BAB 5 PRIA GULA MANISKU

Hari demi hari aku lewati dan semakin waktu aku semakin menikmati situasiku saat ini dimana, aku tidak harus menjual diri pada pria lain dan hanya melayani satu klien yaitu Mas Tio.

Mas Tio kerap mentransfer sejumlah uang bernilai cukup fantastis. Bagiku yang berasal dari kampung menerima transferan 15 juta sebulan itu sudah sangat amazing.

Kehidupan ekonomi ku dan anak anak terangkat, aku bisa mengembalikan uang yang Sari pinjam kan padaku dulu. Berkat Sari pula lah aku bisa seperti sekarang ini, tubuh glowing terawat, body goal yang tampak seksi dan tampilan fisik yang jauh lebih muda sepuluh tahun dari usiaku yang sebenarnya.

Waktu sudah menunjuk pukul sebelas malam saat Mas Tio menelpon mengajak aku untuk ikut ke acara perusahaan nya yang di gelar di Pulau Bali.

"Ke Bali ya Mas, tapi nanti anak anakku gimana dong. Aku gak bisa ninggalin mereka lama lama. Orang kita ketemuan setengah jam aja mereka udah nelponin terus." ucapku berusaha menolak secara halus.

"Ajak aja anak anak kamu La, di sana nanti aku siapin kamar khusus sekalian pengawal ku buat jagain mereka selama kamu jalan sama aku. Jadi kalau anak anak pingin ketemu gampang, jadi gimana mau ya La ?" bujuk Mas Tio tak menyerah.

Aku masih berusaha mengelak dengan sopan, jujur saja meskipun hubunganku dengan Mas Tio sudah semakin dekat tapi aku masih menjaga batasan. Kami belum pernah melakukan hubungan diatas ranjang.

Paling sesekali aku dan Mas Tio melakukan permainan panas secara virtual ala orang orang dewasa di negara barat, semua mengalir begitu saja. Aku tidak merasa terpaksa dan Mas Tio juga have fun, kami sama sama menikmati setiap momen itu.

Dan yang paling penting adalah aku nyaman begitu juga Mas Tio, buktinya dia komunikasi terus sama aku. Transferan selalu lancar. Mas Tio gak pernah pelit meski tahu aku sudah punya anak dua dia tetap menginginkan aku jadi gundiknya.

Satu hal yang membuat diriku semakin merasa simpatik terhadap Mas Tio adalah, dia tidak memaksaku untuk tidur dengannya. Entahlah aku merasa Mas Tio sangat memahami latar belakang ku yang sebenarnya, meski aku sendiri masih enggan berkata jujur tentang jati diriku yang asli.

Jika kami sedang kencan, paling aku hanya bisa memberikan kepuasan lewat sentuhan o ral. Setidaknya hasrat Mas Tio bisa tersalurkan meski tidak maksimal.

By the way, anak anakku sudah tidak pernah menanyakan ayah mereka lagi. Semenjak Mas Tio mencukupi segala kebutuhan hidupku dan anak anak, mereka sangat menikmati segala fasilitas yang diberikan sampai sudah melupakan Mas Heri.

Aku sempat berpikir, seandainya Mas Heri tiba tiba kembali dari luar pulau aku akan mengajukan gugatan cerai. Sudah dua tahun kami berpisah dengan tidak ada sedikit pun komunikasi, ekonomi ku juga sudah mapan jadi tidak butuh Mas Heri lagi, aku tidak peduli.

Suami macam apa dia, tega sekali menelantarkan anak istrinya bertahun tahun, cih~

Singkat cerita, hari ini aku , Mas Tio dan dua anakku bertolak ke Pulau Dewata menggunakan pesawat kelas eksekutif.

"Buk ibuk, nanti Rasya mau ke pantai Kutha ya. Sama Adek juga katanya pingin lihat pertunjukan barong . Boleh ya buk ya ?" tanya Rasya bersemangat.

Aku ragu mau mengiyakan keinginan anak anakku, tapi aku sendiri ada terikat kerja sama Mas Tio. Aku cuma tersenyum menanggapi keinginan Rasya saat Mas Tio berkata,

"Nanti kalau pekerjaan om sudah beres, om bakal ajak kalian berdua kemanapun yang kalian mau. Tapi dengan syarat ya, kalian harus pintar. Saat ibuk kalian bekerja sama om , kalian nunggu di tempat yang sudah om siapkan. Nanti ada pengawal yang bakal jagain kalian, gimana ?" ucap Mas Tio terdengar begitu kebapakan, tapi tetap saja dia hanya pria gula manis ku.

"Oh jadi nanti aku sama adek main dulu sama pengawal om, sambil nunggu om sama ibuk selesai bekerja. Setelah itu kita pergi ya, janji ?" ucap Rasya menegaskan.

Mas Tio tersenyum sambil mengangguk, mengusap pucuk kepala Rasya sambil memuji, "Iya anak pintar."

Aku dan Mas Tio saling melempar pandang usai berhasil membujuk Rasya dan Arsya supaya tidak rewel apalagi mengganggu waktu kami berdua.

Total perjalanan dari ibu kota sampai ke salah satu hotel di kawasan pantai Kutha, Bali sekitar dua setengah jam.

Aku memastikan anak anakku mendapatkan kenyamanan di kamar yang khusus disediakan untuk mereka.

Pengawal yang Mas Tio utus untuk bertanggung jawab atas kedua jagoanku ternyata seorang wanita, ya wanita dengan penampilan layaknya bodyguard yang rapih dengan setelan jas hitam.

"Jadi kita punya banyak waktu buat berduaan La, sini deh sayang." ucap Mas Tio melambaikan tangan padaku yang baru saja kembali dari kamar anak anak.

Aku melangkah kan kaki mendekati Mas Tio yang berdiri di dekat jendela kamar kami dimana terdapat pemandangan langsung ke arah laut.

"Pemandangan nya bagus mas, " ucapku bernada manis sambil melingkar kan tangan di pinggang Mas Tio.

"Aku harap anak anak kamu betah dan gak rewel. Soalnya aku pingin lebih intim sama kamu La." ucap Mas Tio terdengar merdu sambil telapak tangannya mengusap surai rambutku.

"Mas Tio maaf, bukannya aku gak mau lebih intim tapi sebelum itu mungkin mas harus tahu kisah hidupku yang sebenarnya dulu. Karena Mas Tio sudah terlalu baik dan aku bakal merasa bersalah banget kalau kita sudah sampai tidur bareng tapi masih ada hal yang kita tutupi." aku menatap kedua netra Mas Tio sendu.

Ya, dua netra itu selalu mengingatkan aku pada seseorang dari masa lalu , dan sampai sekarang getaran dari masa lalu masih aku rasakan.

"Ngobrolnya sambil duduk yuk La, biar enak." Mas Tio menarik tubuhku pelan ke balkon .

Lalu Mas Tio mendudukkan aku di atas pangkuan nya sambil berucap, "Katakan apa yang ingin kamu sampaikan La, aku akan mendengar kan."

Aku mengangguk lalu menarik nafas pelan dan berucap,

"Jadi begini mas, sebenarnya namaku bukan Lala tapi Kumala Dewi dan ~" belum selesai aku mengucapkan kalimat ku, Mas Tio tampak seperti terkejut lalu menatap lekat ke dalam dua bola mataku.

"Kumala Dewi ?" ucap Mas Tio meyakinkan, dan aku mengangguk.

"Iya mas, dan aku berasal dari salah satu desa di daerah pelosok kabupaten, aku dan suami belum bercerai . Mas Tio pasti sudah tahu hal ini tapi jujur aku bakal merasa berdosa banget kalau Mas Tio tidak mendengar langsung dari mulut ku."

Aku terus menceritakan semua kisah hidupku, mulai dari awal pernikahan yang aku anggap sempurna, namun seiring berjalannya waktu ternyata aku justru menderita bersama anak anakku.

Mas Tio tampak menyimak secara serius seperti benar benar mencerna setiap ucapanku , sesekali tampak netra Mas Tio memicing seperti memastikan apakah yang aku katakan adalah benar atau kebohongan.

Selama hampir empat puluh lima menit aku bercerita, dan kini Mas Tio tampak menghela nafasnya panjang ingin menyampaikan sesuatu.

"Jadi ternyata benar, kamu adalah Dewi . Kumala Dewi yang dulu sekolah di SMA negeri 7 kabupaten Karangawang ?"

"Kok mas Tio tahu ?"

Netra kami berdua kembali beradu dan kali ini aku melihat binar di kedua mata Mas Tio, apa jangan jangan..

Terpopuler

Comments

qolifatul

qolifatul

lanjut.... makin asyik

2023-08-11

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2 BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3 BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4 BAB 4 BERTEMU LAGI
5 BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6 BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7 BAB 7 ADU DOMBA
8 BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9 BAB 9 BERWISATA
10 BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11 BAB 11 PINDAHAN
12 BAB 12 GAGAL BERCERAI
13 BAB 13 AKU PENASARAN
14 BAB 14 BERTEMU
15 BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16 BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17 BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18 BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19 BAB 19 KE MALL
20 BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21 BAB 21 MERAJUK
22 BAB 22 PULANG LARUT
23 BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24 BAB 24 TERKEJUT
25 BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26 BAB 26 DI BAWA LARI
27 BAB 27 MENGHILANG
28 BAB 28 EMOSIONAL
29 BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30 BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31 BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32 BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33 BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34 BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35 BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36 BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37 BAB 37 BERHASIL KABUR
38 BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39 BAB 39 LUPA INGATAN
40 BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41 BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42 BAB 42 SELISIH JALAN
43 BAB 43 PULANG KAMPUNG
44 BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45 BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46 BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47 BAB 47 BERTEMU LAGI
48 BAB 48 SALAH RESEP
49 BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50 BAB 50 JODOH SEJATI KU
51 BAB 51 PERMAINAN SALMA
52 BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53 BAB 53 MELAHIRKAN
54 BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55 BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56 BAB 56 SEMUA TERKUAK
57 BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58 BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59 BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
BAB 1 KESULITAN EKONOMI
2
BAB 2 COBAAN BERAT RUMAH TANGGA
3
BAB 3 PEKERJAAN DI KOTA
4
BAB 4 BERTEMU LAGI
5
BAB 5 PRIA GULA MANISKU
6
BAB 6 CINTA MONYET BERSEMI KEMBALI
7
BAB 7 ADU DOMBA
8
BAB 8 MALAM INI MILIK KITA SAYANG
9
BAB 9 BERWISATA
10
BAB 10 NOMOR TAK DIKENAL
11
BAB 11 PINDAHAN
12
BAB 12 GAGAL BERCERAI
13
BAB 13 AKU PENASARAN
14
BAB 14 BERTEMU
15
BAB 15 BAGAIMANA BISA ??!!
16
BAB 16 KEHAMILAN ISTRI SAH
17
BAB 17 KEJUTAN UNTUK YANG TERSAYANG
18
BAB 18 MUNCUL TIBA TIBA
19
BAB 19 KE MALL
20
BAB 20 TIDAK AKAN MELEPASKANMU
21
BAB 21 MERAJUK
22
BAB 22 PULANG LARUT
23
BAB 23 BEKAL MAKAN SIANG KEJUTAN
24
BAB 24 TERKEJUT
25
BAB 25 TRIK APA YANG DIA MAINKAN
26
BAB 26 DI BAWA LARI
27
BAB 27 MENGHILANG
28
BAB 28 EMOSIONAL
29
BAB 29 KESEMPATAN KEDUA
30
BAB 30 TERKEKANG DI PERANTAUAN
31
BAB 31 SEMINGGU BERLALU
32
BAB 32 BEGITU PUTIH NAN MULUS
33
BAB 33 TERTARIK ISTRI ORANG
34
BAB 34 DIJADIKAN TARUHAN
35
BAB 35 DIBAWA JURAGAN
36
BAB 36 RENCANA UNTUK KABUR
37
BAB 37 BERHASIL KABUR
38
BAB 38 SEBENTAR LAGI~ TUNGGU AKU~
39
BAB 39 LUPA INGATAN
40
BAB 40 FLASHBACK USAI KABURNYA KUMALA DEWI
41
BAB 41 MALAM SEBELUM PULANG KE JAWA
42
BAB 42 SELISIH JALAN
43
BAB 43 PULANG KAMPUNG
44
BAB 44 LAPORAN MATA MATA
45
BAB 45 PINJAM UANGMU DULU
46
BAB 46 PENGALIHAN PERJALANAN BISNIS
47
BAB 47 BERTEMU LAGI
48
BAB 48 SALAH RESEP
49
BAB 49 TIDAK LAYAK DIPERTAHANKAN
50
BAB 50 JODOH SEJATI KU
51
BAB 51 PERMAINAN SALMA
52
BAB 52 BERKAS PERCERAIAN KUMALA DEWI
53
BAB 53 MELAHIRKAN
54
BAB 54 KONDISI DARURAT PASCA KELAHIRAN
55
BAB 55 TIDAK MAMPU BERTAHAN
56
BAB 56 SEMUA TERKUAK
57
BAB 57 SAAT ITU HAMPIR TIBA
58
BAB 58 CEMBURU DI PERTEMUAN PERTAMA ?
59
BAB 59 BERUJUNG BAHAGIA, SELAMANYA.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!