telapak tangannya yang berkeringat.

Mata suram Ervin berubah setelah mengingat hadiah Sistem. Pancaran sinar berkilau di pupil matanya, sebuah ide muncul di alam benaknya.

"Total barang belanjaannya adalah tiga ratus lima puluh juta rupiah, Pak." Seorang pegawai kasir yang cantik dengan tubuh cukup seksi tersenyum kepada Ervin.

Ervin mengangguk dengan hati dan wajah yang tenang, kemudian siap untuk menggesekkan kartu debitnya ke mesin EDC.

Menarik baju Ervin, wajah Kakak Narissa tampak panik mendengar jumlah dari belanja mereka, ini sudah ratusan juta rupiah. Belanja keluarga mereka per bulan saja tidak menyentuh 2 juta.

"Aku punya uang, biar aku yang membayar," ucap Ervin dengan suara yang lembut kepada kakaknya.

Menoleh ke pegawai kasir, Ervin bertanya, "Pembayaran dua kali tidak apa-apa?"

"Untuk cash tidak apa-apa. Silakan digesek di sini," jawab wanita pegawai kasir sembari menunjuk sopan ke mesin pembayaran yang sudah disediakan.

"Oke."

Kartu Ervin digesek di bawah pantauan petugas kasir, pembayaran berhasil dilakukan senilai 45 juta rupiah.

Sebelum Ervin menggesekkan kartunya untuk kedua kali, Ervin berkata di dalam hatinya, 'Gunakan Kartu Cashback!'

[Ding! Kartu Cashback berhasil digunakan! Anda menerima 2,25 miliar rupiah!]

[Saldo telah dikirim!]

Mendengar suara kaku Sistem, Ervin menggesek dengan tegas sisa pembayarannya yang ada sekitar 305 juta rupiah.

Ting!

Suara pembayaran berhasil dilakukan terdengar, hati Ervin dan yang lainnya menjadi lega.

"Terima kasih sudah berbelanja di sini, kami menunggu kedatangan Anda lagi!"

Ervin dan keluarganya keluar dari toko mewah dengan rasa bangga di wajahnya.

Kakak Narissa dan suaminya masih belum sadar dengan peristiwa keberhasilan Ervin membayar semua belanjaan yang mereka bawa sekarang.

Menarik telinga Ervin, Kakak Narissa bertanya, "Katakan dengan jujur, dari mana kamu mendapatkan uang ratusan juta itu?! Jangan bilang kamu menjadi simpanan wanita kaya?!"

Terpopuler

Comments

Kang Comen

Kang Comen

nih 1 bocil yg pikiran nya terlalu extrieam

2023-11-04

4

★OYEN DRAGON�☑️

★OYEN DRAGON�☑️

tadi mau musnahkan manusia, sekarang baju anti nuklir. ada ada saja 👋

2023-08-29

5

Vinnie Alder

Vinnie Alder

Agak beda nih anak

2023-08-22

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Berita Mendadak
2 Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3 Bab 3: Perubahan Mendadak
4 Bab 4: Mobil Pertama
5 Bab 5: Masuk ke Mall
6 Bab 6: Bocah Lugu
7 Bab 7: Menonton Film
8 Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9 Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10 Bab 10: Impian Papa
11 Bab 11: Pergi Mendadak
12 Bab 12: Sejarah Monas
13 Bab 13: Roni Pengacau
14 Bab 14: Pertolongan Cepat
15 Bab 15: Roni Menangis
16 Bab 16: Burung Kecil
17 Bab 17: Pergi ke Pantai
18 Bab 18: Berteman
19 Bab 19: Sakit Hati
20 Bab 20: Keras Kepala
21 Bab 21: Bang Adam Selamat
22 Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23 Bab 23: Orang Bodoh
24 Bab 24: Wanita Ervin?
25 Bab 25: Undangan Nindya
26 Bab 26: Orang Tak Dikenal
27 Bab 27: Teman Lama
28 Bab 28: Pergi Reuni
29 Bab 29: Masuk ke Restoran
30 Bab 30: Fitri yang Aneh
31 Bab 31: Masalah Joni
32 Bab 32: Penipu Payah
33 Bab 33: Berbahagia Bersama
34 Bab 34: Ide Bisnis
35 Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36 Bab 36: Menceritakan Nindya
37 Bab 37: Ketegasan Niat
38 Bab 38: Kedatangan Nindya
39 Bab 39: Pria Culun
40 Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41 Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42 Bab 42: Kemajuan
43 Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44 Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45 Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46 Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47 Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48 Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49 Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50 Bab 50: Pergantian Tahun
51 Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52 Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53 Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54 Bab 54: Ditinggal Sendiri
55 Bab 55: Nasihat Roni
56 Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57 Bab 57: Nindya Selingkuh
58 Bab 58: Ajakan Antusias
59 Bab 59: Keponakan yang Rewel
60 Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61 Bab 61: Pindah ke Rumah Baru
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1: Berita Mendadak
2
Bab 2: Kejutan Luar Biasa
3
Bab 3: Perubahan Mendadak
4
Bab 4: Mobil Pertama
5
Bab 5: Masuk ke Mall
6
Bab 6: Bocah Lugu
7
Bab 7: Menonton Film
8
Bab 8: Aku Tidak Punya Musuh
9
Bab 9: Kejujuran Berbohong Ervin
10
Bab 10: Impian Papa
11
Bab 11: Pergi Mendadak
12
Bab 12: Sejarah Monas
13
Bab 13: Roni Pengacau
14
Bab 14: Pertolongan Cepat
15
Bab 15: Roni Menangis
16
Bab 16: Burung Kecil
17
Bab 17: Pergi ke Pantai
18
Bab 18: Berteman
19
Bab 19: Sakit Hati
20
Bab 20: Keras Kepala
21
Bab 21: Bang Adam Selamat
22
Bab 22: Sebuah Pengungkapan
23
Bab 23: Orang Bodoh
24
Bab 24: Wanita Ervin?
25
Bab 25: Undangan Nindya
26
Bab 26: Orang Tak Dikenal
27
Bab 27: Teman Lama
28
Bab 28: Pergi Reuni
29
Bab 29: Masuk ke Restoran
30
Bab 30: Fitri yang Aneh
31
Bab 31: Masalah Joni
32
Bab 32: Penipu Payah
33
Bab 33: Berbahagia Bersama
34
Bab 34: Ide Bisnis
35
Bab 35: Bingung Menghabiskan Uang
36
Bab 36: Menceritakan Nindya
37
Bab 37: Ketegasan Niat
38
Bab 38: Kedatangan Nindya
39
Bab 39: Pria Culun
40
Bab 40: Negosiasi Bibit Lele
41
Bab 41: Keributan Keluarga Orang
42
Bab 42: Kemajuan
43
Bab 43: Persiapan ke Rumah Nindya
44
Bab 44: Berangkat ke Rumah Nindya
45
Bab 45: Setetes Kebahagiaan
46
Bab 46: Kekhawatiran Ervin
47
Bab 47: Bertemu dengan Kakek
48
Bab 48: Bertarung dengan Pengawal
49
Bab 49: Pertanyaan Mengejutkan
50
Bab 50: Pergantian Tahun
51
Bab 51: Pergi ke Kebun Binatang
52
Bab 52: Keseruan Kebun Binatang
53
Bab 53: Keponakan Mulut Tajam
54
Bab 54: Ditinggal Sendiri
55
Bab 55: Nasihat Roni
56
Bab 56: Pulang dari Kebun Binatang
57
Bab 57: Nindya Selingkuh
58
Bab 58: Ajakan Antusias
59
Bab 59: Keponakan yang Rewel
60
Bab 60: Selesai berjalan-jalan
61
Bab 61: Pindah ke Rumah Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!