sementara itu di tempat lain,
Adam Prasetyo saat ini tengah meradang lantaran sang ibu kembali menelpon mengganggu saat dirinya sedang bekerja.
Karena ibu terus mendesak akhirnya terpaksa Adam Prasetyo meninggalkan kantor lebih awal dan menunda pekerjaan untuk dilanjutkan esok hari.
Setibanya di kediaman nyonya Amalia,
"Anakku akhirnya kamu datang juga , ayo masuk nak. Ada hal penting yang harus ibu katakan." nyonya Amalia menarik lengan Adam Prasetyo ke sebuah ruangan.
Adam Prasetyo hanya mengikuti langkah sang ibu dengan raut muka malas bertanya tanya dalam hati, 'ada apa lagi kali ini~'
Begitu masuk ke dalam ruangan, betapa terkejutnya Adam Prasetyo kala menemukan sosok wanita yang hampir saja berhasil menjadi mantan istri yaitu Retno nawangsih.
"Mas Adam, " ucap Retno dengan senyum getir dan tatapan mata sayu sedih.
"..." Adam Prasetyo hanya diam tidak menjawab, kemudian memalingkan muka menatap sang ibu dan berkata,
"Hal penting apa yang ingin ibu sampaikan sampai harus membuat aku meninggalkan pekerjaan kantor ku ?? Sebaiknya ini sungguh penting atau aku tidak akan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi." ucapan tegas disertai ekspresi dingin tanpa senyum kepada sang ibu.
Adam Prasetyo merasa sesuatu tidak enak sedang terjadi. Bagaimana bisa Retno datang ke rumah padahal mereka sudah sepakat untuk bercerai ?? Berani sekali .
"Duduk dulu nak, kita bicara baik baik." ibu Amalia menuntun sang putra agar duduk di sebuah sofa dekat dengan Retno.
"Jadi begini loh nak , ibu gak akan basa basi. Ibu ingin meminta kamu membatalkan keputusan cerai kalian mengingat kondisi Retno saat ini sedang hamil. " ucap ibu Amalia lembut berharap Adam Prasetyo berempati.
"Aku cuma butuh tanggung jawabmu mas Adam. Ingat kan terakhir kali kita melakukan itu di hotel ? Ternyata Tuhan mengabulkan keinginan aku mas, aku hamil dan ini adalah anak kamu mas Adam." ucap Retno sembari mengelus perutnya.
"Cih~ malam itu adalah jebakan. Aku sama sekali tidak menyentuhmu. Aku sangat yakin benih itu bukan milikku dan sebaiknya kamu juga mengakui hal tersebut dan pergi jauh dari keluarga ku !" ucap Adam Prasetyo tegas.
Tatapan Adam Prasetyo begitu tajam menghunus ulu hati Retno yang kini tampak berkaca kaca.
"Mas~ apa kamu pikir aku berbohong? Malam itu jelas jelas kita melakukan hubungan suami istri. Bukan cuma sekali tapi beberapa ronde sampai hampir pagi mas. Tega sekali mas tidak mau mengakui hiks~" Retno mulai berderai air mata sampai sesegukan.
Hal itu membuat ibu Amalia merasa iba dan kasihan hingga mengusap punggung Retno menenangkan.
"Jangan menangis sayang, nanti janin di dalam kandungan mu ikut stress. Sudah ya cup~ cup ~ cup~" ibu Amalia begitu menginginkan seorang cucu dari sang putra, dan kini keinginan nya tengah tumbuh di dalam rahim sang menantu.
"Sudah Retno bilang kan ibu mertua, mas Adam sudah berubah. Dia sudah tidak menginginkan Retno sampai tega menolak darah dagingnya sendiri huhuhuhuu~" isak tangai Retno begitu memilukan membuat Adam Prasetio jengah memutar bola mata malas.
'Pandai sekali kamu berakting Retno, sampai lupa jika selama ini yang melakukan kesalahan bukan aku tapi kamu !!' Adam Prasetyo mengumpat dalam hati.
"Jika hanya ini topik pembicaraan nya maka Adam pamit pulang bu." Adam Prasetyo berdiri dari duduknya hendak melangkahkan kaki namun lagi lagi sang ibu mencegah.
"Pertahankan pernikahan ini setidaknya sampai buah hati kalian lahir Adam !" ucap tegas ibu Amalia tiba tiba.
Sontak hal tersebut membuat Adam Prasetyo menghentikan langkah lalu membalikkan tubuh membalas tatapan sang ibu.
"Apa ibu sudah terpengaruh bujukan iblis betina ini bu ?!! " tatapan Adam Prasetyo begitu dalam dengan raut muka marah tertahan.
"Ini keinginan ibu nak, menurut lah atau kamu ingin melihat ibumu ini mati di hadapanmu !!" tiba tiba saja Ibu amalia meraih sebuah pisau yang berada di atas meja.
"Ibu !!" ucap Adam Prasetyo dan Retno bersamaan.
Nyonya Amalia mengarahkan pisau tersebut tepat di ulu lehernya. Sontak membuat Adam prasetyo dan Retno panik hendak mencegah.
"Jangan seperti ini ibu mertua, hiks~" Retno menangis meraung .
"Hentikan kegilaan ini ibu !" Adam prasetyo melangkah mendekat hendak merebut pisau namun,
Amalia terlebih dahulu menghindar dan semakin menekan pisau tersebut dengan tatapan mengancam, "menurut atau ibu mati ,Adam !!"
Netra sang ibu nanar memerah membuat Adam prasetyo kelimpungan menemukan cara membujuk hingga akhirnya dia memutuskan jika,
" Beri Adam waktu ibu, Adam akan memikirkan lagi semuanya. Sekarang tolong ibu jatuhkan pisau nya !"
Prangg~ suara pisau terjatuh di lantai.
Retno dengan cepat mengambil pisau tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah.
'mudah sekali menjadikan ibu mertua sebagai pion agar mas Adam tidak menceraikan aku xixixi~' Retno terkekeh sendiri saat menatap sebilah pisau di dalam tong sampah.
Setelah berhasil menenangkan sang ibu, kini tampak Adam prasetyo bicara empat mata dengan Retno di teras.
"Rencana licik apa yang kamu jalankan Retno, menjijikkan sekali !" ucap Adam prasetyo tegas.
"Apa maksud kamu mas, mana mungkin aku tega memainkan trik licik untuk mempertahankan pernikahan kita ? Kamu jahat sekali menganggap aku licik mas ~" Retno berekspresi sendu seperti tersakiti.
"Aku akan pastikan kamu tidak akan berhasil dengan rencana busukmu ini. Aku akan cari tahu siapa ayah biologis janin haram yang kamu kandung, bersiaplah untuk hal itu Retno !"
"Aku akan bertahan mas, meskipun kamu menganggap ini benih pria lain tapi aku bersumpah kamu adalah ayahnya mas." Retno kekeuh dengan pendiriannya.
"Kita lihat saja nanti, cih~" Adam prasetyo menatap nyalang saat Retno melangkahkan kaki keluar dari rumahnya.
Adam menunggui sang ibu hingga kondisinya lebih tenang sebelum kembali pulang ke apartemen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments