NGUPING

Tidak putus asa dan berfikir kalau Rayyan tidak mendengar suaranya sehingga Rose kembali mengetuk pintu kamar Rayyan, "Kak Reyy, kakak ada didalamkah." memanggil dengan suara yang lumayan besar, sayangnya tetap tidak ada sahutan.

"Apa kak Rayyan tidak ada didalam kali ya." fikir Rose setelah beberapa kali tidak ada sahutan dari dalam.

"Apa dia dibawah." karna memang ingin membicarakan tentang pekerjaannya sehingga Rose turun untuk mencari sang suami.

Saat tiba dibawah, dua orang pelayan yang berlalu lalang dan tengah membereskan pekerjaan mereka sebelum istirahat langsung menunduk saat melihat istri majikan mereka, melihat dirinya benar-benar diperlakukan seperti nyonya besar membuat Rose merasa aneh dan canggung, apalagi saat salah satu dari pelayan itu bertanya kepadanya.

"Apa nona butuh sesuatu."

"Ehh tidak, aku hanya mencari kak Rayyan, apa kalian tahu dimana dia." ujar Rose ramah dengan bibir mengulas senyum.

"Nona mencari tuan muda." sik pelayan satunya merespon.

Rose mengangguk.

"Tuan muda ada diruang kerjanya nona."

"Mmm, bisakah kalian menunjukkan dimana ruang kerjanya kepada saya."

Kedua pelayan itu saling melirik satu sama lain dan saling memberikan kode lewat mata, "Mmm, maaf nona, bukannya kami tidak mau mengantarkan nona, tapi kalau tuan sedang berada diruang kerjanya, tuan tidak bisa diganggu."

"Ohh begitu." angguk Rose mengerti, tapi karna dia ingin membicarakan tentang hal yang penting versinya sehingga tidak memperdulikan peringatan yang dikatakan oleh pelayan barusan, "Masak kak Rayyan tidak mau menghentikan pekerjaannya lima menit saja untuk bicara denganku, aku rasa lima menit tidak berpengaruh banyak." batinnya.

"Ada hal yang penting yang ingin saya omongin sama kak Rayyan, jadi saya mohon sekali lagi, bisakah kalian mengantarkan saya."

Kembali kedua pelayan itu saling lirik sebelum berkata, "Baiklah nona, saya akan mengantarkan nona ke ruang kerjanya tuan."

Rayyan memang paling tidak suka diganggu kalau dirinya tengah berada diruang kerjanya, jangankan diganggu, mendengar suara langkah didekat ruang kerjanya saja membuatnya marah-marah, tapi fikir pelayan itu, karna ini berhubung yang mencari adalah sang istri, mereka yakin sang tuan tidak akan marah.

"Terimakasih mbak."

"Jangan panggil mbak nona, panggil Ratna saja."

"Iya nona, dan saya Dian." pelayan satunya lagi menyahut.

Tentu saja Rose tidak melakukan apa yang dikatakan oleh pelayan dirumah suaminya itu, bagaimana dia bisa memanggil dengan sebutan nama doank sedangkan mereka lebih tua dari dirinya.

"Mana bisa begitu, kalian berdua jauh lebih tua daripada saya."

"Sungguh nona tidak apa-apa, nona panggil nama saja."

"Tapi rasanya gak enak." Rose merasa tidak sopan kalau harus memanggil dengan panggilan nama saja tanpa ada embel-embel mbaknya.

"Jangan merasa sungkan nona, kami disini adalah pelayan."

"Baiklah kalau begitu." akhirnya Rose menyerah dan memanggil mereka dengan panggilan nama doank.

*****

"Itu ruang kerjanya tuan muda nona." salah satu pelayan yang bernama Dian yang mengantarnya menunjuk pintu berwarna putih yang terbuat dari kayu jati, "Saya mengantarkan nona sampai disini saja ya."

"Iya." jawab Rose, "Dan terimakasih ya Dian telah mengantarkan saya."

"Tidak perlu berterimakasih nona karna saya memang harus melakukan hal itu."

Rose mengangguk, dan setelah Dian berlalu dari hadapannya, barulah Rose mendekat ke arah pintu ruang kerja Rayyan yang sedikit terbuka.

Saat jarak satu meter, Rose dengan jelas mendengar suara bentakan keras yang merupakan suara Rayyan, mendengar suara Rayyan yang sepertinya tengah memarahi seseorang terbersit dibenak Rose untuk mengurungkan niatnya untuk menemui suaminya itu, karna Rose yakin pasti akan terkena cipratan amarah Rayyan mengingat pada kondisi normal saja Rayyan selalu marah-marah kepadanya, dan mengikuti kata hatinya memang seharusnya Rose balik badan dan kembali ke kamarnya saja, tapi dia kepo ingin tahu siapakah yang saat ini tengah dimarahi oleh Rayyan diruang kerjanya, dan pada akhirnya disini akallah yang mendominasi, karna keingintahuannya itulah dia melangkahkan kakinya untuk semakin mendekat ke arah pintu untuk mencari siapa tahu yang tengah dimarahi oleh Rayyan.

*****

"Apa-apaan ini, apa saja yang kamu lakukan selama ini hah, masak menangani hal semacam ini saja kamu tidak becus." Rayyan membanting laporan yang dibarusan dibacanya, laporan yang diserahkan oleh salah satu pengurus cabang perusahaan miliknya.

"Ma...ma...maafkan saya pak Rayyan, saya berjanji akan segera menyelsaikan semua ini." laki-laki yang lebih tua dari Rayyan itu ketakutan saat melihat kemarahan sang boss.

"Saya akan memberikan kamu waktu satu bulan dan selsaikan semuanya sesuai dengan yang telah direncanakan sejak awal." tegas Rayyan dengan mengintimidasi, hal yang sering dia lakukan untuk membuat lawan bisnisnya tidak berkutik, "Kalau semua itu tidak bisa kamu handle, maka bersiap-siaplah riwayatmu akan tamat." saat mengatakan hal tersebut, Rayyan tidak pernah main-main.

"Ba...baik pak Rayyan, saya berjanji akan melakukan apa yang pak Rayyan inginkan." cicit tuh orang.

"Bagus, sekarang cepat pergi dari hadapanku, aku sudah muak melihat tampangmu."

"Baik pak, saya permisi dulu." laki-laki itu buru-buru berjalan ke pintu keluar, dia ingin segera jauh-jauh dari Rayyan yang sepertinya sebentar lagi akan menyemburkan nafas api dari hidung dan mulutnya.

Sedangkan Rose yang tadi mengintip untuk mencari tahu dari pintu yang sedikit terbuka bertambah takut saat melihat wajah Rayyan, Rayyan sering menampilkan wajah horor, tapi saat ini wajah Rayyan bertambah 5 kali lipat lebih horor dari biasanya sehingga disini Rose mengurungkan niatnya untuk membicarakan tentang apa yang ingin dia katakan.

Saat Rose bersiap untuk pergi, pintu itu ditarik oleh laki-laki yang dimarahi oleh Rayyan barusan, pintu yang terbuka lebar otomatis membuat mata elang Rayyan memiliki akses sepenuhnya melihat seluruh tubuh Rose, dan Rayyan melotot karna Rose menguping pembicaraannya.

"Nona." kaget sik laki-laki saat melihat Rose yang berada didepan pintu, "Apa yang nona lakukan disini."

"Ehh, hehhe." Rose hanya tersenyum bodoh ke arah Rayyan karna dirinya kgep nguping.

Rose merasa menyesal sendiri saat melihat bagaimana cara Rayyan menatapnya, "Duhh, kenapa tadi aku harus kepo segala sieh, kenapa aku tidak langsung pergi saja saat mendengar suara teriakan kak Rayyan." namun nasi sudah menjadi bubur, Rose harus menghadapi Rayyan saat dalam keadaan marah, saat normal saja Rayyan bawaannya pengen marah mulu sama Rose, apalagi saat laki-laki itu tengah marah besar seperti ini, sudah pasti dia akan memarahi Rose habis-habisan karna ketahuan nguping.

"Aku...aku...aku tadi mau bicara dengan kak Rayyan, tapi lain kali saja deh, aku sebaiknya kembali ke kamar." takut Rose.

Namun saat dia akan berbalik, panggilan Rayyan menghentikannya, "Tunggu, siapa yang memberikan kamu izin pergi hah." suara Rayyan sudah seperti malaikat maut ditelinga Rose.

"Duhh, matilah aku."

"Dan kamu, apalagi yang kamu tunggu, cepat angkat kaki dari rumahku." usir Rayyan pada laki-laki yang barusan dia marahi, laki-laki itu masih menatap Rose dengan penuh tanda tanya, dia bertanya-tanya siapakah gerangan wanita yang ada dirumah sang boss, maklum sieh laki-laki itu tidak tahu karna saat menikah, Rayyan tidak mengundang semua karyawannya, dia hanya mengundang orang-orang penting saja.

"Baik pak Rayyan." laki-laki itu bergegas pergi dengan masih menyimpan tanda tanya dibenaknya tentang siapa gadis yang ditemuinya didepan pintu kerja sang boss.

