5. Akting (Revisi)

Faras dan Talita memilih turun dari mobil terlebih dahulu sementara Priya mengendari mobil untuk mencari tempat parkir.

Sejenak Faras membenarkan letak kacamata hitamnya lalu melangkahkan kaki hendak masuk ke dalam Mall. Dia meninggalkan Talita sendirian di belakang. Seakan tak peduli jika gadis itu masih belum terbiasa memakai high heels.

Talita berjalan tertatih seperti anak kecil yang bermain egrang. Lagi-lagi sepatu dengan tinggi sepuluh centi itu sangat menyulitkannya berjalan. Padahal sepatu itu adalah sepatu dengan hak paling pendek yang dimiliki oleh Melani.

"Mas Faras, tunggu aku!" seru Talita memandang punggung Faras yang semakin menjauh. "Mas Faras, tunggu... Aw..."

Bugh.

Faras mendengar suara suara benda berat terjatuh. Lantas dia pun memutar badan dan mendapati Talita yang jatuh terduduk di halaman Mall.

"Kamu kenapa?"

"Mas Faras, aku keseleo," Talita merintih kesakitan seraya memegangi pergelangan kaki.

Sedangkan Faras hanya berdecak kesal. "Jangan manja! Kamu pikir aku mau gendong kamu. Ayo, cepat jalan!"

"Siapa juga yang mau digendong. Aku kan cuma bilang sakit," Talita menggerutu sambil berusaha berdiri. Namun kaki kirinya serasa dipelintir sakit sekali.

Seketika Talita pun meringis dan kembali berjongkok. Tak kuasa untuk berdiri. Apalagi berjalan.

"Astaga," Faras menggelengkan kepala.

Terbesit niat di dalam hati agar Faras meninggalkan Talita sendirian. Biarkan Priya yang menangani gadis itu. Namun, tepat saat itu juga, dari kejauhan Faras melihat beberapa orang melihat ke arahnya.

Jika dilihat dari ekspresi wajah, sepertinya mereka adalah para fans Faras atau mungkin saja paparazi.

"Gawat."

Faras mengalihkan pandangan ke arah Talita yang masih berjongkok sambil memijat pergelangan kaki kirinya. Tak ada pilihan lain, inilah saatnya Faras menunjukan kepada semua orang bahwa dia dan Talita memang benar-benar pacaran agar tak ada lagi gosip jika dirinya seorang homo.

Dengan cepat, Faras berjalan mendekati Talita. Dia ikut berjongkok dan dari ujung mata, dapat Faras lihat gerombolan orang juga semakin mendekati mereka berdua.

"Sini, aku gendong ya, Sayang," ucapan Faras mendadak melembut.

"Nggak usah. Kan tadi kamu bilang, nggak mau gendong aku," sahut Talita yang belum menyadari keadaan.

Maka Faras pun berdeham. Dia mengirim sinyal S.O.S dengan mengerjapkan mata, berharap Talita mengerti kode darinya.

Untung saja, Talita cepat tanggap. Begitu segerombolan orang mendekati mereka, dia langsung mengalungkan lengan di leher Faras. "Iya, Sayang. Tolong ya. Kaki aku sakit banget nih."

Faras pun dengan sigap menggendong Talita ala-ala pengantin baru.

"Aaa... Faras! Faras!" jerit sebagian orang. "Iya, itu Faras Alvaro kan?"

Hanya dalam hitungan detik, Faras dan Talita sudah dikerubungi oleh sejumlah orang. Mereka berdua bagaikan gula yang dikerubungi semut.

Banyak diantara mereka mengeluarkan ponsel memotret adegan Faras yang menggendong Talita. Sedangkan Faras mengedarkan pandangan mencari keberadaan Priya.

Dia berharap Priya segera datang untuk bisa membantunya keluar dari kerumunan orang yang berebut ingin memotretnya.

"Maaf, pacarku lagi sakit. Permisi," ucap Faras yang berusaha untuk tenang meski kini dia merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah kerumunan.

"Oh, jadi dia benar pacarnya Faras. Cantik juga ya?"

"Faras, spill pacarnya dong."

"Tolong kasih jalan buat Mas Faras ya, bunda-bunda," seruan Priya bagaikan angin segar bagi Faras.

Managernya itu muncul entah dari mana. Tiba-tiba saja sudah ada di depan Faras sambil berusaha membelah keramaian untuk memberikan jalan.

Beberapa orang mendesah kecewa karena Priya menghalangi mereka untuk bersalam sapa dengan sang bintang idola. Mengerti akan kekecewaan para penggemar, Priya pun memberikan penjelasan singkat.

"Sorry, pacarnya Mas Faras lagi sakit. Kapan-kapan kita bakal bikin meet and greet kok. Tenang aja ya," Priya langsung pergi menyusul di belakang Faras setelah melambaikan tangan pada sejumlah penggemar Faras.

Dia dan Faras segera masuk ke dalam lift yang membawa mereka menuju lantai delapan. Hanya ada mereka bertiga di lift itu, membuat Faras menghembuskan nafas lega dan detik berikutnya...

Bruk.

Faras menjatuhkan tubuh Talita begitu saja, laksana seorang kuli menjatuhkan karung beras. Sontak Talita pun menjerit begitu jatuh ke lantai lift. Dia merasakan punggungnya sakit, melebihi sakit di pergelangan kaki.

Talita memaksakan diri untuk berdiri. Menatap kesal pada Faras yang sudah menurunkan tubuhnya secara sembarangan.

"Mas Faras, bisa pelan-pelan aja, nggak? Sakit tahu."

Kekesalan Talita pada Faras sudah berada di puncak. Dia seakan tidak peduli jika Faras adalah majikannya.

"Kamu sakit?" Faras balik bertanya dengan suara yang ditinggikan. "Aku juga sakit pinggang gara-gara kamu terlalu berat. Dasar gendut."

"Aku nggak gendut," Talita berteriak tak terima jika dirinya disebut gendut. Badannya yang kurus karena jarang makan, Faras sebut gendut. Kalau begitu, bagaimana dengan badan Priya yang jelas-jelas gempal?

Faras menaikan alis melihat Talita yang kini berani berteriak di depannya. Dia pun melipat tangan di depan dada seraya bersandar pada dinding lift.

"Sudah mulai berani kamu ya? Mau aku pecat?"

Ancaman Faras tentang memecat Talita memang selalu berhasil membungkam mulut gadis itu. Tak disadari, Faras tersenyum puas karena mengetahui kelemahan Talita.

Beberapa saat hening, Faras baru teringat jika dia bisa saja membelikan kebutuhan Talita tanpa dia ikut pergi. Kalau tahu dia akan dikenali oleh para penggemar, mungkin Faras enggan untuk pergi berbelanja dengan Talita.

Faras bisa meminta bantuan Melani atau Priya. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Lagipula, sisi positifnya, berita jika dia memiliki kekasih akan semakin mudah dipercaya banyak orang.

Pintu lift terbuka, segera Faras merangkul lengan Talita sambil pandangannya berkeliling, berjaga-jaga jika ada penggemar atau paparazi melihat mereka.

Ternyata di lantai itu tak ada banyak orang dan tak ada yang menyadari mereka, menjadikan Faras melepas lagi rangkulannya.

Mereka masuk ke sebuah outlet toko pakaian dari sebuah brand ternama di tanah air. Seorang pramuniaga wanita menyapa penuh keramahan. Wanita itu memandu Talita untuk memilih baju.

Sedangkan Faras memilih untuk duduk di salah satu sudut ruangan. Dia menyibukkan diri bermain ponsel.

"Kamu mau baju yang mana, Ta? Ambil saja yang banyak," Priya mencondongkan tubuh untuk dapat berbisik di telinga Talita. "Mumpung dibeliin."

Talita menggigit bibir bawah. Merasa sungkan, dia pun mencoba melihat bandrol harga dari salah satu baju yang menggantung di hadapannya. Seketika manik mata Talita membulat sempurna .

Begitu mengetahui rata-rata harga baju hampir setara dengan gajinya sebagai ART, membuat Talita menggelengkan kepala. Dia merasa perlu bertanya pada Faras.

Talita berjalan tertatih karena kakinya masih terasa nyeri. Cara jalan Talita itu menimbulkan suara derap langkah keras akibat heels yang beradu dengan lantai dan membuat Faras mendongakkan kepala dari ponsel yang dia genggam.

"Mas Faras, uang yang satu milyar dipotong buat beli baju-baju di sini kan?"

Faras menyeringai seperti sedang menyepelekan Talita. "Enggak. Uang satu milyar itu tetap punya kamu. Kalau beli baju dan segala keperluan kamu, itu semua dari aku."

"Tapi Mas Faras..."

"Kamu tenang saja," ucap Faras cepat memotong perkataan yang ingin disampaikan Talita. "Yang aku nggak akan habis sekalipun kamu borong semua pakaian di sini."

Detik berikutnya, Faras kembali menunduk melanjutkan aktivitas berselancar ria di dunia maya. Sementara Talita memilih beberapa baju yang dibantu oleh Priya.

Meski Priya terus saja memaksa Talita untuk membeli banyak, tapi Talita hanya membeli lima model baju yang dia rasa sudah cukup untuk dirinya bersandiwara.

Faras tersenyum ketika memantau kemajuan berita tentang dirinya. Ternyata foto-foto Faras saat menggendong Talita sudah viral di media sosial. Dia dibanjiri pujian dari banyak penggemar.

Ada yang mengatakan Faras romantis dan sebagainya. Tentu saja Faras merasa puas dan yang paling penting dia tak perlu khawatir akan perannya di film 'Bad Guys'. Rupanya sandiwara yang dilakukan Faras dengan Talita membawa keuntungan sendiri bagi Faras.

Petang hari, mobil Faras berhenti di depan gerbang rumah dan Talita segera turun untuk membukakan gerbang tanpa menggunakan alas kaki. Sepatu milik Melani sungguh menyiksa dirinya.

Untung saja, ketika berbelanja tadi, Faras memperbolehkan Talita membeli sepatu dengan hak yang lebih rendah.

"Pri, aku mau reschedule jadwal aku hari ini," kata Faras sambil turun dari mobil. "Aku capek. Aku mau istirahat full."

"Aku sih oke aja, Mas Faras. Tapi kalau begitu jadwal Mas Faras besok bakal padat banget."

"Ya nggak apa-apa lah. Aku capek banget. Ternyata punya pacar benar-benar nguras energi," Faras melepas kacamata sambil menghembuskan nafas lelah.

Kemudian Faras melesat masuk terlebih dahulu. Dia tak berbicara sepatah katapun pada Talita. Seakan wanita itu memang tak ada di sana.

Sementara Talita mengambil beberapa paper bag belanjaan dari dalam bagasi. Dengan susah payah, Talita membawa semua paper bag itu ke dalam kamar pembantu.

Lalu dia campakkan paper bag itu ke atas kasur. Dia berkacak pinggang dan menghela nafas. Bukan hanya Faras yang lelah, dia pun lelah seharian berjalan memakai sepatu hak tinggi. Talita harus mengolesi kakinya dengan balsem malam ini.

Di kamar yang lain, Faras juga merebahkan diri di atas tempat tidur. Dia melepas penat seraya menatap langit-langit kamar. Tak selang berapa lama, ponsel Faras berbunyi yang menandakan ada sebuah pesan masuk.

Faras membuka ponsel dengan rasa malas. Namun, detik berikutnya dia membulatkan mata dan langsung bangun terduduk saking terkejutnya dengan pesan dari sang ibu yang bertuliskan,

'Faras, Mami dengar kamu sudah punya pacar. Kenalin ke Mami besok ya? Mami sama Papi bakal pulang pagi-pagi.'

