BAB 12 GAGAL BERCERAI

Sementara itu di perusahaan,

Tampak Adam Prasetyo yang notabene adalah seorang CEO tampak memasang raut muka serius kala sang ibu tiba tiba mengunjungi dirinya.

"Seharusnya ibu menelpon saja biar aku yang ke rumah." ucap Adam Prasetyo usai mempersilakan sang ibu masuk.

"Aih, ibu tidak yakin kamu bakalan angkat telpon dari ibu. Makanya begitu ada waktu luang ibu memilih untuk menemui kamu langsung." nyonya Amalia tampak duduk dengan anggun di sebuah sofa.

Sorot netranya menatap bangga akan sosok sang putra yang sukses meniti karir ,namun beberapa saat kemudian raut muka nyonya Amalia berubah.

Wanita berusia hampir separuh abad itu tampak masam saat ingin memulai pembicaraan.

"Eghem Dam, ibu pingin ngomong tolong kamu denger baik baik ya. Jadi begini, "nyonya Amalia tampak menghela nafas.

"Katakan saja bu, aku mendengarkan." jawab Adam Prasetyo singkat sambil tetap fokus memeriksa berkas laporannya di hadapannya.

"Kemarin lusa ibu dapat kabar, dari istrimu Retno."

"Dia bukan istriku ibu, kami sudah bercerai."

"Tapi pengadilan belum mengeluarkan surat perceraian kalian secara resmi anakku."

"Tetap saja bagiku dia adalah mantan istri. Langsung saja bu,katakan apa poin utamanya ?"

Adam Prasetyo menaikkan satu alisnya kala menatap sang ibu.

Huft~

"Retno mengunjungi rumah ibu sambil menangis. Dia bilang tidak ingin bercerai sama kamu. Kasihan loh nak kondisi dia begitu memperihatinkan." ucap sang ibu yang masih enggan mengatakan maksud kalimatnya.

"Yang Retno alami adalah ulahnya sendiri bu, bagi Adam tidak ada kata maaf untuk pengkhianatan. Dia pasti terlalu mendramatisir keadaan sampai membuat ibu jadi kepikiran. " ucap Adam Prasetyo tegas.

"Bukan itu nak,masalahnya si Retno itu datang ke rumah dalam kondisi hamil. Setelah sekian tahun kalian menikah akhir nya dia hamil dan ibu ingin kamu membatalkan perceraian dan kembali menerima Retno sebagai istri sah kamu." mulut nyonya Amalia sedikit bergetar, dia tahu betul sang putra pasti tidak akan mau.

"Itu buka benihku. Apa ada hal lain yang penting dan ingin ibu sampaikan ? Pekerjaan ku masih banyak." ucapan Adam Prasetyo dengan ekspresi jengah.

"Apa tidak ada sedikit pun celah di hati kamu untuk menerima Retno ? Kamu tahu kan ibu sudah sangat lama menginginkan kehadiran cucu. Ibu mohon kamu pertimbangkan ya nak, demi ibumu ini." suara nyonya Amalia dibuat seolah olah rapuh.

Adam Prasetyo mengerti apa yang diinginkan sang ibu namun, dirinya juga enggan menceritakan hal yang sebenarnya yang menjadi sebab dirinya menggugat cerai sang istri, Retno.

"Aku sibuk , ibu bisa pergi jika sudah selesai." singkat jawaban sang putra membuat nyonya Amalia merasa kecewa.

"Baiklah, ibu akan pulang. Tapi ingat ya anakku, ibu sangat berharap kamu bisa kembali menerima Retno dan bertanggung jawab atas kehamilannya." nyonya Amalia segera bangkit dari duduk nya dan meraih tas branded yang tadi diletakkan diatas meja kemudian pamit meninggalkan ruang kerja Adam Prasetyo.

Adam Prasetyo menatap kepergian sang ibu lewat sudut matanya , setelah pintu kerja kembali tertutup Adam Prasetyo menghela nafas nya yang tiba tiba terasa sesak.

"Berani sekali wanita itu menemui ibu. Padahal hanya tinggal menunggu surat cerai diloloskan pengadilan, huft~"

Adam Prasetyo tampak melonggarkan dasi yang dipakai kemudian bersandar pada kursi sambil memejamkan mata.

Proses perceraiannya memang lancar awalnya, hakim juga tampak bersedia mengabulkan tuntutan cerai nya hingga , kala itu Retno begitu sulit diajak bekerja sama. Hingga surat perceraian yang seharusnya sudah jadi sampai sekarang masih tertahan di kantor pengadilan.

Memikirkan sang mantan istri sungguh membuat kepala Adam Prasetyo terasa pusing nyut nyutan.

Fokus pikirannya tidak bisa melanjutkan pekerjaan hingga akhirnya, dia menelpon sang asisten agar datang ke ruangannya.

Kurang dari dua menit sang asisten sudah berada di dalam ruangan dengan posisi berdiri hormat.

"Handle pekerjaan ku hari ini, aku pusing dan ingin istirahat di rumah." ucap langsung Adam Prasetyo.

"Baik tuan." jawaban singkat yang ingin di dengar bos.

"Aku tahu kamu paling bisa diandalkan, bye."

Adam Prasetyo tampak melangkah kan kakinya keluar dari ruangan dan langsung menuju lift di ujung lorong .

Tiba tiba saja hati Adam Prasetyo menjadi gundah, hingga memutuskan untuk segera pergi menemui sang pujaan hati yang saat ini pasti sudah berada di apartemen yang dia siapkan.

Setelah perjalanan yang kurang dari tiga puluh dua menit, Adam Prasetyo sudah tiba di gedung pencakar langit tempat apartemen yang dia beli berada.

Langkah kaki jenjangnya masuk ke dalam lift lalu menekan tombol untu lantai tempat unitnya berada.

Tingg~

Suara pintu lift terbuka, dengan langkah percaya diri Adam Prasetyo langsung masuk ke dalam apartemen menggunakan kartu akses yang dimiliki olehnya dan satu lagi dipegang Kumala Dewi.

Netra setajam elang itu tampak menyapu seluruh ruangan,mencari keberadaan sosok pujaan hati.

"Kemana dia ? " gumam Adam Prasetyo kala tidak menemukan keberadaan Kumala Dewi di ruangan .

Dengan langkah kaki panjangnya Adam Prasetyo naik ke lantai atas , tujuannya adalah mencari keberadaan sang pujaan hati.

Unit apartemen mewah ini memiliki satu kamar utama yang terletak di lantai atas, sedangkan beberapa kamar ada di lantai bawah.

Hunian mewah modern yang belum banyak dimiliki kalangan konglomerat membuat nilai kebanggaan tersendiri bagi yang menempati.

Ceklek~ kamar utama tampak kosong. Tidak menemukan sosok yang dicari Adam Prasetyo mencari ke sebuah ruangan lain yang juga berada di lantai atas.

Benar saja ternyata Kumala Dewi tidur lelap bersama dua putranya. Melihat Rasya dan Arsya tidur begitu lelap maka Adam Prasetyo mengendap endap mendekati ibu mereka lalu,

"Dewi, bangun sayang ~" Adam Prasetyo mengusap lembut wajah Kumala Dewi yang tampak tenang tak terusik.

"Astaga menggemaskan sekali sih, bisa bisanya dia tidak terbangun. Hhmm baiklah kalau begitu~" gumam Adam Prasetyo pelan saat memikirkan sebuah ide .

Dengan satu gerakan kuat , Adam Prasetyo merengkuh tubuh wanita nya itu dengan sangat hati hati.

Tujuannya adalah memindahkan Kumala Dewi ke kamar utama, tempat mereka berdua akan menghabiskan setiap malam bersama.

