Matahari yang meninggi masuk menembus gorden kamar hotel bintang lima tempat sepasang kekasih masih terlelap dibawah selimut, sik wanita menggeliat saat sinar matahari menembus kelopak matanya, dia membuka mata indahnya perlahan dan mengucek-ngucek untuk menjernihkan pandangannya sembari mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi, semalam dia mabuk berat dan tidak terlalu ingat apa yang terjadi, tapi satu hal yang dia ingat, dia datang ke club malam bersama dengan selingkuhannya, mabuk sampai gak sadar diri dan dia tidak ingat apa-apa lagi, wanita itu adalah Della.
Della benar-benar belum sadar apa yang terjadi, mata indahnya yang sudah terbuka sempurna menjelajah ruangan tempat dimana dia berada sekarang, dan Della langsung menyimpulkan kalau tempat itu bukanlah kamarnya.
"Ini bukan kamarku." paniknya mengintip dibalik selimut yang membungkus tubuhnya yang ternyata telanjang bulat, saat sedikit bergerak, Della merasa sakit dibagian selangkangannya.
"Tidak tidak, jangan bilang...." Della menoleh ke samping, dimana disana, Adit yang merupakan kekasih gelapnya tidur dengan damai tanpa dosa karna telah mengambil kehormatan milik Della yang Della rencanakan akan dia persembahkan untuk Rayyan karna Della hanya ingin menikah dengan Rayyan seorang, bukan dengan Adit yang level kekayaannya jelas berada dibawah Rayyan.
"Aditttttt...." suara Della melengking tinggi setelah dia benar-benar menyadari apa yang terjadi sebenarnya.
Adit yang masih berada dibawah di alam mimpi seketika ditarik paksa kembali pada dunia nyata, Adit langsung menarik tubuhnya untuk duduk, Adit panik mendengar suara teriakan Della, "Ada apa Dell, apa yang terjadi." tanyanya menatap Della yang saat ini memandangnya dengan tatapan siap membunuhnya.
Della mengambil bantal dan memukul bantal empuk tersebut dengan keras pada tubuh Adit yang telanjang, "Dasar laki-laki brengsek, sialan, apa yang telah kamu lakukan padaku hah."
Ditengah gempuran pukulan yang dilayangkan oleh Della bertubi-tubi, Adit berusaha melindungi dirinya dengan tangannya yang dijadikan sebagai perisai, "Dell, apa-apaan sieh kamu."
"Apa-apaan kamu bilang." amuk Della semakin murka karna kata-kata Adit yang tidak menyiratkan rasa bersalah karna sesuatu yang dia persiapkan untuk calon suaminya yaitu Rayyan diambil oleh Adit, kalau Rayyan yang mengunboxingnya sieh Della tidak apa-apa, dia justru senang malah, tapi ini adalah Adit, laki-laki yang tidak pernah ada niat seupilpun untuk dia nikahi, "Kamu telah mengambil kehormatanku dengan paksa, dasar bajingan, tega-teganya kamu melakukan hal itu kepadaku, dasar brengsek sialan."
Disini barulah Adit sadar penyebab amukan Della, Adit berusaha untuk meraih tangan Della untuk menghentikan gadis itu memukulnya, meskipun Della mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk menyerang Adit, tetap saja tenaga Adit lebih besar sehingga dia dengan mudah mengunci pergelangan tangan Della.
"Lepasin sialan." Della berusaha melepaskan tangannya yang dicengkram dengan sangat kuat oleh Adit, sayangnya tidak bisa, "Lepasin Adit."
"Aku akan melepaskanmu Dell asal kamu berjanji tidak akan menyerangku lagi."
"Kamu pantas untuk mendapatkannya."
Karna tidak berhasil bernegosiasi, Adit tidak melepaskan tangan Della, "Ya udah kalau gitu, aku tidak akan melepaskan tanganmu."
"Adittttt..."
"Lagian kamu ngapain sieh ngamuk-ngamuk gak jelas begini, memang apa salahnya kita melakukan hal itu, kitakan sepasang kekasih, itu sesuatu hal yang wajar bukan, dan beruntungnya aku karna aku yang pertama, terimakasih sayang karna telah memberikan kenangan yang begitu indah dan tidak akan pernah bisa aku lupakan." Adit tersenyum mesum yang membuat Della makin meradang dibuatnya.
"Brengsek sialan, itu bukan untukmu, itu untuk Rayyan, hanya Rayyan yang boleh menyentuhku pertama kali."
