BAB 13 AKU PENASARAN

Eunghh~

Aku menggeliat pelan kala merasakan aroma pria yang aku sukai menyeruak indera penciumanku. Benar saja saat aku membuka mata , aku melihat mas Prasetyo tampak mendekap tubuhku ke dalam pelukan nya.

Terasa erat nan intim. Suara nafas mas Prasetyo menerpa wajahku , membuat aku semakin nyaman.

Begitu nyaman dan hangat, entah apa yang membuat mas Prasetyo tiba tiba bersikap begini. Dia bahkan masih mengenakan setelan kerjanya.

"Mas~" suara serak khas bangun tidur , aku menepuk lembut lengan mas Prasetyo yang menindih perutku.

Dengan lembut dan pelan aku mengusap berniat membangunkan bayi besar ku yang tampan.

"Mas bangun, udah sore~" lagi lagi aku mengusap lengannya tapi pria tampan itu masih tampak terlelap dengan nafas teratur.

Aku menatap wajah mas Prasetyo yang tertidur tenang layaknya seorang bayi. Wajah yang terlihat begitu tenang dan tampan.

Diam diam aku kembali mengaguminya, sosok pria yang telah berhasil menggeser posisi mas Heri suamiku. Pria cinta pertama ku yang menawarkan kebahagiaan bersama tanpa mencela kekurangan ku.

Mas Prasetyo begitu tulus menerima kehadiran dua putraku, dia bahkan memperlakukan Rasya dan Arsya seperti putranya sendiri.

Semua sikap mas Prasetyo tampak begitu tulus , betapa beruntungnya aku bertemu dengannya di ujung persimpangan takdirku beberapa bulan yang lalu.

Entah seperti apa nasibku seandainya pria yang menjadi tamu pertamaku bukanlah dia. Takdir memang misteri dan kini aku berada dalam pusara takdir itu sendiri.

Dia pria yang berhasil menarik diriku dari jerat jurang kenistaan sebagai wanita pekerja se*ks komersil. Mas Prasetyo begitu mengangkat derajatku tanpa mengeluh sedikitpun tentang masa laluku.

Beruntung pria pertama itu adalah dia bukan yang lain. Beruntung takdir masih berempati padaku yang kala itu sudah putus asa ditelantarkan suami hingga harus banting tulang berusaha menghidupi dua anak .

Tuhan, seperti nya aku sudah benar benar jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Apakah aku berdosa karena menerima uluran tangan mas Prasetyo saat masih berstatus suami istri dengan mas Heri ?

Ah iya pria itu, bapak dari anak anakku. Bagaimana kabarnya sekarang ? apakah dia juga sudah menemukan kebahagiaan di perantauan sana ? Aku berharap kami tidak akan pernah bertemu lagi, lebih baik hubungan kami terputus seiring berjalannya waktu.

Sosok mas Heri sudah pudar , aku ingin sosok itu segera lenyap dari hidupku. Dia suami sekaligus penghancur hidupku. Dia pria yang seharusnya bertanggung jawab sampai akhir justru menghilang tanpa kata.

Ya, memang sebaiknya mas Heri lenyap saja dari hidupku. Aku tidak peduli seperti apa dia sekarang, aku hanya akan peduli pada orang orang yang menggandeng erat tanganku di masa depan.

Huft~ mengingat mas Heri hanya akan membuat suasana hatiku buruk.

Aku mengerjap beberapa kali , kembali menatap sosok mas Prasetyo. Jemari tanganku mengukir pelan setiap gurat wajah nya yang kharismatik.

Segala pada dirinya adalah keindahan dan itu akan menjadi milikku seorang.

Jemari tanganku mengukir bentuk bibir nya yang sensual dan penuh, membayangkan saat aku me lu mat menikmati bibir kenyal itu membuat aku terkekeh pelan tanpa suara.

Bulu bulu halus yang tumbuh di sekitar rahang, begitu menambah poin kejantanan mas Prasetyo.

Aih~ kenapa aku bisa begitu mengagumi sosok makhluk ciptaan mu Tuhan ?

"Sudah puas mengagumi diriku heum ?" suara yang tiba tiba membuat aku menghentikan gerak jemariku yang saat ini masih berada di area bibir mas Prasetyo.

"Mas sudah bangun ya ? kenapa tadi tidak bangunin aku ? Malah mas ikut tidur . Aku siapin air mandi ya mas ? Sekalian aku mau siapin makan malam buat anak anak." aku berucap lembut dengan senyum semanis mungkin.

"Aku sengaja ingin pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya. Aku ingin memastikan kamu sama anak anak nyaman di tempat baru ini, begitu aku lihat kalian bertiga tertidur di kamar aku gak tega bangunin kamu sayang. Makanya aku pindahin kamu ke kamar biar aku bisa ikut tidur bareng hehee~" suara mas Prasetyo terdengar serak karena baru saja terbangun.

"Yaudah ayok ~" aku mengajak mas Prasetyo bangun , aku menarik pria besar ku masuk ke dalam kamar mandi.

Tanpa penolakan tentu saja mas Prasetyo menerima ajakanku untuk mandi bersama.

Satu persatu kain yang menempel pada tubuh Mas Prasetyo aku loloskan, aku masukkan ke dalam keranjang pakaian kotor.

Dengan telaten aku memandikan pria gulaku yang tampan, sedikit menggoda di beberapa bagian membuat sesi mandi bersama berlangsung lebih lama.

Tubuh kami berdua sudah sama sama polos di bawah pancuran shower air hangat yang menenangkan, seperti hal nya mas Prasetyo yang tidak menolak saat aku mandikan, kali ini aku juga menikmati setiap gosokan yang dilakukan mas Prasetyo pada tubuhku.

"Sshh ahh mas~" aku melenguh manja saat kedua tangan itu meremas dua gundukan kenyalku.

Mas Prasetyo hanya terkekeh pelan tanpa berniat menyudahi sesi memandikan diriku.

"Mas, jangan nakal ahh~ " tubuhku bersangkutan pada tubuh kokoh mas Prasetyo di belakangku.

"Mas gak nakal sayang, kan kamu yang duluan godain mas tadi heumm~" mas Prasetyo menarik lembut daguku hingga menoleh perlahan mendekat ke arah wajahnya lalu,

Kami menikmati ciuman yang terasa begitu basah sembari berdiri di bawah guyuran air shower yang hangat.

Sekitar dua setengah jam kemudian,

Aku masih berada di dapur sedangkan mas Prasetyo tampak menemani dua jagoanku bermain di ruang tivi.

Makan malam sederhana yang aku masak sendiri, ini pertama kalinya aku menyiapkan masakan untuk mas Prasetyo. Semoga dia menyukainya, seperti anak anakku yang paling suka masakan ibunya.

Tepat pada pukul tujuh lebih lima belas menit, kami ber empat sudah berada di ruang makan. Kami duduk menikmati makan malam dengan rasa kekeluargaan.

Saat makan tidak ada suara pembicaraan, semua orang tenang menikmati makanan di piring masing masing.

Selesai makan, aku membereskan peralatan kotor. Rasya dan Arsya lanjut menonton acara kartun sedangkan mas Prasetyo sudah berada di dalam ruang kerjanya.

"Ibuk mau bawakan kopi dulu untuk om Prasetyo. Kalian setengah jam lagi masuk ke kamar ya nak, tidur. Besok ibuk akan carikan sekolah untuk kalian oke ?" ucapanku membuat anak anakku bersorak .

"Rasya masuk TK ya bu, klo Asrya ? Kan adek masih kecil masa mau masuk TK juga ?" tanya Rasya .

"Dek Arsya nanti masuk PAUD, masih satu sekolah sama kamu. Ya udah, ibu antar kopi ke ruangan kerja om dulu ya nak." aku mengusap kepala dua jagoan ku penuh kasih sayang.

Setelah itu aku berniat membawakan secangkir kopi untuk mas Prasetyo di ruangan nya.

Aku melangkah dengan senyum antusias, berharap mas Prasetyo akan menyukai apa yang aku buat untuknya.

Baru saja aku ingin mengetuk pintu,namun samar terdengar suara pembicaraan dari dalam ruangan

Penasaran ? Tentu saja aku penasaran. Mas Prasetyo tampak sedang berbicara dalam sambungan telepon dengan nada bicara yang tinggi.

Seperti nya mas prasetyo sedang berdebat, entah berdebat dengan siapa Hhmm..

Aku penasaran ~

Episodes
1 BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2 BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3 BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4 BAB 4 BERTEMU LAGI
5 BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6 BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7 BAB 7 ADU DOMBA
8 BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9 BAB 9 BERWISATA
10 BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11 BAB 11 PINDAHAN
12 BAB 12 GAGAL BERCERAI
13 BAB 13 AKU PENASARAN
14 BAB 14 BERTEMU
15 BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16 BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17 BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18 BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19 BAB 19 KE MALL
20 BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21 BAB 21 MERAJUK
22 BAB 22 PULANG LARUT
23 BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24 BAB 24 TERKEJUT
25 BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26 BAB 26 DI BAWA LARI
27 BAB 27 MENGHILANG
28 BAB 28 EMOSIONAL
29 BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30 BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31 BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32 BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33 BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34 BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35 BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36 BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37 BAB 37 BERHASIL KABUR
38 BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39 BAB 39 LUPA INGATAN
40 BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41 BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42 BAB 42 SELISIH JALAN
43 BAB 43 PULANG KAMPUNG
44 BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45 BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46 BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47 BAB 47 BERTEMU LAGI
48 BAB 48 SALAH RESEP
49 BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50 BAB 50 JODOH SEJATI KU
51 BAB 51 PERMAINAN SALMA
52 BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53 BAB 53 MELAHIRKAN
54 BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55 BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56 BAB 56 SEMUA TERKUAK
57 BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58 BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59 BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2
BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3
BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4
BAB 4 BERTEMU LAGI
5
BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6
BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7
BAB 7 ADU DOMBA
8
BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9
BAB 9 BERWISATA
10
BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11
BAB 11 PINDAHAN
12
BAB 12 GAGAL BERCERAI
13
BAB 13 AKU PENASARAN
14
BAB 14 BERTEMU
15
BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16
BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17
BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18
BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19
BAB 19 KE MALL
20
BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21
BAB 21 MERAJUK
22
BAB 22 PULANG LARUT
23
BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24
BAB 24 TERKEJUT
25
BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26
BAB 26 DI BAWA LARI
27
BAB 27 MENGHILANG
28
BAB 28 EMOSIONAL
29
BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30
BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31
BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32
BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33
BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34
BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35
BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36
BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37
BAB 37 BERHASIL KABUR
38
BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39
BAB 39 LUPA INGATAN
40
BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41
BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42
BAB 42 SELISIH JALAN
43
BAB 43 PULANG KAMPUNG
44
BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45
BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46
BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47
BAB 47 BERTEMU LAGI
48
BAB 48 SALAH RESEP
49
BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50
BAB 50 JODOH SEJATI KU
51
BAB 51 PERMAINAN SALMA
52
BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53
BAB 53 MELAHIRKAN
54
BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55
BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56
BAB 56 SEMUA TERKUAK
57
BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58
BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59
BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!