6. Papi Mami Pulang (Revisi)

Suara ringtone memekakan telinga pagi itu di sebuah kamar apartemen. Melani menggeliat di balik selimut tebal berwarna ungu. Dengan mata yang masih terpejam dia meraba ke samping tubuhnya, mencari benda berisik yang membuat mimpi indahnya terganggu.

"Halo, apa?" sapa Melani dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.

"Melani, cepat pulang ke rumah!" seru Faras yang terdengar sangat panik. "Mami sama Papi pulang hari ini."

"Ya terus, kalau mereka pulang kenapa?" tanpa rasa bersalah Melani bertanya sambil mengucek satu matanya.

Dia masih terlentang di tempat tidur, menatap langit-langit apartemen dengan mata setangah mengantuk. Sedangkan Faras di seberang sana berdecak kesal.

Faras sudah ada di lokasi syuting dan pengambilan gambar akan dimulai sebentar lagi. Sejak semalam dia sudah menghubungi Melani agar pulang ke rumah tapi adiknya itu tak satupun membalas puluhan pesan yang dikirimnya.

"Melani," Faras menggeram kesal pada adiknya yang kadang lambat dalam memahami kondisi. "Kalau Mami sama Papi pulang lalu mereka melihat Talita lagi beres-beres rumah, bisa gawat. Kamu ngerti maksud kakak kan?"

Melani mengerutkan dahi, berpikir sejenak, lalu seketika sepasang matanya membelalak kala dia sudah memahami maksud Faras meneleponnya pagi-pagi.

"Oh iya, yah. Yang ada nanti mami sama Papi tahu kalau Kak Faras pura-pura pacaran sama ART baru. Mereka pasti bakal nggak setuju."

"Nah itu. Tumben kamu pinter. Jadwal Kak Faras padat banget hari ini. Sepertinya bakal pulang malam. So, please kamu handle sandiwara Kakak di depan Mami sama Papi. Oke?"

"Ye... Dari dulu juga pinter kali," Melani memberengut sebentar. "Ya sudah, aku bakal pulang ke rumah sekarang juga."

Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Faras. Detik berikutnya, Melani langsung melompat dari tempat tidur, dia meraih mantel yang biasa dia pakai untuk berpegian. Dia pakai mantel itu untuk menutupi baju tidurnya yang tipis nan seksi

Melani berusaha mengebut di jalanan pagi itu. Bagaimana pun caranya, dia harus lebih cepat dari ke dua orang tuanya sampai di rumah.

Begitu sampai di depan gerbang rumah, Melani melihat Talita yang sedang mengelap kaca jendela depan rumah. Lantas dia pun langsung membunyikan klakson mobil, membuat Talita terperanjat kaget.

"Gawat, Ta," ucap Melani ketika Talita membukakan gerbang.

Melani langsung melesat masuk ke dalam rumah sambil menyambar tangan Talita yang masih menggenggam sebuah kain lap dan pembersih kaca.

"Ada apa, Mbak Mel? Kok panik gitu?" Talita bertanya ketika dirinya diseret menuju kamar pembantu.

"Mami sama Papi mau dateng," jelas Melani singkat sambil meraih beberapa baju Talita di dalam lemari. "Mulai hari ini kamu tidur di kamar tamu! Supaya Mami dan Papi nggak curiga."

"Aku aja yang bawa, Mbak Mel."

Talita berniat mengambil pakaiannya yang akan dipindahkan ke kamar tamu oleh Melani. Namun, Melani justru menggelengkan kepala. Dia semakin mengeratkan tumpukan baju yang ada di dekapannya. Seakan tak ingin direbut.

"Ini biar aku aja. Mending sekarang kamu dandan. Soalnya Mami dan Papi bakal sampai sebentar lagi."

Meski merasa tak enak hati, Talita tetap menurut. Dia memakai gaun rumahan selutut yang kemarin dia beli bersama Faras. Tak lupa dia juga memakai bedak dan memoleskan lipstik ke bibir dengan sedikit tergesa-gesa.

Kemudian, Talita mengambil beberapa barang yang tersisa untuk dia letakan di kamar tamu. Tepat saat itu, Melani melongok dari jendela kamar tamu.

"Ta, cepat! Ayo kita keluar. Mami sama Papi udah dateng," ucapan Melani itu cukup membuat jantung Talita berdegup kencang karena kali ini dia harus bersandiwara tanpa didampingi oleh Faras.

Melani dan Talita berjalan ke halaman depan, menyambut orang tua Faras yang baru saja turun dari mobil taksi.

Danaldi, ayah Faras, yang bertubuh jangkung terlihat menenteng dua buah koper. Sedangkan Novi berjalan terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.

"Mami," seru Melani menghambur ke dalam pelukan Novi. "Kok pulang cepet?"

"Jadi, kamu seneng kalau Mami pulangnya lama?" Novi balik bertanya sambil mencubit hidung Melani dengan gemas.

Talita hanya berdiri di dekat pintu masuk. Dia tak tahu harus berbuat apa. Rasa canggung menyelimuti tubuh Talita ketika dia harus berada di tengah-tengah keluarga majikannya sendiri, berperan sebagai pacar dari seorang Faras.

"Mami sama Papi pulang karena dengar berita kalau Kakak kamu itu sudah punya pacar. Emang iya, Mel?" Kali ini Danaldi yang bertanya seraya menatap Melani penuh keseriusan.

Melani mengangguk sebagai jawaban. Lalu dia memutar badan dan menunjuk ke arah Talita. "Itu dia pacarnya. Namanya Talita. Anak pengusaha kelapa sawit."

Pandangan Danaldi dan Novi langsung terarah pada Talita yang berusaha tersenyum meski rasa canggung tetap saja terlihat pada dirinya. Perlahan Talita berjalan mendekat, menundukkan kepala sejenak sebagai tanda hormat.

"Salam kenal, Om, Tante. Saya Talita," Talita menjulurkan tangan yang langsung disambut oleh Novi dengan sebuah pelukan.

"Salam kenal juga," Novi tersenyum sambil memperhatikan penampilan Talita dari bawah ke atas secara sekilas."Kamu cantik banget. Pinter deh Faras milih kamu."

Pujian Novi membuat Talita tertawa kaku dan melirik ke arah Melani untuk meminta pertolongan. Namun, Melani justru sedang tak menatapnya.

"Talita, kamu bisa kenal sama Faras darimana? Danaldi bertanya dengan wajah serius.

"I-iya, Om," jawab Talita gelagapan. "Saya kenal Mas Faras di..."

"Di New York," potong Melani cepat dan lantang. Menjadikan Danaldi dan Novi terperanjat. Lalu menoleh ke arah Melani dengan dahi mengerut. "Mami sama Papi masih ingat kan? Beberapa bulan lalu, Kak Faras syuting di New York. Nah dia sana Kak Faras ketemu sama Talita. Begitu kan, Ta?"

Talita mengangguk saja. Dia tak pandai mengarang cerita sehingga dia ikuti saja skenario yang dibuat Melani.

"Oh begitu. Kamu tinggal di New York?" Kali ini giliran Novi yang bertanya.

Talita membuka mulut siap berbicara. Namun secepat kilat, Melani langsung berkata, "Iya, dia tinggal di New York. Dia sekolah di sana, Mi. Makanya Talita menginap di sini karena dia lagi pengin liburan ke Indonesia."

Novi menyipitkan mata menatap Melani. Sebagai seorang ibu, dia menyadari betul gelagat Melani yang tidak biasa. Senyuman Melani terlihat dipaksakan dan juga sering melirik ke arah Talita.

"Mel, Mami lagi bicara sama Talita. Kok kamu terus sih yang jawab?"

Melani menggaruk tengkuknya yang tidak gatal Sementara otaknya mencari alasan yang bagus. Namun, Novi menggelengkan kepala pelan melihat tingkah anaknya lalu beralih menatap Talita.

"Kamu di New York sekolah apa, Ta? Tante boleh tahu kan?"

Belum sempat Talita menjawab, Melani menjejakkan kaki pura-pura merasa pegal. "Aduh, Papi sama Mami nggak kerasa capek kita berdiri terus? Kita masuk yuk. Udah pegal nih kaki aku."

"Oh, iya. Yuk masuk!" Danaldi menyentuh punggung istrinya mengajak masuk ke dalam rumah. "Kita ngobrol di dalam saja."

"Bentar, Pi. Sepertinya ada yang aneh dari sikap Melani."

"Memang Melani aneh bagaimana sih? Sudah deh, Mi. Itu mungkin cuma perasaan Mami saja. Yuk, masuk."

Danaldi menyeret lagi koper yang dia bawa. Hingga mereka masuk ke ruang tengah dan Novi langsung menghempaskan diri duduk di sofa empuk. Diikuti pula oleh Danaldi yang duduk di sebelah istrinya.

Melihat wajah lelah majikannya, Talita berinisiatif mengambil minuman untuk Danaldi dan Novi. Dia berjalan ke dapur namun tiba-tiba Novi bertanya yang membuat kaki Talita berat untuk melangkah.

"Mel, pembantu baru yang gantiin Mbok Sumi mana? Kok nggak kelihatan?"

Pertanyaan yang terlontar dari bibir Novi membuat Melani dan Talita secara bersamaan terdiam membisu. Sedangkan Novi hanya menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok pembantu yang katanya sudah mulai bekerja sejak dua hari yang lalu.

"Oh pembantu baru? Dia bilang nggak betah, Mih."

Melani mengulum senyum sambil kembali melirik Talita. Ternyata benar dugaan Faras, jika Melani tidak berada di rumah, sudah dapat dipastikan kebohongan Faras yang memiliki kekasih akan terbongkar.

Episodes
1 1. Mencari Pekerjaan
2 2. Gosip (Revisi)
3 3. Pacar Kontrak (Revisi)
4 4. Setuju ( Revisi)
5 5. Akting (Revisi)
6 6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7 7. Bersama Melani (Revisi)
8 8. Mengungkit (Revisi)
9 9. Obrolan Berdua (Revisi)
10 10. Membawa Talita (Revisi)
11 11. Suap Menyuap (Revisi)
12 12. Aneh (Revisi)
13 13. Menyelidiki (Revisi)
14 14. Bertemu Sigit (Revisi)
15 15. Akan Putus (Revisi)
16 16. Berharap (Revisi)
17 17. Diabaikan
18 18. Keinginan Talita
19 19. Bertemu Fans Fanatik
20 20. Hambar
21 21. Minta Maaf
22 22. Tidur Malam
23 23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24 24. Terjebak Api (Revisi)
25 25. Pengakuan Faras
26 26. Harus Memilih
27 27. Di Dalam Pelukan
28 28. Diam
29 29. Siapa Sigit
30 30. Cuek
31 Hiatus Semantara
32 32. Curhat
33 33. Hutang
34 34. Ungkapan Cinta
35 35. Melamar
36 36. Hubungan Palsu
37 37 Pergi
38 38. Mencari
39 39. Permintaan
40 40. Masalah Keluarga
41 41. Bukan Sekarang
42 42. Menguntit
43 43. Tekad
44 44. Jago Akting
45 Draft
46 46. Faras dan Devon
47 47. Gila
48 48. Jangan Sampai Tahu
49 49. Pelakunya
50 50. Izin
51 51. Kata Hati
52 52.
53 53.
54 54. Rindu
55 55.
56 56
57 57
58 58.
59 59.
60 60.
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 Pengumuman
Episodes

Updated 72 Episodes

1
1. Mencari Pekerjaan
2
2. Gosip (Revisi)
3
3. Pacar Kontrak (Revisi)
4
4. Setuju ( Revisi)
5
5. Akting (Revisi)
6
6. Papi Mami Pulang (Revisi)
7
7. Bersama Melani (Revisi)
8
8. Mengungkit (Revisi)
9
9. Obrolan Berdua (Revisi)
10
10. Membawa Talita (Revisi)
11
11. Suap Menyuap (Revisi)
12
12. Aneh (Revisi)
13
13. Menyelidiki (Revisi)
14
14. Bertemu Sigit (Revisi)
15
15. Akan Putus (Revisi)
16
16. Berharap (Revisi)
17
17. Diabaikan
18
18. Keinginan Talita
19
19. Bertemu Fans Fanatik
20
20. Hambar
21
21. Minta Maaf
22
22. Tidur Malam
23
23. Dilanda Cemburu (Revisi)
24
24. Terjebak Api (Revisi)
25
25. Pengakuan Faras
26
26. Harus Memilih
27
27. Di Dalam Pelukan
28
28. Diam
29
29. Siapa Sigit
30
30. Cuek
31
Hiatus Semantara
32
32. Curhat
33
33. Hutang
34
34. Ungkapan Cinta
35
35. Melamar
36
36. Hubungan Palsu
37
37 Pergi
38
38. Mencari
39
39. Permintaan
40
40. Masalah Keluarga
41
41. Bukan Sekarang
42
42. Menguntit
43
43. Tekad
44
44. Jago Akting
45
Draft
46
46. Faras dan Devon
47
47. Gila
48
48. Jangan Sampai Tahu
49
49. Pelakunya
50
50. Izin
51
51. Kata Hati
52
52.
53
53.
54
54. Rindu
55
55.
56
56
57
57
58
58.
59
59.
60
60.
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!