9. Obrolan Berdua (Revisi)

"Mami mau ke dapur lagi. Mau bantu Talita masak," kata Novi sembari menoleh ke dapur.

"Nggak usah. Mami istirahat aja. Biar aku yang bantu Talita masak."

Novi membelalakkan mata tak percaya akan pendengarannya yang baru saja menangkap ucapan Faras. Jarang sekali anak sulungnya itu mau ke dapur untuk membantu memasak. Namun, Novi tetap mengangguk, bangkit dari duduk lalu melangkah pergi.

Selepas kepergian Novi, Faras segera menemui Talita yang sedang berdiri memunggunginya. Wanita itu tampak menoleh sebentar melirik Faras lalu kembali fokus pada bahan masakan di depannya.

"Buatkan aku kopi dong!" titah Faras sambil menarik kursi tinggi dan duduk di sebelah meja dapur.

Talita berlatih ke sisi dapur yang lain untuk membuatkan kopi untuk Faras yang duduk sambil memandangi penampilannya. Faras bernafas lega karena tampilan Talita tidak terlalu memalukan untuk berperan sebagai anak seorang pengusaha.

"Tadi kamu ngomong apa aja ke Mami?" Faras bertanya ketika Talita menaruh secangkir kopi di meja.

"Nggak banyak, Mas. Karena tadi aku sama Melani pergi ke salon. Terus ini baru pulang."

Faras kembali menghembuskan nafas lega. Dia tahu bahwa ibunya itu adalah orang yang banyak tanya apalagi dengan orang baru. Dia meneguk kopinya sedikit lalu melirik ke arah Talita yang sedang menatap dengan sorot mata ragu.

"Ada apa?"

"Mas Faras," Talita mengalihkan pandangan ke arah pintu sejenak untuk memastikan tak ada orang di sekitar mereka. "Kalau sandiwara sampai kita terbongkar, orang tua Mas Faras pasti bakal marah besar."

"Ya, kalau begitu jangan sampai terbongkar dong. Aku sudah bayar kamu mahal, makanya kamu harus profesional dalam sandiwara ini."

Talita menggigit bibir bawah. Mendadak di diselimuti rasa cemas. "Tapi kalau permainan pura-pura pacaran ini sudah selesai, kita mau bilang apa ke orang tua Mas Faras?"

"Itu urusan aku sama orang tua aku. Tinggal bilang aja, kita nggak cocok atau apalah. Gampang. Kamu nggak usah mikir yang kemana-mana kamu jalani peran kamu aja dengan baik."

Faras melirik ke arah kompor dan melihat wajan yang ditinggal Talita sudah mulai berasap. Lantas dia pun menunjuk menggunakan dagunya. "Tuh masakan kamu gosong."

Seketika Talita gelagapan. Dia baru sadar telah meninggalkan satu ekor ikan yang tadi sempat dia goreng di minyak panas.

Talita berlari dan langsung mematikan kompor. Dilihatnya ikan kakap goreng itu sudah terlalu matang dan hampir saja gosong. Maka Talita pun memindahkan ikan goreng ke atas piring.

Sedangkan Faras duduk santai sambil menikmati satu cangkir kopi. Tak ada niatan untuk membantu Talita. Dia hanya beralasan saja di depan Novi agar ibunya itu tak selalu bersama Talita.

Akan bahaya jika Novi terlalu sering bersama Talita. Faras terus meneguk kopi sambil mencari solusi.

Setelah kopi di cangkir habis, Faras bangkit dari duduknya. Dia ingin pergi ke kamar untuk mandi sebelum acara makan malam dimulai.

"Mulai besok kamu nggak usah beres-beres rumah deh. Kamu ikut aku aja ke lokasi syuting," ucap Faras pada Talita yang kini mulai menyajikan hidangan ke meja makan.

"Tapi, Mas. Nanti yang beres-beres rumah siapa?"

Faras berdecak kesal. "Kamu nggak usah pikirin itu. Kamu tinggal nurut saja sama perintah aku. Ngerti?"

*

*

*

"Aku curiga sama Talita deh, Pi. Apa dia itu betul pacarnya Faras? Apa jangan-jangan dia ART yang direkomendasikan Mbok Sumi?"

Novi baru saja selesai menceritakan uneg-unegnya masalah Talita pada sang suami yang sedang duduk di atas ranjang sambil membaca buku tebal. Sedangkan Novi duduk di depan meja rias. Tampilannya malam itu sudah segar sehabis mandi.

"Terus, Pi. Aku juga masih penasaran sama orang tuanya Talita. Mami pikir dia anaknya Suryadi Kuswono. Teman lama Papi itu lho. Ingat kan?"

"Orang yang namanya Surya yang jadi pengusaha kelapa sawit kan banyak, Mi," kata Danaldi seraya memberi tanda pada buku yang dia baca. Lalu meletakkannya di atas nakas. "Lagian menurut Papi, Mami itu terlalu terburu-buru ingin lebih kenal sama Talita."

Novi menghela nafas. Di dalam dirinya seperti tak terima jika disalahkan karena terlalu agresif ingin mengenal Talita.

"Mami kan cuma penasaran, Pi. Perlu diingat ya, Pi. Talita itu wanita pertama yang Faras bawa ke rumah. Bahkan sampai menginap di sini. Jadi, dia pasti punya posisi spesial di hati anak kita," ucap Novi yang dengan tekun menotolkan pelembab ke wajah. "Aku cuma pengin memastikan saja kalau wanita yang akan mendampingi Faras itu wanita yang berkelas."

Mendadak pandangan Danaldi berubah menerawang. Pertemuan pertamanya dengan Talita meninggalkan kesan bahwa gadis itu pasti dididik oleh orang tuanya dengan benar.

Danaldi sudah sudah banyak bertemu dengan banyak anak orang kaya. Kebanyakan mereka terkesan manja, tapi Talita tampak berbeda. Dia bahkan baru saja mendengar cerita dari sang istri jika Talita sedang memasak di dapur.

"Tapi menurut Papi, Talita itu sudah cocok buat anak kita kok, Mi."

Novi tersenyum melihat wajah Danaldi melalui pantulan kaca. "Iya, Mami juga sebenarnya setuju, Pi. Kalau mereka sampai menikah, berarti kita punya besan seorang pengusaha."

Danaldi dan Novi segera menyudahi percakapan mereka tentang hubungan Faras dan Talita disebabkan cacing di perut mereka sudah meronta-ronta minta untuk diisi. Begitu mereka turun ke ruang makan, hidangan makan malam sudah siap tersaji di meja.

Tampak Talita yang berjalan mondar-mandir menyiapkan segala sesuatu sendirian. Menjadikan Novi terheran karena Faras yang katanya ingin membantu, malah tak terlihat sama sekali.

"Lho, Faras mana, Ta?" tanya Novi saat duduk di salah satu kursi.

"Tadi naik ke atas. Mungkin mau mandi dulu," Talita menaruh secangkir teh di hadapan Danaldi. "Om ini tehnya. Sudah pakai gula rendah kalori."

Danaldi menoleh cepat pada Talita dengan pandangan kagum. "Kamu kok tahu kalau Om suka teh yang pakai gula rendah kalori?"

"Faras yang cerita, Om." Talita tersenyum manis. Kali ini dia tak begitu kaku saat berbohong. Karena sebenarnya, Mbok Sumi lah yang memberitahu Talita jika Danaldi selalu memakai gula rendah kalori jika membuat teh.

Tak selang lama, Melani turun bersama Faras untuk bergabung makan malam. Talita tak dapat menghindar. Dia dipaksa makan malam bersama meski Talita sudah mengeluarkan berbagai alasan.

Talita merasa canggung duduk satu meja dengan keluarga majikannya. Namun, untung saja makan malam itu berlalu dengan cepat.

Danaldi dan Novi tak membahas lagi tentang identitas Talita. Membuatnya sedikit lega. Selepas makan malam, Talita yang ingin membereskan meja ditahan oleh Novi.

"Biarin saja, Ta. Besok ada pembantu baru yang dateng ke sini. Biar dia saja beres-beres."

"Tapi, Tante..."

"Sudah. Nurut aja sama Mami. Lagian aku ada perlu sama kamu," Faras langsung menarik tangan Talita tanpa perlu menunggu persetujuan.

Mereka berdua berjalan tergesa-gesa menaiki anak tangga. Mereka tidak menyadari jika di belakang mereka Novi memandang dengan tatapan yang penuh makna.

"Besok aku harus memastikan sendiri," bisik Novi pada dirinya sendiri.

Sementara itu, Faras segera menutup rapat pintu begitu sampai di kamar Talita. Dia melirik tajam pada Talita yang melipat tangan di depan dada dengan raut bingung karena melihat wajah Faras yang serius.

Faras beralih duduk di sofa tunggal yang ada di pojok kamar. Lalu dia menunjuk menggunakan dagunya ke arah tempat tidur untuk memerintahkan Talita duduk.

"Besok aku akan bawa kamu ke lokasi syuting. Tapi aku minta sama kamu untuk bisa bersikap seperti seorang wanita di depan banyak orang," Faras memperingatkan Talita dengan memasang wajah penuh keseriusan.

Talita hanya memberengutkan bibir sambil berpikir dalam hati. Apa selama ini dia tidak tampak seperti seorang wanita? Jadi selama ini Faras menganggap dia siapa?

"Kamu ngerti, nggak?" Faras bertanya geram begitu melihat Talita yang diam saja.

"Iya, ngerti. Mas," jawab Talita cepat.

"Ketika di lokasi syuting, jangan banyak bicara dengan orang! Kalau ada wartawan, bilang saja kamu lagi nggak mau diwawancara. Oke? Terus perbaiki cara jalan kamu. Nih, kamu lihat ini."

Faras merogoh ponsel dari dalam saku. Dia mengutak-atik sebentar sambil berpindah duduk di sebelah Talita. Lalu dia menunjukan pada Talita sebuah video tutorial berjalan ala model miss univers.

Talita tekun menyimak seorang wanita di dalam video yang sedang menjelaskan postur tubuh saat berjalan menggunakan sepatu hak tinggi. Sedangkan Faras yang ada di sampingnya mulai mencium bau semerbak bunga.

Lantas Faras pun menoleh memandang wajah Talita. Rambut gadis itu sangat wangi setelah seharian dari salon. Dia juga menyadari jika wajah Talita kini tampak lebih bersih berseri.

Talita yang sejak tadi menunduk memperhatikan video di ponsel Faras, mulai merasakan terpaan nafas hangat Faras yang menyapu pipinya. Talita merasa sedikit geli dengan posisi wajah Faras yang terlalu dekat.

Maka Talita pun ikut menoleh ingin memprotes, tapi tepat saat itu juga, satu tangan Faras menangkup dagu Talita dan menempelkan bibir mereka.

Sontak Talita membulatkan mata. Ini bukan ciuman singkat seperti yang pertama kali mereka lakukan. Namun, kali ini Faras mulai melahap bibirnya.

Talita tak tahu apa yang tengah dipikirkan Faras. Pria itu memejamkan mata tampak begitu menikmati ciuman mereka. Lidah Faras bergerak agresif, berbeda dengan Talita yang terdiam akibat terkejut bercampur bingung.

Episodes
1 1. Mencari Pekerjaan
2 2. Gosip (Revisi)
3 3. Pacar Kontrak (Revisi)
4 4. Setuju ( Revisi)
5 5. Akting (Revisi)
6 6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7 7. Bersama Melani (Revisi)
8 8. Mengungkit (Revisi)
9 9. Obrolan Berdua (Revisi)
10 10. Membawa Talita (Revisi)
11 11. Suap Menyuap (Revisi)
12 12. Aneh (Revisi)
13 13. Menyelidiki (Revisi)
14 14. Bertemu Sigit (Revisi)
15 15. Akan Putus (Revisi)
16 16. Berharap (Revisi)
17 17. Diabaikan
18 18. Keinginan Talita
19 19. Bertemu Fans Fanatik
20 20. Hambar
21 21. Minta Maaf
22 22. Tidur Malam
23 23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24 24. Terjebak Api (Revisi)
25 25. Pengakuan Faras
26 26. Harus Memilih
27 27. Di Dalam Pelukan
28 28. Diam
29 29. Siapa Sigit
30 30. Cuek
31 Hiatus Semantara
32 32. Curhat
33 33. Hutang
34 34. Ungkapan Cinta
35 35. Melamar
36 36. Hubungan Palsu
37 37 Pergi
38 38. Mencari
39 39. Permintaan
40 40. Masalah Keluarga
41 41. Bukan Sekarang
42 42. Menguntit
43 43. Tekad
44 44. Jago Akting
45 Draft
46 46. Faras dan Devon
47 47. Gila
48 48. Jangan Sampai Tahu
49 49. Pelakunya
50 50. Izin
51 51. Kata Hati
52 52.
53 53.
54 54. Rindu
55 55.
56 56
57 57
58 58.
59 59.
60 60.
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 Pengumuman
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Mencari Pekerjaan
2
2. Gosip (Revisi)
3
3. Pacar Kontrak (Revisi)
4
4. Setuju ( Revisi)
5
5. Akting (Revisi)
6
6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7
7. Bersama Melani (Revisi)
8
8. Mengungkit (Revisi)
9
9. Obrolan Berdua (Revisi)
10
10. Membawa Talita (Revisi)
11
11. Suap Menyuap (Revisi)
12
12. Aneh (Revisi)
13
13. Menyelidiki (Revisi)
14
14. Bertemu Sigit (Revisi)
15
15. Akan Putus (Revisi)
16
16. Berharap (Revisi)
17
17. Diabaikan
18
18. Keinginan Talita
19
19. Bertemu Fans Fanatik
20
20. Hambar
21
21. Minta Maaf
22
22. Tidur Malam
23
23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24
24. Terjebak Api (Revisi)
25
25. Pengakuan Faras
26
26. Harus Memilih
27
27. Di Dalam Pelukan
28
28. Diam
29
29. Siapa Sigit
30
30. Cuek
31
Hiatus Semantara
32
32. Curhat
33
33. Hutang
34
34. Ungkapan Cinta
35
35. Melamar
36
36. Hubungan Palsu
37
37 Pergi
38
38. Mencari
39
39. Permintaan
40
40. Masalah Keluarga
41
41. Bukan Sekarang
42
42. Menguntit
43
43. Tekad
44
44. Jago Akting
45
Draft
46
46. Faras dan Devon
47
47. Gila
48
48. Jangan Sampai Tahu
49
49. Pelakunya
50
50. Izin
51
51. Kata Hati
52
52.
53
53.
54
54. Rindu
55
55.
56
56
57
57
58
58.
59
59.
60
60.
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!