Mas Tio menangkup rahangku sambil berkata, "Kamu ingat gak ? kita dulu pernah jadian. Hubungan backstreet di sekolah, ingat kam dulu kita sering banget diam diam ketemuan di jam istirahat buat tukeran bekal. Ini aku, Adam Prasetyo. "
Suara Mas Tio terdengar lembut sekaligus sangat mengejutkan, membuat aku menyipitkan mata mencari kejujuran di kedua bola matanya dan seketika aku membelalakkan kedua mataku sambil tersenyum terkejut dan berkata,
"Ka, kamu Mas Adam Prasetyo yang itu ? Beneran yang itu ??" aku terbata gak tahu harus mengucap bagaimana, pokoknya ya yang itu.
Seketika getaran di dalam dadaku kembali mendebarkan detak jantungku.
Mas Adam adalah satu satunya pacar ku selama sekolah di SMA 7 Karangawang dan kami berpisah tanpa kata putus karena Mas Tio eh Mas Adam Prasetyo harus ikut orang tuanya merantau keluar kota .
Memori cinta monyet kala itu~
"Iya Dewi, ini aku Adam Prasetyo .Mulai sekarang panggil aku Pras jangan Tio lagi oke." ucap Mas Adam lirih sambil tersenyum dan tidak melepaskan tangan nya yang melingkar di pinggang ku.
"Mas Pras , pantas saja aku seperti tidak asing pas kita ketemu pertama kali. Kamu banyak berubah banget sih. " kataku sopan tersipu malu.
"Sejak pertemuan pertama kita malam itu, bayangan dirimu selalu terngiang ngiang di pikiran ku Dewi. Waktu itu aku tidak berani meyakinkan diri jika itu adalah kamu, cinta monyetku yang manis hehee~ Namun aku lega ternyata debaran hati kita masih tetap sama. Aku kangen banget sama kamu Dewi." tiba tiba saja Mas Pras merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya erat sekali.
"Mas, sekarang gantian kamu cerita dong tentang perjalanan hidup kamu . Jangan ada yang ditutup tutupi ya." pintaku menginginkan kejujuran yang sama.
Mas Adam Prasetyo mengangguk lalu mulutnya mulai menguntai setiap kata menjadi kalimat tentang perjalanan hidupnya. Mas Pras menceritakan tentang kehidupan nya di perantauan.
Orang tuanya meminta agar Mas Prasetyo melanjutkan kuliah sampai S2 jurusan bisnis dan ekonomi. Berkat prestasi dan kepintaran yang di atas rata rata Mas Prasetyo mampu menyelesaikan pendidikan S2 hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun.
Setelah itu Mas Prasetyo juga mengatakan kalau dirinya harus melanjutkan mengurus perusahaan turun temurun milik keluarga. Tujuan nya kala itu hanyalah membanggakan orang tua dan keluarga besar.
Mas Prasetyo tidak pernah membantah setiap keinginan yang di ucapkan orang tua, termasuk saat dirinya dijodohkan dengan salah satu putri pemilik perusahaan batu bara asal Kalimantan.
"Aku Menikah diusia 23 tahun. Kala itu aku benar benar menjadi anak yang penurut. Padahal dalam lubuk hatiku yang terdalam aku pingin banget balik ke kabupaten buat cariin kamu Dewi." ucap Mas Prasetyo lirih sambil mengusap pipiku.
"Sayang nya kamu lebih menurut i keinginan keluarga kamu ya mas. Coba aja seandainya waktu itu kamu beneran cari aku trus kita menikah. Pasti sekarang kita bahagia banget. Sayangnya nasib berkata lain." dua mataku basah ingin menangis.
Rasanya ingin sekali aku kembali ke masa lalu, jika saja aku dan Mas Pras beneran bisa bersatu kala itu pasti aku tidak harus mengalami nasib sial di pernikahan ku.
"Waktu itu aku harus menerima perjodohan demi keberlangsungan dua perusahaan besar milik keluarga ku dan keluarga mantan istriku.Tapi~" Mas Prasetyo sampai tidak melanjutkan kalimatnya saat tiba tiba aku berkata,
"Mantan istri ? Maksudnya sekarang kalian udah pisahan ? Kok bisa sih mas !" aku tertarik dengan kisah pernikahan Mas Prasetyo.