Sedangkan anak anak akan tidur di kamar mereka masing masing.

Ceklek~ suara pintu terbuka.

Adam Prasetyo yang menggendong tubuh Kumala Dewi layaknya pengantin mulai merebahkan pelan di atas ranjang.

Tampak pria berusia matang itu merapikan Surai rambut Kumala Dewi yang menutupi wajah cantiknya lalu sebuah kecupan singkat mendarat di kedua pelupuk mata wanita itu berharap jika di si empunya terbangun.

Eunghh~

Bukannya terbangun justru wanitanya itu hanya melenguh pelan , kemudian sepersekian detik kemudian mencari kenyamanan dalam posisi tidurnya.

Adam Prasetyo hanya menggeleng kepalanya pelan sambil tersenyum tampan, rasa penat yang melanda seolah sirna begitu saja kala menatap Kumala Dewi.

Gagal membangunkan pujaan hatinya Adam Prasetyo memilih untuk ikut berbaring tepat di samping Kumala Dewi .

Episodes
1 BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2 BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3 BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4 BAB 4 BERTEMU LAGI
5 BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6 BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7 BAB 7 ADU DOMBA
8 BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9 BAB 9 BERWISATA
10 BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11 BAB 11 PINDAHAN
12 BAB 12 GAGAL BERCERAI
13 BAB 13 AKU PENASARAN
14 BAB 14 BERTEMU
15 BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16 BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17 BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18 BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19 BAB 19 KE MALL
20 BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21 BAB 21 MERAJUK
22 BAB 22 PULANG LARUT
23 BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24 BAB 24 TERKEJUT
25 BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26 BAB 26 DI BAWA LARI
27 BAB 27 MENGHILANG
28 BAB 28 EMOSIONAL
29 BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30 BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31 BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32 BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33 BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34 BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35 BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36 BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37 BAB 37 BERHASIL KABUR
38 BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39 BAB 39 LUPA INGATAN
40 BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41 BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42 BAB 42 SELISIH JALAN
43 BAB 43 PULANG KAMPUNG
44 BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45 BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46 BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47 BAB 47 BERTEMU LAGI
48 BAB 48 SALAH RESEP
49 BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50 BAB 50 JODOH SEJATI KU
51 BAB 51 PERMAINAN SALMA
52 BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53 BAB 53 MELAHIRKAN
54 BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55 BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56 BAB 56 SEMUA TERKUAK
57 BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58 BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59 BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2
BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3
BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4
BAB 4 BERTEMU LAGI
5
BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6
BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7
BAB 7 ADU DOMBA
8
BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9
BAB 9 BERWISATA
10
BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11
BAB 11 PINDAHAN
12
BAB 12 GAGAL BERCERAI
13
BAB 13 AKU PENASARAN
14
BAB 14 BERTEMU
15
BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16
BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17
BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18
BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19
BAB 19 KE MALL
20
BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21
BAB 21 MERAJUK
22
BAB 22 PULANG LARUT
23
BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24
BAB 24 TERKEJUT
25
BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26
BAB 26 DI BAWA LARI
27
BAB 27 MENGHILANG
28
BAB 28 EMOSIONAL
29
BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30
BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31
BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32
BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33
BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34
BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35
BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36
BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37
BAB 37 BERHASIL KABUR
38
BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39
BAB 39 LUPA INGATAN
40
BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41
BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42
BAB 42 SELISIH JALAN
43
BAB 43 PULANG KAMPUNG
44
BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45
BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46
BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47
BAB 47 BERTEMU LAGI
48
BAB 48 SALAH RESEP
49
BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50
BAB 50 JODOH SEJATI KU
51
BAB 51 PERMAINAN SALMA
52
BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53
BAB 53 MELAHIRKAN
54
BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55
BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56
BAB 56 SEMUA TERKUAK
57
BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58
BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59
BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!