Tidak seharusnya dekat

Ini keterlaluan, Kaivan yang punya penguatan fisik level dua sampai tepar setelah selesai main sepak bola, sekarang giliran anak perempuan. Melihat Kaivan yang sangat kuat, para siswa dan guru olahraga membuat Kaivan melakukan banyak hal.

Seakan mereka sedang mengerjainya atau melakukan penelitian terhadapnya. Kaivan dijadikan pemain belakang, setelah itu penyerang, baru terakhir kiper. Capek sekali rasanya, Kaivan bekerja dobel dobel. Mana habis itu disuruh guru olahraga membantu menata bola di gudang bersama Dohyun.

"Kamu capek?" Tanya Dohyun. Kaivan menatapnya seolah berkata 'pake nanya lagi!' dan itu membuat Dohyun terkekeh senang. Sepertinya dia suka sekali membuat Kaivan kesal.

"Mereka begitu karena suka melihat reaksi anak perempuan, kamu terlihat keren tadi, awalnya seperti tidak tahu sepakbola, setelahnya malah sangat ahli."

"Ah, gak juga, aku belajar dari permainan kalian aja."

Itu benar, bisa dibilang Kaivan hanya bisa bengong saat pertama bermain, tapi berkat skill belajar cepat dan tepat, dia mudah memahami permainan. Dia juga sempat mencetak gol dua kali, baru setelahnya menjadi penjaga gawang. Saat menjadi penjaga gawang, tidak ada yang bisa menembus gawang milik Kaivan.

Tadi heboh sekali, terutama anak perempuan. Baru kali itu Kaivan menjadi sorotan, dia tidak terbiasa sama sekali. Jadi rasanya sangat canggung.

"Apa kamu tipe yang cepat belajar, atau hanya merendah?" Tanya Dohyun lagi, dia duduk bersandar di tembok, di samping Kaivan. Mereka berdua sama-sama capek, apalagi sebagai ketua kelas, Dohyun banyak disuruh.

"Aku tidak merendah, bisa dibilang aku cepat belajar, sejak kecil dituntut begitu soalnya, mau tak mau harus cepat belajar."

Itu benar, memiliki ibu yang tidak becus, membuat Kaivan sejak kecil harus memutar otaknya. Harus mencari kerja agar bisa makan, harus belajar agar bisa sekolah, tidak boleh malu. Untungnya beberapa tetangga baik sekali, mereka memberi Kaivan pekerjaan dan menjaga Kaivan.

Dipikir-pikir lagi, Kaivan mendapat banyak keberuntungan juga, yah walaupun kesialannya lebih banyak juga.

"Sama kalau begitu, aku juga, banyak orangtua disini yang terlalu menuntut anaknya, kakakku sendiri begitu dulu, tapi semenjak kakak jatuh sakit karena belajar keras, orangtuaku sekarang lebih lembut dan tidak terlalu memaksa kami lagi."

Ucapan Dohyun membuat Kaivan sadar, di negara ini anak-anak juga dituntut belajar keras. Kaivan tidak akan mengatakan dia lebih sial lagi karena itu bukan adu nasib. Kaivan hanya merasa mereka cukup sama, meski nasibnya beda. Tingkat bundir di negara itu juga tinggi.

Segala usia memiliki tuntutan tinggi disana, tidak bisa tenang.

Kaivan sih, ingin bekerja keras dulu saat muda begini, menabung banyak uang dan poin, habis itu bisa rebahan sepuasnya. Cita-cita yang mulia bukan?

"Sepertinya kamu punya orangtua yang baik ya?" Ucap Kaivan.

"Aku hanya beruntung, kedua orangtuaku dokter, jadi mereka juga ingin anak mereka sama seperti mereka, tapi sekarang sudah tidak lagi, mereka sudah sadar sejak kasus kakakku. Kalau kamu bagaimana orangtuamu?"

Kaivan menoleh pada Dohyun sebentar, yang juga sedang menatapnya menunggu jawaban.

"Maaf, aku tidak bisa cerita, karena orangtuaku tidak ada."

"Ah, maaf kalau begitu, aku tidak tahu."

"Tidak masalah, kan aku baru memberi tahu mu."

Setelah olahraga, Kaivan merasa lega, dia ingin rebahan rasanya. Tapi tentu tidak ada yang membiarkan dia rebahan. Dohyun mengajak Kaivan ke kantin, setelah itu mereka dipanggil guru untuk membantu. Sepertinya dekat dengan Dohyun tidak baik, bocah itu seperti magnet yang menarik guru untuk menyukainya, hasilnya disuruh terus. Mana Dohyun anaknya tidak pandai menolak, gak enakan.

Kaivan capek sekali, mau mengeluh dan tiduran di UKS, tapi dia sadar. Dohyun saja tidak mengeluh dengan tubuh selemah itu, Kaivan yang segar bugar kok mengeluh.

Dia malu dan punya harga diri.

"Dohyun anak yang baik, kamu harus senang berteman dengan dia!" Ucap Rose, saat itu sudah bel pulang sekolah, Dohyun sudah pergi karena ada les katanya. Rajin banget dia.

Kaivan tidak menjawab, tapi dia memelototi Rose kesal. Bagaimana bisa senang, berteman dengan Dohyun sama dengan menyerahkan diri sebagai bawahan para guru. Capek banget. Kaivan sendiri juga tidak enakan pada orang, jadi sama saja, tidak bisa menghindar.

Sebagai anak beasiswa dulu, Kaivan juga sering disuruh-suruh. Tapi bukan berarti dia menikmatinya kan? Paling tidak, biarkan dia tenang di sekolah baru.

Vicky menemui Kaivan sepulang sekolah, anehnya dia bersama dengan Dania. Kaivan pikir mereka tidak akur, kenapa sekarang jadi akur begitu?

Vicky banyak bertanya kenapa Kaivan sakit sampai tidak bisa masuk. Kaivan malu untuk menjelaskannya, tapi Dania dengan senang hati menjelaskan masalah Kaivan dan Dasha, membuat Kaivan malu. Setelah mendengar cerita Dania, Vicky sangat terkejut, Kaivan merasa ingin menenggelamkan diri di kolam air lumpur saja, biar tidak ada yang melihatnya.

Memang Kaivan ingin dimaklumi karena traumanya, tapi dia tetap malu jika ada orang lain yang mengetahui hal itu. Kaivan ingin berubah, dia tidak mau terus dibayangi traumanya. Mungkin dia harus membeli kelas online guru Sidarta lagi.

"Trauma memang berat untuk dihilangkan, aku yakin kamu bisa menghadapinya dengan baik, Kai" ucap Vicky, lengkap dengan senyuman manisnya. Vicky terlihat seperti boneka, matanya besar, bibirnya penuh dan merah alami, apalagi rambut panjangnya yang indah.

"Oh iya, aku punya sesuatu untukmu, coba pakailah, itu aman kok" Kaivan mengeluarkan sabun cair dan shampoo varian mawar biru. Mawar biru memiliki aroma yang mewah tapi tidak berlebihan, Kaivan pikir itu cocok untuk Vicky. Dania tidak masalah Kaivan memberikan itu, karena variannya berbeda dengan punya dia dan Kaivan.

"Buatku? Wah! Makasih banget, kelihatannya mahal, ini dapat darimana?" Vicky terlihat senang mendapatkan hadiah itu, dia melirik pada Dania dan heran, tumben sekali Dania tidak marah.

"Temanku memintaku untuk menjualnya, tapi sekarang aku ingin tahu setelah kalian memakainya dulu, memang bagus atau tidak, kalian tidak keberatan?" Tanya Kaivan.

"Tidak! Aku suka banget! Sabun dan shampoonya bagus banget juga, kulitku jadi kenyal dan bagus, rambutku juga lebih mudah diatur dan berkilauan" sahut Dania, dia semangat sekali.

"Oh iya, rambutmu bisa glowing gitu, ku pikir kamu perawatan" komentar Vicky, sambil melirik rambut Dania yang bagus sekali.

Dania memiliki rambut panjang bergelombang, tidak terlihat ada cabang rambut yang tidak rapi, rambutnya juga berkilauan seperti habis perawatan habis jutaan won.

"Biasanya aku merapihkan rambut dengan catokan atau masker rambut khusus, sekarang sudah enggak lagi sejak Kaivan memberiku shampoo."

Kaivan senang karena di negara Korea, penampilan itu nomor satu. Di Indonesia juga, tapi Kaivan pikir di Korea lebih fanatik dengan kecantikan, bahkan rumah sakit untuk operasi plastik, klinik kecantikan, menjamur dimana-mana. Produk kecantikan juga selalu laku keras. Itu juga alasan Vicky mendirikan bisnis kecantikannya.

"Kaivan, kita bisa bekerjasama karena produk kita kan beda, nanti produkmu memakai brand mu sendiri, tapi dijual di toko ku, berkat bantuan mu, kami bisa membeli toko yang kami inginkan, di sekitar Gangnam, itu toko yang sangat strategis. Kami menjual make up, kamu menjual produkmu sendiri, gimana?"

Kaivan mengangguk, "itu ide yang bagus, aku akan bilang pada temanku, bisa atau tidak, lagipula, aku tidak suka menghandle bisnis sendiri" ucap Kaivan.

"Kita bicarakan itu lagi nanti, sekarang aku ingin menunjukkan restoran bagus, ayo kita makan disana!" Tawar Vicky, dia sudah janji menunjukkan restoran bagus pada Kaivan.

Dania yang bergerak cepat buru-buru menggandeng lengan Kaivan, "kita makan bersama."

Vicky berdecak kesal, "baiklah, banyak orang lebih baik."

Restoran yang Vicky maksud adalah restoran Korea, mereka menjual makanan Korea. Vicky memesan banyak menu dengan daging sapi, meski best seller di restoran itu daging babinya. Kaivan yang tidak enak, meminta Vicky dan Dania memesan apapun yang mereka mau tanpa menghiraukan Kaivan, tapi mereka berdua menolak.

Pada akhirnya mereka makan banyak daging sapi dan domba. Ternyata daging dombanya enak juga, Kaivan suka.

Rose yang terbang diantara mereka terlihat kesal karena tidak bisa ikut makan. Kaivan merasa tidak enak. Akhirnya dia pamit ke toilet, tapi sebenarnya dia pamit untuk membungkus kan makanan untuk Rose. Peri itupun bahagia dan membawa makanan tersebut ke negri peri.

Kaivan juga membayarkan semua makanan mereka di restoran itu, baru kemudian mereka pulang.

Saat di mobil, Dania menunjukkan ada toko yang menjual berbagai makanan Asia, seperti supermarket. Kaivan mengajak mereka pergi kesana.

Melihat ada banyak barang dari Indonesia, Kaivan senang sekali. Mereka bahkan menjual tempe juga, Kaivan membeli agak banyak karena dia kangen dengan makanan tersebut, bisa dia goreng dengan tepung, menjadi tempe mendoan. Ada pula produk mie yang mendunia disana, indomi, Kaivan memberikan beberapa bungkus indomi pada Vicky.

"Itu enak, coba makan, tapi gak boleh makan malam-malam, gak baik buat tubuhmu yang indah itu" ucap Kaivan, malah membuat Vicky merona.

"Jadi kalo aku boleh?" Sahut Dania, dia juga membeli beberapa bungkus indomi.

"Ya gak boleh juga, meski sabun yang ku berikan bisa membantu mengeluarkan lemak berlebih, kalian -"

"APA?"

Kaivan kaget saat kedua gadis itu berteriak, Kaivan sampai harus minta maaf pada pengunjung lain.

"Ada apa sih?" Tanya Kaivan heran.

"Sabun itu bisa menghancurkan lemak juga?" Tanya Vicky bingung.

"Iya, tapi sedikit demi sedikit, mungkin dengan pemakaian teratur, belum dibuktikan sih, harus dibuktikan dengan orang berlemak banyak, kita kan kurus semua" ucap Kaivan.

"Aku bisa membantu mencari tahu tentang itu!" Balas Vicky senang.

"Sungguh? Makasih ya."

Dania tidak senang karena Vicky banyak membantu Kaivan, 'aku juga ingin membantu Kaivan, tapi membantu apa' pikirnya.

.

.