Kira kira seperti apa kisahnya..
"Aku pisah ranjang udah 3 tahunan yang lalu. Gak tahu aja semakin kesini istriku semakin gak bisa di atur. Dia sering party party sama geng sosialita nya , pulang selalu pagi dan gak ngurusin aku. Beberapa kali aku sempat pergoki istriku main sama laki laki lain dan sejak saat itu aku pergi dari rumah dan tinggal di apartemen. " Mas Prasetyo melanjutkan cerita nya.
"Lalu sekarang status pernikahan Mas Prasetyo bagaimana ?" aku memberanikan diri bertanya karena penasaran.
"Sedang dalam proses perceraian Dew, aku mau cari kebahagiaan ku sendiri. Aku sudah capek jadi anak kebanggaan keluarga. Keluarga ku bahagia tapi aku sengsara. Malang sekali kan nasibku ?" kata Mas Prasetyo yang menyandarkan kepalanya di dadaku.
Kedua tangan Mas Prasetyo memeluk erat pinggang ku , membuat aku merasakan sesuatu yang entah kenapa seperti ribuan kupu kupu menggelitik kami berdua .
"Trus sekarang, bagaimana hubungan kita mas ?" aku bertanya sambil mengusap kepala Mas Prasetyo yang nyaman mendusel diantara dua gundukan sintalku yang terawat.
"Aku mau kamu Dewi, sekarang aku semakin yakin kalau kamu adalah pelabuhan terakhir hidupku, bukan yang lain. " perkataan Mas prasetyo membuat hatiku terasa terbang di awang awang .
"Tapi aku masih istri orang mas.." ucapku pelan.
"Tapi kamu sudah pisah dua tahun lebih dan tidak ada nafkah yang diberikan sama suamimu itu, bukankah itu sama saja dengan bercerai heum ?" Mas Prasetyo semakin meraba tangannya mengelus punggung ku lalu ke bawah menyusup ke dalam sweater yang aku kenakan .
"Mas~" aku menahan gerakan tangan mas Prasetyo yang hampir saja berhasil melepaskan pengait b*ra yang aku pakai.
"Sebentar lagi aku resmi bercerai Dewi, sidang putusan akan berlangsung akhir bulan ini. Kita sama sama dewasa pasti mengerti akan hal ini bukan ?" Mas Prasetyo menyingkirkan tanganku yang menghalangi dengan gerakan lembutnya hingga berhasil menyusup membuka pengait b*ra ku hingga ..
"Tapi ini masih sore mas, gimana nanti kalau anak anak nyariin aku ?" aku menggigit bibir bagian bawah menahan sensasi geli saat Mas Prasetyo meremas dadaku.
"Sedikit saja Dewi, sudah lama aku ingin menjamah langsung tubuh kamu. Dan aku rasa sekarang momennya udah pas banget, kita main sebentar yuk ." Mas Prasetyo menyingkap kaos sweater ku ke atas hingga menampilkan dua gundukan kenyal yang sintal tanpa penghalang.
Dengan tatapan lapar khas pria dewasa Mas prasetyo mulai meraba dan memainkan jemari tangan serta mulutnya , membuat tubuhku bagai tersengat aliran listrik jutaan volt.
Sshhh ahh mas~
Mas Prasetyo menyusu layak nya bayi yang rakus. Posisi kami memang terlalu intim. Aku duduk diatas pangkuan cinta monyetku yang tengah asik menikmati tubuh bagian atasku.
Beberapa kali aku melenguh menikmati, rasa gatal dan geli bercampur jadi satu. Netra kami saling menatap lalu sama sama tersenyum penuh rasa.
"Pindah ke kasur ya Dew, main sebentar aja sebelum makan malam." tanpa menunggu jawaban dariku, Mas Prasetyo langsung saja menggendong tubuhku ala koala.
Ya aku melingkarkan kedua kakiku di pinggang nya yang terasa keras. Sambil berjalan masuk ke arah ranjang Mas Prasetyo tidak melepaskan mulutnya dari pucuk sintalku.
Brugh~ Mas Prasetyo merebahkan tubuh kami berdua diatas ranjang.
Hasrat ingin bercinta mulai menyelimuti diri kami masing masing hingga ,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments