Berkat Dasha yang mengajari membuka rekening di ponsel, semacam mbanking, jadi Kaivan kali ini suka sekali menambah uangnya sendiri di rekening. Lagipula, rekening itu diberi untuknya sepenuhnya.
Kaivan tidak ingat jika dia diawasi oleh Hanbin, dan mungkin Harlan sebenarnya mengawasi juga.
Jadilah hari itu sebelum berangkat sekolah Kaivan disidang oleh Hanbin dan kakak iparnya, atau ayahnya Dania.
"Pihak bank memberitahu jika akun rekening milikmu mendapat transferan uang banyak sekali, pertama satu juta won, kemudian dua juta won, apa yang sebenarnya terjadi, Kai?" Tanya Hanbin.
"Bukan Dasha atau Dania yang memberi uang itu kan?" Ayahnya Dania, yaitu Mark, ikutan bertanya.
Hanbin dan Mark sama-sama kebingungan, dari mana Kai dapat uang itu jika bukan dari mereka?
"Maafkan saya!" Kaivan malah minta maaf sebelum menjelaskan, dia merasa ceroboh karena tidak memberitahu terlebih dahulu.
"Saya iseng membeli saham, kalian tahu tentang trading saham bukan? Saya hanya membeli saham di dua tempat, tidak tahu akan jadi seperti itu, paman polisi bilang saya boleh membeli apa saja dengan uangnya bukan?" Ucap Kaivan, ucapan yang jauh sekali dari pikiran mereka.
"Jadi, trading saham? Tidak banyak orang yang beruntung dengan saham seperti itu, kamu ceroboh nak, tapi sekaligus beruntung, boleh kami tahu saham mana yang kamu beli?" Tanya Mark, yang masih shock tapi berusaha untuk tetap tenang dan berwibawa.
Kaivan pun mengeluarkan ponsel pintarnya, lalu memberikan bukti dia punya saham. Tentu Kaivan punya buktinya, Rose sudah mengurus semuanya, jaga-jaga hal seperti itu akan terjadi.
"Itu toko fashion Chancel, dan juga supermarket Happyo."
Setelah Hanbin mengambil ponsel Kaivan dan memeriksanya dengan Mark, mereka pun sangat terkejut. Apalagi kemudian Mark sungguhan memeriksa ke perusahaannya langsung, dan nama Kaivan sungguhan menjadi pemilik 30% saham mereka, yah walaupun hanya saham di toko cabang Korea. Chancel Fashion adalah brand dunia, tapi dengan toko cabang Korea saja itu sudah luar biasa. Ini antara Kaivan yang cerdik atau keberuntungannya terlalu tinggi.
"Kamu luar biasa Kaivan, kami percaya padamu, dan kami bangga padamu, kami tidak akan menghentikan mu, kamu perlu semua pengalaman ini untuk tinggal sendiri suatu saat nanti, bukan?" Ucap Hanbin.
"Anak muda sepertimu sangat langka, aku mendukung penuh, jika ada kesulitan, jangan sungkan untuk bertanya ya? Aku sendiri juga suka berinvestasi. Bisa jadi kamu mendapat keberuntungan pemula, jadi aku akan memberi beberapa saran bagus" sahut Mark.
"Terimakasih, karena sudah mendukung saya."
Setelah perbincangan pagi itu, akhirnya Kaivan bisa berangkat sekolah juga. Seisi rumah sudah tahu Kaivan punya saham sekarang, tapi Kaivan dilarang menyombongkan di sekolah, lagipula Kaivan tidak ada niat menggembar-gemborkan hal itu, buat apa juga.
Lagipula Kaivan di kelasnya juga tidak terlalu kenal siapapun, dia hanya kenal Dania saja. Untuk mengenal teman lain sangat sulit, Kaivan punya tembok sendiri untuk membatasi dirinya. Bahkan anak-anak dikelasnya menjuluki dia kutub Utara.
