Talita agak kesulitan berjalan di jalan berbatu apalagi dia memakai sepatu hak tinggi. Tangan Talita mencengkram erat lengan Faras, takut akan keseleo lagi dan malah membuat malu.
"Mas Faras, jalannya jangan cepet-cepet dong. Aku susah jalan ini," keluh Talita dengan berbisik.
Faras melirik sebal pada Talita. "Ck, kan semalam sudah aku bilang. Latihan jalan pakai sepatu hak tinggi yang betul."
"Iya, tapi ini jalannya berbatu, Mas," kata Talita membela diri.
"Mau aku gendong?"
"Enggak ah. Nanti Mas Faras dikira punya pacar lumpuh. Nggak bisa jalan sendiri."
Faras menghela nafas seraya melingkarkan kedua bola matanya. "Bagus lah kalau kamu ngerti. Aku juga sebenarnya ogah gendong kamu."
Tak bisa terelakan hanya dalam hitungan detik banyak orang yang seketika mengerubungi Talita dan Faras. Membuat mereka kesulitan untuk melangkah ke depan.
Merasa tak mau terpisah dari Faras, Talita menggenggam erat tangan kekasih kontraknya itu. Berbagai pertanyaan terlontar dari mulut para penggemar yang berubah menjadi wartawan dadakan.
Mereka sangat penasaran dengan sosok Talita. Sebab mereka tak menemukan profil Talita di akun sosial media manapun. Sehingga mereka sangat sulit mengorek informasi.
Talita saja sampai bingung harus menjawab yang mana dulu saking banyaknya yang diberikan padanya.
"Faras, kenalin kita sama pacar barunya dong?"
"Iya, Faras. Boleh foto bareng kan? Sebentar aja."
Faras berdeham sejenak, melirik Talita lalu merangkul gadis itu.
"Oke, pertama-pertama, satu hal yang harus kalian tahu, aku dan Talita sudah pacaran lama sebenarnya. Kita hanya jarang terekspos media karena kita menjalin hubungan jarak jauh," Faras menjelaskan dengan tetap merangkul Talita.
Sementara itu para penggemar tekun menyimak sambil menyalakan alat rekaman. Sebagian ada juga yang mengabadikan momen lewat video.
"Nama lengkapnya siapa sih?" celetuk salah satu penggemar yang berada di barisan paling depan.
"Talita Angelina," jawab Faras asal. Dia sedikit lupa dengan nama belakang Talita.
Seketika Talita mencondongkan tubuhnya agar dapat berbisik di telinga Faras. "Mas Faras, nama aku kan Talita Ambarwati. Kenapa berubah jadi Angelina?"
Faras geram pada Talita. Dia ikut berbisik di depan telinga Talita. "Diam saja. Nggak usah banyak protes. Ambarwati itu kampungan. Mending nama kamu diubah aja jadi Angelina."
Talita memberengutkan bibir. Dia tak terima jika nama belakangnya dikatakan kampungan oleh Faras. Ingin rasanya dia menghimpun semua wanita bernama Ambarwati di seluruh dunia dan kemudian bersatu untuk menonjok badan Faras.
"Boleh minta foto bareng, nggak?" Seorang pemuda yang berada di samping Talita bertanya dengan wajah penuh harap.
Talita tak tega melihat pemuda itu. Sepertinya dia penggemar berat Faras.
Ya, semua orang di sana pastilah penggemar berat Faras. Mereka rela bangun pagi dan menunggu di lokasi syuting hanya untuk mendapatkan foto bersama sang bintang idola mereka.
"Boleh kok," ucap Talita sambil tersenyum.
Pemuda itu berjingkrak senang. Tapi Talita tak melihat raut tak senang Faras, sebab jika Talita mengizinkan satu maka yang lain juga akan minta foto juga.
Dan benar dugaan Faras, tak hanya pemuda kurus itu saja yang minta berfoto dengan Talita. Namun, hampir semua yang berada di sana ingin berfoto bersama.
Faras hanya melayani beberapa penggemar berfoto. Tak lama, dia menarik tangan Talita seraya berkata kepada penggemar, "Sorry, kita nggak bisa lama-lama.
Dengan langkah cepat, Faras menarik tangan Talita menuju deretan tenda-tenda tinggi. Dia menggerutu karena belum bertemu dengan Priya sejauh ini.
Sedangkan Talita berjalan terseret-seret. Dia ingin sekali melepaskan tangan Faras dan berteriak kencang. Namun, Talita sadar dimana mereka berada. Maka dia harus sabar menunggu waktu yang tepat.
Beberapa tenda ada yang tertutup rapat, ada juga yang terbuka pintunya. Talita dapat melihat di dalam tenda sana ada beberapa orang yang tengah sibuk merias para pemeran film.
Akhirnya Faras dan Talita masuk ke sebuah tenda yang letaknya agak berjauhan dengan yang lain. Mereka disambut oleh Priya yang rupanya sudah menunggu mereka.
"Ih, Mas Faras, dari mana aja? Lama banget." Priya mengeluh sambil menyodorkan pakaian yang harus digunakan Faras untuk syuting.
"Harusnya aku yang tanya, kamu dari mana aja? Baru nongol sekarang," geram Faras sambil merampas baju di tangan Priya.
Dan Faras membuka kaosnya di depan Talita tanpa rasa risih. Malah Talita sendiri yang menjadi salah tingkah melihat tubuh atletis milik Faras. Buru-buru dia melempar pandangan ke arah lain.
Tepat saat itu juga, seorang wanita masuk dengan tangan yang membawa koper besar. Faras yang sudah selesai berganti pakaian, seketika duduk di depan meja rias.
Wanita yang baru saja masuk tenda merupakan penata rias bernama Arum yang ditugaskan untuk membuat luka palsu di beberapa titik wajah dan lengan Faras. Talita yang duduk di sofa hanya memandang betapa cekatannya di wanita penata rias itu.
Tampaknya membuat luka palsu sudah hal biasa baginya. Saking fokus mengamati Faras, Talita tak sadar jika Priya menyenggol lengannya.
Lantas dia pun menoleh dengan menaikan alis. "Apa apa Mas Pri?"
"Tuh, sarapan dulu. Jangan banyak melamun nanti kesambet setan!" Priya menunjuk sebuah kotak makanan yang bertuliskan nama salah satu restoran ayam goreng.
Begitu melihat kotak makanan itu ada dua, Talita berpikir, satu kotak lagi pasti untuk Faras. Tapi kini Faras sedang duduk terdiam di kursi rias. Bahkan pria itu tampak menutup kedua matanya.
Talita berjalan mendekat dengan membawa kotak makan. Dia menarik kursi agar bisa duduk di sebalah Faras.
"Mas Faras, belum sarapan. Aku suapin ya?"
Faras membuka matanya, melirik pada Talita dengan dahi mengerut, lalu dia melirik lagi ke arah Arum.
Tumben Talita rada pinter, batin Faras.
"Boleh, Sayang. Makan disuapin sama kamu pasti jadi tambah enak."
Arum terkekeh sambil tetap membuat luka jahitan di lengan Faras. "Kalian romantis banget ih. Aku jadi iri sama kalian."
Begitu membuka kotak makan, Talita seakan mendapatkan Ilham untuk membalas perkataan Faras yang telah menghina nama belakangnya. Dia menyendokan sambel banyak-banyak lalu mengambil nasi dan potongan ayam hanya sedikit.
Kemudian Talita menyuapkan ke dalam mulut Faras. Detik itu juga, kedua bola mata Faras membulat sempurna merasakan sensasi pedas yang membakar lidah.
Talita tertawa kecil melihat Faras yang mau tak mau harus menelan makanannya. Dia tak mungkin melepeh dan memarahi Talita karena ada Arum di dekat mereka.
Rasain. Itu akibat menghina nama Ambarwati. Ucap Talita di dalam hati sambil menyeringai.
"Makan lagi ya, Mas Faras. Nih, aaa," Talita kembali menyuapi Faras dengan sendok penuh dengan sambel.
Sontak Faras menahan tangan Talita dengan satu tangan. "Kamu juga belum makan kan, Sayang. Sini aku suapin juga."
Talita tertawa kaku kemudian menelan saliva dengan susah payah. Mampuslah aku, begitu katanya dalam hati.
"Aku bisa makan sendiri, Mas. Nggak perlu disuapin," Talita hendak berdiri berusaha untuk kabur secepatnya.
"Tapi aku pengin suapin kamu juga," Faras merebut paksa sendok di tangan Talita. Lalu dia menarik dagu Talita yang hendak kabur. Secepat kilat, dia jejalkan sendok ke mulut Talita.
Faras tersenyum puas mendapati Talita yang mengernyitkan wajah dan mengibaskan tangan di depan mulut. Gadis itu juga kepedasan sama seperti apa yang dirasakan olehnya.
"Astaga, kalian benar-benar couple goal banget deh. Kalian pantes tuh dapat penghargaan best couple of the year," Arum tertawa melihat tingkah Faras dan Talita yang saling menyuapi makanan.
Kemudian Arum memandang bayangan Faras melalui cermin untuk melihat hasil akhir pekerjaannya. Sekarang Faras tampak seperti pria yang habis dihajar hingga babak belur.
Setelah selesai, Faras meninggalkan Talita di dalam tenda yang memang dikhususkan untuknya. Dia siap untuk memulai syuting hari itu.
Namun, ketika keluar dari tenda, Faras melihat beberapa reporter berita gosip sedang berjalan berkeliling. Faras tahu mereka pasti sedang mencari bahan berita gosip yang kini sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat.
Maka Faras pun menghampiri Priya lalu berbisik, "Priyatno, kamu jaga Talita! Jangan sampai reporter-reporter itu ketemu sama Talita dan tanya hal yang aneh-aneh!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments