Rasa yang Tidak Biasa

Gaby menarik nafas lega saat Kendra, sahabat baik Jonathan, menyapanya di lobby hotel.

”Hai Gabriela.”

”Hai Kak Kendra.”

“Mana kunci motor dan tiket parkirmu,” pinta Jonathan dengan suara ketus.

Gaby mengeluarkan yang diminta Jonathan dan menyerahkannya pada pria paruh baya yang berdiri dekat Kendra sesuai perintah Jonathan.

“Tolong antarkan langsung ke rumah saya,” ujar Jonathan pada pria itu yang langsung mengiyakan dan berpamitan pergi

Setelah beres dengan urusan motor Gaby, Jonathan langsung masuk ke dalam hotel tanpa mengajak istrinya.

”Si Boss kenapa ?” tanya Kendra dengan suara berbisik sambil berjalan bersama Gaby mengikuti Jonathan.

”PMS kali,” sahut Gaby asal membuat Kendra langsung tertawa pelan.

”Atau belum kamu kasih jatah semalam,” ledek Kendra di sela tawanya.

Mata Gaby langsung mendelik dan kepalan jemarinya diarahkan ke wajah Kendra.

”Kamu tunggu di sini. Pesan makanan atau es krim atau apapun yang kamu suka, aku akan membayarnya saat menjemputmu nanti.”

“Memangnya Pak Nathan mau kemana ?”

“Check in,” celetuk Kendra sambil terkekeh.

Jonathan acuh, tidak terganggu dengan ledekan Kendra bahkan ia langsung memberi isyarat pada asistennya itu untuk meninggalkan Gaby.

Gaby menghela nafas dengan wajah cemberut. Menyebalkan ! Seenaknya saja Jonathan membawanya ke hotel tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya.

Hingga satu jam kemudian, Jonathan menggelengkan kepala saat melihat Gaby malah tertidur di sofa. Di meja ada segelas minuman jus yang masih sisa setengah.

”Imutnya,” puji Kendra menatap Gaby sambil tersenyum.

“Elo nggak merasa beruntung bisa lepas dari Maya malah diberi istri yang masih muda dan menggemaskan ?”

Jonathan tidak menyahut, kakinya menendang pelan kaki Gaby untuk membangunkan gadis itu tapi sepertinya Gaby cukup pulas tertidur di situ. Kendra langsung menghela nafas melihat Jonathan memperlakukan istrinya seperti itu.

“Gaby, bangun,” ujar Kendra sambil menepuk-nepuk bahu Gaby pelan.

Gaby mengerjap dan buru-buru meneggakkan posisi duduknya saat melihat kedua pria itu berdiri di depannya.

“Maaf saya ketiduran.”

Kendra tertawa sedangkan Jonathan langsung menuju kasir, membayar pesanan Gaby. Selesai dengan urusannya di hotel, ketiganya langsung keluar menuju lobby.

“Mobil siapa ini ?” tanya Gaby dengan wajah bingung saat petugas valet menyerahkan kunci mobil pada Jonathan.

”Mobil suami kamu dong,” sahut Kendra.

“Pak Nathan ?” Gaby menarik ujung kemeja Jonathan namun pria itu mengabaikannya.

”Langsung ketemu di kantor Ken.”

“Oke.”

Gaby masih berdiri mematung saat Jonathan sudah masuk ke dalam mobilnya.

”Kamu nggak masuk, Gab ? Suami kamu udah di dalam tuh.”

“Ini mobil siapa, Kak ? Apa Maya yang kasih buat Pak Nathan ?”

Kendra langsung tertawa mendengar ucapan Gaby dengan ekspresi wajah bingung.

”Memangnya kamu nggak sadar kalau Jonathan membawa kamu kemari naik mobil ini ? Tenang aja, nggak akan mungkin Maya memberikan mobil sebagus ini untuk Jonathan sekalipun cinta dan banyak uang,” ujar Kendra sambil tertawa dan menepuk-nepuk bahu Gaby.

Jonathan membuka kaca di samping pengemudi sambil melirik Kendra dengan mata melotot seolah berkata :

Tangan dikondisikan !

“Udah sana masuk, suami kamu udah nggak sabaran,” ujar Kendra sambil tersenyum meledek membalas tatapan Jonathan.

Meski masih penasaran dengan pertsnyaannya namun Gaby menurut dan duduk di kursi penumpang depan.

”Pak Nathan, dapat darimana mobil ini ?”

Jonathan tidak menyahut dan wajahnya masih terihat kesal.

”Kamu masih bisa baik-baik dan duduk makan siang berdua sambil tertawa-tawa dengan cowok yang hampir memperkosa kamu ?”

Gaby mengerutkan dahi saat mendengar pertanyaan Jonathan yang diucapkan dengan nada ketus.

“Kenapa Bapak jadi emosi banget ?”

Jonathan melirik sekilas lalu menghela nafas. Wajahnya masih memasang muka perang.

”Tentu saja aku kesal karena gara-gara perbuatannya aku yang dituduh dan dipaksa menikahimu.”

“Maaf.”

”Gampang banget mulut kamu bilang maaf tapi tindakan kamu tidak menunjukkan kalau kamu membenci pria yang tega berbuat gila padamu.”

”Saya sudah menghindarinya bukan karena takut sama Pak Nathan tapi karena trauma dengan kejadian itu.

Tadi saya tidak tahu kalau dia ke toko buku juga dan akhirnya memaksa saya untuk bicara. Mario minta maaf sekaligus pamitan karena mau sekolah kenluar negeri.”

”Tapi kamu sempat memegang tangannya saat menolak makan di restoran Jepang.”

”Itu karena saya malas duduk satu restoran dengan Bu Maya. Cewek munafik itu… maaf maksud saya…”

“Tidak usah menjadikan orang lain sebagai alasan ! Jelas-jelas sikap kamu menunjukkan seolah tidak pernah terjadi apapun di antara kalian.”

”Kalau saya tidak turuti permintaannya, Mario akan terus menempel. Lagipula saya sengaja memilih tempat bicara di Mal karena banyak orang dan Mario tidak akan berani macam-macam.”

“Dasar keras kepala !”

Gaby menoleh dengan alis menaut, menatap Jonathan dari samping yang menatap lurus ke depan dan tidak meliriknya sedikit pun.

“Sekarang giliran Bapak menjawab pertanyaan saya. Ini mobil siapa ? Kemana mobil Pak Nathan yang biasa ?”

Jonathan tidak menyahut malah mempercepat laju mobilnya melewati jalan utama yang cukup lengang.

“Pak Nathan !”

Kesal karena Jonathan tidak juga menanggapinya, Gaby hanya menggerutu dan menyandarkan kepala di pintu sambil menoleh ke samping.

25 menit kemudian, Jonathan sudah menghentikan mobilnya di depan rumah.

”Turun !”

”Pak Nathan mau kemana lagi ?” Jonathan hanya diam setelah membuka kunci pintu mobil.

”Cepat turun ! Aku masih ada urusan.”

“Iya, tapi mau kemana ?”

“Kenapa kamu jadi kepo ?” tanya Jonathan dengan senyuman sinis.

Gaby menghela nafas karena teringat dengan perjanjian mereka untuk tidak peduli dengan kehidupan masing-masing.

Saat membuka gerbang, Gaby kembali menghela nafas karena Jonathan sudah kembali memacu mobilnya tanpa berpamitan apalagi menunggu Gaby sampai masuk ke dalam rumah.

***

Gaby terbangun karena haus. Matanya menyipit dengan dahi berkerut saat melihat tempat tiidur Jonathan kosong bahkan tidak ada tanda-tanda bekas ditiduri.

Gaby pun membuka jendela untuk melihat apakah mobil Jonathan sudah parkir di tempatnya atau belum dan ternyata masih kosong.

Gaby mengambil handphonenya sambil berjalan keluar kamar, berniat mengambil minum di dapur. Jam 23.15 dan tidak ada pesan apapun yang dikriim Jonathan untuk sekedar memberi kabar.

Spontan tangan Gaby menekan nomor Jonathan namun langsung tersambung dengan mesin penjawab otomatis.

Gaby menghela nafas dan merasakan degup jantung yang berbeda dari biasanya. Bukan sekedar khawatir namun ada rasa lain yang membuat Gaby bingung.

Baru sampai di ujung tangga, Gaby mendengar suara mobil di luar. Bergegas ia masuk ke kamar untuk mengintip lewat jendela yang menghadap ke pintu gerbang.

Matanya langsung membelalak saat melihat Maya tengah memeluk Jonathan di depan pintu gerbang. Awalnya tangan Jonathan hanya diam namun perlahan keduanya terangkat, satu memeluk dan yang lainnya menepuk-nepuk punggung Maya.

Ada yang terasa perih hingga Gaby memegang dadanya sendiri. Sepertinya Gaby mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak pernah boleh ada dalam pernikahan ini namun hatinya tidak bisa menyangkal dan berdusta.

Gaby cemburu melihat suaminya masih dekat dan menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya padahal awal mereka sudah sepakat untuk memberikan kebebasan yang lainnya.

Gaby buru-buru menutup tirai saat Maya menoleh ke atas dengan senyuman licik dan penuh kemenangan.

Gaby bergegas masuk ke dalam selimutnya dan tanpa mampu dicegah, air mata turun dari kedua sudut matanya

Apa ini yang namanya cemburu, batin Gaby.

Episodes
1 Nikah dan Surat Cerai
2 Pencitraan
3 Kedatangan Pelakor
4 Belum Putus
5 Jangan Berharap
6 Inikah Alasannya ?
7 Jangan Kepo
8 Wali dan Istri
9 Ketahuan
10 Rasa yang Tidak Biasa
11 Hamil ?
12 Liburan
13 Efek Kamar Hotel
14 Sebatas Sandiwara
15 Tantangan
16 Ketahuan
17 Cemburukah ?
18 Kepergian Papi
19 Wasiat
20 Tidak Terima
21 Kencan
22 Sepupu
23 Saingan
24 Wali Bukan Suami
25 Saya Cemburu
26 Mulai Panas
27 Tambah Panas
28 Dia Istriku
29 Sakit
30 I Love You
31 Yang Pertama
32 Undur Diri
33 Cinta dan Benci
34 Pamitan
35 Kencan Pertama
36 Bukan Sepupu
37 Serba Emosi
38 Perkebunan Kopi
39 I Love You
40 Serangan Pertama
41 Rubah Betina
42 Kebohongan
43 Membahas Masalah
44 Masalah Baru
45 Unjuk Gigi
46 Tak Terduga
47 Cerita Lalu
48 Rencana Awal
49 Baik dan Buruk
50 Kebohongan dan Niat Baik
51 Segala Kemungkinan
52 Semakin Dekat
53 Belum Usai
54 Cinta dan Racun
55 Musibah Lain
56 Belajar Fokus
57 Masih Berlanjut
58 Mencari Fakta
59 Mulai Bohong
60 Para Pelaku
61 Luka dan Dendam
62 Terluka
63 Ujian yang Sebenarnya
64 Faktanya
65 Bicara Jujur
66 Takdir dan Karma
67 Tak Tergoyahkan
68 Buang Dendammu !
69 Tak Terduga
70 Permintaan Sulit
71 Susah Menolak
72 Istri dan Mantan Kekasih
73 Undangan Reuni
74 Tidak Akan Diam
75 Berpikir Jernih
76 Mencintaimu
77 Salah Tingkah
78 Nasehat Sahabat
79 Indahnya Persahabatan
80 Permintaan Maaf
81 Yang Pertama
82 Manis dan Pahit
83 Yang Terburuk
84 Belajar Dewasa
85 Berakhir
86 Kekecewaan Orangtua
87 Membesuk Mama
88 Hati yang Galau
89 Hati yang Mengeras
90 Rasa yang Tak Biasa
91 Pria Beristri
92 Perseteruan Dua Pria
93 Rahasia Hati
94 Pria Baru
95 Wanita Misterius
96 Ungkapan Terima Kasih
97 Pria-pria Melow
98 Upaya Perdamaian
99 Istrinya Pak Nathan
100 Cemburunya Gaby
101 Bukan Mantan
102 Pertengkaran
103 Yang Sebenarnya
104 Bertemu Maya
105 Wanita Penuh Sandiwara
106 Dua Kejutan
107 Cinta yang Indah
108 Menjelang Tahun Baru
109 Cerita di Malam Tahun Baru
110 Fakta yang Menyakitkan
111 Bertemu Leo
112 Kedatangan Maya
113 Mereka yang Terluka
114 Hati yang Galau
115 Keraguan Hati
116 Gosip Baru
117 Pisah
118 Bad Mood
119 Hari Terakhir
120 Kesempatan Kedua
121 Kebahagiaan
122 Bahagia yang Sederhana
123 Rilis Novel Baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Nikah dan Surat Cerai
2
Pencitraan
3
Kedatangan Pelakor
4
Belum Putus
5
Jangan Berharap
6
Inikah Alasannya ?
7
Jangan Kepo
8
Wali dan Istri
9
Ketahuan
10
Rasa yang Tidak Biasa
11
Hamil ?
12
Liburan
13
Efek Kamar Hotel
14
Sebatas Sandiwara
15
Tantangan
16
Ketahuan
17
Cemburukah ?
18
Kepergian Papi
19
Wasiat
20
Tidak Terima
21
Kencan
22
Sepupu
23
Saingan
24
Wali Bukan Suami
25
Saya Cemburu
26
Mulai Panas
27
Tambah Panas
28
Dia Istriku
29
Sakit
30
I Love You
31
Yang Pertama
32
Undur Diri
33
Cinta dan Benci
34
Pamitan
35
Kencan Pertama
36
Bukan Sepupu
37
Serba Emosi
38
Perkebunan Kopi
39
I Love You
40
Serangan Pertama
41
Rubah Betina
42
Kebohongan
43
Membahas Masalah
44
Masalah Baru
45
Unjuk Gigi
46
Tak Terduga
47
Cerita Lalu
48
Rencana Awal
49
Baik dan Buruk
50
Kebohongan dan Niat Baik
51
Segala Kemungkinan
52
Semakin Dekat
53
Belum Usai
54
Cinta dan Racun
55
Musibah Lain
56
Belajar Fokus
57
Masih Berlanjut
58
Mencari Fakta
59
Mulai Bohong
60
Para Pelaku
61
Luka dan Dendam
62
Terluka
63
Ujian yang Sebenarnya
64
Faktanya
65
Bicara Jujur
66
Takdir dan Karma
67
Tak Tergoyahkan
68
Buang Dendammu !
69
Tak Terduga
70
Permintaan Sulit
71
Susah Menolak
72
Istri dan Mantan Kekasih
73
Undangan Reuni
74
Tidak Akan Diam
75
Berpikir Jernih
76
Mencintaimu
77
Salah Tingkah
78
Nasehat Sahabat
79
Indahnya Persahabatan
80
Permintaan Maaf
81
Yang Pertama
82
Manis dan Pahit
83
Yang Terburuk
84
Belajar Dewasa
85
Berakhir
86
Kekecewaan Orangtua
87
Membesuk Mama
88
Hati yang Galau
89
Hati yang Mengeras
90
Rasa yang Tak Biasa
91
Pria Beristri
92
Perseteruan Dua Pria
93
Rahasia Hati
94
Pria Baru
95
Wanita Misterius
96
Ungkapan Terima Kasih
97
Pria-pria Melow
98
Upaya Perdamaian
99
Istrinya Pak Nathan
100
Cemburunya Gaby
101
Bukan Mantan
102
Pertengkaran
103
Yang Sebenarnya
104
Bertemu Maya
105
Wanita Penuh Sandiwara
106
Dua Kejutan
107
Cinta yang Indah
108
Menjelang Tahun Baru
109
Cerita di Malam Tahun Baru
110
Fakta yang Menyakitkan
111
Bertemu Leo
112
Kedatangan Maya
113
Mereka yang Terluka
114
Hati yang Galau
115
Keraguan Hati
116
Gosip Baru
117
Pisah
118
Bad Mood
119
Hari Terakhir
120
Kesempatan Kedua
121
Kebahagiaan
122
Bahagia yang Sederhana
123
Rilis Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!