Saat itu baru saja bel istirahat berbunyi, Kaivan merasa lega sekali, dia berpikir akan makan di kantin sendirian, Dania memberi pesan jika pacarnya minta makan bersama. Kaivan jadi tidak enak, karena dekat dengan Dania yang sudah punya pacar. Walaupun Kaivan tidak tahu yang mana pacar Dania.
Atau tidak perlu makan di kantin lah, Kaivan akan cari tempat sepi dan makan dengan Rose saja.
"Hei kau! Namamu Kaivan kan?"
Kehebohan tiba-tiba datang, Kaivan melongo melihat sosok yang baru berbicara padanya.
Dia adalah gadis cantik yang dia tolong kemarin. Ternyata satu sekolah.
Dan lebih anehnya lagi, anak-anak kelasnya heboh sekali melihat gadis itu, mungkin gadis itu terkenal disana. Tidak aneh, gadis itu memang cantik sekali, tubuhnya yang ramping dan indah, kulitnya putih mulus, rambut hitam panjangnya, wajahnya yang bak boneka, semuanya sempurna.
"Aku Jang Vicky, terimakasih sudah menolongku kemarin, sebagai rasa terimakasih, mau makan bersama denganku? Aku sudah menyiapkan banyak makanan."
Kaivan sebenarnya ragu untuk menerima, apalagi gadis bernama Jang Vicky itu sangat populer, Kaivan takut mendapatkan masalah. Tapi sangat tidak sopan menolak permintaan itu.
"Terima saja Kai, dia menyiapkan makanan sendiri pagi-pagi demi kamu!" Bisik Rose, dia kembali kecil agar bisa terbang di sekitar Kaivan, meski dengan tubuh anak kecilnya juga masih bisa.
"Baiklah, aku terima, tapi aku sangat sungkan."
Vicky tersenyum lalu menarik lengan Kaivan agar berdiri, "tidak perlu sungkan, ayo ikut aku!"
Tatapan orang-orang saat Vicky menggandeng lengannya membuat Kaivan tidak nyaman dibuatnya. Kaivan ingin pergi saja dari sana, tapi dia terlanjur sungkan, Vicky sudah menyiapkan banyak makanan untuknya. Apalagi menyiapkan sendiri.
Kaivan diajak ke taman sekolah yang entah mengapa jarang di kunjungi murid. Sepertinya murid lebih suka pergi ke kantin atau tempat nongkrong lain, atau mungkin saja karena Vicky yang menyuruh mereka untuk tidak mendekat.
Makanan yang Vicky bawakan ditempatkan dalam wadah bekal besar yang terlihat mahal. Itu wadah bekal yang bisa membuat makanan tetap hangat. Sudah disiapkan dua pasang sumpit dan sua pasang sendok. Vicky juga menyiapkan satu termos minuman serta dua gelas.
Persiapan itu terlalu membutuhkan effort, membuat Kaivan makin sungkan. Apalagi setelah dibuka, makanannya terlihat sangat enak, sepertinya dimasak secara profesional. Ada nasi, ada telur gulung, ada ayam goreng bumbu madu, ada tomat Cherry, ada oseng sayur, banyak lah pokoknya. Semua itu sudah diatur agar bisa dimakan dua orang.
Membenamkan rasa sungkannya dalam-dalam, Kaivan pun mau makan dengan Vicky, bahkan gadis cantik itu menyuapinya segala, Kaivan terpaksa mau disuapi meski dia malu, karena tidak ingin mengecewakan Vicky.
"Ngomong-ngomong, nama aslimu memang Jang Vicky?" Tanya Kaivan, setelah makanan sudah habis mereka santap, kini tinggal minum saja. Minumannya adalah lemonade segar yang masih dingin, cocok untuk cuaca cerah ini.
"Nama Koreaku Jang Wonhee, tapi karena aku adalah model, influencer, dan juga aktris, jadi aku memakai nama Jang Vicky, itu adalah nama internasional ku, nama akun sosmed ku juga Jang Vicky, lalu orang-orang lebih mengenalku dengan nama itu, jika kau bertanya siapa Jang Wonhee, mereka akan kebingungan."
Kaivan sudah tahu Vicky adalah gadis terkenal, tapi tidak menyangka dia akan sehebat itu.
"Kamu bahkan aktris juga, hebat sekali" komentar Kaivan.
"Sebenarnya aku hanya menjadi figuran atau cameo, sejak kecil aku sering menjadi bintang iklan dan juga menjadi peran anak kecil di drama, dari sana aku terkenal. Meski sekarang aku mulai muak juga, aku memiliki keinginan sendiri atas hidupku, tapi orangtuaku malah - ah, maaf, aku tidak berniat untuk cerita padamu" ucap Vicky.
Kaivan mencoba untuk tersenyum pada gadis itu, jelas sekali Vicky kelihatan ingin berbicara dengan seseorang. Memendam masalah sendiri itu sangat menyesakkan, Kaivan beruntung ada Rose, Dania atau Hanbin untuk tempat curhat, tapi apa Vicky punya banyak teman seperti itu?
"Vicky, kamu bisa cerita jika kamu mau, siapa tahu kamu akan merasa lega setelah cerita, karena aku sendiri begitu, memiliki seseorang untuk cerita membuatku merasa lebih baik."
Vicky menatap Kaivan dengan tatapan yang entah artinya apa.
"Kaivan, apa aku bisa mempercayai mu?"
Kaivan menggeleng pelan, "aku juga tidak tahu, tidak percaya padaku juga tidak masalah."
"Kamu orang yang baik, aku ingin cerita tidak apa kan?"
Kaivan mengangguk pelan, "akan ku dengarkan."
Kemudian Vicky pun bercerita, jika dia disuruh menjadi populer seperti sekarang. Saat dia kecil, dia menyukainya, tapi sekarang saat dia memiliki hal lain yang ingin dilakukan, orangtuanya menentang.
"Aku ingin membuka bisnis, sudah ada rencana dan persiapan, yaitu bisnis produk kecantikan yaitu makeup yang berkualitas dan cocok dikantong pelajar, aku juga ada kerjasama dengan teman yang memiliki mimpi serupa, namun kami terhalang oleh biaya, orangtuaku memiliki banyak uang, aku berusaha meyakinkan mereka, tapi mereka lebih memilih aku menjadi selebriti. Aku kini muak sekali, bahkan mama ku mencarikan ku produser dan agensi yang bagus, aku tidak mau jadi selebriti atau idol. Alasannya mereka takut aku gagal, aku terlalu muda dan tidak mengerti bisnis, mereka tidak percaya padaku. Sekarang sih mereka sudah setuju, tapi tetap saja aku harus mencari investor sendiri."
Kaivan mendengarkan dengan seksama semua cerita Vicky, sampai tidak terasa minumannya hampir habis.
Kemudian Rose datang dan membisiki Kaivan, "Kai, bantulah dia menjadi investor! Meski aku tidak bisa melihat masa depan, Vicky itu serius dengan rencananya, dia juga ada kerjasama dengan ahli, dia tidak main-main lho!"
Mendengar itu, Kaivan pun jadi tambah yakin, dia harus membantu Vicky. Memang dari kelihatannya Vicky tidak bisa dipercaya, tapi nyatanya dia seserius itu.
"Vicky, aku bisa membantumu jika kamu mau."
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
•°SYU°•{malaysia} ฅ^•ﻌ•^ฅ
ada black pink lah
2024-02-17
1
Sak. Lim
abaikan kan saja peran sampingan yang ga penting tu, jlnin aja apa adanya mc jgn naaif
2023-09-15
3
Benny
lanjut
2023-09-11
1