Seharian ini Kaivan hanya bermain game, sampai Dania bingung darimana Kaivan mendapat iPad mahal begitu. Tapi Dania pikir itu dari pamannya, jadi dia tidak bertanya. Penghuni rumah lain juga berpikir itu dari pak polisi, berhubung pak polisi yang bertanggung jawab atas bocah itu saat ini.
Kaivan hanya bermain game dan makan, kalau capek ya tidur, lalu main game lagi, karena hanya itu yang bisa dia lakukan.
Sampai satu game sudah tamat, dia mendapatkan ucapan selamat dan poin sebanyak 2.550.000.
(Selamat anda berhasil menamatkan satu game!)
(Anda naik level dua!)
(Anda mendapatkan hadiah pemandu sistem)
Kaivan yang bingung dengan tulisan heboh di layar tablet hanya mengerjapkan matanya beberapa kali, hingga benda pipih itu bersinar dan sesuatu keluar dari sana.
Saat sinar itu menghilang, muncul sesosok kecil peri cantik dengan gaun indah warna merah muda, sayap kupu-kupu warna hitam dan merah muda berkerlip, rambut yang juga merah muda.
Peri yang Kaivan pikir hanya bisa dilihat di kartun atau imajinasi, kini bisa dia lihat secara langsung.
Oh tidak! jangan-jangan Kaivan sudah gila.
Peri itu mendekati Kaivan sampai beberapa centi meter di depan hidung Kaivan, lalu peri itu terkekeh.
"Kamu terlihat lucu sekali saat bingung! tenang saja, kamu tidak gila kok, kamu masih waras! ehem! kenalkan, aku adalah Roseta, panggil saja Rose! aku yang akan memandu mu disini, jadi kita harus membuat kontrak dulu agar terhubung satu sama lain, ayo mulai!"
Kaivan hanya diam saat Rose mengeluarkan belati kecil yang sangat kecil seperti jarum bagi Kaivan, kemudian Rose menggores jari telunjuk Kaivan hingga mengeluarkan sedikit darah.
Rose sendiri juga mengeluarkan darahnya dari jari telunjuk, lalu mencampurkannya pada milik Kaivan. Kedua darah itu menjadi satu dan bersinar, lalu menghilang. Setelah hilang, muncul tanda yang aneh di telapak tangan kanan Kaivan, di telapak tangan mungil Rose juga ada. Tanda itu bergambar mawar dengan aksen sulur tanaman yang cantik.
"Tanda ini adalah bukti kita sudah terhubung! sekarang kita menjadi satu! aku akan memandu mu dengan baik, Kaivan!"
Entah mengapa, senyuman Rose membuat Kaivan ikut tersenyum. Rasa bahagia yang jarang dia rasakan kini dia bisa merasakannya. Ini aneh, tapi menyenangkan juga.
Suara Rose itu sebenarnya sangat kecil hingga hampir tidak terdengar, namun suara Rose langsung terhubung pada pikiran Kaivan, jadi dia bisa memahami dengan baik.
"Nah, ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Rose.
Kaivan mengangguk pelan, "iya, aku tidak mengerti semuanya, tolong jelaskan juga apa dan bagaimana benda ini muncul" ucap Kaivan sambil menunjuk tabletnya.
"Oh! haha, sudah ku duga kamu akan menanyakannya, baiklah akan ku jelaskan. benda itu muncul karena kamu mendapatkan kesempatan untuk memilikinya, hanya orang terpilih yang dapat memiliki benda itu. semacam hadiah! memang itu benda ajaib. dengan benda itu, kamu bisa melakukan apa saja! menjadi kaya, populer, kebahagiaan, mungkin bisa kau dapatkan. hanya dengan bermain game yang ada di benda itu kamu bisa mengumpulkan poin. poin sendiri digunakan untuk membeli apa saja yang kau inginkan. sini ku perlihatkan!"
Rose mengangkat tablet dengan sihir, hingga melayang di depan Rose dan Kaivan. kemudian Rose menunjukkan cara menggunakan poin.
"Lihat ini, ini adalah toko sistem! disini ada banyak sekali yang bisa kau beli, nanti periksa sendiri ya. Ada skill tertentu, ada barang berguna, ramuan - ngomong-ngomong bukankah kamu sedang sakit ya Kai? mau disembuhkan?"
Dengan cepat Kaivan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku periksa dulu dengan sihir ku ya?"
Rose mengulurkan tangan kanannya lalu dengan tangan mungil itu menyentuh dahi Kaivan.
Ukuran peri itu hanya sekitar 10-15 cm, kecil sekali tapi penampilannya sama seperti perempuan remaja, lekuk tubuhnya sudah terbentuk dengan indah.
Kaivan sendiri melihat Rose itu cantik dan lucu seperti boneka. Dia pernah melihat boneka yang cantik seperti itu juga, Dania punya di kamarnya. Gadis itu pernah memperlihatkannya pada Kaivan, sebulan yang lalu, hadiah dari pacarnya.
Iya, Dania punya pacar, Dasha juga punya.
Pacar Dania menghadiahkan boneka ball jointed doll yang cantik dengan rambut pirang dan mata biru, memiliki gaun ala Putri kerajaan. Katanya boneka itu dipilih karena mirip Dania.
Gadis itu senangnya bukan main, sampai memperlihatkan boneka cantik itu pada semua orang.
Sekarang, Kaivan punya Rose yang lebih cantik dari boneka.
"Uhm! kamu memiliki banyak trauma, mental mu lemah tapi tidak selemah itu juga, tubuhmu pun memiliki banyak racun yang menghambat pertumbuhan tubuhmu. Aku sarankan membeli penguatan mental dan bathbomb emas" Rose menunjukkan barang yang dia sebutkan.
