Ketahuan

“Gabriela ?”

Tubuh Gaby langsung membeku mendegar panggilam itu. Tanpa menoleh pun ia tahu siapa yang memanggilnya.

”Gaby, tolong beri gue kesempatan untuk bicara,” pinta Mario saat Gaby bergegas ingin meninggalkannya.

Gaby menghela nafas dan memberanikan diri membalas tatapan Mario yang sedang tersenyum tulus.

”Urusan kita udah selesai Mario, gue udah memaafkan elo. Beres kan ?”

“Iya, maaf di mulut doang,” ujar Mario sambil terkekeh.

“Terus kalau nggak diucapin pakai mulut, pakai apa dong ?” omel Gaby dengan wajah cemberut.

“Gue traktir makan siang sambil ngobrol sebagai teman, janji nggak lebih.”

“Gue nggak….”

Mario tertawa saat perut Gaby berbunyi padahal mulut gadis itu akan bilang kalau dia tidak lapar. Gaby membuang muka sambil menggumam kesal karena perutnya tidak bisa diajak berbohong.

“Tapi nggak mau keluar dari mal ini ya ?”

“Iya kita cari di sini aja,” sahut Mario dengan senyuman bahagia karena akhirnya Gaby menerima ajakannya.

”Gue bayar ini dulu,” ujar Gaby sambil memperlihatkan belanjaannya. Mario mengangguk dan mengikuti Gaby ke kasir.

Keduanya keluar dari toko buku, menyusuri jalan di mal yang mulai ramai karena liburan anak sekolah sudah dimulai.

“Mau makan apa ? Gue traktir dan nggak terima penolakan.”

“Mau yang paling mahal kalau begitu,” sahut Gaby sambil tersenyum meledek.

“Budgetnya 2 juta cukup ?”

“Elo udah gila ? Gue nggak sematere itu,” sahut Gaby dengan mata membola. Mario langsung tertawa.

“Makanan Jepang gimana ? Elo paling suka kan ?”

“Apa lagi yang elo tahu soal gue ?” gerutu Gaby sambil berjalan duluan.

Mario tertawa menyusul Gaby yang hanya berjarak kurang dari 1 meter dan berjalan di sampingnya, mengajak gadis itu ngobrol layaknya seorang teman.

Langkah Gaby terhenti sedangkan Mario langsung menghampiri pelayan untuk mendaftar antrian di salah satu restoran Jepang yang ada di mal.

“Gabriela.”

Terlambat ingin mengajak Mario makan di tempat lain karena Maya sudah lebih dulu melihatnya.

Mario ikut menoleh ke arah sumber suara. Ia pun menganggukan kepala saat melihat Jonathan berdiri di samping Maya.

“Kamu mau makan di sini juga, sama siapa ?” Maya mendekat dengan senyuman palsu membuat Gaby ingin meninggalkannya.

“Selamat siang Bu, saya temannya Gaby,” Mario yang menyahut, menyapa Maya dengan anggukan kepala dan senyuman.

“Pacar kamu ?”

“Dia pacarnya Jihan,” Jonathan yang menyahut dari belakang Maya.

“Jihan ?”

“Nama saya Mario, Bu, sebetulnya sudah bukan pacarnya Jihan seperti yang Pak Nathan bilang, tapi mantannya. Jihan itu kakaknya Gaby,” sahut Mario.

“Kita cari tempat lain aja,” bisik Gaby.

“Tapi bukannya elo…”

“Lagi nggak pingin,” potong Gaby menarik lengan Mario, mengajaknya pergi dari situ.

Mario yang bingung hanya menganggukan kepala pada Maya dan Jonathan saat Gaby menariknya pergi.

“Kenapa ? Elo kayaknya benci banget sama pacarnya Pak Nathan ? Cemburu ya karena guru ganteng itu ternyata punya pacar ?” ledek Mario saat keduanya sudah duduk berhadapan di restoran Vietnam.

“Cemburu ? Gue bukan penggemarnya Pak Nathan,” ketus Gaby.

“Mbak Maya… maksud gue Bu Maya itu bagaikan serigala berbulu domba dan gue pernah jadi korbannya.”

“Korban gimana ?”

Gaby menghela nafas dan menghabiskan makanan yang ada di mulutnya lalu menatap Mario.

“Tujuan elo ngajak gue mau ngomong masalah kita bukan mau mendengarkan curahan hati gue.”

“Iya… iya… Gue kembali ke laptop. Habisnya muka elo ngegemesin banget pas lagi marah sama pacarnya Pak Nathan tadi,” ujar Mario sambil tertawa.

“Ketawa lagi, gue tinggal nih.”

“Iya, iya,” Mario pun berhenti tertawa dan melipat kedua tangannya di atas meja.

“Pertama gue mau minta maaf sekali lagi soal kejadian waktu itu dan sumpah demi apapun, semua itu kerjaannya Jihan. 3 hari sebelumnya gue memutuskan dia dan tentu aja langsung ditolak mentah-mentah. Jihan tahu kalau sebetulnya udah lama gue sukanya sama elo bukan dia tapi tentu aja alasan gue nggak bilang minta putus karena elo.”

“Awas aja kalau gue jadi alasannya !”

“Jihan mau mengikat gue seumur hidup kalau berhasil membuat gue menidurinya, untungnya dari awal gue agak curiga dan nggak minum semuanya. Saat bereaksi, gue langsung ingat sama elo. Daripada sama Jihan lebih baik sama elo aja.”

“Dasar gila !” omel Gaby sambil melotot.

“Sorry, pikiran gue pendek banget saat itu dan sekarang gue mau kasih tahu kalau bulan depan gue akan berangkat ke Amerika. Rasanya ada yang ganjel kalau nggak menuntaskan masalah ini secara langsung.”

“Sekarang udah beres, jadi gue nggak punya hutang apapun sama elo. Good luck ! Semoga studi elo lancar dan cepat selesai.”

“Gab,” Mario mencoba menyentuh jemari Gaby yang ada di atas meja namun gadis itu cepat-cepat menariknya.

“Mario, terima kasih buat perasaan elo ke gue tapi maaf sejak dulu elo hanyalah kekasihnya Jihan. Gue suka sama cowok lain dan Jihan pasti udah bilang kalau gue sudah dijodohkan dengan pria lain.”

“Baru dijodohin doang kan ? Gue bisa menemui orangtua elo untuk menggantikannya.”

“Gue udah nikah,” sahut Gaby sambil tertawa.

“Jangan bercanda !”

“Terserah elo mau percaya atau nggak. Thanks buat makan siang hari ini, gue harus pulang sekarang.”

Gaby merapikan bekas makannya lalu beranjak bangun. Rasanya tidak nyaman terlalu lama berdekatan dengan Mario meskipun Gaby sudah memaafkan cowok itu, tapi sungguh tidak mudah melupakannya.

“Gab,” Mario kembali menahan lengan Gaby. “Boleh gue kenalan sama calon suami elo ?”

“Suami Mario, bukan calon lagi,” sahut Gaby sambil tertawa pelan. Ia menarik tangannya dari pegangan Mario.

”Suami gue pemalu jadi belum saatnya gue memperkenalkan dia pada khalayak ramai.”

Gaby tersenyum sebelum meninggalkan Mario tapi cowok itu belum menyerah, ia bergegas menyusul Gaby yang ternyata sedang berhenti tidak jauh dari pintu restoran.

“Pak Nathan,” sapa Mario.

Jonathan menatap Mario dengan tajam lalu menoleh ke arah Gaby yang membuang muka ke arah lain. Maya tersenyum sinis menatap Gaby yang terlihat kesal.

“Ayo pulang !”

Tindakan Jonathan yang menarik tangan Gaby mengejutkan Maya dan Mario. Wajah Jonathan terlihat kesal dan pergi tanpa berpamitan pada Maya dan Mario.

”Masuk !” perintah Jonathan yang sudah membukakan pintu mobil untuk Gaby.

“Saya bawa motor, Pak,” tolak Gaby.

“Masuk ! Aku bisa menyuruh orang mengambilnya nanti.”

Gaby sudah mau protes kembali tapi tatapan tajam Jonathan membuatnya menuruti perintah pria itu dan agak kaget saat Jonathan membanting pintu di sampingnya.

“Mbak Maya…”

“Diam !”

Mata Gaby membola namun ia menurut perintah Jonathan yang mengemudikan mobil sedikit kasar.

“Kita mau kemana ?” tanya Gaby saat Jonathan membawa mobilnya bukan ke arah rumah.

“Hotel.”

“What ?” Mata Gaby langsung membelalak dan jantungnya langsung berdebar.

“Mau ngapain ?”

“Kamu tahu fungsi hotel untuk apa kan ?”

“Iya, tapi perjanjiannya kita hanya menikah di atas kertas dan kalau perlu kita berpisah tanpa harus menunggu saya berumur 21 tahun.”

Jonathan hanya diam dan terus melajukan mobilnya tanpa mempedulikan ocehan Gaby yang terus protes karena Jonathan hendak membawanya ke hotel.

“Pak Nathan !” pekik Gaby saat mobil Jonathan benar-benar masuk ke pelataran sebuah hotel bintang 5.

“Saya bukan perempuan seperti yang bapak bilang meskipun menerima ajakan makan siang Mario dan pergi dengan Doni.”

Suara Gaby terdengar kesal dan sedikit panik saat Jonathan menghentikan mobilnya persis di depan lobby.

“Lalu kamu perempuan seperti apa ?” Jonathan mencondongkan wajahnya ke arah Gaby yang langsung mundur hingga menabrak jendela samping.

“Pulang sore tanpa memberi kabar dan mematikan handphone dengan alasan kehabisan daya, padahal kamu menghabiskan waktu entah dengan siapa di apartemen. Aku sudah mencari tahu dan tidak ada satu orang pun dari siswa Dharma Bangsa yang tinggal di sana.”

“Bapak melihat saya ?” tanya Gaby dengan mata membola. Jonathan hanya tersenyum sinis.

“Turun dan jangan coba-coba kabur !”

Terpopuler

Comments

R_3DHE 💪('ω'💪)

R_3DHE 💪('ω'💪)

gue dukung loh kendra...

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Nikah dan Surat Cerai
2 Pencitraan
3 Kedatangan Pelakor
4 Belum Putus
5 Jangan Berharap
6 Inikah Alasannya ?
7 Jangan Kepo
8 Wali dan Istri
9 Ketahuan
10 Rasa yang Tidak Biasa
11 Hamil ?
12 Liburan
13 Efek Kamar Hotel
14 Sebatas Sandiwara
15 Tantangan
16 Ketahuan
17 Cemburukah ?
18 Kepergian Papi
19 Wasiat
20 Tidak Terima
21 Kencan
22 Sepupu
23 Saingan
24 Wali Bukan Suami
25 Saya Cemburu
26 Mulai Panas
27 Tambah Panas
28 Dia Istriku
29 Sakit
30 I Love You
31 Yang Pertama
32 Undur Diri
33 Cinta dan Benci
34 Pamitan
35 Kencan Pertama
36 Bukan Sepupu
37 Serba Emosi
38 Perkebunan Kopi
39 I Love You
40 Serangan Pertama
41 Rubah Betina
42 Kebohongan
43 Membahas Masalah
44 Masalah Baru
45 Unjuk Gigi
46 Tak Terduga
47 Cerita Lalu
48 Rencana Awal
49 Baik dan Buruk
50 Kebohongan dan Niat Baik
51 Segala Kemungkinan
52 Semakin Dekat
53 Belum Usai
54 Cinta dan Racun
55 Musibah Lain
56 Belajar Fokus
57 Masih Berlanjut
58 Mencari Fakta
59 Mulai Bohong
60 Para Pelaku
61 Luka dan Dendam
62 Terluka
63 Ujian yang Sebenarnya
64 Faktanya
65 Bicara Jujur
66 Takdir dan Karma
67 Tak Tergoyahkan
68 Buang Dendammu !
69 Tak Terduga
70 Permintaan Sulit
71 Susah Menolak
72 Istri dan Mantan Kekasih
73 Undangan Reuni
74 Tidak Akan Diam
75 Berpikir Jernih
76 Mencintaimu
77 Salah Tingkah
78 Nasehat Sahabat
79 Indahnya Persahabatan
80 Permintaan Maaf
81 Yang Pertama
82 Manis dan Pahit
83 Yang Terburuk
84 Belajar Dewasa
85 Berakhir
86 Kekecewaan Orangtua
87 Membesuk Mama
88 Hati yang Galau
89 Hati yang Mengeras
90 Rasa yang Tak Biasa
91 Pria Beristri
92 Perseteruan Dua Pria
93 Rahasia Hati
94 Pria Baru
95 Wanita Misterius
96 Ungkapan Terima Kasih
97 Pria-pria Melow
98 Upaya Perdamaian
99 Istrinya Pak Nathan
100 Cemburunya Gaby
101 Bukan Mantan
102 Pertengkaran
103 Yang Sebenarnya
104 Bertemu Maya
105 Wanita Penuh Sandiwara
106 Dua Kejutan
107 Cinta yang Indah
108 Menjelang Tahun Baru
109 Cerita di Malam Tahun Baru
110 Fakta yang Menyakitkan
111 Bertemu Leo
112 Kedatangan Maya
113 Mereka yang Terluka
114 Hati yang Galau
115 Keraguan Hati
116 Gosip Baru
117 Pisah
118 Bad Mood
119 Hari Terakhir
120 Kesempatan Kedua
121 Kebahagiaan
122 Bahagia yang Sederhana
123 Rilis Novel Baru
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Nikah dan Surat Cerai
2
Pencitraan
3
Kedatangan Pelakor
4
Belum Putus
5
Jangan Berharap
6
Inikah Alasannya ?
7
Jangan Kepo
8
Wali dan Istri
9
Ketahuan
10
Rasa yang Tidak Biasa
11
Hamil ?
12
Liburan
13
Efek Kamar Hotel
14
Sebatas Sandiwara
15
Tantangan
16
Ketahuan
17
Cemburukah ?
18
Kepergian Papi
19
Wasiat
20
Tidak Terima
21
Kencan
22
Sepupu
23
Saingan
24
Wali Bukan Suami
25
Saya Cemburu
26
Mulai Panas
27
Tambah Panas
28
Dia Istriku
29
Sakit
30
I Love You
31
Yang Pertama
32
Undur Diri
33
Cinta dan Benci
34
Pamitan
35
Kencan Pertama
36
Bukan Sepupu
37
Serba Emosi
38
Perkebunan Kopi
39
I Love You
40
Serangan Pertama
41
Rubah Betina
42
Kebohongan
43
Membahas Masalah
44
Masalah Baru
45
Unjuk Gigi
46
Tak Terduga
47
Cerita Lalu
48
Rencana Awal
49
Baik dan Buruk
50
Kebohongan dan Niat Baik
51
Segala Kemungkinan
52
Semakin Dekat
53
Belum Usai
54
Cinta dan Racun
55
Musibah Lain
56
Belajar Fokus
57
Masih Berlanjut
58
Mencari Fakta
59
Mulai Bohong
60
Para Pelaku
61
Luka dan Dendam
62
Terluka
63
Ujian yang Sebenarnya
64
Faktanya
65
Bicara Jujur
66
Takdir dan Karma
67
Tak Tergoyahkan
68
Buang Dendammu !
69
Tak Terduga
70
Permintaan Sulit
71
Susah Menolak
72
Istri dan Mantan Kekasih
73
Undangan Reuni
74
Tidak Akan Diam
75
Berpikir Jernih
76
Mencintaimu
77
Salah Tingkah
78
Nasehat Sahabat
79
Indahnya Persahabatan
80
Permintaan Maaf
81
Yang Pertama
82
Manis dan Pahit
83
Yang Terburuk
84
Belajar Dewasa
85
Berakhir
86
Kekecewaan Orangtua
87
Membesuk Mama
88
Hati yang Galau
89
Hati yang Mengeras
90
Rasa yang Tak Biasa
91
Pria Beristri
92
Perseteruan Dua Pria
93
Rahasia Hati
94
Pria Baru
95
Wanita Misterius
96
Ungkapan Terima Kasih
97
Pria-pria Melow
98
Upaya Perdamaian
99
Istrinya Pak Nathan
100
Cemburunya Gaby
101
Bukan Mantan
102
Pertengkaran
103
Yang Sebenarnya
104
Bertemu Maya
105
Wanita Penuh Sandiwara
106
Dua Kejutan
107
Cinta yang Indah
108
Menjelang Tahun Baru
109
Cerita di Malam Tahun Baru
110
Fakta yang Menyakitkan
111
Bertemu Leo
112
Kedatangan Maya
113
Mereka yang Terluka
114
Hati yang Galau
115
Keraguan Hati
116
Gosip Baru
117
Pisah
118
Bad Mood
119
Hari Terakhir
120
Kesempatan Kedua
121
Kebahagiaan
122
Bahagia yang Sederhana
123
Rilis Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!