Terdengar suara geraman kesal dari Faras yang menggenggam ponsel dengan sangat kuat. Lalu dibantingnya ponsel itu ke atas kasur sambil berdecak.

"Sial, kenapa harus besok?"

Episodes
1 1. Mencari Pekerjaan
2 2. Gosip (Revisi)
3 3. Pacar Kontrak (Revisi)
4 4. Setuju ( Revisi)
5 5. Akting (Revisi)
6 6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7 7. Bersama Melani (Revisi)
8 8. Mengungkit (Revisi)
9 9. Obrolan Berdua (Revisi)
10 10. Membawa Talita (Revisi)
11 11. Suap Menyuap (Revisi)
12 12. Aneh (Revisi)
13 13. Menyelidiki (Revisi)
14 14. Bertemu Sigit (Revisi)
15 15. Akan Putus (Revisi)
16 16. Berharap (Revisi)
17 17. Diabaikan
18 18. Keinginan Talita
19 19. Bertemu Fans Fanatik
20 20. Hambar
21 21. Minta Maaf
22 22. Tidur Malam
23 23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24 24. Terjebak Api (Revisi)
25 25. Pengakuan Faras
26 26. Harus Memilih
27 27. Di Dalam Pelukan
28 28. Diam
29 29. Siapa Sigit
30 30. Cuek
31 Hiatus Semantara
32 32. Curhat
33 33. Hutang
34 34. Ungkapan Cinta
35 35. Melamar
36 36. Hubungan Palsu
37 37 Pergi
38 38. Mencari
39 39. Permintaan
40 40. Masalah Keluarga
41 41. Bukan Sekarang
42 42. Menguntit
43 43. Tekad
44 44. Jago Akting
45 Draft
46 46. Faras dan Devon
47 47. Gila
48 48. Jangan Sampai Tahu
49 49. Pelakunya
50 50. Izin
51 51. Kata Hati
52 52.
53 53.
54 54. Rindu
55 55.
56 56
57 57
58 58.
59 59.
60 60.
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 Pengumuman
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Mencari Pekerjaan
2
2. Gosip (Revisi)
3
3. Pacar Kontrak (Revisi)
4
4. Setuju ( Revisi)
5
5. Akting (Revisi)
6
6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7
7. Bersama Melani (Revisi)
8
8. Mengungkit (Revisi)
9
9. Obrolan Berdua (Revisi)
10
10. Membawa Talita (Revisi)
11
11. Suap Menyuap (Revisi)
12
12. Aneh (Revisi)
13
13. Menyelidiki (Revisi)
14
14. Bertemu Sigit (Revisi)
15
15. Akan Putus (Revisi)
16
16. Berharap (Revisi)
17
17. Diabaikan
18
18. Keinginan Talita
19
19. Bertemu Fans Fanatik
20
20. Hambar
21
21. Minta Maaf
22
22. Tidur Malam
23
23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24
24. Terjebak Api (Revisi)
25
25. Pengakuan Faras
26
26. Harus Memilih
27
27. Di Dalam Pelukan
28
28. Diam
29
29. Siapa Sigit
30
30. Cuek
31
Hiatus Semantara
32
32. Curhat
33
33. Hutang
34
34. Ungkapan Cinta
35
35. Melamar
36
36. Hubungan Palsu
37
37 Pergi
38
38. Mencari
39
39. Permintaan
40
40. Masalah Keluarga
41
41. Bukan Sekarang
42
42. Menguntit
43
43. Tekad
44
44. Jago Akting
45
Draft
46
46. Faras dan Devon
47
47. Gila
48
48. Jangan Sampai Tahu
49
49. Pelakunya
50
50. Izin
51
51. Kata Hati
52
52.
53
53.
54
54. Rindu
55
55.
56
56
57
57
58
58.
59
59.
60
60.
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!