Terpopuler

Comments

Sak. Lim

Sak. Lim

mc nya lebay banget ya punya sistem ga ada gunanya kalah sama org ga ada system

2023-09-16

5

Benny

Benny

lanjut

2023-09-11

0

Nurul

Nurul

Indomi🤤

2023-09-08

0

lihat semua
Episodes
1 Benda misterius
2 Peri pemandu sistem
3 Olahraga di tepi sungai
4 Bertemu pak polisi
5 Tuan Harlan
6 Dasha yang dikhianati
7 Keluarga harmonis
8 Dasha dan Dania
9 Tidak bisa serakah
10 Saham dan investasi
11 Makan siang dengan Vicky
12 Menjadi investor
13 Hadiah Villa mewah
14 Pertarungan sabuk hitam taekwondo
15 Trauma kembali muncul
16 Pancake pisang
17 Tidak seharusnya dekat
18 Mengunjungi villa
19 Mempekerjakan pengurus villa
20 Menghajar preman sekolah
21 Pertama kali menginap
22 Menjadi psikopat?
23 Masakan Kaivan
24 Akhirnya naik level
25 Curhatan dokter UKS
26 Ayah Kandung Kaivan
27 Pindah ke apartemen
28 Rencana bisnis baru
29 Membeli toko sayur dan buah
30 Game misi khusus
31 Menghajar para preman
32 Nasi Jagung
33 Popcorn
34 Godaan Vicky
35 Mendapatkan semua cinta
36 Haruskah kembali lagi?
37 Membantai pembully
38 Menjebak dan dijebak
39 Belajar investasi
40 Mendadak jadi model
41 Bertemu Jaden Harlan
42 Sudah lebih akrab
43 Kopi campur kecap
44 Temanku ternyata artis sinetron
45 Menolong teman masa kecil
46 Kenapa ibuku seperti itu?
47 Perusahaan game
48 Penjara khusus wanita
49 Kaivan dan ibunya
50 Level lima lebih sulit
51 Drama hanya karangan
52 Makanan bergizi untuk anak
53 Misi olahraga rutin
54 Membuka luka lama
55 Menikahi banyak wanita
56 Sudah saatnya dewasa
57 Bertemu nenek Mirna
58 Kembali ke Korea
59 Cafe ramen terbaik
60 Tantangan bertanding
61 Apa salahnya cemburu?
62 Panci yang mahal
63 Pertandingan game
64 Tidak ingin terkenal
65 Teman baru selebriti
66 Drama menggelikan
67 Serba salah
68 Keluarga dari Filipina
69 Wanita mabuk menyedihkan
70 Kelas baru, suasana baru
71 Dilamar kakak seksi
72 Gadis itu berbahaya
73 Pesan terror yang aneh
74 Omongan buruk orang lain
75 Acara Penghargaan
76 Hanna dan sindikat
77 Cinta itu khayalan
78 Adik perempuan yang manja
79 Chocolate
80 Ternyata tidak buruk
81 Pemabuk dan pengacau
82 Rasanya kesepian
83 Pusat permainan
84 Kaivan diculik
85 Akhirnya tertangkap
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Benda misterius
2
Peri pemandu sistem
3
Olahraga di tepi sungai
4
Bertemu pak polisi
5
Tuan Harlan
6
Dasha yang dikhianati
7
Keluarga harmonis
8
Dasha dan Dania
9
Tidak bisa serakah
10
Saham dan investasi
11
Makan siang dengan Vicky
12
Menjadi investor
13
Hadiah Villa mewah
14
Pertarungan sabuk hitam taekwondo
15
Trauma kembali muncul
16
Pancake pisang
17
Tidak seharusnya dekat
18
Mengunjungi villa
19
Mempekerjakan pengurus villa
20
Menghajar preman sekolah
21
Pertama kali menginap
22
Menjadi psikopat?
23
Masakan Kaivan
24
Akhirnya naik level
25
Curhatan dokter UKS
26
Ayah Kandung Kaivan
27
Pindah ke apartemen
28
Rencana bisnis baru
29
Membeli toko sayur dan buah
30
Game misi khusus
31
Menghajar para preman
32
Nasi Jagung
33
Popcorn
34
Godaan Vicky
35
Mendapatkan semua cinta
36
Haruskah kembali lagi?
37
Membantai pembully
38
Menjebak dan dijebak
39
Belajar investasi
40
Mendadak jadi model
41
Bertemu Jaden Harlan
42
Sudah lebih akrab
43
Kopi campur kecap
44
Temanku ternyata artis sinetron
45
Menolong teman masa kecil
46
Kenapa ibuku seperti itu?
47
Perusahaan game
48
Penjara khusus wanita
49
Kaivan dan ibunya
50
Level lima lebih sulit
51
Drama hanya karangan
52
Makanan bergizi untuk anak
53
Misi olahraga rutin
54
Membuka luka lama
55
Menikahi banyak wanita
56
Sudah saatnya dewasa
57
Bertemu nenek Mirna
58
Kembali ke Korea
59
Cafe ramen terbaik
60
Tantangan bertanding
61
Apa salahnya cemburu?
62
Panci yang mahal
63
Pertandingan game
64
Tidak ingin terkenal
65
Teman baru selebriti
66
Drama menggelikan
67
Serba salah
68
Keluarga dari Filipina
69
Wanita mabuk menyedihkan
70
Kelas baru, suasana baru
71
Dilamar kakak seksi
72
Gadis itu berbahaya
73
Pesan terror yang aneh
74
Omongan buruk orang lain
75
Acara Penghargaan
76
Hanna dan sindikat
77
Cinta itu khayalan
78
Adik perempuan yang manja
79
Chocolate
80
Ternyata tidak buruk
81
Pemabuk dan pengacau
82
Rasanya kesepian
83
Pusat permainan
84
Kaivan diculik
85
Akhirnya tertangkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!