*****

Episodes
1 KESEDIHAN ROSE
2 WANITA SIALAN
3 KEDATANGAN RAYYAN
4 BAGAIMANA KALAU AKU HAMIL
5 HARI PERNIKAHAN
6 HARI PERNIKAHAN
7 SAH
8 KAMAR PENGANTIN
9 LINGERIE
10 FITNAH DIO
11 DIA HARUS MENDERITA
12 KEDATANGAN OM DONI DAN TANTE VIVI
13 DASAR PENDEK
14 MANDI
15 KEISENGAN RAYYAN
16 MAKAN MALAM MENYEBALKAN
17 NGUPING
18 MENYANYI DAN MENARILAH DIHADAPANKU
19 DASAR GADIS MUNAFIK
20 DASAR LAKI-LAKI SINTING
21 PERTENGKARAN DIRUMAH SAKIT
22 MENJENGUK RAKA
23 APA LAKI-LAKI ITU PERNAH MENYENTUHMU
24 MENGETAHUI FAKTA
25 JANGAN SENTUH AKU
26 NGAPAIN GUE CEMBURU
27 BOSSKU TERNYATA SUAMIKU
28 AJAKAN MAKAN SIANG
29 KEPO
30 KEDATANGAN RAYYAN DICAFE
31 KALIAN JADIANKAN
32 JANGAN PECAT AKU
33 BERSIKAPLAH SEPERTI ISTRI YANG BAIK
34 KEDATANGAN ORANG TUA RAYYAN
35 PERTEMUAN MERTUA DAN MENANTU
36 SEKAMAR
37 KAPAN MENCERAIKANKU
38 SARAPAN
39 SUDAH ADA TANDA-TANDA KEHIDUPAN
40 BERTEMU DENGAN DELLA
41 PERTENGKARAN DI CAFE
42 APA DIA BAIK-BAIK SAJA
43 JADIKAN ROSE SEKERTARISMU
44 DITURUNKAN
45 MAKAN SIANG BERSAMA
46 DI PANGGIL KE RUANGAN RAYYAN
47 KITA PULANG BERSAMA
48 UANGKU AKAN DIGANTIKAN
49 HONEYMOON
50 MINUMAN PENAMBAH STAMINA
51 TELPON DARI DELLA
52 MAKAN SIANG BERSAMA DELLA
53 PERLAKUAN MANIS RAYYAN
54 KECEMBURUAN DELLA
55 DIA BUKAN PACARKU
56 MAMA VIONA DAN PAPA RICO KEMBALI KE AMERIKA
57 PIJIT AKU
58 CHAT DARI DIO
59 KEMARAHAN ROSE
60 KEDATANGAN ADNAN
61 CURHAT ROSE
62 KAMU BICARA JUJURKAN
63 PONSEL BARU
64 OM DONI SAKIT
65 DIA ADALAH MASA DEPANKU
66 AKU AKAN PERGI KE JEPANG
67 HARUSKAH MINTA IZIN
68 KAMU MENGGUNAKAN GUNA-GUNAKAN
69 MENGINGKARI PERASAAN
70 RAYYAN PULANG
71 AJAKAN MERAYAKAN ULANG TAHUN
72 CEMBURU
73 AKU BUKAN LAKI-LAKI BRENGSEK
74 MENCUCI MOBIL
75 SAKIT
76 KENAPA HATIKU JADI PANAS
77 APA YANG TERJADI
78 MEMINJAM UANG
79 TIDURLAH DENGANKU
80 MELAKUKANNYA
81 JANGAN PERGI
82 KEKHAWATIRAN RAYYAN
83 KISAH CINTA ROSE DAN RAKA
84 ROSE DITEMUKAN
85 BERTENGKAR
86 MINTA MAAF
87 BUNGA DARI RAYYAN
88 SIAPA RAKA
89 MAKAN DIKANTIN KANTOR
90 KPERGOK
91 MEMBAWA ROSE KE SALON
92 KAMU CANTIK SEKALI
93 MENYATAKAN PERASAAN
94 CERITAKAN TENTANG RAKA
95 KENAPA JATUH CINTA PADA WANITA SEPERTIKU
96 MEMINTA RESTU
97 KIRIMAN BUNGA DIPAGI HARI
98 HATIKU HANYA UNTUK KAK RAKA
99 NIAT JAHAT DELLA
100 IKLHASKAN RAKA
101 KAKAK SALAH PAHAM
102 ROSE MENGHILANG
103 TIDAK MENEMUKAN ROSE
104 APA ADA YANG KAMU SEMBUNYIKAN
105 KECELAKAAN
106 HAMIL
107 AKU MENYERAHKAN ROSE PADAMU
108 TETAPLAH DISAMPINGKU
Episodes

Updated 108 Episodes

1
KESEDIHAN ROSE
2
WANITA SIALAN
3
KEDATANGAN RAYYAN
4
BAGAIMANA KALAU AKU HAMIL
5
HARI PERNIKAHAN
6
HARI PERNIKAHAN
7
SAH
8
KAMAR PENGANTIN
9
LINGERIE
10
FITNAH DIO
11
DIA HARUS MENDERITA
12
KEDATANGAN OM DONI DAN TANTE VIVI
13
DASAR PENDEK
14
MANDI
15
KEISENGAN RAYYAN
16
MAKAN MALAM MENYEBALKAN
17
NGUPING
18
MENYANYI DAN MENARILAH DIHADAPANKU
19
DASAR GADIS MUNAFIK
20
DASAR LAKI-LAKI SINTING
21
PERTENGKARAN DIRUMAH SAKIT
22
MENJENGUK RAKA
23
APA LAKI-LAKI ITU PERNAH MENYENTUHMU
24
MENGETAHUI FAKTA
25
JANGAN SENTUH AKU
26
NGAPAIN GUE CEMBURU
27
BOSSKU TERNYATA SUAMIKU
28
AJAKAN MAKAN SIANG
29
KEPO
30
KEDATANGAN RAYYAN DICAFE
31
KALIAN JADIANKAN
32
JANGAN PECAT AKU
33
BERSIKAPLAH SEPERTI ISTRI YANG BAIK
34
KEDATANGAN ORANG TUA RAYYAN
35
PERTEMUAN MERTUA DAN MENANTU
36
SEKAMAR
37
KAPAN MENCERAIKANKU
38
SARAPAN
39
SUDAH ADA TANDA-TANDA KEHIDUPAN
40
BERTEMU DENGAN DELLA
41
PERTENGKARAN DI CAFE
42
APA DIA BAIK-BAIK SAJA
43
JADIKAN ROSE SEKERTARISMU
44
DITURUNKAN
45
MAKAN SIANG BERSAMA
46
DI PANGGIL KE RUANGAN RAYYAN
47
KITA PULANG BERSAMA
48
UANGKU AKAN DIGANTIKAN
49
HONEYMOON
50
MINUMAN PENAMBAH STAMINA
51
TELPON DARI DELLA
52
MAKAN SIANG BERSAMA DELLA
53
PERLAKUAN MANIS RAYYAN
54
KECEMBURUAN DELLA
55
DIA BUKAN PACARKU
56
MAMA VIONA DAN PAPA RICO KEMBALI KE AMERIKA
57
PIJIT AKU
58
CHAT DARI DIO
59
KEMARAHAN ROSE
60
KEDATANGAN ADNAN
61
CURHAT ROSE
62
KAMU BICARA JUJURKAN
63
PONSEL BARU
64
OM DONI SAKIT
65
DIA ADALAH MASA DEPANKU
66
AKU AKAN PERGI KE JEPANG
67
HARUSKAH MINTA IZIN
68
KAMU MENGGUNAKAN GUNA-GUNAKAN
69
MENGINGKARI PERASAAN
70
RAYYAN PULANG
71
AJAKAN MERAYAKAN ULANG TAHUN
72
CEMBURU
73
AKU BUKAN LAKI-LAKI BRENGSEK
74
MENCUCI MOBIL
75
SAKIT
76
KENAPA HATIKU JADI PANAS
77
APA YANG TERJADI
78
MEMINJAM UANG
79
TIDURLAH DENGANKU
80
MELAKUKANNYA
81
JANGAN PERGI
82
KEKHAWATIRAN RAYYAN
83
KISAH CINTA ROSE DAN RAKA
84
ROSE DITEMUKAN
85
BERTENGKAR
86
MINTA MAAF
87
BUNGA DARI RAYYAN
88
SIAPA RAKA
89
MAKAN DIKANTIN KANTOR
90
KPERGOK
91
MEMBAWA ROSE KE SALON
92
KAMU CANTIK SEKALI
93
MENYATAKAN PERASAAN
94
CERITAKAN TENTANG RAKA
95
KENAPA JATUH CINTA PADA WANITA SEPERTIKU
96
MEMINTA RESTU
97
KIRIMAN BUNGA DIPAGI HARI
98
HATIKU HANYA UNTUK KAK RAKA
99
NIAT JAHAT DELLA
100
IKLHASKAN RAKA
101
KAKAK SALAH PAHAM
102
ROSE MENGHILANG
103
TIDAK MENEMUKAN ROSE
104
APA ADA YANG KAMU SEMBUNYIKAN
105
KECELAKAAN
106
HAMIL
107
AKU MENYERAHKAN ROSE PADAMU
108
TETAPLAH DISAMPINGKU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!