Hari ini menjadi hari sial yang tidak akan pernah aku lupakan. Sekelebat bayangan sosok mas Heri masih mengusik ketenangan hatiku.
Bagaimana dia bisa menemukan aku ? Bukankah aku sudah meninggalkan kampung halaman tanpa jejak ? Lantas kebetulan macam apa ini Tuhan ??!!
Setibanya di apartemen, aku meminta anak anak untuk membersihkan diri sembari aku menyiapkan makan siang.
Aku masuk ke dapur lalu membuka kulkas, aku menenggak air mineral dingin yang aku ambil dari dalam kulkas.
Glek glek glek~
Satu gelas berisi air tandas begitu saja. Aku harus menenangkan diri sekarang ini anak anakku pasti sudah sangat lapar karena sudah jamnya makan siang.
Beberapa saat kemudian, saat aku sedang menyuapi kedua anakku di ruang makan. Terdengar ponselku kembali berbunyi.
Aku mengabaikan karena aku sedang fokus memberi makan anak anakku. Sekitar sepuluh menit kemudian, ponselku kembali berdering.
Aku melihat beberapa notifikasi pesan dari nomor tak dikenal. Beberapa notifikasi lainnya adalah dari mas Pras.
Aku memilih mengabaikan pesan dari nomor tak dikenal saat tiba tiba saja mas Prasetyo melakukan panggilan seluler.
Setelah mengatur nafas dan tenang aku menggeser tombol hijau pada layar kemudian tersambung dalam percakapan dengan mas Prasetyo.
Sekita lima belas menit kami berbicara lewat sambungan telepon. Mas Prasetyo mengatakan jika hari ini dirinya ada lembur jadi akan tiba di rumah lebih larut dari biasanya.
Dengan mas Pras berkata seperti itu artinya aku tidak perlu menyiapkan makan malam untuknya. Cukup memasak untuk dimakan bertiga , untuk aku dan dua jagoanku.
Setelah panggilan berakhir, aku meletakkan kembali ponsel di atas nakas. Sekarang sudah pukul dua siang, anak anak sudah waktunya tidur siang.
Aku membacakan buku dongeng singkat sebagai penghantar tidur, hingga tidak sampai dua puluh menit kedua jagoanku sudah terlelap di dalam tidurnya.
Aku menghela nafas saat menyimpan buku kembali ke rak.
Kembali ponselku berdering dan kali ini aku membuka notifikasi pesan dari nomor yang sama, nomor yang tidak dikenal.
Sedikit mengerutkan kening serta memicingkan mata terkejut melihat isi dari pesan tersebut.
"Astaga, bagaimana mas Heri bisa tahu nomor ku ? Jadi selama ini nomor tak dikenal itu adalah mas Heri ??" aku bergumam sembari membekap mulut ku sendiri.
Rasa tak percaya, lagi lagi pertanyaan yang sama di dalam otakku, bagaimana bisa ??
Jemari tanganku gemetar kala melihat foto yang dikirim mas Heri. Foto saat mobilku melaju meninggalkan dia tadi siang.
Aku tidak mau cari masalah dan memilih untuk memblokir nomor tersebut.
Baru saja aku akan mengklik tombol blokir tiba tiba ponselku berdering lagi,
Ddrrtt ddrrtt ddrrttt~
Haish sial sekali, kenapa mas Heri meneleponku ? Apa yang dia inginkan Tuhan aku takut sekali.
Cukup lama aku membiarkan ponselku terus berbunyi, aku menggigit kuku saking paniknya . Aku harus bagaimana ??
Rasa ingin mengangkat sambungan seluler namun rasa takutku lebih mendominasi hingga akhirnya aku melempar ponselku ke sembarang arah.
Pletak !
Suara ponselku membentur dinding, aku bergegas meninggalkan ruangan dan memilih menenangkan diri dengan berendam di dalam kamar mandi.
Cukup lama aku merendam tubuhku didalam bathup penuh busa dengan aroma terapi yang merelaksasi ketegangannya diriku.
Aku memejamkan mata berusaha mencari ketenangan namun justru kelebat bayangan mas Heri muncul mengusik otakku.
Aku menarik nafas dalam dalam, aku berusaha menghapus momen kejadian tadi siang dengan mengalihkan pikiran kepada Mas Prasetyo.
Sebisa mungkin aku mengumpulkan afirmasi positif, aku membayangkan hal hal manis yang bisa aku lakukan saat mas Prasetyo pulang nanti malam.
Sementara itu di tempat lain ,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments