Aku dan mas Prasetyo memutuskan untuk tinggal serumah beberapa hari setelah pulang dari Bali. Mas Prasetyo menyiapkan sebuah apartemen mewah untuk aku tempat i bersama kedua anakku.
Hari ini aku pindahan, dengan berat hati aku pamit kepada Sari yang selama ini sudah baik banget mau bantu kehidupanku.
"Aku gak bakal lupain kamu Sari, kita masih tetep bisa hang out bareng kan ? Kalau ada apa apa kabari, sering sering main ke tempat ku yang baru oke ?" ucapku saat kami nge es kopi bareng di teras rumah.
"Kita kan sahabatan Dewi, sampai kapan pun kita tetep bakal terus komunikasi kan . Jadwal perawatan kita juga masih bareng, pokok nya kamu harus bisa memperkaya diri kamu sendiri. Jangan terlalu ambil hati sama Adam prasetyo. Ingat ya Dewi, dia itu cuma pria hidung belang yang cuma menghargai pelayanan kita diatas ranjang. Porotin terus aja dia, coba sampai sejauh mana dia bisa mempertahankan kamu hehee~" ucapan Sari seperti seorang wanita yang tak berperasaan.
Apa yang dikerjakan Sari selama ini hanya demi uang, hatinya tidak bisa merasakan getaran seperti yang aku rasakan saat ini.
Aku sadar, percuma membicarakan tentang cinta kepada orang yang tidak mau mengenal apa itu cinta.
"Aku ngerti kok, bukan kah duitnya juga tiap bulan ngalir ke kamu hehe~ " aku hanya mengangguk pelan menutupi perasaan ku yang sebenarnya kepada mas Prasetyo.
"Eh iya , lusa kita treatmen bareng yak ? Udah jadwalnya kan ? Aku bakal jemput kamu di alamat yg baru." ucap Sari lagi dengan senyumnya yang cantik.
"Siap deh kapanpun kamu ngajak, hayukk !!" aku dam Sari tertawa seru berdua.
Sama sekali aku tidak melihat hal hal buruk dari Sari. Saat bersamaku dia masih bersikap layaknya sahabat terbaikku .
Beberapa orang pekerja sudah selesai mengangkut beberapa barang penting milikku ke dalam sebuah truk Cargo berukuran sedang. Sebelumnya mas Prasetyo meminta aku gausah bawa apa apa karena semua kebutuhan sudah disiapkan.
Tapi aku ngeyel tetep ingin bawa beberapa barang yang menurutku penting.
Sebuah mobil cargo siap melaju mengikuti mobil mewahku yang akan menjadi penunjuk jalan.
Aku melambaikan tangan pada Sari yang mengantar kepergian ku dari teras rumahnya, dia ada kerjaan habis ini katanya.
Aku dan anak anak berada di satu mobil , kami melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian kota menuju kawasan apartemen mewah yang terletak strategis ditengah ibu kota.
Perjalanan memakan waktu sekitar dua puluh satu menit. Begitu aku memarkirkan mobil segera saja aku menunjukkan lantai tempat unitku berada kepada orang cargo.
Sembari menunggu barang barangku di bawa ke unit apartemen , sengaja aku memesan beberapa minuman untuk mereka para pekerja.
Lumayan menguras tenaga karena unit apartemenku ada di lantai 10, meski tidak banyak baranf yang harus dipindahkan tapi tetap saja aku harus menghargai tenaga mereka bukan ?
"Istirahat dulu pak, sambil minum dan menikmati cemilan ala kadarnya, silakan.." aku meletakkan nampan berisi makanan ringan serta beberapa cup minuman dingin di meja.
"Terima kasih nyonya.." ucap salah seorang pekerja bernada ramah dan sopan.
Sedikit berbincang dengan para pekerja tersebut membuat aku tahu ternyata mereka adalah perantauan, sama seperti aku yang berasal dari pelosok .
Lima belas menit kemudian para pekerja undur diri, aku mengunci pintu apartemen kemudian memilih untuk tidur bersama dua jagoan kecilku di kamar mereka.
Sebuah unit apartemen ini sangat mewah, memiliki satu kamar utama dan beberapa kamar tambahan. Entah apa sebutan untuk konsep bangunan ini tapi aku merasa sangat nyaman.
Kira kira berapa milyar jika aku membeli sendiri unit apartemen seperti ini ya ?? Hhmm~
Secara perlahan namun pasti aku ikut terlelap menyusul Rasya dan arsya berlabuh ke alam mimpi hingga tiba tiba..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments