20. Hambar

Hujan deras mengguyur tanpa permisi tepat saat Faras menjemput Natali di apartemen nya. Begitu masuk ke dalam mobil, dia mengusap rambut dan bahu Natali yang sedikit basah karena terkena rintik air hujan.

Perlakuan kecil itu mengundang senyum di bibir Natali. Sebagai wanita tentu dia akan terkesima dengan perhatian yang diberikan Faras.

Mobil melaju melintasi jalanan yang lengang karena banyak pengendara yang memilih menepi. Melihat hujan deras disertai guntur, membuat Faras teringat pada Talita.

Apa gadis itu kehujanan? Dimana dia sekarang? Pikir Faras sambil mengendarai mobil.

Ada sedikit rasa sesal saat Faras membiarkan Talita keluar rumah sendirian. Dia baru tersadar jika Talita gadis kampung yang mungkin saja tak terlalu mengenal jalanan kota.

"Faras."

Panggilan lembut dari Natali mengejutkan Faras. Dia menoleh sekilas lalu menghadapkan wajahnya kembali ke depan untuk lebih fokus dalam menyetir.

"Kamu kenapa? Kok malah melamun sih?" Natali bertanya dengan suara merdunya yang lembut.

Dia mengusap lengan dan menyandarkan kepala di bahu Faras. Dia tersenyum ketika tak ada penolakan dari pria itu.

"Aku nggak melamun kok, Natali. Ini aku lagi fokus nyetir," jawab Faras berbohong.

"Tapi aku tanya kok kamu diam aja?" Bibir Natali sedikit mengerucut menampilkan wajah yang sedikit cemberut. "Jadi kita bakal dinner di mana? Nggak akan ada paparazi yang ikutin kita kan?"

Satu tangan Faras bergerak mengusap dagu Natali dengan lembut. Wanita itu masih menyandarkan kepala di bahunya dan itu yang Faras suka. Faras lebih menyukai wanita yang bermanja padanya.

"Nanti juga kamu bakal tahu kok kita dinner di mana. Kalau aku kasih tahu sekarang, nggak surprise dong."

Natali mendongak melihat wajah Faras dari jarak yang sangat dekat. "Dan urusan paparazi? Nggak akan orang yang tahu kalau kita makan malam kan? Aku males kalau harus ketemu sama wartawan atau paparazi, Far."

"Iya, tenang aja. Semuanya beres kok."

Setelah mengucapkan itu, Faras diam-diam mengambil ponsel dan mengirim pesan singkat pada Priya sambil tetap mengendari mobil. Perasaan Faras tak enak, sehingga dia meminta Priya untuk menjemput Talita.

Untungnya, Priya memiliki aplikasi yang dapat melacak dimana ponsel Talita berada. Jadi, dia pasti bisa menemukan Talita saat ini ada di mana.

Perasaan Faras berangsur tenang setelah memberi tugas pada Priya. Dia pun kembali mempercepat laju kendaraan.

Tak lama, Faras menghentikan mobil di depan sebuah restoran. Natali langsung tersenyum lebar kala mendapati Faras membawanya ke restoran yang sudah terkenal akan kemewahan dan juga rasa makanannya.

Faras memang pandai dalam membahagiakan wanita. Bahkan dia tak segan-segan membukakan pintu untuk Natali.

Dan tak hanya itu saja, Faras juga telah memesan private room dimana mereka berdua akan makan malam bersama tanpa ada gangguan.

Ruang pribadi itu memiliki jendela yang menampilkan pandangan kota malam. Terasa redup dengan lampu-lampu yang menggantung.

Semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan Natali. Makan malam berdua bersama Faras dan di sudut ruangan ada beberapa pemain violin melantunkan musik bernuansa jazz.

Setelah selesai makan, Faras mengajak Natali untuk berdansa. Sungguh sebuah makan malam romantis impian kaum hawa.

"Thanks, Faras. Kamu sudah ngajak aku dinner di sini," ucap Natali saat mereka berdansa diiringi musik yang kini mengalun lembut.

Natali melingkarkan kedua lengannya di leher Faras dan merapatkan tubuhnya ke tubuh aktor tampan itu.

"Are you happy?"

Natali mengangguk. Senyuman bahagia tak bisa sirna dari bibirnya. Kemudian Natali berjinjit seraya memajukan wajah untuk mengecup Faras.

