"Kalian pengurus di villa ini?" Tanya Kaivan pada kedua pengurus di villanya.
"Benar tuan, tapi hanya untuk sementara. Kami membersihkan villa ini setelah villa nya terbeli, kami akan ada disini sampai tuan yang baru datang" ucap wanita pengurus villa.
"Itu benar, biasanya pemilik villa akan mempekerjakan pengurus yang mereka percayai, setelah itu kami akan pergi. Kami ini hanya sementara," sahut pria tua.
Kaivan mengangguk mengerti, "begitu ya? Kalau aku ingin kalian tetap mengurusi villa ini bagaimana? Aku akan memberi kalian gaji yang layak, sesuai UMR kota ini" ucap Kaivan.
Beberapa tempat di Korea menerapkan upah perjam, minimal upah perbulan kira-kira 2 juta won, orang kantor bisa sekitar 4 juta won perbulan, dokter sekitar 3 juta sampai 10 juta won perbulan. Kaivan tentu tidak memiliki kesulitan untuk menggaji dua sampai empat orang, bahkan lebih dari itu dia mampu.
Mereka saling berpandangan, karena mereka sendiri meski mendapat pekerjaan mendadak yang sangat singkat saja sudah senang. Biasanya pemilik villa atau rumah akan sulit percaya pada orang lain, apalagi pengurus yang tidak mereka kenali. Takutnya ada yang jahat dan tidak amanah, maklum saja, kebanyakan pemilik rumah di perumahan itu adalah selebriti terkenal.
Lalu kesulitan dalam menggaji karyawan juga mempengaruhi.
"Kalian tidak mau?" Tanya Kaivan lagi.
"Bukannya tidak mau, tapi apakah anda mempercayai kami?" Pria tua balik bertanya.
Kaivan menoleh pada Rose yang tersenyum kecil. Sebelumnya Kaivan dan Rose sudah berunding tentang pengurus villa. Karena kata Rose kedua pengurus itu hanya sementara dan butuh pekerjaan tetap, maka Kaivan mau mempekerjakan mereka.
Kaivan tahu mereka tua, tapi di kota seperti Seoul, siapa sih yang tidak butuh uang? Apalagi orang tua seperti mereka yang anaknya sudah tidak terlalu peduli dengan mereka, malah yang ada anak mereka meski sudah bekerja, masih sering merepotkan mereka. Memang tidak semua anak seperti itu, tapi kebetulan anak dari kedua pengurus villa tersebut agak - gimana ya? Pembuat onar lah. Kedua pengurus villa adalah suami istri, anak mereka laki-laki dan tidak pandai belajar, dulu saat sekolah hanya mengacau, menyesalnya sekarang saat hanya bisa bekerja sebagai kuli bangunan.
Anak itu 27 tahunan, sudah menjadi kuli bangunan terlatih.
"Saya mempercayai anda berdua, karena setelah saya melihat, kalian mengurus villa ini dengan baik, saya sangat senang. Saya berharap kalian bisa tetap menjadi pengurus villa ini, karena kebetulan saya tidak bisa tinggal disini. Oh iya, jika ditambah satu orang lagi sepertinya akan bagus, kalau bisa masih muda, mungkin kalian bisa mencarikan untuk saya? Saya akan menggaji tiap bulan sesuai ketentuan yang ada."
Mereka terlihat senang, kemudian wanita pengurus villa merekomendasikan anaknya yang laki-laki dan kuat itu. Tentu Kaivan mengiyakannya, Kaivan juga mengirimkan gaji untuk bulan ini pada mereka. Sekitar 30 jutaan rupiah per orang.
Mungkin bagi orang Indonesia itu banyak sekali, tapi untuk kota besar semacam Seoul, yang semua biayanya mahal, tentu hal itu sudah lumrah. Lagipula memang Korea Selatan salah satu negara dengan upah minimum terbanyak se-Asia.
Jika Rose bilang mereka bisa dipercaya, maka Kaivan akan percaya juga.
[Anda berbuat baik pada keluarga kecil]
[Anda mendapatkan hadiah!]
[Bisa diperiksa di rekening sistem!]
Rekening sistem itu semacam inventori atau penyimpanan, bisa menyimpan segala hal, sebesar atau sebanyak apapun. Tapi hanya untuk benda mati, karena tidak ada udara. Jika menyimpan makanan hangat bisa saja, tapi setelah keluar akan jadi dingin.
Sejauh ini Kaivan hanya menyimpan uang dan dokumen dalam rekening sistem. Hadiah tentu akan masuk sana.
Setelah selesai dengan pengurus villa, Kaivan berpamitan pada mereka. Kaivan juga memberikan makanan buatannya pada mereka, semoga mereka suka saja.
Siang ini cukup terik, tapi tidak ada apa-apanya dibanding Indonesia. Masih terasa sejuk jika dibandingkan Indonesia.
"Biarkan aku masuk! Aku ini adikmu!"
Ada keributan di gerbang masuk perumahan. Ada mobil mewah dan motor sport, pemilik kedua kendaraan itu bertengkar. Rupanya pemilik mobil, atau kakak, tidak memperbolehkan adiknya, atau pemilik motor untuk masuk ke rumahnya.
"Rumah ini rumahku, ku beli dengan jerih payah, kau yang bukan apa-apa dan masih trainee mau apa di rumahku? Aku tahu kamu hanya ingin pamer saja kan? Ingat ya, aku kakak tirimu, aku tidak Sudi punya adik tidak karuan sepertimu."
"Ah, banyak bacot! Bilang aja kamu pelit! Lihat aja, aku akan menyebarkan rumor yang tidak-tidak tentangmu!"
"Coba saja jika berani!"
Kaivan tidak berani mendekat. Bukannya apa, itu bukan urusan dia. Mereka punya privasi, tidak perlu ikut campur.
"Sialan!" Si pemilik motor pun pergi, dengan ngebut hingga membuat Kaivan harus menghentikan sepedanya jika tidak mau jatuh.
"Hei, kau baik-baik saja?" Pemilik mobil, wanita cantik yang sudah bisa dipastikan selebriti pun berjalan cepat mendatangi Kaivan.
"Saya baik-baik saja, tidak perlu khawatir," ucap Kaivan.
"Oh begitu, kamu tinggal disini atau kerabat mu yang tinggal disini?" Tanya wanita cantik berpenampilan seksi itu.
Kaivan mengangguk pelan, "saya punya rumah disini, bisa dibilang kita tetangga."
"Begitu ya, sampai bertemu lagi ya!"
Wanita itu ramah juga.
Kaivan pun kembali mengayuh sepedanya.
"Kasihan sekali wanita itu" gumam Rose.
Kaivan sebenarnya tidak mau tahu, tapi Rose yang suka ikut campur jelas menerawang kisah wanita itu.
"Kau tahu, adik laki-laki tiri tadi itu pembully, dia iri dengan popularitas kakaknya, masuk jadi trainee dan akan debut menjadi idol, kenapa juga orang brengsek seperti dia punya talenta dalam menari? Aneh sekali."
Kaivan menghela nafas berat, "Rose, jangan ikut campur, kita kan tidak ada hubungannya dengan mereka."
"Tapi makhluk itu - maksudku lelaki itu satu sekolah denganmu, udah kelas tiga sih. Dia sering merundung siswa lain, menggoda siswi. Para siswi menyukainya karena dia tampan."
"Sudahlah, bahkan orang terbrengsek sedunia pasti punya talenta sendiri."
"Kau benar, ayo beli kue-kue yang banyak! Di toko yang aku tunjukkan tadi itu lho! Sedang tren dimana-mana, kuenya kelihatan enak."
Kaivan tersenyum geli, kalau makanan saja Rose bisa melupakan yang lain.
"Baiklah, kita mencari uang juga digunakan untuk saat seperti ini, kita beli banyak kue!"
"Yeay! Kaivan terbaik!"
***
Setelah libur lalu masuk sekolah lagi, itu adalah saat terberat bagi sebagian besar siswa. Tapi tidak dengan Kaivan yang semangat belajarnya sedang tinggi.
Dia sedang senang karena hadiah membantu pengurus villanya adalah sepasang sepatu yang keren.
Awalnya Kaivan heran, kenapa sepatu itu menjadi hadiah. Padahal hadiah sebelumnya sangat mahal, yaitu villa di perumahan selebriti. Sekarang hanya sepatu? Itu aneh bagi Kaivan, sampai dia mencari tahu di internet berapa harga asli sepatunya.
Dia shock sekali mengetahui sepatu itu adalah keluaran terbaru salah satu brand fashion ternama, yaitu Louvui yang berkolaborasi dengan brand sepatu terkenal Niko.
Harganya? 25 juta won. Itu gila sekali untuk harga sepatu. Paling tidak, bagi Kaivan. Jika dirupiahkan hampir sekitar 3 miliar rupiah. Gila, kan?
Itulah kenapa Kaivan jadi rajin belajar, entah apa alasannya, tidak jelas.
Namun, setelah masuk kelas, Kaivan melihat teman barunya, Dohyun terlihat aneh.
Padahal kemarin saja Kaivan malas berteman dengannya karen Dohyun terlalu baik dan mudah dimanfaatkan guru. Kini dia penasaran dan ingin bertanya.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Kaivan.
Baru kali itu Kaivan bisa bertanya pada temannya, itu super langka. Biasanya Kaivan butuh menyiapkan hati dan jiwa terlebih dahulu, sampai akhirnya tidak jadi bertanya.
"Aku baik saja Kai, jangan khawatir."
Bagaimana Kaivan bisa percaya dengan senyuman pahit yang seolah bisa mengatakan sedang menyembunyikan sesuatu itu?
"Jika ada apa-apa, aku mungkin bisa membantu, atau paling tidak mendengarkan ceritamu, agar kamu merasa lega."
"Terimakasih Kaivan, untuk sekarang aku baik saja."
"Baiklah, makan ini agar kamu baikan."
Kaivan memberikan permen penyemangat untuk Dohyun. Awalnya Kaivan iseng membeli permen itu di toko sistem, karena dapat satu toples dan toplesnya bagus, selain itu, Kaivan pikir dia butuh semangat setiap hari.
Kaivan bahkan memberikan pada Dania, Dasha, dan seluruh penghuni rumah. Kaivan beri tiga bungkus dengan rasa berbeda.
Untuk Dohyun kebetulan rasa coklat, karamel dan mocha.
"Terimakasih, aku akan memakannya."
Kaivan pun kembali ke tempat duduknya.
"Temanmu itu ada masalah mau ku cari tahu?" Tanya Rose semangat.
Kaivan menggeleng, padahal dia sudah berkali-kali mengatakan pada Rose. Jika mengetahui banyak hal itu tidak bagus juga.
"Hah, Kaivan gak seru!" Rose yang ngambek, terbang menjauhi Kaivan, menuju Dohyun, lalu duduk di bahu Dohyun.
Peri pemandu macam apa itu yang ngambekan.
Rose berbalik pada Kaivan lalu menjulurkan lidahnya.
Apa-apaan dia!
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Sak. Lim
kua tu mc naiiiiif ga ada nuraninya
2023-09-16
1
Sak. Lim
mc nya lebay munafik mndingan brhnti jgn jdi mc,gnti pran pembantu aja, ga punya hati nurani,ga tegas
2023-09-16
1
Benny
next
2023-09-12
0