Penguatan mental adalah skill, ada sampai sepuluh level, sedangkan bathbomb itu digunakan untuk berendam.
Untungnya di kamar mandi yang ada di kamar Kaivan ada bath tubnya.
bathbomb itu memiliki klaim dapat mengeluarkan kotoran dan racun dalam tubuh, serta mempercantik kulit.
Harga skill penguatan mental ada 800.000 poin sedangkan bathbomb emas ada 5 poin. Kaivan membeli semuanya.
"Bagus, sekarang berendam lah dan pakai bathbombnya. Oh iya, penguatan mental itu agar kamu tidak merasa takut saat ada musuh, mungkin belum bisa menyembuhkan trauma yang kamu miliki, tapi perlahan pasti nanti sembuh, kita berjuang bersama ya?"
Kaivan tersenyum dan mengangguk, dia senang karena punya seseorang yang membantunya - maksudnya peri. peri bukan orang, kan?
Saat itu sudah dini hari, Kaivan tidak bisa tidur lagi, jadi dia memilih untuk berendam air hangat menggunakan bathbomb emasnya.
Rose bilang saat dia suruh keluar, Kaivan sudah harus keluar atau dia dobrak agar Kaivan keluar.
Saat berendam selama lima menit, Kaivan kaget saat air bath tub berubah menjadi hitam. dia merasa ngeri, jadi keluar dari bath tub dan mandi di shower.
Awalnya Kaivan agak aneh dengan kamar mandi moderen yang canggih itu. selama dua bulan pak polisi dengan sabar membantu Kaivan mandi. Sebagai orang depresi dan trauma, Kaivan tidak mau mandi sampai dipaksa. Kaivan biasa mandi dua atau tiga hari sekali, kalau pak polisi datang.
Kamar mandi di rumah Kaivan dulu di Indonesia jelas jauh dari kamar mandi itu, hanya ada toilet jongkok, satu bak mandi dan gayung. Untuk sabun, shampoo dan pasta gigi jika habis, Kaivan harus memohon lima hari untuk dibelikan. Kadang tetangga memberikan cuma-cuma karena kasihan.
Mengingat itu membuat Kaivan sedih dan sesak.
"Oh? kok sudah selesai?" Rose heran melihat Kaivan sudah keluar saja dari kamar mandi.
Karena orang Korea mandinya tidak memakai handuk besar, jadi Kaivan hanya punya handuk sedang, dia langsung berpakaian lagi dengan pakaian kering setelah membersihkan air dengan handuk, kini handuknya di keringkan.
"Anu... airnya jadi hitam" ujar Kaivan, yang masih bingung dengan situasi tersebut.
Rose mengangguk mengerti, "oh gitu ya? berarti kamu harus memakai bathbomb beberapa kali lagi, jangan khawatir, airnya hitam karena mengeluarkan racun di tubuh mu, sekarang bagaimana perasaan mu?”
Kaivan terdiam, lalu duduk di tepi ranjang dan berusaha merasakan sesuatu.
"Eum, sepertinya aku sudah merasa lebih ringan dari sebelumnya, tapi aku belum sembuh kan?"
Rose mengangguk pelan, "benar, nanti pagi kamu harus olah raga ya? aku akan memandu mu, nanti akan dapat poin lagi jika olah raga. oh iya, poin yang kamu dapat bisa dijadikan uang lho, mau mata uang negara manapun bisa, kamu tinggal kunjungi toko sistem dan pilih tukar poin! harga tiap mata uang berbeda-beda. ini lihat!"
Rose kembali menunjukkan toko sistem dan pilihan tukar poin menjadi mata uang negara Korea, yaitu won. satu poin seharga 100.000 won. Kaivan tidaklah bodoh, 100.000 won sangatlah banyak, lalu poin Kaivan masih tersisa banyak sekali.
Berarti Kaivan banyak uang sekarang!
"Kaivan mau melihat status saat ini?" tanya Rose, yang Kaivan tanggapi dengan anggukan kepala semangat.
*-*
Nama: Kaivan ?
Umur: 16 tahun
Status: level 2
Pemandu: Roseta
Poin: 1.749.995
*-*
"Kenapa namaku ada tanda tanya?"
Rose mengernyitkan dahinya sambil menatapi status Kaivan, "eum, itu artinya kamu belum ada marga, kamu belum tahu siapa ayahmu?"
Mendadak wajah Kaivan muram, jelas dia tidak tahu siapa ayahnya. bahkan adik-adiknya saja Kaivan tidak tahu anak suami atau pacar ibunya yang mana. Kadang juga ibunya setelah cerai pergi beberapa bulan, datang-datang bawa pacar baru dan bayi baru. Kaivan tidak paham juga dengan hal itu.
Kaivan pernah bertanya juga, dia anak siapa, tapi yang ada dia dimarahi dan dipukul. Bahkan akta kelahiran Kaivan saja nama ayahnya adalah mantan suami ibunya. Akta itu dibuat dengan terpaksa karena Kaivan dapat beasiswa. ibunya senang Kaivan dapat beasiswa, karena selain sekolah dan seragam gratis, tiap bulan dapat uang dari pemerintah.
"Aku tidak tahu, Rose"
"Mau cari tahu?"
Kaivan menatap Rose sejenak, lalu menggeleng, "tidak perlu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Diah Susanti
100rb won sekitar rp 1,1jt
2024-09-19
0
Diah Susanti
kayak tinkerbell
2024-09-19
0
Calon_MasaDepanMu:D
jgn² si kaivan dan adik² nya adalah korban penculikan bayi rumah sakit wkwk
2023-11-25
4