Kaivan terpaksa membeli banyak sekali pakaian dan kebutuhan lain. Sudah berjuta-juta uang dikeluarkan untuk semua belanjaan itu. Semuanya karena Rose kalap memilihkan pakaian yang cocok untuk Kaivan, padahal sudah tahu itu toko bermerek terkenal dunia. Karena merasa bersalah, Kaivan mentransfer uang dari tukar poin ke rekeningnya, jadi bisa meringankan beban pembayaran.
Saat membayar di kasir, Kaivan baru sadar jika toko itu memiliki logo yang sama dengan toko dalam game tap and be rich, nama tokonya adalah Chancel Fashion. Itu adalah merek pakaian ternama di negri ini, satu potong pakaian paling murah saja harganya 100.000 won, karena kualitasnya memang tidak main-main. Bahkan Dasha sering memakai pakaian, sepatu atau tas dari toko tersebut. Tokonya besar sekali, menjual pakaian dan aksesoris wanita dan pria yang trendi, cocok untuk anak remaja dan dewasa muda yang suka fashion.
"Bukankah kamu sudah membeli toko ini? Lewat game?" Bisik Rose.
Kaivan terkejut, jadi itu toko yang sama dengan di game?
"Tentu saja! Yang kamu beli adalah 30% sahamnya, sama dengan supermarket Happyo, kamu sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli sahamnya kan? Karena itu kamu selalu mendapatkan profit mereka."
Kaivan yang terkejut hanya bengong, sampai pembayaran selesai. Dia jalan menghampiri Hanbin dengan raut wajah masih tegang.
"Kenapa? Kaget karena harganya mahal? Itu memang brand ternama, tapi bagus kan bajunya? Ayo kita jalan lagi - oh, tunggu!" Hanbin mengeluarkan ponselnya, ada telfon masuk.
Hanbin sedikit menjauh untuk menerima telfon. Beberapa saat kemudian datang lagi pada Kaivan.
"Maaf Kaivan, atasanku bilang ada urusan, kamu mau tetap jalan-jalan di sini atau ku antar pulang?" Tanya Hanbin.
"Paman polisi pergi saja, semua belanjaan kan dikirimkan ke rumah langsung, saya naik taxi saja nanti atau bus" jawab Kaivan, dia sudah keluar sejauh itu, ingin menikmati jalan-jalan sendirian yang langka.
"Sungguh? Kamu akan baik-baik saja?" Tanya Hanbin, dia terdengar sangat khawatir.
"Jika ada apa-apa, saya akan hubungi paman polisi."
"Baiklah, paman tinggal dulu, kamu hati-hati ya!"
Sebenarnya Hanbin sangat khawatir dengan Kaivan, tapi terlihat jelas di raut wajah bocah itu, dia ingin jalan-jalan sendirian, masih belum puas. Hanbin harus bisa melepaskan dia sendirian, agar bisa mandiri nantinya.
Iya, pasti akan baik-baik saja, iya kan?
"Polisi pergi, ayo kesana Kaivan!" Rose terbang dengan senang hati ke arah toko yang menjual berbagai macam kue. Beberapa kue dipajang dan kelihatannya cantik dan menggiurkan.
Kaivan membeli apapun yang Rose tunjuk dengan tangan mungilnya, kemudian keluar dengan perasaan senang.
Dia pun mencari tempat duduk untuk memakan kue-kue itu, kalau bisa tempat yang sepi agar tidak ada yang curiga ada makanan melayang dan hilang.
Namun, baru saja Kaivan melihat ada taman kota, dia mendengar ada keributan tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kai, ada seseorang yang dikepung! Disana!"
Kaivan awalnya ragu mendengar ucapan Rose, tapi jika ada orang yang membutuhkan, masa dia akan diam dan lari? Padahal Kaivan sudah bilang mau menolong orang lain. Jadinya Kaivan pun pergi ke tempat kejadian.
Ternyata Rose benar, hanya saja bayangan Kaivan dan kenyataan beda jauh.
Kaivan pikir orang dikepung akan dikeroyok preman dan dipukuli, ternyata bukan.
Yang dikepung adalah seorang gadis muda cantik jelita, terlihat seperti selebriti. Yang mengepung adalah beberapa lelaki pemaksa yang menyedihkan. Sudah tahu si gadis tidak suka dan berteriak, mereka malah semakin mendekat.
Kaivan yang sudah membeli skill beladiri taekwondo dan skill penguatan fisik pun mendapat semacam wangsit, bagaimana cara mengalahkan mereka semua.
"Aku sudah panggil polisi! Berhenti kalian!" Teriak gadis itu. Tempat itu sepi, jelas si gadis digiring kesana dan tidak bisa melawan.
"Polisi? Mereka akan datang saat kau sudah kami nikmati bersama, cantik!" Ujar salah atau dari para preman itu. Sebenarnya Kaivan tidak tahu apakah mereka memang preman atau tidak, tampangnya sih rapi dan modis seperti remaja pada umumnya, tapi ucapan mereka sudah seperti preman kampung.
Gadis cantik itu ketakutan, tapi dia tidak menyerah, dia mengambil balok kayu yang kelihatannya sedikit rapuh untuk jadi senjata.
Kaivan benci sekali dengan para pria seperti itu, ada wanita cantik sedikit digoda, tidak peduli dengan apapun, mereka hanya mengedepankan nafsu mereka. Di tempat asal Kaivan, banyak sekali preman meresahkan. Mereka suka seenaknya sendiri dan menjadi ancaman bagi para perempuan sekitar sana, jangankan perempuan, pernah ada lelaki dan anak-anak yang dilecehkan juga, Kaivan tidak habis pikir.
Kaivan yang sudah tidak tahan diam-diam mendekat, si gadis melihat Kaivan datang, tapi hanya membelalakkan matanya terkejut. Kaivan bukan orang yang suka membacot panjang lebar, dia langsung memukul mereka satu persatu hingga pingsan. Setelah Kaivan selesai, baru polisi yang berpatroli datang, meringkus para preman itu. Kaivan yang sudah tidak sabar untuk memakan kue-kuenya pun langsung pergi setelah memberi kesaksian apa yang terjadi.
"Hei, tunggu!" Si gadis cantik jelita itu memanggil, tapi Kaivan hanya tersenyum dan membungkuk hormat pada mereka semua (gadis dan polisi) lalu pergi ke taman sepi seperti rencana semula.
(Anda mendapatkan hadiah atas perbuatan baik!)
(Hadiah yang kami berikan adalah 50% tubuh untuk peri pemandu)
Kaivan mengernyitkan keningnya bingung, "ini hadiah kenapa malah untukmu, Rose, terus apa maksudnya?" Tanya Kaivan, mereka sudah duduk di bawah pohon rindang, di bangku taman yang sepi dan nyaman.
Kaivan membuka bungkusan kue, sementara Rose tidak menjawab Kai, dia langsung memperlihatkan apa yang menjadi hadiahnya, yaitu 50% tubuh peri.
Rose bersinar sebentar, setelah sinar hilang, tubuh Rose menjadi solid, artinya bisa dilihat orang dan nyata. Mungkin karena 50% saja, jadi tubuhnya kecil macam anak-anak umur 8 tahunan.
Meski begitu Rose masih mencolok dengan gaun bulu dan rambut pink nya. Sayapnya dia hilangkan.
"Jika begini aku bisa muncul! Aku bisa memelukmu seperti ini!" Rose naik bangku taman, lalu memeluk kepala Kaivan dan mengusapnya dengan lembut.
"Kamu jadi seperti adikku!"
Rose cemberut mendengarnya, "padahal aku ini seumuran denganmu!"
"Oh ya?"
"Tentu saja, aku seumuran denganmu dan akan tumbuh denganmu, pertumbuhan ku akan mengikuti pertumbuhan mu, ingat kita sudah melakukan kontrak!"
Kaivan mengangguk mengerti, "jadi gitu, ya udah ayo makan kuenya, sekarang aku tidak perlu takut makan diluar denganmu."
"Benar juga, kita bisa mampir ke restoran atau kafe manapun, Kai!"
Kai senang melihat Rose yang bahagia seperti itu, mungkin selanjutnya Kaivan bisa mendapatkan tubuh utuh untuk Rose. Memiliki Rose, Kaivan merasa dia juga memiliki saudara, dia sangat bahagia.
Kebahagiaan itu memang sederhana.
***
Kaivan tidak tahu bagaimana asalnya, yang pasti saat ini dia sudah seperti boneka. Dasha dan Dania yang sudah pulang dari acara entah apa menemukan Kaivan belanja banyak. Saat itu Kaivan sedang menata pakaiannya di lemari, Dasha datang dan mengusulkan untuk mendandani Kaivan.
Rambut Kaivan ditata lagi sedemikian rupa, dipaksa memakai pakaian paling bagus, sepatu bagus, lalu berpose seperti model di balkon utama. Bukan hanya Dania dan Dasha, nyonya rumah yang baru Kaivan tahu namanya Jihyo pun ikut menyemangati.
"Kai sangat tampan! Ayo berfoto denganku!"
Akhirnya Kaivan berfoto dengan Dania, Dasha dan Jihyo bergantian.
Dania dan Dasha diam-diam meng-upload foto mereka di sosmed paling hits.
"Rose, apa menurutmu aku tampan?" Tanya Kaivan, dia menoleh pada Rose yang sedang mematut tubuhnya dengan gaun baru yang dia buat sendiri di depan cermin, dengan bentuk tubuh 50% nya. Kali ini gaun itu berwarna hijau dengan bunga-bunga mawar pink di sebagai hiasan.
"Hmm? Tentu saja tampan, kalau cantik berarti kau perempuan kan, haha!"
Kaivan berdecak malas, "aku serius ini!"
Rose menoleh padanya, "aku juga serius!"
"Oh iya, tentang game tap and be rich, itu sungguhan aku dapat saham?" Tanya Kaivan, kini Rose mendekat lalu duduk dan menatap Kaivan dengan serius.
"Benar, di dalam game kamu membeli tanah dan toko kan? Tapi di dunia asli kamu membeli 30% sahamnya. Namamu akan tercatat secara resmi, bisa kau gunakan untuk alasan jika ada orang yang menganggap mu dapat uang instan."
"Jadi dengan begitu aku ada alasan untuk punya uang banyak?"
Rose mengulurkan tangan mungilnya untuk mencubit pipi Kaivan, Rose sendiri terkejut karena pipi Kaivan lentur dan lembut, mungkin berkat bathbomb dan ramuan tidur.
"Tentu saja! Apalagi sekarang sedang trend investasi saham, trading dan lainnya. Pakai saja alasan itu, beli banyak toko di game agar saham mu makin banyak, dengan begitu poin mu bertambah banyak juga!"
Entah kenapa, Kaivan kali ini terlihat semangat, Rose pikir Kaivan mulai sadar dengan uangnya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Benny
next
2023-09-11
1
amore💞💞
hem hem
2023-09-02
0