"Ohh, pacarmu yang membosankan itu, huhhh, apa menariknya sieh dia, tidak bisa memberikan kamu waktunya dan tidak bisa memberikan kenangan indah seperti yang kita lakukan semalam, lagian kamu juga semalam begitu menikmatinyakan sayang, bahkan kamu ingin lagi."
"Dia kaya, dia berkuasa, tidak seperti kamu." Della meneriakkan kelebihan Rayyan yang membuatnya memilih Rayyan ketimbang Adit.
"Elahh, hanya itu doank alasanmu marah-marah karna aku unboxing duluan, ya udahlah Della, toh pacar super kayamu itu tidak akan tahu jugakan kita pernah melakukannya, kamu hanya perlu bersikap biasa aja."
Della terdiam dan membenarkan kata-kata Adit barusan, selama Della tidak ngomong, Rayyan tidak akan tahu.
"Bagaimana kalau aku hamil." muncul kekhawatiran lainnya.
"Tidak akan." jawab Adit dengan penuh keyakinan.
"Kenapa kamu begitu sangat yakin, kamu pakai pengaman." Della berharap saat Adit menjamahnya semalam laki-laki itu tidak lupa menggunakan alat pengaman.
"Tidak sempat beli semalam Dell, kamunya keburu gak tahan dan narik-narik, tapi kamu tidak perlu khawatir akan hamil, kalau cuma sekali doank tidak akan bikin hamil."
"Awas ya Adit kalau aku sampai hamil dan Rayyan meninggalkan aku, aku akan mencarimu dan akan membunuh kamu." ancam Della.
"Ya ellah Dell, gitu aja repot sieh, ya tinggal digugurinkan, apa susahnya." lisan Adit enteng seolah-olah dia membicarakan tentang cuaca, tapi disini Adit benar-benar yakin kalau Della tidak mungkin akan hamil.
"Brengsek, gampang banget mulutmu itu ngomong, kamu fikir menggugurkan perkara mudah."
"Duhh, sudah deh Dell, yakin saja sama aku, kamu itu tidak akan hamil oke." kata-kata Adit mendahului takdir Tuhan.
"Pokoknya awas saja kalau aku sampai hamil."
"Tidak akan." ujarnya dengan pasti.
Dan setelah Adit merasa semuanya aman, laki-laki itu kembali merebahkan kepalanya dibantal empuk untuk melanjutkan mimpinya yang sempat terputus karna teriakan Della, "Dan sebaiknya kamu membiarkan aku tidur dengan tenang dan jangan berteriak-teriak lagi kayak dihutan."
Della mendengus kesal, "Dasar pemalas."
*****
Della sieh seharusnya masih ngambek ya karna pembatalan janji yang dilakukan secara sepihak oleh Rayyan semalam, seharusnya Rayyanlah yang mendatanginya dan mohon-mohon dan merayunya dan minta maaf, tapi berhubung dia sudah melakukan kesalahan sehingga Della berencana menemui Rayyan dikantornya dengan membawakan kekasihnya itu makan siang, Della akan berusaha membaik-baiki Rayyan supaya laki-laki itu tidak curiga kalau dia main gila dibelakang Rayyan, apalagi sekarang dia sudah tidak perawan lagi.
Sekertaris Rayyan yaitu Dita sudah sangat mengenal kekasih bossnya, wanita muda itu berdiri menyambut kedatangan Della dan tersenyum ramah dan menyapa dengan sopan kepada calon nyonya bosnya, "Selamat siang mbak Della."
"Hmm." Della hanya menjawab dengan gumaman, wanita itu tidak berniat untuk beramah tamah ria dengan sekertaris kekasihnya, jujur ya, Della cemburu dengan Dita, Della selalu punya pemikiran kalau antara bos dan sekertaris sering terjadi hubungan gelap, apalagi Dita lumayan cantik meskipun dia lebih cantik sieh, Della takut kalau Dita akan merayu Rayyan karna tergoda dengan Rayyan yang sempurna, dan Della pernah menyampaikan kekhawatirannya tersebut pada Rayyan, Della bahkan meminta Rayyan untuk memecat Dita dan menggantinya dengan sekertaris laki-laki saja, sayangnya Rayyan menolak dengan alasan kalau Dita kinerja kerjanya bagus dan Rayyan tidak tertarik untuk mencintai wanita lain selain Della, dan itu membuat Della tidak lagi meminta Rayyan untuk memecat Dita, meskipun begitu, tetap saja Della kesal saat melihat Dita, apalagi senyumnya itu, meskipun Rayyan bilang hanya mencintainya, tapi Della takut Rayyan lama-lama akan luluh dengan senyum manis sekertarisnya tersebut.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments