Efek Kamar Hotel

“Gaby, lepasin nggak ! Kamu kok makin kayak anak kecil aja,” pekik Jonathan mencoba melepaskan rangkulan Gaby yang nemplok di punggungnya.

”Nggak mau !”

“Aawww !” teriak Jonathan saat kupingnya digigit Gaby karena gemas.

”Kamu sadis amat !”

“Bapak duluan yang mulai kan ! Rese, ngeselin ! Ngeledeknya nggak lucu.”

“Jadi kamu ngarep dicium beneran ?”

Bukannya menjawab, Gaby kembali menggigit kuping Jonathan di tempat yang sama hingga pria itu memekik dan akhirnya menjatuhkan Gaby di atas ranjang.

Tangan Gaby terlepas dan Jonathan langsung membalikkan badan, memegang kedua tangan Gaby dan mengukung tubuh gadis itu.

“Kamu kecewa karena aku batal cium ?” ejek Jonathan sambil menarik satu sudut bibirnya.

“Siapa yang kecewa ? Ge-er !” Gaby melotot sambil mencebik.

Jonathan malah tersenyum sinis dan sengaja mendekati wajahnya ke arah Gaby. Nafas keduanya agak terengah, pergulatan tadi cukup menguras tenaga, meskipun tidak seberapa.

”Bercandanya nggak lucu !”

Kali ini Gaby membalas tatapan Jonathan dengan berani bahkan ia tidak berpaling saat wajah Jonathan semakin mendekat.

Tiba-tiba debar jantung Jonathan tidak menentu, mendadak resah saat bertatapan dengan Gaby begitu dekat. Wajah istrinya menantang bagaikan magnet yang menarik Jonathan untuk terus mendekat dan mendekat hingga akhirnya kedua bibir kenyal mereka menempel.

Mata Gaby membola namun sulit memberontak karena kedua tangannya dipegang Jonathan cukup kuat.

Ciuman Jonathan membuat bulu kuduk Gaby meremang karena bukan sekedar kecupan bahkan pria itu memejamkan mata, mencoba menikmati lembutnya bibir Gaby yang terbuka.

5 menit yang singkat mampu menciptakan desiran aneh yang membuat keduanya lupa kalau pernikahan mereka sekedar di atas kertas.

Jonathan membuka matanya saat bibir mereka sudah terlepas dan untuk sesaat keduanya bertatapan dengan rasa yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

”Apa ini yang pertama buatmu ?” tanya Jonathan dengan posisi berbaring di samping Gaby yang hanya mengangguk dengan wajah merona dan tersipu malu.

Rasanya Jonathan ingin memegang dadanya sendiri karena takut Gaby melihat dan mendengar debar jantungnya seperti di film animasi.

”Pak Nathan yang pertama. Semuanya,” ujar Gaby sambil bergegas bangun dan masuk ke kamar mandi dan menutupnya rapat- rapat.

Gaby bersandar di balik pintu sambil memukuli kepalanya, kesal karena terbuai dengan ciuman Jonathan yang memabukkan. Menyesal karena berani menantang pria dewasa yang sudah pernah berpacaran dan berpengalaman.

Sementara Jonathan juga langsung duduk di tepi ranjang dan memegang dadanya sendiri. Kenapa debar jantungnya makin sering tidak karuan.

Semuanya dimulai saat bertemu Gaby dan Doni di kafe, ada rasa tidak nyaman saat Doni tertawa melihat Gaby yang merajuk sampai memakaikan helm untuk istrinya, padahal saat itu Jonathan sendiri datang bersama Maya tanpa seijin Gaby.

Kekesalannya makin naik level saat bertemu meliGaby dan Mario di mal. Jonathan berharap mereka makan di restoran yang sama supaya ia bisa mengawasi istrinya tapi Gaby malah menarik tangan Mario untuk pindah ke tempat lain.

Tidak boleh ! Perasaanku tidak boleh terus begini ! Kalau aku kesal melihat Gaby dekat dengan pria lain, berarti aku mulai cemburu dan cemburu itu berasal dari rasa cinta, batin Jonathan.

10 menit kemudian Gaby sudah keluar dari kamar mandi dan terlihat canggung saat melihat Jonathan sudah siap-siap tidur di atas ranjang.

“Saya tidur dimana, Pak ?”

“Apa ada pilihan lain selain ranjang ini ? Lagipula kamar ini dibayar sama papi jadi nggak mungkin kalau aku nyuruh anaknya tidur di lantai,” sahut Jonathan berusaha biasa saja.

“Tapi…” Tanpa sadar Gaby memegang bibirnya, membuat Jonathan hampir saja tertawa.

“Ranjang ini cukup besar bahkan masih ada jarak yang cukup luas kalau kita tidur di pinggirnya.”

Gaby menghela nafas saat Jonathan sudah merebahkan tubuhnya di balik selimut dengan posisi memunggungi sisi lainnya.

Rasanya aneh tidur satu ranjang dengan guru sendiri meski status kami sudah suami istri, batin Gaby.

*****

“Mama ? Kak Jenny ?”

Wajah Gaby langsung sumringah melihat mertua dan adik iparnya ikut sarapan di hotel. Bergegas Gaby menghampiri keduanya dan memeluk mama sebagai ucapan selamat pagi.

”Kamu sakit ?” tanya mama dengan dahi berkerut.

Tangan mama langsung terulur memegang kening Gaby karena wajah gadis itu memerah tidak seperti biasanya.

“Mama, namanya juga habis bulan madu, jadi wajar kalau Gaby sedikit panas dingin,” ledek Jenny sambil tertawa.

Mama melirik putranya yang hanya tersenyum tipis.

“Jadi kalian…”

“Ma, rahasia suami istri masa harus laporan sama mama juga, sih ?” Jenny langsung menarik mama Hani dan mengajaknya duduk.

”Gimana kamarnya ? Aman dari gempa, kan ?” Papi yang sudah duduk di ujung meja ikut meledek.

“Aman. Memangnya semalam ada gempa, Pi ? Jam berapa ?” tanya Gaby berusaha bersikap biasa.

Hatinya masih kesal karena tadi pagi terbangun dalam pelukan Jonathan. Keduanya sama-sama mengaku bukan pelaku tapi korban hingga mereka sempat berdebat sebelum turun untuk sarapan.

“Suara kamu kalau lagi marah-marah melebihi getaran gempa makanya nggak bakalan berasa,” ledek Jonathan dengan senyuman sinis.

“Kayak Pak… ngg… Mas Nathan suaranya nggak menggelegar aja waktu ngomel, persis kayak di kelas,” sahut Gaby dengan tatapan galaknya.

Mama, Jenny dan papi saling bertukar pandangan sambil tersenyum. Sepertinya memang terjadi sesuatu yang menyebabkan keduanya bertengkar sepagi ini.

“Sudah, makan dulu. Nggak baik berantem di meja makan,” nasehat papi.

Keduanya beratatapan dengan wajah kesal dan saling mencebik. Tanpa aba-aba merek bangun bersamaan membuat Jenny menutup mulutnya untuk menahan tawa.

“Apa mereka sering bertengkar seperti itu, Han ?” tanya papi Hendri saat keduanya sudah meninggalkan meja untuk mengambil makanan.

“Belum pernah terjadi selama 3 bulan ini,” sahut mama Hani sambil menggeleng dan dahinya berkerut.

“Pasti terjadi sesuatu semalam, Om, apalagi seperti yang Om bilang kalau kamar mereka sengaja dipilih yang tanpa sofa jadi mau tidak mau mereka tidur satu ranjang,” ujar Jenny.

”Jadi selama ini mereka tidak tidur seranjang ? Mereka pisah kamar, Han ?” tanya papi dengan dahi berkerut dan sedikit terkejut.

“Nggg… sebetulnya aku nggak tahu soal seranjang atau tidaknya, Hen, tapi yang pasti mereka selalu sekamar. Di kamar Nathan juga tidak ada sofa, jadi kemungkinan besar mereka tidur satu ranjang.”

Mama Hani tersenyum canggung karena merasa papi Hendri curiga dengan pernikahan putrinya. Tentu saja mama Hani tidak mungkin bercerita kalau ia pernah tidak sengaja melihat ada kasur lipat di kamar putranya, padahal sebelum menikah, Jonathan tidak pernah pulang membawa benda itu.

“Mungkin Nathan canggung karena selain masih belia, Gaby adalah muridnya di sekolah,” sahut mama Hani berusaha mengalihkan pikiran besannya.

Papi Hendri menggangguk sambil tersenyum saat melihat sikap Jonathan terlihat seperti suami yang cemburu, menghampiri Gaby yang sedang didekati remaja tanggung, mungkin usianya sama dengan Jenny.

“Ya, bagiku tidak masalah jika mereka masih menunggu waktu yang tepat,” ujar papi Hendri makin melebarkan senyumnya dengan tatapan masih ke arah pasangan suami istri yang terus berdampingan meski saling cemberut.

Mama Hani dan Jenny yang bingung dengan ekspresi papi langsung mengikuti arah pandangan pria itu.

Ternyata tanpa sadar satu tangan Jonathan sudah merangkul pinggang Gaby dengan posesif untuk meyakinkan 2 pemuda yang sejak tadi berusaha mendekati Gaby.

“Semoga perasaan Nathan tidak hanya di hotel saja,” gumam mama Hani membuat Jenny tersenyum dan mengangguk-angguk.

Episodes
1 Nikah dan Surat Cerai
2 Pencitraan
3 Kedatangan Pelakor
4 Belum Putus
5 Jangan Berharap
6 Inikah Alasannya ?
7 Jangan Kepo
8 Wali dan Istri
9 Ketahuan
10 Rasa yang Tidak Biasa
11 Hamil ?
12 Liburan
13 Efek Kamar Hotel
14 Sebatas Sandiwara
15 Tantangan
16 Ketahuan
17 Cemburukah ?
18 Kepergian Papi
19 Wasiat
20 Tidak Terima
21 Kencan
22 Sepupu
23 Saingan
24 Wali Bukan Suami
25 Saya Cemburu
26 Mulai Panas
27 Tambah Panas
28 Dia Istriku
29 Sakit
30 I Love You
31 Yang Pertama
32 Undur Diri
33 Cinta dan Benci
34 Pamitan
35 Kencan Pertama
36 Bukan Sepupu
37 Serba Emosi
38 Perkebunan Kopi
39 I Love You
40 Serangan Pertama
41 Rubah Betina
42 Kebohongan
43 Membahas Masalah
44 Masalah Baru
45 Unjuk Gigi
46 Tak Terduga
47 Cerita Lalu
48 Rencana Awal
49 Baik dan Buruk
50 Kebohongan dan Niat Baik
51 Segala Kemungkinan
52 Semakin Dekat
53 Belum Usai
54 Cinta dan Racun
55 Musibah Lain
56 Belajar Fokus
57 Masih Berlanjut
58 Mencari Fakta
59 Mulai Bohong
60 Para Pelaku
61 Luka dan Dendam
62 Terluka
63 Ujian yang Sebenarnya
64 Faktanya
65 Bicara Jujur
66 Takdir dan Karma
67 Tak Tergoyahkan
68 Buang Dendammu !
69 Tak Terduga
70 Permintaan Sulit
71 Susah Menolak
72 Istri dan Mantan Kekasih
73 Undangan Reuni
74 Tidak Akan Diam
75 Berpikir Jernih
76 Mencintaimu
77 Salah Tingkah
78 Nasehat Sahabat
79 Indahnya Persahabatan
80 Permintaan Maaf
81 Yang Pertama
82 Manis dan Pahit
83 Yang Terburuk
84 Belajar Dewasa
85 Berakhir
86 Kekecewaan Orangtua
87 Membesuk Mama
88 Hati yang Galau
89 Hati yang Mengeras
90 Rasa yang Tak Biasa
91 Pria Beristri
92 Perseteruan Dua Pria
93 Rahasia Hati
94 Pria Baru
95 Wanita Misterius
96 Ungkapan Terima Kasih
97 Pria-pria Melow
98 Upaya Perdamaian
99 Istrinya Pak Nathan
100 Cemburunya Gaby
101 Bukan Mantan
102 Pertengkaran
103 Yang Sebenarnya
104 Bertemu Maya
105 Wanita Penuh Sandiwara
106 Dua Kejutan
107 Cinta yang Indah
108 Menjelang Tahun Baru
109 Cerita di Malam Tahun Baru
110 Fakta yang Menyakitkan
111 Bertemu Leo
112 Kedatangan Maya
113 Mereka yang Terluka
114 Hati yang Galau
115 Keraguan Hati
116 Gosip Baru
117 Pisah
118 Bad Mood
119 Hari Terakhir
120 Kesempatan Kedua
121 Kebahagiaan
122 Bahagia yang Sederhana
123 Rilis Novel Baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Nikah dan Surat Cerai
2
Pencitraan
3
Kedatangan Pelakor
4
Belum Putus
5
Jangan Berharap
6
Inikah Alasannya ?
7
Jangan Kepo
8
Wali dan Istri
9
Ketahuan
10
Rasa yang Tidak Biasa
11
Hamil ?
12
Liburan
13
Efek Kamar Hotel
14
Sebatas Sandiwara
15
Tantangan
16
Ketahuan
17
Cemburukah ?
18
Kepergian Papi
19
Wasiat
20
Tidak Terima
21
Kencan
22
Sepupu
23
Saingan
24
Wali Bukan Suami
25
Saya Cemburu
26
Mulai Panas
27
Tambah Panas
28
Dia Istriku
29
Sakit
30
I Love You
31
Yang Pertama
32
Undur Diri
33
Cinta dan Benci
34
Pamitan
35
Kencan Pertama
36
Bukan Sepupu
37
Serba Emosi
38
Perkebunan Kopi
39
I Love You
40
Serangan Pertama
41
Rubah Betina
42
Kebohongan
43
Membahas Masalah
44
Masalah Baru
45
Unjuk Gigi
46
Tak Terduga
47
Cerita Lalu
48
Rencana Awal
49
Baik dan Buruk
50
Kebohongan dan Niat Baik
51
Segala Kemungkinan
52
Semakin Dekat
53
Belum Usai
54
Cinta dan Racun
55
Musibah Lain
56
Belajar Fokus
57
Masih Berlanjut
58
Mencari Fakta
59
Mulai Bohong
60
Para Pelaku
61
Luka dan Dendam
62
Terluka
63
Ujian yang Sebenarnya
64
Faktanya
65
Bicara Jujur
66
Takdir dan Karma
67
Tak Tergoyahkan
68
Buang Dendammu !
69
Tak Terduga
70
Permintaan Sulit
71
Susah Menolak
72
Istri dan Mantan Kekasih
73
Undangan Reuni
74
Tidak Akan Diam
75
Berpikir Jernih
76
Mencintaimu
77
Salah Tingkah
78
Nasehat Sahabat
79
Indahnya Persahabatan
80
Permintaan Maaf
81
Yang Pertama
82
Manis dan Pahit
83
Yang Terburuk
84
Belajar Dewasa
85
Berakhir
86
Kekecewaan Orangtua
87
Membesuk Mama
88
Hati yang Galau
89
Hati yang Mengeras
90
Rasa yang Tak Biasa
91
Pria Beristri
92
Perseteruan Dua Pria
93
Rahasia Hati
94
Pria Baru
95
Wanita Misterius
96
Ungkapan Terima Kasih
97
Pria-pria Melow
98
Upaya Perdamaian
99
Istrinya Pak Nathan
100
Cemburunya Gaby
101
Bukan Mantan
102
Pertengkaran
103
Yang Sebenarnya
104
Bertemu Maya
105
Wanita Penuh Sandiwara
106
Dua Kejutan
107
Cinta yang Indah
108
Menjelang Tahun Baru
109
Cerita di Malam Tahun Baru
110
Fakta yang Menyakitkan
111
Bertemu Leo
112
Kedatangan Maya
113
Mereka yang Terluka
114
Hati yang Galau
115
Keraguan Hati
116
Gosip Baru
117
Pisah
118
Bad Mood
119
Hari Terakhir
120
Kesempatan Kedua
121
Kebahagiaan
122
Bahagia yang Sederhana
123
Rilis Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!