Sebatas Sandiwara

“Kenapa Bapak bisa datang sama Papi ?’ tanya  Gabriela saat keduanya berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan di Kota Tua.

 

Lagi-lagi mereka harus bersandiwara layaknya pasangan bahagia dan Gabriela harus mengakui kalau Jonathan sangat jago sebagai pemain watak.

 

“Kenapa kamu harus selalu bertanya untuk mendapatkan jawaban yang sama ? Nggak bosan ?”

 

“Jadi hotel yang saya tempati selama ini juga disiapkan oleh Papi ?”

 

Jonathan hanya diam, enggan menjawab pertanyaan itu karena tidak mau dicecar dengan pertanyaan berikutnya.

 

“Kenapa kamu bawel banget malam ini ? Apa nasi goreng babat yang masuk ke perutmu membuat energimu berlebihan ?” sindir Jonathan dengan senyuman sinis.

 

Gabriela menghela nafas. Sejak tadi pria di sampingnya meskipun menggenggam tangannya erat-erat, tapi wajah dan sikapnya masih menyebalkan, dingin dan sinis, bahkan Jonathan enggan menatap Gabriela saat berbicara.

 

Gabriela melepaskan tangannya dari genggaman Jonathan hingga pria itu menoleh, namun belum sempat bicara, gadis itu sudah menyusul ketiga orang di depannya dan bergelayut manja di lengan Papi Hendri.

 

“Dasar gadis manja,” gerutu Jonathan dengan wajah sebalnya.

 

“Aku mau makan gelato di sana,” Gabriela menunjuk satu bangunan tua yang ada di ujung jalan Kota Tua.

 

“Yakin sudah malam begini mau makan manis ?” tanya Papi melirik putrinya.

 

“Sepertinya Gaby perlu tambahan energi, Pi. Sesudah ini ia ingin menikmati kota Semarang dengan berjalan kaki sampai ke hotel,” ledek Jonathan yang tahu-tahu sudah berdiri di samping istrinya.

 

“Cie cie, mentang-mentang ada suami di sini. Semakin jauh jarak tempuhnya, semakin indah rasanya,” ledek Jenny sambil tertawa.

 

“Pingin juga, Jen ? Cari pacar sana atau kalau perlu cari calon suami kayak Kakak,” sahut Jonathan sambil terkekeh.

 

“Aku lagi nunggu teman mama yang tiba-tiba datang dan bilang kalau anak cowoknya yang tampan sudah dijodohkan denganku,” sahut Jenny melirik mama Hani.

 

“Anak kurang kreatif,” Mama Hani mencubit lengan Jenny sampai gadis itu meringis.

 

“Makanya jadi anak perempuan jangan terlalu ketus seperti kakakmu, mana ada laki-laki yang berani mendekati kalau kamu selalu pasang muka perang.”

 

“Ma, aku nggak ketus, buktinya istriku ini langsung cinta padaku biar kami dijodohkan,” protes Jonathan.

 

Jonathan berakting lagi, tangannya tanpa ijin merangkul Gabriela yang masih menggandeng lengan Papi. Gadis itu mendongak dan melotot namun Jonathan tidak peduli bahkan ia malah tersenyum bahagia.

 

“Jangan sok mesra di depan jomblo,” gerutu Jenny dengan wajah cemberut.

 

Papi, Mama dan Jonathan hanya tertawa sementara Gabriela masih menatap lekat suaminya yang semakin pandai bersandiwara. Jonathan sempat melirik istrinya dan hanya tersenyum sinis dengan tarikan ujung bibirnya.

 

Kehadiran Jonathan bersama Papi membuatnya liburan Gabriela lebih berwarna, tapi sekaligus membuatnya jengah karena harus bersandiwara di hadapan Papi, Mama dan Jenny.

Semangat Gabriela pun lenyap dan ia memilih pulang ke Jakarta meski Mama sudah menawarkan untuk lanjut liburan ke Yogyakarta.

“Nanti pas akhir tahun aja, Ma.”

 

 

*****

 

Kesibukan Jonathan pun kembali seperti biasa tanpa peduli dengan Gabriela yang masih memiliki sisa waktu 10 hari sebelum memasuki  tahun ajaran baru.

Sebagai guru, Jonathan memang sudah harus kembali bekerja di sekolah, mengikuti rapat pembagian kelas, pembahasan jadwal pelajaran hingga program kerja untuk setahun mendatang.

 

“Apa rapat sekolah selalu sampai malam ?” tanya Gabriela sambil duduk di pinggir ranjang saat Jonathan sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja.

 

Gabriela tidak bisa lagi meminjam kamar Jenny atau mencari alasan untuk tidur dengan adik iparnya itu. Ia terpaksa sekamar lagi dengan Jonathan dan pria itu masih tidak mengijinkan istrinya tidur satu ranjang dengannya.

 

Gabriela mengerutkan dahi karena melihat Jonathan seolah tidak mendengar pertanyaannya, pria itu masih sibuk mengikat dasinya.

 

“Saya nanya sama Bapak, susah banget dijawabnya ! Apa pertanyaan saya perlu menggunakan rumus baru sampai Bapak harus berpikir lama untuk menjawabnya ?”

 

“Jangan sok peduli dan saya tidak harus lapor semua kegiatan saya pada kamu. Kamu lupa kalau pernikahan ini hanya di atas kertas ? Jangan bertindak seolah kamu istri beneran, ” ketus Jonathan dengan wajah sinis.

 

“Kenyataannya saya memang istri beneran, sah secara hukum dan agama. Saya perlu tahu kemana Bapak pergi bekerja setiap hari tapi sampai malam. Saya nggak mau kalau tiba-tiba ada orang mengirimkan foto atau melaporkan Bapak lagi selingkuh. Minimal selama kita masih tinggal serumah apalagi sekamar, tolong Bapak hargai perasaan saya.”

 

“Jadi benar tebakan saya, kan ?“ Jonathan tertawa mengejek. Ia berdiri di depan Gabriela yang masih duduk di tepi ranjang.

 

 “Kamu sudah jatuh cinta beneran sama saya makanya kamu takut sakit hati kalau mendapati saya ternyata mencari cinta di luar sana.”

 

“Bukan karena itu !” Gabriela berdiri dan menantang balik tatapan Jonathan. 

 

“Terus ?”

 

“Bapak nggak lupa soal alasan kita melakukan pernikahan di atas kertas ini, kan ? Kalau Papi tidak sakit, sudah pasti saya akan menolak wasiat mami dan mencari suami yang benar-benar mencintai saya. Tapi saat ini Papi sedang sakit.”

 

Gabriela berhenti sejenak, mengatur nafasnya yang memburu karena emosi dan beberapa kali menelan salivanya sebelum lanjut bicara.  Ia membuang pandangan ke arah lain, tidak ingin Jonathan melihat matanya berkaca-kaca.

 

“Dokter bilang usia Papi hanya menghitung hari, entah sampai kapan Om Dharma tidak berani bilang. Jadi tolong, selama Papi menjalani hari-harinya dalam kondisi seperti ini, jangan buat skandal yang bisa membuat Papi khawatir dan malah mempercepat waktunya. Saya mohon.”

 

Gabriela memberanikan diri menatap Jonathan meski matanya sudah basah. Jantungnya berdegup kencang dan nafasnya sedikit tersengal, tidak teratur karena masih menahan emosi.

 

Hati Jonathan sedikit tercubit saat melihat wajah gadis di depannya mengiba dengan air mata yang berderai tanpa bisa ditahannya. Ia mengepalkan kedua tangannya di samping, mencoba menahan dorongan untuk memeluk Gabriela.

 

“Saya bukan teman sebayamu yang mengutamakan emosi saat mengambil keputusan. Saya tidak lupa dengan niat saya menikahi kamu dan sudah pasti saya tidak akan gegabah dalam bertindak terutama yang menyangkut kesehatan Papi.”

 

Jonathan meninggalkan Gabriela yang masih berderai air mata. Ia tidak sanggup berhadapan lebih lama dengan gadis itu apalagi saat kedua mata mereka saling menatap. Status suami yang sering didengungkan oleh Mama kadang-kadang tanpa sadar membuat hatinya ingin melindungi Gabriela sebagai istrinya.

 

Sejujurnya, ada dorongan dalam diri Jonathan untuk memeluk Gabriela, menepuk-nepuk punggungnya memberi ketenangan pada gadis belia yang hidupnya bagai roller coaster.

Setelah mendengar banyak cerita dari Papi Hendri, nurani Jonathan mulai mengusik ketenangannya, apalagi berkali-kali Papi Hendri selalu mohon agar Jonathan menjaga dan melindungi Gabriela hingga gadis itu cukup kuat untuk dilepas sendirian.

Tapi Jonathan sudah bertekad, pernikahan ini hanya sebatas janji dan tanggungjawab untuk membahagiakan orangtua. Tidak akan ada cinta di antara mereka  dan ia sudah membentengi diri supaya tidak ada celah dan membiarkan Gabriela masuk ke dalam hidupnya.

 

Sekali ia melakukan hal baik pada Gabriela, gadis itu bisa salah kaprah dan bisa jadi malah membuat Gabriela lebih sakit hati karena apa yang dilakukannya bukan karena cinta seorang suami pada istrinya, tapi lebih pada tanggungjawab seorang pria pada janjinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Episodes
1 Nikah dan Surat Cerai
2 Pencitraan
3 Kedatangan Pelakor
4 Belum Putus
5 Jangan Berharap
6 Inikah Alasannya ?
7 Jangan Kepo
8 Wali dan Istri
9 Ketahuan
10 Rasa yang Tidak Biasa
11 Hamil ?
12 Liburan
13 Efek Kamar Hotel
14 Sebatas Sandiwara
15 Tantangan
16 Ketahuan
17 Cemburukah ?
18 Kepergian Papi
19 Wasiat
20 Tidak Terima
21 Kencan
22 Sepupu
23 Saingan
24 Wali Bukan Suami
25 Saya Cemburu
26 Mulai Panas
27 Tambah Panas
28 Dia Istriku
29 Sakit
30 I Love You
31 Yang Pertama
32 Undur Diri
33 Cinta dan Benci
34 Pamitan
35 Kencan Pertama
36 Bukan Sepupu
37 Serba Emosi
38 Perkebunan Kopi
39 I Love You
40 Serangan Pertama
41 Rubah Betina
42 Kebohongan
43 Membahas Masalah
44 Masalah Baru
45 Unjuk Gigi
46 Tak Terduga
47 Cerita Lalu
48 Rencana Awal
49 Baik dan Buruk
50 Kebohongan dan Niat Baik
51 Segala Kemungkinan
52 Semakin Dekat
53 Belum Usai
54 Cinta dan Racun
55 Musibah Lain
56 Belajar Fokus
57 Masih Berlanjut
58 Mencari Fakta
59 Mulai Bohong
60 Para Pelaku
61 Luka dan Dendam
62 Terluka
63 Ujian yang Sebenarnya
64 Faktanya
65 Bicara Jujur
66 Takdir dan Karma
67 Tak Tergoyahkan
68 Buang Dendammu !
69 Tak Terduga
70 Permintaan Sulit
71 Susah Menolak
72 Istri dan Mantan Kekasih
73 Undangan Reuni
74 Tidak Akan Diam
75 Berpikir Jernih
76 Mencintaimu
77 Salah Tingkah
78 Nasehat Sahabat
79 Indahnya Persahabatan
80 Permintaan Maaf
81 Yang Pertama
82 Manis dan Pahit
83 Yang Terburuk
84 Belajar Dewasa
85 Berakhir
86 Kekecewaan Orangtua
87 Membesuk Mama
88 Hati yang Galau
89 Hati yang Mengeras
90 Rasa yang Tak Biasa
91 Pria Beristri
92 Perseteruan Dua Pria
93 Rahasia Hati
94 Pria Baru
95 Wanita Misterius
96 Ungkapan Terima Kasih
97 Pria-pria Melow
98 Upaya Perdamaian
99 Istrinya Pak Nathan
100 Cemburunya Gaby
101 Bukan Mantan
102 Pertengkaran
103 Yang Sebenarnya
104 Bertemu Maya
105 Wanita Penuh Sandiwara
106 Dua Kejutan
107 Cinta yang Indah
108 Menjelang Tahun Baru
109 Cerita di Malam Tahun Baru
110 Fakta yang Menyakitkan
111 Bertemu Leo
112 Kedatangan Maya
113 Mereka yang Terluka
114 Hati yang Galau
115 Keraguan Hati
116 Gosip Baru
117 Pisah
118 Bad Mood
119 Hari Terakhir
120 Kesempatan Kedua
121 Kebahagiaan
122 Bahagia yang Sederhana
123 Rilis Novel Baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Nikah dan Surat Cerai
2
Pencitraan
3
Kedatangan Pelakor
4
Belum Putus
5
Jangan Berharap
6
Inikah Alasannya ?
7
Jangan Kepo
8
Wali dan Istri
9
Ketahuan
10
Rasa yang Tidak Biasa
11
Hamil ?
12
Liburan
13
Efek Kamar Hotel
14
Sebatas Sandiwara
15
Tantangan
16
Ketahuan
17
Cemburukah ?
18
Kepergian Papi
19
Wasiat
20
Tidak Terima
21
Kencan
22
Sepupu
23
Saingan
24
Wali Bukan Suami
25
Saya Cemburu
26
Mulai Panas
27
Tambah Panas
28
Dia Istriku
29
Sakit
30
I Love You
31
Yang Pertama
32
Undur Diri
33
Cinta dan Benci
34
Pamitan
35
Kencan Pertama
36
Bukan Sepupu
37
Serba Emosi
38
Perkebunan Kopi
39
I Love You
40
Serangan Pertama
41
Rubah Betina
42
Kebohongan
43
Membahas Masalah
44
Masalah Baru
45
Unjuk Gigi
46
Tak Terduga
47
Cerita Lalu
48
Rencana Awal
49
Baik dan Buruk
50
Kebohongan dan Niat Baik
51
Segala Kemungkinan
52
Semakin Dekat
53
Belum Usai
54
Cinta dan Racun
55
Musibah Lain
56
Belajar Fokus
57
Masih Berlanjut
58
Mencari Fakta
59
Mulai Bohong
60
Para Pelaku
61
Luka dan Dendam
62
Terluka
63
Ujian yang Sebenarnya
64
Faktanya
65
Bicara Jujur
66
Takdir dan Karma
67
Tak Tergoyahkan
68
Buang Dendammu !
69
Tak Terduga
70
Permintaan Sulit
71
Susah Menolak
72
Istri dan Mantan Kekasih
73
Undangan Reuni
74
Tidak Akan Diam
75
Berpikir Jernih
76
Mencintaimu
77
Salah Tingkah
78
Nasehat Sahabat
79
Indahnya Persahabatan
80
Permintaan Maaf
81
Yang Pertama
82
Manis dan Pahit
83
Yang Terburuk
84
Belajar Dewasa
85
Berakhir
86
Kekecewaan Orangtua
87
Membesuk Mama
88
Hati yang Galau
89
Hati yang Mengeras
90
Rasa yang Tak Biasa
91
Pria Beristri
92
Perseteruan Dua Pria
93
Rahasia Hati
94
Pria Baru
95
Wanita Misterius
96
Ungkapan Terima Kasih
97
Pria-pria Melow
98
Upaya Perdamaian
99
Istrinya Pak Nathan
100
Cemburunya Gaby
101
Bukan Mantan
102
Pertengkaran
103
Yang Sebenarnya
104
Bertemu Maya
105
Wanita Penuh Sandiwara
106
Dua Kejutan
107
Cinta yang Indah
108
Menjelang Tahun Baru
109
Cerita di Malam Tahun Baru
110
Fakta yang Menyakitkan
111
Bertemu Leo
112
Kedatangan Maya
113
Mereka yang Terluka
114
Hati yang Galau
115
Keraguan Hati
116
Gosip Baru
117
Pisah
118
Bad Mood
119
Hari Terakhir
120
Kesempatan Kedua
121
Kebahagiaan
122
Bahagia yang Sederhana
123
Rilis Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!