"Apa yang laki-laki itu katakan, bisa-bisanya dia mengatakan hal tersebut." tubuh Rose terlihat bergetar hebat, untuk saat ini dia memilih jauh-jauh dari Rayyan, dia tidak ingin laki-laki itu memaksanya menikah dengannya.
Saat ini Rose memilih untuk duduk ditaman yang terletak dibelakang hotel tersebut.
"Mana mungkinkan aku menikah dengannya, benar-benar gila dia itu." Rose tidak habis fikir dengan jalan fikiran Rayyan.
Saat seperti itu, ponsel yang ada ditangannya berbunyi, Rose bisa melihat nama pamannya tertera dilayar ponselnya.
"Iya om." ujar Rose saat menjawab panggilan tersebut.
"Kamu dimana sekarang Rosi." om Doni bertanya.
"Rosi ada ditaman belakang hotel om."
"Tunggu om disana, jangan pergi, ada yang ingin om bicarakan dengan kamu."
Rose belum sempat memberi jawaban tapi om Doni sudah memutus sambungan.
Hanya butuh waktu 3 menit bagi papa Doni untuk datang menghampiri keponakannya.
Rose mendongak saat mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, Rose bisa melihat wajah om Doni yang tertekan menghadapi masalah ini, Della pergi begitu saja dihari pernikahannya, itu tentu saja membuat malu keluarga.
"Boleh om duduk Rosi." papa Doni meminta izin.
"Duduklah om." perasaan Rose menjadi tidak enak, dia yakin om Doni mencarinya karna ada hubungannya dengan Rayyan, dan dugaan Rose tidaklah meleset karna om Doni kemudian berkata.
"Rosi, menikahkah dengan Rayyan."
"Hahh."
"Menikahlah dengan Rayyan Rosi." om Doni mengulangi meskipun dia tahu Rose mendengar kata-katanya yang pertama.
"Tapi om aku...." suara Rose terdengar bergetar.
"Om tahu Rosi kamu masih menunggu tunanganmu, tapi om rasa, itu adalah hal yang sia-sia, seperti yang dikatakan oleh dokter, Raka sepertinya tidak akan bangun dari tidur panjangnya, jantungnya masih berdetak sampai saat ini karna bantuan dari alat-alat medis yang tertempel diberbagai bagian tubuhnya."
Sedih rasanya Rose mendengar om Doni mengatakan hal tersebut, selama ini, om Donilah yang selalu mensuportnya, kadang juga memberikan sedikit bantuan kepadanya untuk biaya pengobatan Raka yang makin hari makin membengkak, dan itu dilakukan oleh om Doni diam-diam karna dia tidak ingin istrinya tahu, karna kalau mama Vivi tahu, istrinya itu sudah pasti tidak akan membiarkannya membantu biaya pengobatan Raka.
"Tapi Rosi mencintai kak Raka om, gak mungkin Rosi menikah dengan kak Rayyan." sebulir kristal bening mengalir dari sudut matanya, hati Rosi tiba-tiba terasa sesak.
"Om tahu Rosi, tapi kali ini, bisakah kamu membantu om, Rayyan benar-benar sangat marah karna Della pergi begitu saja dihari pernikahan mereka, dan Rayyan tidak ingin pernikahan ini dibatalkan karna itu akan membuatnya malu."
"Tapi kenapa Rosi om, Rosi yakin kak Rayyan tidak menyukai Rosi."
"Seperti yang om bilang tadi Rosi, Rayyan tidak mau menanggung malu, dia tidak ingin orang-orang tahu kalau calon pengantinnya kabur."
Rose hanya diam tidak membalas, dalam mimpi sekalipun dia tidak ingin menikah dengan Rayyan, sikap laki-laki itu berbanding terbalik dengan Raka, Raka orangnya baik, ramah, penyayang dan lembut, berbeda 180 derajat dengan Rayyan yang dingin dan selalu memandangnya dengan sebelah mata.
Karna tidak ada tanggapan dari Rose, om Doni kembali berkata, "Rayyan mengancam, kalau kamu tidak mau menikah dengannya, dia akan menghancurkan usaha om, kamu tahukan Rosi kalau Rayyan tidak pernah main-main dengan ancamannya."
Rose mengangguk, Rose sangat tahu Rayyan kaya dan berkuasa, dengan uang dan kekuasaan yang dimiliki Rayyan bisa melakukan apapun yang dia inginkan.
"Jadi Rosi, tolong om, kali ini saja berkorban untuk om, selama ini omkan tidak pernah meminta apapun dari kamu." suara om Doni terdengar putus asa, rasanya laki-laki setengah baya tertekan kalau sampai Rayyan menghancurkan usaha yang dia rintis mati-matian dari nol, usahanya sekarang sudah semakin berkembang, kalau usahanya dihancurkan, dimana lagi dimendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya.
Rosi tidak ingin mengorbankan hidupnya dengan menikahi laki-laki yang tidak dia cintai, tapi disatu sisi, dia kasihan sama om Doni, om Doni selama ini selalu membantunya dan tidak pernah meminta apa-apa kepadanya, tapi sekalinya meminta sesuatu, om Doni memintanya untuk menikahi Rayyan.
"Rosi, tolonglah nak, tolonglah om, apa kamu tega melihat om dan tante kamu menderita karna Rayyan menghancurkan sumber penghasilan om." om Doni memohon sambil memegang tangan Rose, dia memandang Rose dengan pandangan memohon, dia sangat berharap kalau keponakannya mengatakan iya.
"Ya Tuhan, bagaimana ini, aku mencintai kak Raka, aku tidak ingin meninggalkan kak Raka meskipun kak Raka sampai saat ini tidak ada tanda-tandanya akan bangun dari tidur panjangnya, tapi kalau aku tidak membantu om Doni, kak Rayyan akan menghancurkan usaha om Doni, dan kalau usaha om Doni hancur, om Doni akan jatuh miskin." Rose seperti makan buah simalakama.
"Rosi, tolong om nak, tolong." Om Doni menghiba.
Yah karna tidak ada pilihan lain, akhirnya Rose mengangguk singkat dengan air mata yang berurai membasahi pipinya, hatinya benar-benar sakit karna harus mengkhianati Raka.
"Beneran nak, beneran kamu mau menikah dengan Rayyan." wajah om Doni berubah cerah setelah melihat Rose mengangguk.
Sekali lagi Rose mengangguk, hanya anggukan singkat karna dia melakukan hal ini dengan terpaksa.
Dalam hati Rose terus meminta maaf sama Raka, "Maafkan Rosi kak Raka, maafkan Rosi, bukan maksudku untuk mengkhianati kak Raka."
"Terimakasih Rosi, terimakasih, kamu penyelamat om." om Doni benar-benar berterimakasih, dia memeluk keponakannya, sebenarnya om Doni tidak tega melakukan hal ini, dia ingin melihat keponakannya bahagia dengan menikah dengan laki-laki yang dia cintai, sayangnya, gara-gara Della dia harus memaksa Rose untuk menggantikan Della menikah dengan Rayyan.
Rose menangis dalam pelukan om Doni, sumpah dia merasa benar-benar merasa bersalah dengan Raka.
"Maafkan om Rosi, maafkan om." om Doni meminta maaf karna hanya itulah yang bisa dia lakukan.
*****
"Sahhhh." terdengar dari saksi saat Rayyan dengan lancar mengucapkan kalimat sakral tersebut dihadapan Tuhan dan para saksi yang menghadiri pernikahannya.
Beberapa teman dan rekan bisnisnya tidak ada yang curiga sedikipun karna Rayyan menikahi orang yang berbeda karna memang wajah Rose begitu sangat mirip dengan wajah Della.
Pakaian kebaya yang seharusnya dikenakan oleh Della kini melekat indah membungkus tubuh ramping Rose, Rose begitu anggun dan sangat cantik, sayangnya, wajahnya sendu, dan berbarengan dengan kalimat sah di ucapkan oleh para saksi, air mata Rose yang sejak tadi ditahan ikut jatuh membasahi pipinya.
"Kak Raka, maafkan aku kak, maafkan aku, ini bukan inginku, aku terpaksa, sampai kapanpun, aku akan tetap mencintai kak Raka."
"Jangan menangis, hapus air matamu, aku tidak ingin orang-orang berfikir macam-macam." desis Rayyan tepat didekat telinga Rose, gadis yang kini telah sah menjadi istrinya.
Tidak ingin Rayyan marah, Rose menghapus air matanya dan berusaha menahan air matanya yang masih menggenang dipelupuk matanya.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Tarmi Widodo
rose lengkap penderita an mu😀
2023-11-05
0