Mertua yang Genit

Raina mengirim sebuah pesan pada Petra yang mengatakan bahwa ia ingin makan siang bersama dengan pria itu, Petra menyanggupi ajakan dari Raina tersebut untuk makan siang bersama, tentu saja jawaban yang diberikan oleh Petra membuat Raina bahagia luar biasa, ia merasa bahwa ini adalah awal yang baik dari pendekatannya pada pria itu. Raina tiba di restoran yang sudah mereka berdua sepakati untuk bertemu, Raina menunggu Petra untuk datang dan akhirnya pria itu muncul juga, Raina melambaikan tangan pada Petra yang tadinya masih bingung mencari keberadaannya dan setelah Raina melambaikan tangan pada pria itu, kini Petra sudah menghampiri dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Raina.

“Bagaimana kalau kita pesan dulu?” tanya Raina.

“Aku ikut saja,” jawab Petra.

Maka kemudian Raina memanggil pelayan untuk datang ke meja mereka, Raina dan Petra kemudian menyebutkan pesanan mereka untuk makan siang, setelah pelayan tersebut meninggalkan meja barulah Raina membuka percakapan dengan pria ini.

“Terima kasih karena kamu sudah mau menyanggupi ajakan bertemu di siang hari ini.”

“Tidak masalah, kalau boleh aku tahu memangnya kenapa kamu ingin mengajakku makan bersama?”

“Iya, memangnya tidak boleh kalau aku mengajakmu?”

“Bukannya tidak boleh, hanya saja aku takut kalau nanti ada yang marah padaku.”

“Tidak kok, tidak akan ada yang marah karena aku masih sendiri, bagaimana denganmu? Apakah kamu juga masih sendiri?”

“Iya, aku juga masih sendiri.”

****

Raina tak menyangka kalau obrolannya dengan Petra siang ini membuatnya menjadi berbunga-bunga, ia begitu bahagia karena dapat menghabiskan waktu dengan pria yang ia sukai itu walaupun saat ini Raina belum mengutarakan kalau ia jatuh cinta pada pria itu akan tetapi Raina yakin kelak Petra pasti akan jatuh cinta padanya seperti yang ia rasakan saat ini.

“Ya Tuhan, kamu kembali ke kantor dengan senyum-senyum sendiri begitu? Apakah kamu sudah tidak waras?” tegur Zulfa yang kebetulan juga baru selesai makan siang.

“Tidak kok, aku baru saja makan siang dengan seseorang,” jawab Raina.

“Kalau aku tebak, pasti Petra kan?”

“Kok kamu tahu?”

“Karena kamu sudah memberitahuku sebelumnya kalau kamu menyukai pria itu, memangnya kamu menggunakan cara apa sampai-sampai dia mau makan siang bersamamu?”

“Cara apa? Tentu saja aku tidak menggunakan acara apa pun, aku hanya mengajaknya untuk makan siang bersama dan aku juga tak menyangka kalau dia akan dengan cepat merespon keinginanku barusan.”

“Pasti kamu bahagia sekali saat ini kan?”

“Sangat, apalagi aku kini tahu kalau Petra masih sendiri.”

“Apakah kamu yakin kalau dia masih sendiri? Bisa-bisa dia hanya berbohong padamu kan?”

“Tidak mungkin Kak, aku yakin kok ucapan Petra itu bisa aku pegang.”

“Saranku adalah lebih baik kamu jangan terlalu percaya pada ucapannya sebelum kamu mengenalnya lebih jauh.”

****

Bintang baru pulang dari tempat gym, ketika tiba di rumah dirinya tidak menemukan Miranda di sini, Bintang berpikir kalau mungkin saja Miranda tengah menghabiskan waktu dengan adiknya dan ia tergerak untuk pergi ke rumah belakang memastikan apakah kecurigaannya barusan benar. Ketika ia tengah mengintip dari luar rumah belakang, sosok Miranda muncul dari belakangnya dan membuatnya terkejut.

“Kamu sedang mencari siapa?”

“Nyonya?”

“Ada apa? Kenapa kok kamu seperti terkejut begitu ketika melihatku?”

“Tidak Nyonya, saya permisi dulu.”

“Tunggu dulu Bintang.”

“Ada apa lagi, Nyonya?”

“Kenapa saya baru menyadari kalau kamu ini tampan, ya?”

“Apa?”

“Astaga, kamu pasti baru pulang gym, kamu nampak lebih seksi ketika berkeringat begini.”

Bintang merasa tidak nyaman dengan tingkah Miranda ini, ia pun segera bergegas pergi meninggalkan wanita itu untuk masuk ke dalam rumah. Miranda sendiri nampak senyum-senyum sendiri, sepertinya ia sudah memiliki mangsa baru karena sejujurnya Miranda sudah bosan dengan Vicko.

“Maafkan aku Vicko, akan tetapi kamu sudah terlalu membosankan, aku butuh penyegaran dan aku tahu siapa targetku berikutnya.”

Miranda kemudian berjalan masuk ke dalam rumah lebih tepatnya ia menuju kamar di mana Bintang dan Zulfa tidur, ia membuka pintu kamar itu dan mendengar gemericik suara air dari dalam kamar mandi yang membuat Miranda yakin kalau Bintang pasti ada di dalam sana.

****

Vicko merasa heran karena hari ini Miranda tidak mengajaknya melakukan hal itu padahal sejak tadi ia sudah menunggu namun tidak ada tanda-tanda Miranda akan menghubunginya padahal wanita itu tengah ada di dalam rumah.

“Sudahlah, aku tak perlu memikirkannya.”

Vicko memutuskan untuk mencuci mobil milik Miranda yang tidak digunakan hari ini, ketika ia tengah mencuci mobil nampak kendaraan milik Usman berhenti di depan rumah dan pria itu langsung turun dari mobil, tanpa menoleh ke arahnya Usman langsung masuk ke dalam rumah.

“Semoga saja bang Bintang benar-benar tidak mengatakan apa pun pada tuan Usman.”

Usman yang telah masuk ke dalam rumah merasa heran karena tidak menemukan keberadaan Miranda di kamar maupun di ruang tengah seperti biasanya.

“Apakah dia pergi?”

Usman kemudian mencoba menghubungi Vicko untuk bertanya apakah Miranda pergi saat ini akan tetapi Vicko mengatakan kalau Miranda tidak pergi hari ini hingga Usman pun heran ke mana Miranda pergi.

“Ke mana dia pergi?”

Tiba-tiba saja Usman teringat bahwa ia harus mencari keberadaan Bintang untuk mengetahui perkembangan tugas yang ia berikan pada pria itu, Usman menaiki anak tangga menuju kamar di mana Bintang dan Zulfa tidur, tangan Usman sudah memegang knop pintu dan siap untuk membukanya.

****

Bintang nampak terkejut ketika membuka pintu kamar mandi mendapati sosok Miranda yang tengah duduk di tepi ranjang dan menatapnya genit karena Bintang keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggangnya.

“Apa yang Nyonya lakukan di sini?”

“Bintang, kenapa aku baru menyadari kalau kamu jauh lebih seksi dari pada Vicko, ya?”

“Nyonya, apa yang hendak Nyonya lakukan?” tanya Bintang takut dan ia berjalan mundur hingga punggungnya menabrak pintu sementara Miranda menahan bahu Bintang dan mendekatkan wajahnya supaya bisa lebih puas mengamati wajah tampan menantunya ini.

“Kamu benar-benar tampan dan menggairahkan, Bintang, aku ingin memilikimu.”

“Apa?”

Baru saja Miranda hendak mencium Bintang, pintu kamar diketuk dengan keras dan terdengar suara Usman dari luar sana yang membuat Miranda panik.

“Jangan bilang kalau aku ada di sini, ya? Awas saja kalau kamu berani mengatakan kalau aku ada di sini!” ancam Miranda yang langsung bersembunyi di dalam lemari.

Bintang pun membukakan pintu kamar dan nampak Usman di sana, Usman menatapnya tajam yang membuat Bintang kikuk.

“Ada apa Tuan datang ke sini?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!