Dan Faras pun tak menolak untuk menyambut ciuman dari Natali akan tetapi dia merasakan sesuatu yang berbeda. Tak ada perasaan menggebu-gebu dengan ciuman itu. Berbeda dengan ciuman yang dia lakukan kepada Talita.

Natali semakin berjinjit agar bisa memperdalam ciumannya. Dia sedikit kesal karena Faras terkesan pasif ketika mereka berciuman.

Sementara itu Faras berusaha memejamkan mata. Namun, sosok yang terlintas di benaknya justru adalah Talita. Dia tidak merasakan apapun dari Natali. Ciuman bersamanya terasa hambar dan tidak ada getaran apapun.

Begitu ciuman itu terhenti, Faras menjadi tertegun dan bingung sendiri. Dia kembali mengecup bibir Natali secara singkat. Tapi lagi-lagi Faras tak merasakan apa-apa.

Faras dan Natali duduk kembali. Natali segera mengambil tisu untuk memperbaiki polesan lipstiknya.

Berbeda dengan Faras yang masih bimbang akan apa yang terjadi. Dia sudah lama menginginkan Natali tapi kenapa ketika mencium wanita itu, dia tidak merasakan kepuasan.

Tiba-tiba, ponsel Faras bergetar. Dia segera mengangkat telepon dari Priya dengan berat hati.

"Ada apa, Priyatno?"

"Mas Faras, gawat! Talita berkelahi di pusat perbelanjaan, Mas."

Brak.

Faras menggebrak meja sekaligus bangkit dari duduk begitu mendengar kabar Talita berkelahi. Sedangkan Natali terlonjak akibat gebrakan meja yang dilakukan Faras. Dia mengelus dada untuk menenangkan jantungnya yang hampir saja copot.

"Apa? Talita berkelahi?"

Faras memijat pangkal hidung dan berdecak frustasi. "Oke, aku akan ke sana sekarang."

Segera Faras mematikan telepon dan memasukan ponsel ke dalam saku jas. Dia menatap Natali yang terlihat kebingungan.

"Natali, sorry. Aku harus pergi sekarang. Aku sudah bayar bill restoran dan kamu..." Faras mendadak ragu untuk melanjutkan ucapannya. "Kamu nggak apa-apa kalau pulang naik taksi? Aku ada urusan penting. Maaf banget, Natali."

Raut wajah Natali mendadak berubah drastis. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya kini hilang seperti debu yang tertiup angin.

Baru pertama kali ini Natali diperlakukan seperti jelangkung oleh seorang laki-laki. Datang di jemput, pulang tak diantar.

Namun, Natali tak bisa memaksa. Takut malah Faras tidak akan mengajaknya malam malam lagi untuk selamanya. Maka dia pun mengangguk, mengizinkan Faras pulang terlebih dahulu meski hatinya kesal tercabik-cabik.

*

*

*

"Dia itu memang anak seorang penjilat, nggak tahu diri, nggak pantes jadi pacarnya Faras," teriak wanita gemuk pada seorang satpam yang sekuat tenaga menahannya.

"Kamu itu siapa? Kenal juga enggak. Ngata-ngatain orang seenaknya," balas Talita tak mau kalah. Dia juga sedang dicekal oleh Priya yang datang tepat waktu.

"Ta, sudah! Jaga sikap! Sebentar lagi Mas Faras datang."

Mereka berdua kini berada di ruang keamanan pusat perbelanjaan tempat dimana mana mereka berkelahi. Namun, meski sudah diamankan, Talita dan si wanita gemuk masih terus saja perang mulut.

Di sisi ruangan, si wanita gemuk bangkit berdiri, berhasil meloloskan diri dan langsung memukul sudut bibir Talita.

"Aku sebagai fansnya Faras nggak suka lihat kamu."

"Terus kalau kamu nggak suka tapi Mas Faras tetep pilih aku. Kenapa? Apa ruginya di kamu?"

Talita ikut berdiri hendak meninju si wanita gemuk tapi seketika itu tangannya yang mengepal ditahan oleh sebuah tangan kekar. Talita menoleh dan ternyata Faras sudah ada di sampingnya.

Faras menahan tangan Talita yang ingin memukul si wanita gemuk sambil melirik tajam, membuat Talita sedikit merasa takut. Takut jika Faras akan marah padanya karena telah mencari keributan dengan penggemar.

"Mas, Faras... A-aku... Ak..." Talita gelagapan tak tahu harus berkata apa terlebih dahulu.

Dia mengaku salah tapi si wanita gemuk itu juga salah karena telah menamparnya lebih dulu dan menghina sang ibu.

Nyali Talita menciut seiring dengan tatapan Faras yang seakan mengulitinya. Dia menggigit bibir bawah karena merasa takut luar biasa.

Dalam hati Talita menjerit kencang. Matilah kamu, Talita. Mas Faras pasti marah besar karena kamu cari gara-gara sama penggemar.

Episodes
1 1. Mencari Pekerjaan
2 2. Gosip (Revisi)
3 3. Pacar Kontrak (Revisi)
4 4. Setuju ( Revisi)
5 5. Akting (Revisi)
6 6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7 7. Bersama Melani (Revisi)
8 8. Mengungkit (Revisi)
9 9. Obrolan Berdua (Revisi)
10 10. Membawa Talita (Revisi)
11 11. Suap Menyuap (Revisi)
12 12. Aneh (Revisi)
13 13. Menyelidiki (Revisi)
14 14. Bertemu Sigit (Revisi)
15 15. Akan Putus (Revisi)
16 16. Berharap (Revisi)
17 17. Diabaikan
18 18. Keinginan Talita
19 19. Bertemu Fans Fanatik
20 20. Hambar
21 21. Minta Maaf
22 22. Tidur Malam
23 23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24 24. Terjebak Api (Revisi)
25 25. Pengakuan Faras
26 26. Harus Memilih
27 27. Di Dalam Pelukan
28 28. Diam
29 29. Siapa Sigit
30 30. Cuek
31 Hiatus Semantara
32 32. Curhat
33 33. Hutang
34 34. Ungkapan Cinta
35 35. Melamar
36 36. Hubungan Palsu
37 37 Pergi
38 38. Mencari
39 39. Permintaan
40 40. Masalah Keluarga
41 41. Bukan Sekarang
42 42. Menguntit
43 43. Tekad
44 44. Jago Akting
45 Draft
46 46. Faras dan Devon
47 47. Gila
48 48. Jangan Sampai Tahu
49 49. Pelakunya
50 50. Izin
51 51. Kata Hati
52 52.
53 53.
54 54. Rindu
55 55.
56 56
57 57
58 58.
59 59.
60 60.
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 Pengumuman
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Mencari Pekerjaan
2
2. Gosip (Revisi)
3
3. Pacar Kontrak (Revisi)
4
4. Setuju ( Revisi)
5
5. Akting (Revisi)
6
6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7
7. Bersama Melani (Revisi)
8
8. Mengungkit (Revisi)
9
9. Obrolan Berdua (Revisi)
10
10. Membawa Talita (Revisi)
11
11. Suap Menyuap (Revisi)
12
12. Aneh (Revisi)
13
13. Menyelidiki (Revisi)
14
14. Bertemu Sigit (Revisi)
15
15. Akan Putus (Revisi)
16
16. Berharap (Revisi)
17
17. Diabaikan
18
18. Keinginan Talita
19
19. Bertemu Fans Fanatik
20
20. Hambar
21
21. Minta Maaf
22
22. Tidur Malam
23
23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24
24. Terjebak Api (Revisi)
25
25. Pengakuan Faras
26
26. Harus Memilih
27
27. Di Dalam Pelukan
28
28. Diam
29
29. Siapa Sigit
30
30. Cuek
31
Hiatus Semantara
32
32. Curhat
33
33. Hutang
34
34. Ungkapan Cinta
35
35. Melamar
36
36. Hubungan Palsu
37
37 Pergi
38
38. Mencari
39
39. Permintaan
40
40. Masalah Keluarga
41
41. Bukan Sekarang
42
42. Menguntit
43
43. Tekad
44
44. Jago Akting
45
Draft
46
46. Faras dan Devon
47
47. Gila
48
48. Jangan Sampai Tahu
49
49. Pelakunya
50
50. Izin
51
51. Kata Hati
52
52.
53
53.
54
54. Rindu
55
55.
56
56
57
57
58
58.
59
59.
60
60.
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!