Menjelang acara makan malam, aku sudah siap tampil dengan gaun busana yang mewah berwarna merah. Dengan belahan dada rendah hingga menampilkan keseksian tubuh bagian atasku serta, gaun berbahan satin sutra panjang menutup sampai mata kaki yang terbelah sampai diatas lutut benar benar menampilkan kesan elegan pada tubuhku yang seksi ideal.
Aku berlenggak lenggok di depan cermin sambil mengenakan heels 12 cm berwarna perak. Gaya rambut sanggul dengan beberapa bagian tersurai menambah kesempurnaan make up ku.
Aku sudah siap dan tinggal menunggu Mas Prasetyo yang sedang di kamar mandi. Sembari menunggu aku kembali mengoreksi penampilan ku, malam ini aku harus tampil sempurna agar tidak mengecewakan Mas Prasetyo di hadapan rekanan bisnisnya.
Pikiranku melayang kala teringat adegan kami di atas ranjang sore tadi, sedetik kemudian aku terkekeh renyah lantaran kedua anak anakku terus menekan bell pintu saat aku dan Mas Prasetyo sedang on the way to the hot.
Rasanya berdebar sekali melakukan hal seintim itu dengan pria yang paling aku cintai dari masa lalu.
Hasrat yang baru mencuat dan tidak tertuntaskan membuat Mas Prasetyo harus menyelesaikan permainan solo nya di kamar mandi. Sedangkan aku tadi menemani anakku Arsya yang ingin beli es krim.
"Setelah ini adek sama kakak pinter ya di kamar, main dulu sama tante itu sembari ibuk bekerja. Jangan rewel ya nak." ucapku saat mengantar keduanya kembali ke kamar di kawal oleh pengawal yang diutus untuk menjaga.
"Tapi jangan lupa besok kita jalan jalan ya buk." ucap Asrya dengan wajah manisnya.
Aku mengiyakan lalu mencium pucuk kepala mereka satu per satu. Setelah dirasa cukup aku kembali ke kamar dan menemukan Mas Prasetyo yang langsung kabur ke kamar mandi tadi .
"Mas ! Mas di dalam ? aku masuk ya ?!" aku membuka pintu kamar mandi lalu masuk begitu saja.
"Kamu lama sekali Dewi, anak anak udah balik ke kamar ?" tanya Mas prasetyo yang gelisah duduk di dekat wastafel dengan kondisi setengah telanjang.
Aku mengatakan kalau anak anak sudah aku atasi, sambil berjalan mendekati pria cinta monyet ku sengaja aku turut melepaskan kain yang menempel di tubuhku.
"Acaranya kurang dari dua jam lagi kan mas ? Tunggu apa lagi , ayo kita mandi. " aku menarik tangan mas Prasetyo ke bawah shower.
Kami mandi bareng , ya sengaja juga aku menggoda pria maskulin dengan tubuh polosnya di hadapanku. Kemudian seperti biasa , aku akan membantu Mas Prasetyo mendapatkan pelepasan secara cepat.
Sshh ahh Dewi~ racauan seksi Mas Prasetyo kala aku memuaskan nya.
Aku tersadar dari lamunanku saat tiba tiba sebuah tangan menepuk pundakku pelan , aku tersentak lalu menoleh ternyata itu adalah Mas Prasetyo yang sudah tampil rapih dengan setelan jas berwarna navy.
"Melamunkan apa heum ?" tanya Mas Pras .
"Enggak kok mas , sini aku bantu rapihin penampilan kamu." ajakku sopan.
Aku membantu mas Prasetyo merapikan penampilan sebelum akhirnya kami berdua sama sama siap melangkah kan kaki keluar dari kamar menuju lokasi acara berlangsung.
Aku grogi saat mengikuti langkah Mas Prasetyo masuk ke dalam sebuah ballroom hotel yang didesain super mewah .
Para tamu sudah banyak yang datang, seorang pelayan mengantarkan kami berdua ke meja yang di sediakan. Aku dan Mas Prasetyo duduk sebentar namun ketika dari kejauhan tampak beberapa pasang pebisnis mendekat aku dan Mas Pras menyapa dan mengobrol dengan mereka
Jika aku tidak salah ingat para pengusaha ini lah yang waktu itu datang ke klub bersama mas Prasetyo. Rupanya mereka semua sudah berkeluarga tapi kenapa masih suka jajan di klub ?
Apa memang seperti ini pergaulan kalangan elit berduit ? Kira kira istri mereka tahu kelakuan suaminya gak ya ? Atau jangan jangan kelakuan istri mereka juga sama saja ?
Sementara itu di tempat lain,
Sari sedang berada di Bandung menemani sugar daddy nya. Mereka baru saja selesai melakukan aktivitas panas di atas ranjang sebuah hotel bintang lima.
Sari sedang menikmati sesi berendam ketika sugar daddy pergi keluar untuk menemui klien. Sari iseng memainkan ponselnya sambil berendam. Sebuah akun ternama di aplikasi sosial media berlogo kamera tampak melakukan siaran langsung.
Sari mengikuti siaran live tersebut karena itu adalah salah satu acara bergengsi kalangan pengusaha elit. Saat siaran live berlangsung tak sengaja Sari melihat Kumala Dewi sedang bersama salah satu pengusaha terkaya di negara ini.
"Loh , ini kan ?" Sari bertanya sendiri.
Tampak raut muka Sari tidak terlalu senang lantaran sahabatnya bisa bersanding dengan pria yang jauh lebih kaya dari daddy-nya.
"Ini gak boleh kejadian nih. Kumala Dewi gak boleh lebih beruntung di bandingkan aku !" Sari yang merasa tidak suka pun memikirkan sebuah rencana.
Dengan sengaja Sari mengambil beberapa screenshot yang menampilkan Kumala Dewi sedang bersama Adam prasetyo. Kemudian setelah mendapatkan beberapa gambar yang jelas , Sari mengirim kepada nomor seseorang yang tidak lain adalah ,
"Coba kita lihat, seperti apa reaksi suami kamu kalau tahu kamu jadi gundik hahaa !!" seringai licik menghiasi wajah Sari.
Sari memang diam diam sengaja menyimpan nomor ponsel Heri Santoso, suami dari sahabat nya. Awalnya Sari hanya berniat untuk membantu Kumala Dewi meretas ponsel sang suami yang waktu itu tidak ada kabar.
Sari mengatakan waktu itu jika Heri Santoso chat dengan wanita lain dan beberapa kali kencan bareng. Kumala Dewi yang gaptek tentu percaya saja dengan omongan Sari. Sedangkan Sari sendiri sengaja melakukan hal ini agar sabahat nya mau bekerja dengannya sebagai wanita simpanan atau gundik.
Sungguh sahabat bermuka dua si Sari ini. Dia yang menjerumuskan dia juga yang tidak senang.
Lumayan kan setiap bulannya Sari bisa mendapat jatah dari Kumala Dewi, selain dari uang yang dia keluarkan sebagai modal perawatan.
Tapi saat mengetahui jika pria gula sahabat nya jauh lebih kaya di bandingkan daddy-nya maka, Sari harus merebut pria itu apapun caranya.
Salah satunya adalah dengan mengadu domba antara Kumala Dewi dengan sang suami.
Tringg~ suara notifikasi beberapa menit setelah foto dan rekaman video terkirim.
Senyum licik tersungging saat Sarj menggeser tombol hijau pada layar dan berkata "Halo, "
Di ujung sambungan sana terdengar suara Heri Santoso yang ingin mengkonfirmasi berita yang dikirim kan padanya.
Tentu saja dengan sedikit bumbu beracun suami dari sahabat nya itu pasti akan terpancing dan marah.
Heri ingin mengkonfirmasi hal tersebut karena tidak mungkin istrinya yang di desa bisa tampil semetropolitan itu apalagi bersama pria lain yang tampak jauh lebih klimis dari dirinya.
"Kurang ajar kamu Kumala Dewi, dasar istri gak berguna. Bukannya ngurus anak malah jual diri sam laki laki hidung belang !!" Heri tidak terima atas kelakuannya istrinya.
Dalam hati Heri tentu saja emosi dan ingin sekali rasanya pulang ke Jawa dan menghampiri anak istrinya.
Heri hanya bisa melampiaskan kekesalan nya sendiri lantaran ikatan kontrak kerja dengan pihak pemilik perkebunan kelapa sawit masih belum berakhir.
Heri terus terbayang bayang wajah cantik Kumala Dewi serta penampilan nya yang beratus kali lipat lebih sempurna dibandingkan sewaktu hidup bersamanya.
"Sampai kapanpun aku gak akan rela ada pria lain yang main sama tubuh kamu ,Aarrgghh !!" Heri semakin emosi dan kacau, dia tidak bisa fokus bekerja lantaran wajah ayu sang istri terus menari nari di pikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments