Kini waktu telah menunjuk pukul setengah sembilan pagi. Mas Pras sudah berangkat kerja sejak lima belas menit yang lalu.
Aku dan anak anak juga sudah selesai membersihkan diri dan saat ini kami akan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan tambahan sekolah yang akan dimulai minggu depan.
Rasya menggandeng tangan kiriku dan arsya menggandeng tangan kananku. Kami bertiga melangkah melewati loby hendak menuju basement tempat mobilku berada.
Aku juga berencana mau beli ponsel baru. Ponsel yang kemarin itu pecah dan aku malas ke tukang servis, aku juga akan ganti nomor.
Ya aku berharap mas Heri tidak akan mengusik ku lagi. Untuk kontak sendiri, aku tidak menyimpan banyak karena aku bisa dibilang tidak punya teman selain Sari .
Sahabatku itu juga belum ada kabar, terakhir dia cerita ingin liburan ke luar pulau ketemuan sama sugar daddy barunya.
Aku sudah mengingatkan Sari , untuk coba bertahan dengan satu orang saja. Sari tenttu menolak dan dia justru mengatai aku ini anak baru yang tidak paham dunia PSK yang sebenarnya.
Harta adalah segalanya, jauh lebih berharga ketimbang harga diri. Begitu kira kira prinsip hidup Sari.
Sari mengatakan jika aku terlalu baper, baru ketemu satu pria aja udah kebawa perasaan sampai gak mau nerima pria lain yang jauh lebih kaya dari mas Prasetyo.
Tapi aku merasa nyaman dengan hubungan terlarang ini, setidaknya aku tidak menjual diriku secara bebas kan.
Aku hanya melacurkan diri dengan Mas Prasetyo sebagai lawan mainku. Aku tidak bisa seperti Sari sahabat ku yang dengan mudahnya berganti pasangan jika sudah bosan.
Rasya dan Arsya selesai memilih sendiri perlengkapan sekolah yang mereka inginkan. Sungguh tanpa perlu melihat tag harga , tanpa pikir dua kali aku langsung bayar .
Aku membayar menggunakan kartu platinum pemberian Mas Prasetyo sewaktu kami masih di Bali beberapa hari yang lalu.
Usai membayar, kini aku mengajak Rasya dan Arsya ke arena mandi bola. Karena aku ingin leluasa memilih ponsel maka aku berpesan kepada dua putraku supaya tidak meninggalkan arena mandi bola sampai aku kembali.
"Ibu akan cepat kembali kemari,ingat ya nak jangan keluar dari arena mandi bola. Kalau ada orang asing yang sok akrab cuekin aja, oke ?" ucapku dengan senyum lembut.
"oke bu !!" seru keduanya.
Sebelumnya aku berpesan kepada pihak keamanan mandi bola agar mengawasi kedua anakku.
Sesaat kemudian aku melambaikan tangan lalu dengan langkah innocent aku menuju lantai mall yang khusus menjual ponsel keluaran terbaru.
Tiba pada lantai yang aku tuju, aku Langsung disuguhkan pemandangan ragam kios seluler yang sama sama menjajakan ponsel dengan aneka merk dan tipe.
"Aku ingin membeli ponsel merk ternama, serta nomor baru karena yang lama sudah rusak." aku berkata lirih kepada salah satu pegawai dari toko pilihan ku.
"Baik nona, sebentar saya akan rekomendasikan beberapa tipe terbaru." ucap sang karyawan sopan tersenyum.
Aku duduk disebuah kursi single berhadapan langsung dengan meja kaca dengan deretan aneka ragam tipe ponsel di dalamnya.
Karyawan wanita itu tampak lincah menunjukkan tipe ponsel serta keunggulan dan harga . "Kami ada beberapa rekomendasi tapi ponsel yang paling best seller minggu ini adalah ini bu, "
Aku mencoba beberapa fitur yang menurutku menarik, sebuah ponsel merk ternama berwarna ungu gelap menjadi pilihanku.
Lagi lagi aku membayar memakai kartu platinum, setelah itu aku melenggang meninggalkan kios ponsel.
Tujuanku adalah menjemput anak anak yang masih berada di arena mandi bola. Belum ada satu jam aku meninggalkan mereka.
Aku menekan sebuah tombol pada lift dan begitu aku masuk, tampak seseorang ikut masuk tiba tiba dan menekan entah tombol apa.
"Apa yang kamu lakukan~" aku bahkan tidak bisa melanjutkan kalimatku saat seseorang itu membekap mulutku dan mengunci pergerakan ku.
Lift tidak menuju ke lantai yang seharusnya, melainkan menuju ke lantai paling atas gedung mall.
Begitu pintu lift terbuka, seseorang asing itu menarik paksa tubuhku ke sebuah ruangan.
Brugh~ Tubuhku terdorong kuat hingga membentur dinding.
Kemudian..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments